
Andre sudah mencari pembeli n
barang-barang berharga yang bernilai triliunan rupiah.
Barang-barang itu akan dijual didalam pasar gelap.
Rasa bahagia tak terkira membayangkan jika penjualan tersebut berjalan lancar.
Sebuah pertemuan sudah diatur. Mereka sudah merencanakan akan pergi berlibur dengam ditemani wanita-wanita cantik yang akan menyenangkan mereka di liburan yang akan ada didepan mata mereka.
"San.. Liburan kita Akan menyenangkan jika ditemani wanita-wanita cantik dan segar. Hitung-hitung membayar lelah kita saat perjalanan di goa" ucap Jack bersemangat.
Sani hanya terdiam, begitu juga Dori. "Mungkin jika Aku sudah memiliki uang banyak, Aku akan berhenti dari pekerjaaan ini, Aku ingkn hidup normal bersama anak dan istriku, tanpa harus dikejar-kejar rasa bersalah karena telah menghilang nyawa orang lain, dan hasil kerja yang haram" " ungkap Sani, yang ingin segera bertaubat.
"Iya, Aku juga. Gak mungkin selamanya Kita memberi anak istri dari pengjasilan yang haram" Dori menimpali ucapan Sani.
"Halaaah... Kalian pada kesambet apa sih di goa? Tiba-tiba pada ingin taubat semua, masa bodoh dengan semua, hidup cuma sekali, nikmati saja kesenangan dunia ini" ucap Jack dengan kesal.
"Iya, pada kenapa sih kalian? Apa kesambet setan goa kali ya" Jodi menimpali ucapan Jack.
Sani dan juga Dori hanya diam membisu, tanpa menjawab ucapan kedua rekannya yang terus mempengaruhi mereka.
Namjn keduanya memiliki niat untuk bertaubat dan keluar dari pekerjaan hitam mereka, pergi jauh keujung desa yang tidak terlacak oleh Andre.
Andre baru saja selesai memeriksakan matanya yang sempat tertancap blue diamon yang dilemparkan oleh Asih, tepat dimatanya.
Dokter menyatakan jika mata sebelah kirinya tidak lagi dapat berfungsi dan harus dilakukan operasi pengangkatan bola mata dan diganti dengan bola mata lain.
Andre menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
Setelah selesai masa pemeriksaan, Andre menemui para bawahannya yang tersisa "Malam ini, Kita akan menghadiri pertemuan dengan pembeli seluruh perhiasan ini dan semuanya sudah ditawar seharga 3 triliun. Kita akan menjadi kuat dan bertambah kaya.
"Bagaimana dengan rekan kita yang tewas diperjalanan menuju Goa, Bos? Tidakkah kita memberikan santunan kepada keluarganya?" Sani mengingatkan Bosnya.
Andre menatap bawahannya tersebut "Itu urusan gampang" jawabnya kesal, karena bawahannya itu sudah lancang memotong pembicaraannya".
"Bersiaplah, Kita segera berangkat" Titah Andre kepada keempat bawahannya.
Keempatnya lalu bersiap dan menuju mobil mereka. Jack dan jodi mengendarai mobil bersama Andre, sedangkan Sani dan Dori berdua mengiringi mereka dari arah belakang.
Mereka menuju pasar gelap yang dilakukan disebuah tempat rahasia. Barang-barang berharga itu sudah mereka kemas didalam sebuah koper yang terkunci dengan dengan kata sandi yang rumit.
Sesampainya disebuah gedung yang terbilang sebagai ruko, mereka berhenti didalamnya. Lalu seorang penjaga memeriksa mereka dan memastikan tidak ada membawa senjata yang dapat mencurigakan.
Setelah kokos dari pemeriksaan, mereka memasuki ruko berkedok menjual pakaian. Namun didalamnya terdapat sebuah ruangan bawah tanah yang menjadi tempat bisnis mereka dan merupakan markas rahasia bagi mereka para mafia.
Andre disambut ramah oleh pemilik markas tersebut. Dia adalah Thomas, seorang pembeli barang-barang berharga dan juga barang haram berupa Narkoba.
Keduanya saking sapa dan berpelukan. "Sudah lama tidak ketemu, sekali ketemu kenapa bola mata Lu sudah rusak sebelah?" ucap Thomas berkelakar.
"Biasalah, laki-laki nakal" menjawab kelakaran dari Thomas.
