My D you are the first for me

My D you are the first for me
ayok ke kamar!



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


lift berhenti di lantai teratas dari gedung ini. Midea berjalan malas ke arah kamarnya Justin.


"kalau bukan karena anak anak rasanya males banget datang ke sini".gerutunya di hati.


Midea berdiri di depan pintu yang beinisial "J" tersebut. ia mengepalkan tangan kanannya dan berniat mengetuk pintu kamar tersebut. akan tetapi ia mengurungkan niatnya dan memilih untuk menggunakan keycard yang ada padanya. lalu melihat pasword kode untuk kamar ini dan menekan beberapa tombol angka dan huruf di papan kunci dari pintu kamar tersebut.


Pintu terbuka otomatis. Dea masuk perlahan di ruangan yang tampak lengang tersebut.


"sepi". gumamnya di hati sembari menelisik seluruh ruangan untuk memastikan keberadaan sang anak di ruangan kamar ini.


Midea berjalan pelan ke arah kamar di mana tadinya ia dan Justin berada di sana hingga akhirnya ia menghentikan langkahnya saat terdengar suara celotehan dan tawa anak anak di kamar satunya.


Midea melangkah mendekati kamar yang semakin berisik tersebut di karenakan suara celotehan Keyra dan juga Justin. ia memang berniat membuka pintu kamar tersebut lebih lebar saat kakinya telah berdiri tepat di depan pintu yang sedikit terbuka itu.


akan tetapi ia menghentikan niatnya dan memilih untuk mencuri dengar percakapan nya Justin kepada putrinya lebih jauh lagi saat ia mendengar penuturan Justin tentang kelakuan Dean dan Keyra tadi sore saat diri nya masih berada di atas catwalk.


"ya boleh dong sayang. dan jangan lupa ajak adek Dee juga sekalian biar rame di atas catwalk. jadi bunda ga sendirian seperti tadi sebelum kalian datang".


Midea mengepal erat tangannya kuat kuat saat semakin jelas siapa biang kerok dari gangguan kecilnya saat masih berada di atas catwalk tadinya. untungnya ia bisa mengatasi rasa canggung yang sempat tercipta dalam hitungan menit di event tersebut karena anak nya.


hanya saja ia merasa tak enak hati pada Qanita dan ia juga takut mempengaruhi keputusan dewan juri dalam menilai penampilan dirinya yang juga bagian dari timnya Qanita. yang terkesan tak mematuhi aturan dalam event tersebut di karenakan telah melibatkan anak di bawah umur dalam pekerjaannya.


"Justin. kamu memang benar benar sangat keterlaluan. hah". desis Midea dengan geram.


sementara percakapan ayah dan anak itu terus berlanjut di dalam sana.


"tapi pake baju kayak bunda dong Daddy". ujar Keyra yang di akhiri dengan permintaan sederhananya.


"oke beres itu. nanti kita minta di buatin baju kayak yang di pakai bunda". sahut Justin.


"beneran ya Daddy?". tanya Keyra memastikan


"iya dong. apa ga sih buat kamu sayang". ucap Justin seraya menoel hidung mancung putri kecilnya itu.


"jadi besok ya Daddy. Keyra mau pake di acara ulang tahunnya adek". ucap Keyra.


"hah??.cepet amat sayang. kan kakak belum juga di fitting sama desainernya". protes Justin.


"ya ga usah sama desainernya Daddy". balas Keyra.


"jadi sama siapa dong?".tanya Justin.


"sama nenek cantik aja kak Keyra". timpal Midea secara tiba tiba memutuskan masuk kamar dan nimbrung ke percakapan ayah dan anak itu.


"bunda....???? ". pekik Keyra senang seraya turun dari ranjangnya dan melompat masuk ke pelukannya Dea.


sementara Justin terkesiap serta sekaligus senang atas kedatangan Midea ke kamarnya.


"bunda besok lusa adek Dee ulang tahun. jadi keyra mau pake baju kayak bunda pake". celoteh Keyra saat gadis kecil itu melepaskan pelukannya.


"iya nanti kita ngomong sama nenek cantik biar bisa buatin baju untuk kak Keyra ya?". jawab Dea seraya tersenyum.


"wuih mantap. makasih bunda". ucap Keyra senang.


