Buhul ghaib

Buhul ghaib
episode 239



Edy berjalan menatap jalanan berdebu, sepi dan juga sunyi, tak ada satupun kendaraan yang melintas.


Ia menyimpan khusarigamanya dan dan juga anak panah yang menjadi senjatanya saat ini.


Terik mentari begitu sangat membakar tubuh, dan tidak ada sebatang pohonpun ditanah tandus tersebut untuk hanya berlindung sejenak.


Mobil yang digunakannya sudah ringsek dan Ia harus memilih berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang akan ditujunya.


Edy menyusuri jalanan berdebu yang mana Ia harus bertahan dan sehingga ada mobil yang melintas untuk ditumpanginya.


Sementara itu, Lee terus memacu Bara Sembrani dengan kencang menuju tempat dimana Edy berada.


Kuda itu berlari dengan kecepatan yang tak biasa, menembus kesunyian yang tercipta dinegara itu.


Dikejauhan tampak sebuah mobil yang dipastikan truck conteiner sedang menuju ke arahnya.


Truck itu berjalan terlihat sangat lamban karena beban yang dibawanya sangat berat.


Edy berhenti dipinggir jalan dan menanti mobil truck itu untuk meminta tumpangan. Setelah lama menunggu, akhirnya mobil itu sampai juga dihadapannya.


Edy mengangkat tangannya dengan isyarat hendak menumpang. Namun sang sopir tak menghentikan trucknya.


Edy menghela nafasnya dengan berat, sebab sang sopir tak ingin memberikan tumpangan, karena terus mengemudikan mobilnya.


Saat badan counteiner itu melintasinya, Ia mendengar suara seperti badan couintener dipukuk beberapa kali.


Duuuum...duummm..duum..


Edy merasa curiga dengan apa isi counteiner tersebut. Alangkah terperangahnya Edy ketika melihat kenek truck tersebut dari kaca spion yang Ternyata seorang mutan dan itu membuat Esy semakin meyakini jika ada sesuatu yang berada didalam counteiner itu.


Duuummm..


Kembali dinding counteiner itu dipukul dan Edy melesat mengayunkan kusarigamanya dan tersangkut dipintu mobil bagian belakang.


Lalu Edy terseret truck tersebut dan membuatnya terus bagaikan orang sedang berenang menggapai rantai khusarigamanya dan melompat ke atas tepat dibelakang pintu tersebut.


Saat Edy akan membukanya, sebuah sabetan senjata tajam menghantamnya dan membuatnya semakin penasaran dengan isi didalamnya.


Edy berhasil menghindari serangan tersebut, ternyata seorang mutan yang menjadi kenek tersebut mengetahui keadaannya yang mencoba untuk membuka pintu counteiner tersebut.


Saat bersamaan, mutan itu ikut melompat dan berada dipintu belakang truck.


Edy berpegangan dengan tangan satu untuk tetap berada dipintu Truck, sedangkan tangan satunya memegang senjata kusarigama yang berbetuk sabit tersebut.


Edy dan juga Mutan itu saling serang satu sama lain, dan membuat gerakan yang harus menyeimbangkan tubuh agar tidak terjatuh dari truck yang terus saja berjalan.


Mutan itu memberikan serangan balasan dengan menyabetkan senjata tajamnya, namun Edy menahannya menggunakan rantai senjatanya dan melilitkan menggunakan rantai besi ditangannya, lalu menarik pedang tersebut hingga terjatuh.


Mutan itu yersentak melihat senjatanya terjatuh dan Ia menyeringai lalu terbang melayang dan mengarahkan cakarnya pada Edy yang masih bergelantungan diatas pintu mobil.


Lalu dengan cepat Edy meraih anak panahnya dan menancapkannya dikepala mutan tersebut hingga hancur menjadi serpihan.


Edy bernafas lega, lalu Ia mencoba membuka pintu countener, namun sebuah tembakan senjata api hampir mengenai tangannya, dan Edy tersentak kaget.


Saat itu Ia melihat dua orang bertubuh kekar mengendarai sepeda motor telah berada di belakang truck dan mencoba menmebakinya.


Lalu Ia menarik senjata kusarigama dan memutarkannya diatas kepalanya.


