
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Justin memperhatikan raut wajah manis itu, bahkan netranya kini terpana pada bibir sexy milik dari seorang wanita yang telah memberi nya seorang putra yang sangat tampan dan juga pintar.
ia mencoba mendekati wajah Dea dengan niat ingin mengecup bibir sexy istrinya itu. sementara Midea yang juga memiliki hasrat yang sama dengan Justin hanya bisa terpaku di tempatnya dan menantikan apa yang akan di lakukan Justin padanya.
jantung keduanya kini semakin berdegup dengan kencang saat ujung hidung mereka saling bersentuhan. Justin tersenyum di hati saat Midea hanya terdiam seperti pasrah akan apa yang di lakukannya terhadap wanita itu.
Justin memiringkan sedikit kepalanya untuk bisa meraih bibir sexy itu dengan bibirnya. tetapi baru sedikit lagi ia menyentuh bibir tersebut dengan bibirnya tiba tiba gedoran halus di pintu kamar membuat keduanya terhenyak.
Justin yang mendengkus kesal di hatinya. membuang wajahnya ke arah pintu keluar dari ruangan wardrobe tersebut. sementara Midea yang telah sadar akan dirinya yang hampir jatuh dalam pesonanya Justin dengan segera mendorong tubuh kekar tersebut yang mengurung dirinya di depan rak baju d mana ia berdiri tadi.
Midea segera keluar dari ruangan tersebut seraya mencampakkan lingerie tadi di atas ranjang. ia berniat membuka pintu kamar yang masih di gedor gedor tersebut.
"unda.... unda.....unda....???? ". teriak Dean dari arah luar pintu.
Midea yang mencoba membuka kamar tersebut seketika teringat jika pintu tersebut sengaja di kunci Justin serta anak kunci yang sengaja di cabut dan di sembunyikan entah di mana.
"mana kuncinya? ". tanyanya pada Justin yang berada di belakangnya.
saat mendengar suara putranya itu yang menggedor gedor pintu seraya memanggil bundanya Justin langsung menyusul Dea untuk membukakan pintu kamar yang ia kunci tadinya.
"nyebelin banget sih. gitu aja pake di kunci kunci segala". dumel Midea pelan tetapi cukup jelas terdengar di telinga Justin yang sedang memasang anak kunci.
ia memberhentikan kegiatannya sejenak. lalu melanjutkan kembali aksinya untuk membuka kunci pintu kamarnya dan terlihatlah bocah tampan yang mirip dengannya di saat dirinya di usia segini sedang berdiri menunggu seseorang yang di panggil nya bunda.
"unda mana? ". tanya Dean pada Justin yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang bocah itu yakini jika sang bunda berada di dalam kamarnya.
Justin yang baru saja membuka suaranya terpaksa harus diam saat Midea memanggil nama putranya
"Dee". pekik Dea dari belakang tubuh Justin.
"unda.... ". panggil Dean senang saat melihat sang bunda.
ibu dan anak itu saling berpelukan seakan baru pagi ini bertemu meskipun semalam mereka tidur bersama. Justin hanya bisa terdiam seraya melihat pemandangan indah tersebut. sementara Keyra baru saja keluar dari kamar yang di susul Mona pun juga menyaksikan pemandangan tersebut.
"udah mandi ya? ". tanya Dea saat melihat penampilan sang putranya yang telah rapi dan wangi.
"iya.. oma yang mandiin". ucap Dean seraya memganggukkan kepalanya.
"unda kok belum pake baju". tanya Dean saat melihat sang bunda hanya menggunakan bathrobe saja.
"oh ini. bunda baru aja siap mandi". sahut Midea seraya memperhatikan penampilan nya yang masih berantakan.
sementara Mona hanya memperhatikan Dea dan juga Justin yang berdiri di depan pintu.
