
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
di sebuah kamar president suit hotel.
Dean dan Keyra baru saja selesai di mandikan oleh Justin. dengan berbekal baju pesanan onlinenya Justin memakaikan baju tersebut pada anak gantengnya sedangkan untuk Keyra, gadis kecil itu sudah membawa sendiri perlengkapan dari rumahnya Retha.
"wangi banget sih anak anak Daddy. rasanya pingin Daddy cium lagi". ucap Justin seraya menangkap dua tubuh bocah itu ke dalam pelukannya dan mencium pipi kedua anaknya
"isss... Daddy.. nanti ilang wanginya.. orang mau di kasih cium ke bunda kok". protes Keyra seraya keluar dari pelukannya Justin.
sementara Dean hanya menjauhkan pipinya dari hidung Justin lantaran ia terlalu asyik menonton channel khusus anak anak di ponselnya Justin.
"loh kok pada menghindar semua sih anak anaknya Daddy". tanya Justin heran.
"Daddy kebanyakan cium cium sih. jadi ilang kan wanginya". omel Keyra seraya mengambil kan parfum khusus miliknya dan menyemprot kan kembali ke bajunya.
lalu bocah cantik itu memakai bedak khusus anak anaknya kembali.
"memangnya udah janjian apa sih kak sama bundanya sampe sampe harus wangi gitu kalau mau ketemu bunda. perasaan kalau mau ketemu sama Daddy ga gitu gitu amat kakaknya". tanya Justin penasaran.
"iya dong Daddy. ketemu sama bunda kan jarang jarang. kalau sama Daddy bisa kapan aja. malam ini keyra mau tidur di kamar bunda". ucap bocah cantik itu.
"hah??. oh ya??. masa sih kak?? ". tanya Justin tak percaya pada apa yang di ucapkan oleh putrinya.
"iya Daddy....nanti bunda sendiri yang mau jemput Keyra kalau acara nenek cantiknya selesai. makanya Keyra harus siap siap nih Daddy buat beresin kopernya lagi". ujar gadis kecil yang berusia lima tahun itu.
"ooo...... ". sahut Justin seraya manggut manggut.
lalu ia membantu putri kecilnya memasukkan kembali perlengkapan pribadi putrinya yang berantakan ke dalam kopernya. setelahnya ia mengajak ngobrol santai kedua anaknya itu hingga ia menanyakan tentang kenakalan mereka tadi saat bundanya di atas panggung catwalk.
"ehh ya..tadi siapa yang nyuruh kalian naik ke atas panggung catwalk dan gangguin bunda yang lagi kerja hemm? ". tanya Justin pada keduanya.
"ga ada. Dee mau cendili kok". sahut Dean jujur dengan netranya yang kini lebih fokus ke sebuah game yang baru di bukanya yang telah terpasang sebelumnya di ponselnya Justin.
"kalau kakak kenapa ikut ikutan naik sama adeknya?". tanya Justin pada Keyra yang juga ikut ikutan naik ke atas catwalk tadinya.
"orang Keyra liat adek Dee naik buat jumpai bunda. ya keyra ikutan juga dong. masa adek Dee aja yang di peluk bunda. kakak kan udah lama ga di peluk sama bunda Daddy". protes Keyra.
"oh.. gitu??.. oke.. oke.. Daddy setuju untuk hal itu. daaan ada bagusnya sih kakak sama adek ngelakuin yang begitu tadi. Daddy setuju". ujar Justin memberikan dukungan penuh pada apa yang di lakukan oleh kedua anaknya tadi.
"jadi tadi Daddy ga marah?". tanya Keyra memastikan.
"ya ga dong. kan Daddy malah bersyukur kalau apa yang kakak dan adek lakukan tadi bisa membuat bunda dekat lagi sama kita. jadi kan minimal Daddy bisa melindungi kalian semuanya dari dekat. ya kan Dee". sahut Daddy.
"iya". sahut Dean cuek yang terus fokus dalam gamenya.
"berarti nanti boleh dong keyra jalan lagi sama bunda di atas panggung kayak tadi?". tanya Keyra kembali.
"ya boleh dong. dan jangan lupa ajak adek Dee juga sekalian biar rame. jadi bunda ga sendirian seperti tadi sebelum kalian datang". jawab Justin sembari memberi ide pada anak anaknya.
