
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..
"Justin. stop it". ujar Jason yang sudah merasa gerah mendengar perdebatan anak dan mantunya itu.
Justin terhenyak kaget melihat Jason ada di sini terlebih di hadapan mereka berdua. ia bertanya tanya dalam hatinya "bagaimana bisa mertuanya itu ada di sini. dan bagaimana bisa mertuanya itu tau alamat tempat tinggal nya Midea yang ada di sini. dan bagaimana pula secara bersamaan mereka ada di tempat ini.
belum lagi hilang rasa kesal dan bencinya Midea pada Justin karena telah mengusik ketenangan hidupnya di kota ini. sekarang malah harus di tambah lagi rasa sebalnya pada pria yang sok merasa jadi pahlawan kesiangan untuk dirinya. yang mengaku ngaku sebagai ayah kandungnya.
Midea menatap tajam pada keduanya. saat ia berniat membuka pintu apartemen dan memilih masuk meninggalkan dua pria yang menyebalkan itu tiba tiba tangannya di cekal oleh Justin yang memang belum mau di tinggal begitu saja oleh Midea. Justin masih bersikeras ingin menemui Dean dan berbicara pada wanita itu.
tentu saja perbuatan Justin membuat Midea gerah dan membuat dirinya semakin kesal. akhirnya ia pun dengan kasar menepis tangan Justin darinya. lalu dengan segera ia masuk ke dalam serta menutup pintu dengan kasar.
Justin mencoba mengetuk ngetuk kembali pintu apartemen tersebut berharap Midea mau membukanya dan menerima dirinya untuk masuk ke apartemennya.
Jason yang melihat kelakuan Justin yang sangat mengganggu ketertiban dan ketenangan orang lain itu segera menegur Justin agar berhenti.
"Justin. cukup saya bilang. jangan seperti orang gilak kamu ya". Jason memperingatkan mantunya itu sembari melebarkan kelopak matanya menatap tajam pada mantunya itu.
Justin menghentikan aksinya meskipun terasa berat di hatinya. ingin rasanya ia mendobrak pintu tersebut membawa pulang Midea dan Dean dengan paksa. tetapi itu tak mungkin ia lakukan karena akan berpengaruh pada psikisnya Dean. akhirnya ia memilih mengalah demi putranya.
"ayok pulang!!". titah Jason keras seraya menatap tajam pada mantu yang baru di ketahuinya brengsek itu.
"ayok pulang!!. apa perlu saya panggilkan polisi karena kelakuan kamu ini". Jason terpaksa mengancam Justin yang tak mau beranjak dari tempatnya.
akhirnya dengan berat hati Justin menuruti titah mertuanya itu. dua pria beda generasi itu berjalan meninggalkan apartemen yang Dea tinggali. selama mereka di dalam lift yang sama kedua nya saling diam dan larut dalam pemikiran mereka masing masing.
ada rasa sesak menyeruak di dada keduanya. Justin yang belum bisa menerima atas perubahan sikap Midea yang tiba tiba sangat mengejutkan baginya. sungguh semua keadaan hari ini di luar expectasinya.
Justin fikir ia akan di terima di sini dan di persilahkan masuk oleh Dea ke dalam tempat tinggal mereka meskipun Midea bersikap dingin padanya. tetapi itu tak jadi soal karena yang terpenting baginya bisa bertemu dan memeluk putranya itu sudah cukup baginya dan bisa menghabiskan waktu seharian bersama mereka hari ini. nyatanya semua kebalikan dari yang ia harapkan.
sementara Jason sendiri berasa amat sedih dan kecewa atas perlakuan buruk Justin selama ini pada putrinya dari wanita yang dulunya ia cintai hingga kini.
ia tak menyangka bahwa dua perempuan yang terlahir dari hatinya itu ternyata selama ini sama sama menjalani hidup dengan amat sangat menderita karena dirinya.
"ya Allah apakah ini sebuah karma. karena aku yang telah menyakiti Naminka. sehingga aku harus melihat dan mendengar lagi penderitaan yang di alami pada putri kandungku lagi". jerit Jason di hatinya seraya mengepal erat tangannya.
lift berhenti di lantai dasar. Jason melangkah keluar dari lift meninggalkan menantu brengseknya itu di belakangnya menuju ke arah luar gedung parkiran tersebut. sedang kan Justin yang melihat mertuanya itu terus berjalan meninggalkan dirinya tanpa mau berbasa basi terhadap dirinya.
