
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
setelah menghadiri acara peresmian gedung perawatan khusus luka bakar serius di salah satu rumah sakit pemerintah kota pdg. Justin di ajak berkeliling ke ruangan yang ada di rumah sakit itu bersama tamu kehormatan lainnya.
"saya merasa terhormat sekali pak. bapak ikut menyertakan saya berkeliling di rumah sakit ini". ucap Justin merasa tersanjung karena di perlakukan istimewa.
"ahh.. biasa aja pak Justin. karena kebetulan bapak ada disini makanya sekalian saya ajak". sahut kepala direktur.
Justin berjalan mengikuti rombongan tamu kehormatan tersebut seraya mendengarkan penjelasan fungsi dari setiap ruangan yang di tunjukkan. hingga tiba di sebuah ruangan instalasi farmasi. kepala direktur rumah sakit mencoba memperkenalkan seorang apoteker penanggung jawab dari instansi tersebut. Justin memperhatikan seorang pria muda yang sedang tersenyum ke arah tamu dan bersalaman.
Justin mengernyitkan dahinya saat melihat wajah pria muda itu. wajah pria yang seperti nya pernah ia lihat di suatu tempat. seketika ia teringat tentang Keyra dan Dean.
sontak Justin melebarkan kelopak matanya melihat wajah pria itu. pria itu adalah pria yang pernah di lihatnya bersama putranya yang di panggil ayah oleh putranya saat ia menjemput Keyra di sekolah nya.
yah ia ingat betul saat itu ia memang belum mengetahui jika bocah tampan yang di gendong oleh pria itu adalah putranya.
beberapa bulan yang lalu...
Di sekolah pendidikan usia Dini kota Mdn..
Seperti janjinya pada Keyra. yang akan menjemput putrinya hari ini. tetapi kali ini ia di temani oleh Andra.
"jadi anak lu. lu sekolahin di sini bro". komentar Andra sembari memperhatikan sekeliling sekolah khusus anak balita tersebut.
"iya. sebenarnya gue mau sekolahin dia di Aussie. tetapi anaknya maksa minta sekolahnya di sini. lantaran teman main nya yang udah dia anggap adik sekolahnya di sini". sahut Justin sedikit frustasi jika memikirkan kehendak sang buah hati yang begitu pemaksa.
"Hahahaha". Andra tertawa lucu.
"kenapa loe ketawa? ". tanya Justin seraya melirik tajam ke sahabatnya yang gokil itu.
"buah jatuh ga jauh jauh dari pohonnya". tutur Andra menerbitkan sebuah pepata.
"artinya sifat anak loe itu ga jauh jauh ya dari diri loe sebagai bapaknya". lanjut Andra.
Justin bergeming. sebab yang di katakan Andra memang benar adanya. suara bel berbunyi dari halaman sekolah. Justin dan Andra keluar dari mobilnya.
mereka menunggu Keyra dan Dean untuk di bawa pulang ke apartemennya. kali ini Justin mencoba membujuk batita itu lagi agar mau singgah dan bermain di apartemennya untuk menemani Keyra. karena Satria dan Retha masih berada di pabrik menunggu kedatangan mereka siang ini.
Justin menghampiri dua bocah tersebut yang saling berpegangan tangan satu sama lain. sementara Andra mengikuti langkah Justin di belakangnya. ia tersenyum dan berbisik ke telinga Justin.
"itu anak loe sama si bocah laki laki pegangan tangan gitu. akrab bener Tin".
"itu teman dekatnya". sahut Justin yang masih menatap dua bocah tersebut.
"hati hati loh. bisa bisa jodohnya si Keyra". kekeh Andra pelan.
"huss. diem lu bawel". hardik Justin pelan.
"Daddy". Panggil Keyra seraya menghampiri Justin.
sementara Dean hanya diam dan mencoba melepaskan genggaman tangannya dari Keyra.
"udah siap ya. yok kita pulang sekarang". ajak Justin.
"ayok Dee". ajak Justin pada Dean.
tetapi Dean masih saja berdiam diri. iya tidak mau ikut pulang dengan Keyra. ia berharap yang jemput adalah bunda, ummi atau abinya. tetapi orang yang di maksud tidak muncul juga.
Justin yang memperhatikan tingkah Dean pun berjongkok di hadapannya.
"Dee. pulang sama Daddy yuk. ummi sama abi lagi ada kerjaan di pabrik". bujuk Justin.
Dean tetap pada pendiriannya. ia menggeleng gelengkan kepalanya. sehingga Andra yang melihat penolakan demi penolakan dari bocah tampan tersebut pun ikut turun tangan membujuk Dean agar ikut bersamanya. tetapi Dean semakin menepis kasar saat Andra mencoba meraih tangannya.