Justin terpaksa memberikan ide ini agar bisa melindungi Midea dari pandangan para pria yang tengah menatapnya. dan juga secara tak langsung ia ingin memberitahukan pada publik terutama pada para pria yang mencari kepuasan nafsu semata bahwa seorang Dea adalah seorang ibu dari dua anak yang cantik dan juga tampan seperti dirinya.
jadi setiap para pria pencari nafsu pun bakalan mikir seribu kali jika menjadikan Midea target perempuan yang di jadikan pelampiasan hasrat satu malam mereka.
akan tetapi sayangnya. seiring niat Justin yang memang baik itu, tidaklah di anggap begitu bagi seorang Midea yang telah men -dengar percakapan antara ayah dan anak itu saat Justin memberikan ide pada anak gadis kecilnya untuk mengajak adiknya juga untuk mengacaukan pekerjaannya.
satu jam yang lalu....,
Midea mematutkan dirinya kembali ke sebuah kaca kamar mandi saat melihat dirinya sendiri masih menggunakan berlian indah di tubuh nya yang setengah polos. ia tak menyangka jika akan mendapat kan dua kejutan sekaligus di hari ini.
kejutan hadiah perhiasan yang pernah ter -paksa ia tinggalkan dan Akhirnya ia lupakan karena pelariannya dari Justin saat masih berada di kota Melbourne.
cukup lama ia memandangi tubuhnya sendiri yang tampak indah dengan perhiasan itu. hingga akhirnya ia harus melepaskan semua perhiasan yang melekat di tubuhnya saat ini di karenakan ia mau mandi.
setelahnya ia keluar dari sana sembari meng -genggam sebongkah perhiasan dan berniat menyimpannya di dalam koper pribadinya. lalu segera berpakaian kembali dan berniat bermain dengan dua bocah yang tadinya ia tutipkan pada mama angkatnya sebelum kembali bergabung dengan timnya Qanita.
"anak anak mana maa". tanya Midea saat ia tak melihat seorang pun anak kecil ada di ruang kamarnya ini.
"ohh..itu tadi ada Daddynya Dee yang minta anak anak di bawa ke kamar nyo di lantai paling atas dari hotel ini". sahut Alma sebagai mana tadi saat Justin meminta ijin padanya.
"oiya katanyo kalau awak mau ketemu anak anak silahkan sajo menyusul mereka di sana. ini keycardnyo. itu katanyo". ujar Alma seraya memberikan satu kartu hotel yang di berikan Justin padanya untuk Midea.
'keycard??". gumamnya dengan mengernyit kan dahinya seraya memperhatikan kartu hotel tersebut.
"paswordnyo ada di kirim di ponselnya awak. lihat sajo". tutur Alma di akhiri titahnya pada putri angkatnya itu.
"mama ngasih nomor ponsel aku ke dia?". tanya Midea kaget.
"iyo De. tak apo lah. kan menyambung silatu rahmi kan baik De. janganlah awak memutus kan begitu sajo. setidaknya lakukan demi anak anak. apo lagi Dee mau ulang tahun lusa nyo. masa bunda sama Daddynya masih ber- perang dingin seperti ini". ujar Alma memberi kan petuahnya pada Dea.
Midea hanya bisa diam saat mendengar kata kata nya Alma barusan.
"ambo sudah bertemu dan berbicara dengan keluarga dari Daddynya Dee". ungkap Alma yang melihat putri angkatnya itu hanya membisu saat ia memberikan petuahnya.
Midea menoleh ke Alma dengan rasa tak percaya pada apa yang di dengarnya saat ini. ia pikir Justin mengada ada soal mama angkatnya itu dan ternyata benar semua ada nya apa yang di ucapkan Justin tadinya.
"iyo nak". ucap Alma saat ia mengerti arti tatapan Midea padanya.
lalu ia pun menceritakan tentang bagaimana pertemuan mereka tadi siang saat Midea berada di tempat Qanita hingga selesai. lalu Alma meminta pada Midea untuk berdamai dengan Justin dan keluarganya demi anak anak.
"paling tidak demi ulang tahunnya Dee". ucap Alma memberikan saran ketika melihat Dea membisu sembari menggeleng pelan.
"iyo sayang. demi ulang tahunnya Dee". ucap Alma mengulangi kembali sarannya sembari menatap Midea yang masih membisu.
Midea menghela nafasnya sesaat tanpa mengucapkan sepatah kata pun. wanita itu pun pergi seraya mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas dengan Keycard di tangannya. ia masuk ke lift menuju lantai teratas dari gedung mewah ini.
ia berniat membawa keluar Dee dari kamar nya Justin, dan jika pun memungkinkan ia akan membawa Keyra menginap bersamanya malam ini sesuai janjinya pada bocah cantik itu.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.