"nah sekarang kak Keyra sama adek di sini dulu ya sebentar. bunda sama Daddy mau ngomong sebentar". titah Dea pada bocah cantik itu.


"iya bunda".sahut Keyra.


"kita bisa ngomong sebentar?". tanya Dea seraya menatap dingin kepada pria yang mulai tersenyum senyum sendiri itu.


tetapi yang di senyumin hanya bersikap dingin dan menatap sinis padanya. Justin membawa Midea keluar dari kamar anak anaknya dan mengajaknya ke kamar pribadinya.


"aku mau bicara di sini aja". tolak Midea dengan menghentikan langkahnya di ruang tamu.


"yakin di sini udah aman?" tanya Justin yang merasa mulai ada sesuatu tidak enak pada sikapnya Midea saat keluar dari kamar anak anaknya. kamu mau ngomong apa?". tanya Justin lembut.


"cih". Midea berdecih sinis pada pria muna yang sok merasa tak bersalah apa pun terhadap apa yang telah di lakukannya.


"kamu!. apa maksud kamu nyuruh anak anak ngerecokin kerjaan aku dan juga ngerecokin usaha orang lain?!! ". tanya Dea dingin dengan tatapan sinis dan sadis.


"ngerecokin yang mana? ". tanya Justin lugu.


"ga usah pura pura lugu ya?. pada hal suhu". cetus Dea ketus.


"beneran. sumpah aku ga tau yang mana?". tanya Justin bingung.


"udah kepergok masih aja sok sok bego!". tuduh Midea lebih ketus.


"De. aku ga ngerti apa yang kamu ngomongin. beneran deh". bantah Justin.


"cukup Justin!. aku muak tau ga!". kamu tuh ya dari dulu ga pernah mengerti akan nasib dan penderitaan orang lain tau ga!!". pekik Midea keras.


"kamu ini ngomong apa sih De. aku ga ngerti. beneran De. sumpah De". bantah Justin lebih keras.


"kamu tau ga ?!. seberapa keras usaha tante Qanita untuk bisa ke tahap ini. hah? ". ucap Midea ketus.


"capek Justin. kamu ga ngerti di saat harus memulai segala Sesuatu nya dari nol lagi hanya gara gara ke egoisan kamu. dan yang lebih parah lagi kamu dengan sengaja memanfaatkan anak anak. apa lagi itu adalah anak kandung kamu sendiri buat menghancur kan usaha orang lain. brengsek kamu Justin". pekik Midea kesal.


"Midea!. jaga mulut kamu". ayo kita ngomong ke kamar. di sini bisa di dengar anak anak". ajak Justin seraya menarik lengan Midea. dengan paksa.


"gak. aku gak mau. lepas!". pekik midea keras agar Justin melepaskan dirinya saat itu juga.


tetapi bukannya melepaskan dirinya. Justru pria ini semakin mengeratkan cengkeraman nya di lengannya. bahkan kini Justin menarik pinggangnya serta dengan mudahnya mengangkat tubuh rampingnya ke atas bahunya pria yang berstatus mantan baginya. bak seperti seorang kuli mengangkut karung beras.


semakin Midea meronta semakin kuat Justin mendekap Midea dalam panggulannya.


"Justin lepas". teriak Midea keras seraya memukul punggung pria itu.


Justin semakin tak perduli pada apa yang di lakukan Midea padanya. ia pun berhasil membawa wanita keras kepala itu ke kamar nya dan menghempaskannya di atas ranjang nya.


"awww...". pekik Midea saat tubuhnya di hempas keras oleh pria brengsek ini.


"puff.. capek!. ternyata kamu berat juga ya! ini karena kebanyakan dosa kali. dosa karena melawan suami". cibir Justin pada wanita yang sedang berusaha bangun dari ranjang nya.


"hah! ". kebanyakan mimpi!. kamu juga parah!. cibir Midea.


"terserah".balas Justin malas seraya berbalik ke arah pintu kamar serta menguncinya.


"ngapain kunci kunci kamar!". ketus Dea seraya mencoba menetralisir jantungnya yang sedang berdegup kencang karena takut.


sedangkan Justin menatap Midea dengan menyeringai puas saat melihat aura ketakutan di wajah dingin itu. ia perlahan mendekati wanita yang membuat dunianya jungkir balik.


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.