My D you are the first for me

My D you are the first for me
Alah bisa karena terbiasa



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉


Midea memberikan satu kresek putih yang berisikan dua toples besar nastar pesanan Cindy kepada Andra.


"ini pesanan Cindy tadi pagi pak". ujar Dea.


"Cindy memesan ini?". tumben". ujar Andra heran seraya mengambil kresek tersebut dan mengintip isinya.


"iya pak. mungkin Cindy kepingin". jawab Dea.


"makasih Mi". ucap Andra.


Andra mengantar Midea dan Dean ke mobil yang telah di sediakan Andra untuk mengantar mereka pulang saat ibu dan anak itu berpamitan ingin pulang ke apartemen yang anda berikan untuk mereka tumpangi sementara.


sepeninggalnya mereka berdua Andra kembali ke kamar sembari membawa masuk kresek putih yang bertengger di atas meja kaca ruang tamu ke kamarnya.


Andra memilih masuk ke kamar mandi saat masih melihat Cindy di posisi yang tadi dalam tidur nya sampai ia keluar dari kamar mandi pun istrinya itu masih betah di atas ranjang nya.


Andra berjalan memutari ranjang untuk melihat wajah cantik Cindy saat tertidur. ia melirik jam dinding sekilas lalu duduk di tepi ranjang dan menunggu Cindy yang di perkirakan akan terbangun.


alah bisa karena terbiasa seperti ituah yang Andra lihat dan rasakan sekarang. Andra sudah hafal betul kapan dan bagaimana Cindy terbangun jika istrinya itu ketiduran di jatah tidur siangnya.


Andra menarik pelan helaian rambut Cindy yang berantakan ke belakang telinganya. ia mengernyitkan dahinya saat memperhatikan mata Cindy yang terlihat agak sembab.


"apa dia menangis sebelum ini?". tanya Andra di hatinya.


setengah jam berlalu saat Andra kembali melirik jam dinding di kamarnya.


"seharusnya ia sudah bangun dari lima menit yang lalu. hari ini kenapa dia terlambat ya?". apa Cindy terlalu lama menangis makanya dia kecapekan gitu?".bathinnya seraya terus menatap wajah Cindy yang tenang dalam tidurnya.


Cindy menggeliat tubuhnya di menit menit berikutnya tepat di saat adzan maghrib tiba. Andra yang masih setia menunggu istrinya bangun pun menarik kecil sudut bibirnya saat melihat pergerakan Cindy yang lucu bak bayi tidur itu.


Cindy membuka netranya perlahan. ia mendapati Andra yang sedang duduk di tepi ranjang menatap dirinya seraya tersenyum tipis padanya.


"mas". panggil Cindy seraya mengerjap ngerjapkan matanya perlahan.


"mmm... udah bangun?". tanya Andra basa basi.


Cindy mengangguk pelan.


"udah ashar ya?". tanya Cindy saat adzan maghrib masih berkumandang di musholla yang tak jauh dari villa mereka.


"hah. ashar?". ini udah maghrib sayang?". pekik Andra pelan seraya menggeleng geleng kan kepalanya.


"hah. udah maghrib. aduuuhhh asharnya ketinggalan dong". rengek Cindy.


"ya salah sendiri siapa suruh tidur kayak batang kayu ". cibir Andra.


"iss kamu mas. bisa kali ya ngatain bini kek batang kayu. sadis amat". gerutu Cindy sembari memajukan bibirnya.


Andra tersenyum geli.


"yah jadi mau gimana lagi. emang udah kamu kayak gitu dari dulu kan?". mamamu sendiri juga ngomongnya gitu. kalau udah tidur kamu susah buat di bangunin kalau bukannya kamu bangun sendiri". balas Andra.