"ayah". panggil Justin.
tetapi Jason tak menggubris panggilan Justin. jika bukan karena marwah dan harga diri keluarga besarnya di depan orang lain. serta hubungan persahabatannya dengan Arfan Sudah pasti ia memukul Justin untuk melampiaskan kekesalannya akan perbuatan Justin pada putrinya.
Justinnmencoba memanggil kembali sang mertua untuk kedua kalinya seraya menyusul langkah sang mertua.
"ayah. ayah pulang naik apa?. ayok bareng sama aku". ajak Justin membujuk sang mertua.
Jason menatap diam dan sinis pada Justin lalu berpaling dari wajah yang kini membuat nya sebal. Jason memilih menyetop taxi yang lewat di hadapannya dan segera masuk ke dalamnya. ia memilih diam di sepanjang perjalanannya. karena ia tidak tau harus berkata apa untuk mengeluar kan rasa sedih dan kecewanya.
sungguh ironi memang. ia pergi mengikuti sang putri ke rumahnya dengan pengharapan bisa pulang membawa kabar kebahagiaan untuk mereka yang menunggu kabar putri dan cucunya tetapi malah hanya kesedihan dan kekecewaan yang di dapat akibat dari pria yang ia pikir baik selama ini.
"maafkan papa Jasmine. maafkan papa". ucapnya dengan rasa sesal di hatinya seraya menundukkan wajahnya lebih dalam mengingat akan ketegangan yang di alami putrinya hari ini.
Jason meminta supir taxi tersebut untuk mengantarnya menuju ke terminal bus di kota itu untuk pulang ke Mdn di mana sang istrinya berada. rasa kecewa dan sedih masih mendominasi nya mengingat penderitaan sang putri kandung yang tertinggal satu satunya.
Midea melangkah ke kamar untuk memeriksa keadaan Dean. sebab ia takut jika putranya itu menyusul dirinya serta menguping pertengkaran dirinya dengan Daddynya itu lantaran kelamaan menunggu dirinya di dalam kamar.
"Dee". panggil Dea seraya membuka pintu kamar.
"Dee". panggil Dea lembut sembari mendekati tempat tidur yang sedang di tiduri oleh Dean.
"oh Syukurlah ternyata dia tertidur". gumam Dea pelan.
Midea mendekati bibirnya untuk mengecup pipi gembul itu seraya membelai lembut rambut bocah tampan itu.
"bunda sayang kamu Dee. saaayannnng banget. bunda akan perjuangkan untuk mempertahankan kamu di sisi bunda. bagaimana pun caranya". ujar Dea pelan di telinganya sang putra.
setelah merapikan selimut putranya, akhirnya Dea masuk ke kamar mandi untuk merileks kan tubuhnya akibat serangan ketegangan dari justin yang terjadi di hari ini.
sedangkan Justin menyetir pelan mobilnya seraya memijit mijit pelan keningnya untuk merilekskan pikirannya sejenak akibat ketegangan yang terjadi tadi antara dirinya dan Dea.
akhirnya Justin memutuskan untuk kembali ke Mdn karena suatu pekerjaan yang harus di selesaikan olehnya secepat mungkin. dan lagi ia akan memberi waktu pada istrinya itu untuk menenangkan diri.
mungkin Midea masih shock karena kedatangannya yang secara tiba tiba ke tempat persembunyiannya Midea selama ini. lalu Justin menekan salah satu nomor kepercayaannya dalam urusan intai mengintai
"Alan tolong kamu suruh seseorang untuk mengawasi anak dan istriku. mereka sekarang ada di apartemennya Andra. ikuti mereka kemana pun mereka pergi. dan laporkan pada saya sesegera mungkin jika ada kejanggalan. dan kali ini jangan sampai menghilang lagi. mengerti?!". titah Justin pada asistennya itu.
"baik pak". sahut Alan.
"dan satu lagi Alan. carikan saya seorang desainer perhiasan chip terbaik". titah Justin.
"baik pak". sahut Alan.
lalu Justin menutup sambungan telponnya dan kembali menekan pedal gasnya lebih dalam seraya menggenggam erat setirnya. kali ini Justin membiarkan Midea sembari tetap mengawasi dua D itu.
terserah apa yang akan di lakukan oleh Dea di kota itu yang penting mereka tetap dalam pengawasannya. jika mereka belum bisa kembali di sisinya paling tidak Justin bisa mengetahui kegiatan mereka di setiap hari nya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.