Pemotor itu mengemudikan motornya disisi truck dan seorang rekan yang berada dibelakang kemudi menembaki Edy tanpa ampun.


Edy mencoba menahan serangan menggunakan senjata yang lebih mirip dengan sabit tersebut.


Setelah kehabisan peluru, seorang yang tadi menembakinya ikut memanjat truck, dan pengemudi itu terus mengikuti mereka.


Setelah berhasil naik keatas atap, pria itu mencabut pedangnya dan mulai menghunuskannya kepada Edy, lalu mereka melakukan pertarungan dan saling menyerang satu sama lain.


Edy melihat jika lawannya adalah manusia, maka Ia akan menyerang bagian tubuh mana saja untuk merobohkan lawannya.


Edy merubah senjata kusarigama yang diujung satunya merupakan boal besi, lalu memutarkannya dan dengan cepat melemparkannya kepada kaki kanan lawan dan membelitnya.


Melihat kakinya terbelit rantai besi Edy, Pria kekar itu berusaha melepaskannya, namu Esy dengan cepat menariknya dengan kencang hingga membuat pria itu terjatuh diatas atap cointerner.


Edy berlari dan memberikan pukulan pada perut lawannya menggunakan dua lututnya yang ditekuk hingga pria kekar itu terkapar tak bergerak lagi.


Sementara itu, pemgemudi motor terus mengejarnya dan meraih senjata apinya lalu mememberikan tembakan beruntun kepada Edy dan membuat lengan Edy terkena peluru senjata api tersebut.


Ia meringis menahan sakit, lalu dengan cepat melemparkan kusarigama ujung sabitnya dan mengenai leher lawanya dan membuatnya terpenggal.


Setelah itu, Edy menyelinap ke bagian kepala truck, meskipun lengannya sangat sakit dan mengeluarkan darah, Ia mencoba bertahan.


Dengan cepat Edy menusukkan ujung anak panah pada kepala sopir yang diduga adalah mutan.


Dan benar saja, mutan itu hancur menjadi serpihan. Lalu Edy masuk kedalam mobil truck dan mencoba menghentikan truck yang berjalan tanpa kemudi.


Dalam kondisi yang mengenaskan, Edy mencoba menghentikan truck yang terasa oleng karena sudah keluar dari badan jalan sembari menahan lengannya yang sangat sakit tentunya.


Setelah melaluj perjuangan yang cukup menguras tenaganya, Edy akhirnya berhasil menghentikan truck tersebut.


Kemudian Esy melompat dari pintu kemudi, dan berajaln sembari memegangi lengannya yang sangat sakit.


Edy memanjat pintu truck dan membukanya.


Alangkah terkejutnya Ia saat mendapati puluhan para pemuda yang tampak sangat lemah dan lemas karena terkurung didalam counteiner dan seharian sepanjang jalan tanpa menghirup udara dan ditambah dengan udara panas yang sangat menyengat.


Sepertinya mereka akan direkrut menjadi mutan-mutan baru sebagai pengikut Wei yang akan memenuhi keinginan Wei sebagai penguasa baru dunia.


Edy melihat situasi bagaikan buah simalakama yang mana mereka berada ditengah perjalanan. Namun Ia mengingat jika tak jauh berada dibelakang masih ada minimarket tempat Ia dan Lee berpisah. Edy akhirnya memilih untuk kembali membawa para puluhan bahkan hampir mencapai seratus pemuda yang ditempat dalam satu cointener dan berdesakan itu.


"Tetaplah didalam.. Saya akan membawa kalian ke minimarket untuk mendapatkan makanan dan minuman, masuklah kembali, dan tidak akan lama" titah Edy kepada semuanya.


Mereka hanya dapat menatap Edy dengan penuh harapan.


Lalu Edy kembali naik kedalam truck dan mengemudikannya.


Setelah menempuh perjalanan beberpa menit, Esy menepikan truck tersebut, lalu kembali turun dari kemudi dan membuka pintu belakang.


Maka puluhan pemuda itu kemudian berhamburan turun dan menyerbu minimarket yang sudah tidak lagi bertuan.


Mereka mengambil makanan dan minuman yang ada lalu memakannya dengan sangat rakus karena sudah sangat kelaparan dan kehausan. Mereka lebih mirip sebagai penjarah.