"yah jangan ngatain bininya kek batang kayu juga dong. ntar kedengaran ma yang laen trus ikut ikutan ngatain akunya". dumel Cindy kesal.


tapi nyatanya istrinya itu memang selalu mengalami error memori di otaknya saat bangun tidur. kejadian yang membuat Cindy langsung pulang sebelum menemui dirinya tadi siang seketika hilang begitu saja dari ingatannya seolah olah kejadian tadi siang tidak pernah terjadi.


Andra bangun dari duduknya menuju wardrobe untuk mengambilkan Cindy handuk serta bathrobenya yang seharusnya ia bawa masuk ke kamar mandi.


"memang kebiasaan deh ni anak". gumam Andra saat mengambil handuk serta bathrobe milik istrinya.


"ni ntar berendam dulu di bath up sampe tidur lagi. bukannya wudhu dulu sana malah mandi pulak maghrib maghrib". dumel Andra kembali.


saat ia berjalan keluar dari wardrobenya tanpa di sengaja tangannya menyentuh tas Cindy yang tergeletak di atas nakas meja rias nya. Andra berniat meletakkan tas tersebut ke tempatnya semula, akan tetapi netranya menangkap sebuah amplop putih yang berlogo sebuah lambang dari rumah sakit di kota ini.


Andra begitu penasaran dengan isinya karena belum pernah sekalipun ia mendapati amplop yang berlogo lambang dari rumah sakit tersebut di rumahnya. ia takut jika istrinya itu menyimpan sesuatu penyakit yang ber hubungan dengan kebiasaannya selama ini.


ada pun maksud kedatangannya ke kantor tadi siang istrinya itu ingin di temani dalam resahnya. sungguh ia merasa bersalah jika selama ini ia tak mengetahui apa pun tentang riwayat medis istrinya itu.


Andra mengeluarkan dua lembar kertas di mana satunya hasil dari pemeriksaan Cindy hari ini dan yang satunya lagi adalah hasil usgnya pagi ini. ia membacanya perlahan dengan pupil netra yang melebar tatkala hasil yang di tulis dari dua kertas tersebut adalah sesuatu yang membuatnya terharu dan semakin ingin terus bersama istrinya itu.


suara kunci pintu kamar mandi yang di buka dari dalam membuat Andra harus segera menghentikan aktifitasnya membaca laporan kehamilan istrinya dan memasukkannya kembali ke dalam tas Cindy dengan rapi.


sedangkan Cindy yang masih menggunakan baju yang tadi di pakainya saat tidur keluar dengan omelan yang lain. kali ini omelannya tentang handuk dan bathrobenya yang ketinggalan.


"ga pengertian kali lah hari ini. biasanya ngerti kalo aku lupa bawa handuk. ya sudahlah aku ambil aja sendiri". dumelnya dengan bibir yang cemberut lucu.


Andra menoleh dan menghampiri Cindy seraya menyodorkan handuk dan bathrobe nya yang ada di tangannya seraya tersenyum.


"lambat kali lah". dumel Cindy dengan khas Mdnnya.


lalu mengambil handuk dan bathrobe dari tangan Andra dan segera melepaskan baju kotornya di depan Andra sehingga terlihatlah keseluruhan tubuh polos miliknya di hadapan suaminya.


"mmm... mancing mancing". gumam Andra seraya menelan kasar salivanya.


Cindy melirik Andra sekilas. ia sengaja membiarkan tubuh polosnya di nikmati Andra untuk terakhir kalinya.


beberapa menit yang lalu saat ia tersadar di kamar mandi bahwa ada masalah dengan suaminya itu. Cindy melamun untuk beberapa saat. kata kata Andra tadi siang masih kembali terngiang ngiang sekarang.


"mulai sekarang aku akan bersikap biasa saja padanya. dan aku akan menyembunyikan kehamilanku ini. aku akan mandiri mulai dari sekarang. kalau Jasmine bisa kenapa aku engga". tekadnya di hati menatap cermin seraya mencengkram wastafel kamar mandi dengan kuat.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.