
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Di saat Justin sedang mengalami ke GE ER an karena sikap Midea barusan. hal ini justru berbanding terbalik akan sikap Midea pada Justin yang semakin menjijikkan bagi wanita yang berkulit kuning langsat itu.
di otaknya Midea mulai menyusun rencana untuk pergi dari sini membawa serta sang putra saat ia memiliki kesempatan nantinya.
Midea mengambil momen Justin dan anak anak untuk beberapa menit. selebihnya ia menjelajahi ponsel Justin termasuk mencari tau kode kunci di ponselnya. bukan hanya itu saja Dea mencoba masuk ke salah satu aplikasi khusus pemesanan tiket pesawat dan langsung memesan dua tiket pesawat sekaligus untuknya dan juga putranya.
Dea nekat mengambil jadwal keberangkatan nya malam ini setelah mendengar cerita keyra
bahwa sore ini mereka akan di ajak jalan jalan oleh Justin. Midea akan menggunakan kesempatan tersebut untuk pergi dari sini secepat mungkin.
mungkin untuk sementara Midea akan tinggal di apartemen rahasianya sampai ia bisa menghasilkan uang meskipun dengan cara menjual barang barang branded miliknya yang tersisa yang ia simpan di apartemen rahasia nya.
setelah ia berhasil memesan tiket secara online segera ia menghapus riwayat penjelajahan setelah data datanya ia kirim ke emailnya sendiri dengan begitu ia dengan mudah dan aman saat membuka file tersebut via emailnya meskipun dirinya tak memiliki ponsel saat ini.
"selesai". gumamnya di hati.
lalu ia kembali ke aplikasi video record untuk merekam kegiatan Justin yang sedang bersenda gurau dengan putra putrinya. setelah mereka menghabiskan cemilannya maka Dea pun menyudahi rekaman momen tersebut dan menyerahkan ponsel tersebut setelah ia memastikan tidak ada sisa sisa data atau pun riwayat penjelajahan di beberapa menit lalu yang tersimpan di ponsel nya Justin.
sebab ia tidak ingin Justin mengetahui rencana rahasianya malam ini. lalu Dea mengambil nampan yang berisi piring dan gelas kosong untuk ia bersihkan segera.
setelahnya ia ke kamar untuk mempersiapkan tas kecil yang berisi sesuatu yang penting miliknya dan Dean. mengenai pakaian putranya ia akan membelinya nanti setelah sampai ke Indonesia.
sepeninggalnya Dea, Keyra menagih janji pada Daddynya itu mengenai jalan jalan bersama bunda dan adiknya bersama sore ini.
"Daddy nanti cole jadikan kita jalan jalannya sama bunda dan adek. kakak udah bilang sama bunda. dan bunda setuju Daddy?? ". ujar Keyra antusias.
"jadi dong sayang". sahut Justin seraya tersenyum.
"yeah.. dek nanti cole kita jalan jalan sama bunda. adek mau kan? ". sorak Keyra senang dan di akhiri pertanyaan pada adiknya itu.
sementara Dean hanya mengangguk seraya berkata polos "mau...????".
Justin tersenyum senang melihat dua darah dagingnya yang antusias karena mendengar akan di ajak jalan jalan sore nanti.
beberapa jam kemudian...
waktu yang di janjikan oleh Justin pun tiba. Dea telah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk pasport dirinya dan juga Dean. saat satu keluarga itu sedang menikmati makan siangnya. Midea mencari alasan untuk menghindari jamuan tersebut dengan dalih alasan dirinya kenyang karena cemilan roti bakar buatannya.
di saat inilah Midea mempersiapkan rencana nya dengan matang agar tidak ketahuan oleh
salah satu dari keluarga ini.
setelah Mona dan Astrid mempersiapkan anak anak. akhirnya Justin pun pamit pada tiga orang tua tersebut yang mengantar mereka hingga ke garasi untuk membawa Dea dan anak anak jalan jalan sore itu.