"kok Daddy belum pake baju juga sih. kan Daddy udah selesai mandinya dari tadi waktu waktu kakak nemenin bunda ambil baju". ceplos Keyra yang melihat sang Daddy yang masih berbalut handuk dan bertelanjang dada.
sementara Mona, Justin, dan juga Midea terperanjat mendengar kalimat dari mulut bocah yang berusia empat tahunan tersebut.
"oh... Daddy barusan aja siap cukuran. jadi belum pake baju. ini Daddy mau pake baju dulu". dustanya seraya berpamitan pada putrinya yang berdiri di depan pintu kamarnya menuju ruang wardrobe kembali.
sementara Mona menarik sudut bibir nya menyaksikan tingkah putranya yang berbohong demi menutupi sesuatu yang mungkin kurang pantas untuk di ceritakan pada bocah bocah yang berusia balita itu.
"Dee. kita ke bawah dulu yuk. biar bundanya siap siap dulu". ajak Mona pada Dean.
hal ini tentu saja membuat Midea melebarkan kelopak matanya mendengar kata kata Mona barusan.
"aku sama Justin ga ngelakuin apa pun kok di dalam sana". bantah Dea sedikit kesal pada mama mertuanya itu.
Sejujurnya ia memang tidak menyukai akan pemikiran dari mama mertuanya saat ini. sebenarnya pun Dea sendiri belum mau bertemu dengan keluarga Justin baik mama atau pun papanya.
bukan karena ia belum siap tetapi ia memang tidak berniat lagi menjadi bagian dari keluarga ini. tujuannya datang ke benua ini hanya untuk mengambil miliknya, harta satu satunya yaitu anaknya, putranya.
anak yang ia inginkan dan harapkan sedari dulu dan ia perjuangkan sendirian saat masih berkonflik dengan suami paksanya itu. mungkin pun konflik ini akan berkepanjangan mengingat jika keluarga Ardiansyah sangat menginginkan putranya juga.
(baca novel keduaku yang berjudul She is My Dea ( mengejar istri gila )).
"iya ga apa apa. mama ngerti kok". sahut Mona tersenyum dan segera berlalu dari hadapan Midea.
"tapi... aku... ". Dea terpaksa menghentikan kata katanya saat suara Justin memanggil namanya.
"Midea.. ".
Dea menoleh ke belakang. dan mengikuti titah Justin saat suami paksanya itu menyuruhnya masuk dan mengganti bath robenya dengan dress rumahan yang Justin pilihkan.
"terimakasih tapi tadi aku udah pilih sendiri dan kamu ga perlu repot repot milihin baju buat aku". tolak Midea seraya memungut baju lingerie di atas ranjang yang ia pikir dress rumahan tadinya.
Midea bergeming saat melihat lingerie yang ada di tangannya. ia begitu bingung dengan benda tersebut.
"kok bisa jadi lingerie sih. perasaan tadi aku nya ambil long dress rumahanlah". gumam Dea di hatinya.
Justin tersenyum simpul melihat tingkah Dea yang bingung saat memperhatikan lingerie yang ia pikir dress rumahan. ia mendekati Dea dan berbisik di telinga wanita manis dan juga cantik itu.
"mau pake yang itu?. boleh juga kalau kamu mau". ucap Justin jahil di telinga Midea seraya menyodorkan dress rumahan yang tadinya di tolak Dea.
Midea melirik Justin sinis saat mendengar kata kata jahil dari suami paksanya itu. ia pun dengan terpaksa mengambil dress rumahan tersebut dan segera menuju ruang wardrobe untuk membuka bathrobenya dan mengguna kan dress rumahan tadi.
sementara Justin geleng geleng kepala menahan geli akan tingkah Midea hari ini mulai dari sikap juteknya yang di tujukan padanya pagi ini hingga saat tadi wanita itu merona malu saat terpaksa menerima tawaran Justin.
"Dea... Dea... gengsimu overload sayang". gumam Justin seraya menatap punggung Midea yang menghilang di balik ruangan wardrobe.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.