Andra terkesiap mendapat perlakuan tersebut. sementara Dean berlari menjauh mendekati seorang sosok yang akrab padanya selama ini.
"Ayah... Ayah.. ". pekik Dean bahagia seraya berlari mendekati seorang pria muda yang membuka kedua tangannya lebar lebar.
"Dee. jangan lari lari nanti jatuh sayang". ucap pria muda tersebut seraya menangkup tubuh mungil itu dan membawanya ke gendongan nya.
sementara Justin, Andra dan Keyra hanya menatap dari jauh pemandangan bahagia itu dengan masing masing fikiran penuh tanya.
(baca cerita selengkapnya di novel sebelum nya yang berjudul she is My Dea ( mengejar istri gila) episode Meet Dee again dan She is back)
"pak Justin". suara kepala direktur rumah sakit membuyarkan lamunannya akan pria yang telah berdiri tepat di hadapannya sekarang ini.
"saya Rendy pak". ucap Rendy memperkenal kan dirinya sendiri seraya mengulurkan tangan kanannya.
Justin termangu sesaat lalu ia menyambut uluran tangan tersebut.
"Justin". ucapnya sebagai balasan dari perkenalan tersebut.
Rendy tersenyum lalu di balas Justin yang juga ikut menarik sudut bibirnya. tak lama kemudian pertemuan itu selesai dan Rendy pun pamit untuk mengerjakan kembali tugas tugasnya di hari itu.
sedangkan Justin sendiri di undang ke ruang kerja pribadi dari direktur rumah sakit tersebut setelah tamu kehormatan yang lain pergi untuk membicarakan memperbaharui kontrak baru.
beberapa saat kemudian ..
Justin permisi setelah di rasa cukup berbincang ringan mengenai kontrak terbaru nya di rumah sakit ini. ia segera keluar dari ruangan tersebut setelah bersusah payah membujuk agar sang direktur tak perlu mengantarnya.
ia segera melangkah ke ruang instalasi farmasi di mana ia ingin bertemu dengan pria muda yang bernama Rendy. Justin ingin mengetahui di mana keberadaan Dean dan Dea sebenarnya setelah ia gagal mendapat kan informasi dari karyawan hotel lantaran Restoran di tutup karena sang pemilik Hotel dan juga Redtoran sedang berkabung selama tiga hari untuk ibu mertua dari pemilik hotel tersebut.
Justin mendapatkan informasi jika pemilik hotel dan Restauran sedang pergi bersama untuk ikut berkabung di negara asal si ibu mertua.
Justin melihat ruangan yang sepi dari aktifitasnya orang orang bekerja di apotik pada umumnya. ia mengintip dari lobang penyerahan resep dan memanggil seorang pegawai yang sedang fokus meracik obat.
"mbak. permisi". panggil Justin pada seorang perempuan muda yang berpakaian putih tersebut.
"ya pak. ada apa". sahut perempuan muda tersebut.
"saya mau ketemu dengan Rendy. di mana ya dia?". ucap Justin.
"pak Rendy baru saja keluar pak". sahut perempuan muda tersebut.
"oh ya?? balik jam berapa?". pekik Justin pelan di akhiri dengan pertanyaan.
"itu belum tau pak. karena tadi yang saya dengar jika tugas siang nanti di gantikan dengan apoteker pengganti". jelas pegawai tersebut.
"oh ya?? ". pekik Justin kembali mendengar kabar jika pria muda itu tak kembali lagi.
"iya pak". sahut perempuan muda tersebut.
"boleh saya minta nomor ponselnya?". tanya Justin seraya membuka ponselnya untuk mencatat nomor ponselnya Rendy.
"maaf ya pak. bapak siapanya pak Rendy? ". karena beliau berpesan engga boleh sembarangan ngasih nomor hp nya beliau kecuali bapak tinggalkan nomor hp nya bapak dan nanti di hubungi sama bapak". jelas pegawai tersebut seraya menyerahkan secarik memo dan pulpen.
"oh gitu. ya sudahlah. oke". sahut Justin pasrah dan mengikuti aturan yang di buat pria muda itu.
akhirnya setelah selesai mencatat nomor ponselnya di kertas memo tersebut. Justin harus pulang dengan perasaan kecewa karena gagal mendapatkan informasi mengenai dua D nya.
Justin fikir dengan kedatangannya ke sini ia bisa bertemu dengan mereka lagi. jika pun ia tidak tau alamat mereka paling tidak saat ia bertemu dengan Rendy ia bisa tau di mana anak dan istrinya itu.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.