"aku pamit ya ma, bunda, ayah". pamit Justin seraya masuk ke mobilnya setelah anak anak dan Dea masuk ke mobil.
"hati hati ya". ucap Mona, Jason dan Astrid.
sembari melambaikan tangannya pada cucu nya yang juga melambaikan tangan pada mereka.
"da.. da.... oma, grandma, grandpa". sapa Keyra senang.
setelahnya mobil pun bergerak mundur keluar dari garasi dan halaman rumah melintasi jalan yang masih licin karena sisa dari turun nya salju tadi pagi. beberapa menit terlewati hingga mobil sampai ke parkiran di sebuah pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap di kota tersebut.
Justin mengajak Midea berbelanja keperluan pribadi untuk istri yang ia abaikan selama ini.
mengingat dirinya tak pernah memberikan sesuatu yang mewah pada istri pertamanya itu.
ia yakin jika Dea sangat menyukai hal tersebut mengingat dulunya Dea sangat suka mengoleksi barang barang branded. baginya tak masalah jika Dea akan menghabiskan uangnya malam ini juga asalkan Dea senang dan betah berada di sisinya.
"kita main di playzone aja kalau begitu". saran Keyra yang teringat tentang ruang bermain dan juga edukasi untuk anak seusia mereka.
"oke sayang. Dee mau kan? ". tanya Justin seraya menatap sang putra yang berada dalam genggaman tangan Dea.
"iya mau". sahut Dean seraya mengangguk.
Justin pun mengajak keluarganya masuk ke gedung serba lengkap tersebut.
"kakak sama Dean mau main ke situ dulu ya?. soalnya Daddy sama bunda mau ke toko di depan situ".titah Justin seraya menunjukkan pada sebuah toko pakaian khusus wanita yang terlengkap di gedung ini.
Keyra melihat toko yang di maksud Justin dan langsung mengangguk mengerti jika Daddynya ingin membeli sesuatu untuk bundanya.
"okey Daddy". sahut Keyra tersenyum sumringah.
"ayok Dek. kita main". ajak Keyra.
"sebentar ya kita titip anak anak dulu di sini". pamit Justin pada Dea.
tetapi Dea merasa keberatan jika Dean di pisahkan darinya.
"tunggu. aku akan temani mereka bermain". cegah Dea saat Justin ingin mengambil tangan Dean darinya.
Justin tersenyum geli melihat reaksi Dea yang tak mau pisah dari putra mereka.
"cuma sebentar kok. nanti setelah kita dari sana. anak anak akan kita jemput lagi di sini baru kita jalan bareng sama mereka dan menikmati makanan terenak di mall ini". tunjuk Justin pada sebuah toko yang di tunjuk
kan pada Keyra tadi.
Midea melirik sekilas pada sebuah toko yang di tunjukkan oleh Justin. ia mendiamkan dan membiarkan apa yang di lakukan Justin terhadap anak anak dan dirinya.
Justin pun tersenyum melihat reaksi Dea yang membiarkan dirinya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dari dulu terhadap keluarganya. membuat anak anak nya bersenang senang dan juga mengajak istrinya itu berbelanja terhadap apa yang wanita itu sukai.
setelah menitipkan pada petugas jaga maka Justin pun mengajak Dea ke toko yang berada tepat di depannya. sehingga dari sini mereka berdua bisa sesekali melihat ke arah tempat bermain ini.
"lets go honey". ucap Justin seraya menarik pinggang Midea agar lebih dekat padanya.
sementara Midea hanya melirik tajam pada suami paksanya itu. meskipun ia mengikuti langkah Justin yang membopong dirinya masuk ke sebuah toko branded ternama di kota itu.
kali ini Midea mengikuti apa yang Justin inginkan. setelahnya tak ada lagi hal yang harus ia ikuti untuk laki laki brengsek yang ada di hadapannya kini. selanjutnya hanya ada dia dan putranya. Dea dan Dean.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.