Seketika wanita-wanita muda dan juga cantik keluar dari ruangan khusus, lalu berhamburan dan menemukan pria incarannya yang merupakan tamu dari Bos mereka.
"Santai dulu, nikmati pelayanan Kami sebagai service untuk para pelanggan setia" ucap Thomas sembari terkekeh.
Andre dan keempat bawahannya tampak sumringah mendapati kesenangan dunia hitam mereka. Bahkan mereka bebas melakukannya ditempat manapun yang mereka kehendaki.
Setelah bersenang-senang dengan wanita muda yang diberikan oleh Thomas. Bahkan mereka melakukannya diruangan terbuka, tanpa rasa malu sedikitpun, layaknya binatang yang berbuat semaunya.
Andre mengacungkan dua jempol kepada Thomas "Anda memang paling mengerti apa yang diinginkan oleh para rekan bisnismu" Puji Andre kepada Thomas sembari membenahi resleting celananya, yang semakin membuat keduanya tertawa terbahak.
"Kita langsung keintinya saja. Dimana barang yang akan Kamu tawarkan kepada saya?" tanya Thomas tak sabar.
Lalu Andre meminta Jack dan Jodi membawa koper besar berisi barang-barang berharga dengan nilaian yang fantastis.
Mereka meletakkan koper itu diatas meja milik Thomas, dan Andre membuka sandinya.
Saat tutup Koper dibuka, terlihatlah berbagai emas tua dan bernilai ribuan tahun yang tentu dengan kadar mas yang sangat tinggi.
Begitu juga Batu permata yang tampak berkikauan.
Thomas mengambil alat digital yang digunakan untuk mengecek keaslian dari emas dan juga berlian tersebut.
Seketika mata Thomas terbeliak menyaksikan jika nilaian berlian itu sungguhlah sangaat fantastis. Ia akan mendapatkan keuntungan berlipat jika dapat membeli seluruhnya.
Hal tersebut dapat dilihat dari kadar emas dan juga nilai dari keantikannya.
"Baiklah, Saya akan membayar seluruhnya, ini semua akan menjadi jual beli yang sangat fantastis buat Saya" ucap Thomas tak sabar.
Setelah menyepakati harga yang ditentukan , keduanya akhirnya melakukan transaksi.
Thomas membuat chek pembayaran yang akan dicairkan di Bank.
Namun saat Ia sedang menuliskan chek tersebut, ujung matanya melihat sesuatu yang aneh didalam dikoper.
Tiba-tiba saja barang-barang berharga itu menjadi serpihan abu, lalu bergerak membentuk wujud yang sangat menakutkan.
Sesaat debu yang berasal dari serpihan batu permata itu membentuk diri menjadi sesosok tengkorak yang sangat mengerikan.
Seluruh orang yang ada didalam ruangan itu tercengang dan berhamburan menjauhi sosok tengkorak yang terbentuk dari tersebut.
Begitu halnya dengan Andre dan juga keempat bawahannya, mereka menatap bingung nuga penuh kengerian.
Lalu mereka berusah kabur dan menerobos keluar berlarian dengan panik.
Kedua mobil itu memacu dengan kencang agar cepat tiba dirumah.
Andre masih tak percaya membayangkan apa yang terjadi. Semuanya sia-sia, tak ada yang tersisa, dan harapan hampa.
Bayangan berlibur dengan berbagai wanita cantik dari berbagai belahan dunia yang akan dipesannya telah gagal sebelum terealisasi.
Dan Khayalannya tak sesuai ekspektasi.
Sesampainya dirumah, Andre tampak frustasi menerima kenyataan jika perjuangannya sia-sia.
" Sial... Mengapa bisa jadi seperti ini?" andre menggerutu dengan kesal.
Seaaat suara seseorang sedang tertawa bahagia berada disudut ruangan.
Andre menoleh kearah sumber suara tersebut. Tampak seorang pria tampan yang ditemuinya saat digoa waktu itu, tertawaah mencemoohnya.
Andre yang merasa bingung mengapa pria itu berada dirumahnya dan mengapa tau jikaIa sedang sial, tiba-tiba terbakar emosinya.
Ia bergerak cepat meraih senjata apinya, lalu menembak pria itu dengan cepat secara membabi buta.
Namun semua peluru yang menembus pria tampan itu hanya mengenai angin dan melubangi dinding rumahnya saja.