My D you are the first for me

My D you are the first for me
birthday partynya Keyra



Hai readers. selamat membaca kembali ya???


satu hari kemudian..


Saat Justin dan keluargannya menghiasi rumah dengan dekorasi seadanya. sementara Satria


menjalankan idenya dalam membujuk Rendy agar mahasiswanya itu mau membawa Dean ke acara ultahnya Keyra. awalnya Rendy menolak akan permintaan dosennya itu, di karenakan ia takut sesuatu yang buruk terjadi lagi pada wanita malang itu.


"tapi bang. aku takut lah bang kalau terjadi apa apa sama si Jasmine. masalahnya bunda nya Dee itu sering sakit tiap kali pak Justin ke sini. apa lagi habis ketemu sama si Dee. macem alergi gitu sama tu lakik". ungkap Rendy.


"kita usahakan si Jasmine jangan sampai tau. makanya kita minta tolong sama kamu buat membawa Dee ke tempat kita. tolong ya Ren.. please... masa kamu ga mau nolongin temen sih. kita kan temenan dari masih susah Ren". bujuk Retha.


"yeaaah... si Jasmine kan juga sama. cuma bedanya tu anak belum dapat dapat senang nya sampe sekarang. lagi mau senang ada aja yang bikin dia susah. nah kalau kamu Tha masih jauh beruntung hidupnya di banding si Jasmine". balas Rendy.


"tu anak. udah hilang bapaknya dari kecil, terus mamanya, ingatannya, kehidupannya bahkan cita citanya sampe suaminya juga". sambungnya.


"bukan hilang Ren. dianya sendiri yang mau ngilangin suaminya dari KK nya". bantah Satria.


"ahh ga tau lah pak. pusing aku pak kalau mikirin kisah hidup si Jasmine yang ga habis habis masa sulitnya". ujar Rendy.


"jadi gimana?". kamu mau ga nolongin kita?". tanya Satria.


Rendy terdiam karena belum bisa memberi kan jawaban yang pasti pada pasutri itu. ia juga bingung akan langkah yang akan ia ambil. satu sisi ada Keyra yang kangen sama adeknya dan juga Dee yang merindukan untuk berkumpul bersama keluarga dari Daddynya itu, akan tetapi ada seorang wanita yang mungkin saja akan tersakiti hatinya lantaran merasa di bohongi oleh teman sendiri. jika ia tau anaknya di bawa untuk menemui keluarga Daddynya.


"Ren.. ayolah.. kasihan Keyranya. sebenarnya kami tu punya planing sendiri untuk meraya kan ultahnya Keyra. tapi karena Keyranya juga pingin di hari ulang tahunnya ada adeknya juga makanya kami bela belain datang ke sini". jelas Retha.


"iya sih cuma alasan akunya apa coba kalau cuma bawa Dee sendirian keluar bukan karna khusus untuk jemput atau ngantar bocah itu ke sekolah nya". ucap Rendi.


"kamu kan biasa bawa anak itu jalan jalan kan kalau bundanya lagi sibuk". ujar Retha yang tau kebiasaan Rendy dulunya saat bocah itu sebelum mengenal keluarga Daddynya.


dan Retha yakin jika saat ini pun Rendy masih dekat dengan bocah itu seperti biasa. sedang kan Rendy sendiri masih terdiam dalam ke-bingungannya.


"Ren. iya ga? ".tanya Retha memastikan.


"iya sih". sahut Rendy


"jadi. ayolah Ren. please...??? ". rengek Retha.


"hmm... iya deh... ". jawab Rendy mengiyakan permintaan sang karib meskipun ia masih dalam keadaan dilema.


"Alhamdulilah.... ". sahut Retha dan Satria sumringah.


"makasih Ren". ucap Satria seraya menyalami mahasiswanya itu.


"makasih ya Ren". ucap Retha senang.


Sejujurnya Retha merasa amat senang akan melihat dan bertemu dengan bocah tampan itu lagi secara langsung.


"iyaaa... ". sahut Rendy seraya tersenyum saat melihat kegirangan Retha.


Rendy mengerti akan ekspresi bahagia yang terpancar dari karibnya itu. entah berapa lama sudah Retha tak melihat dan memeluk Dee semenjak kasusnya De Jasmine terungkap.


"ya udah ya. aku balik kerja. kalian ku tinggal dulu tak apa kan?". ujarnya pada pasutri itu.


"iya Ren. makasih ya". ucap keduanya.


keesokan harinya..


hari yang di tunggu pun telah tiba Keyra dan seluruh anggota keluarga yang hadir di rumah kontrakan Justin pun turut bergembira dalam menyambut tanggal hari kelahiran Keyra yang ke lima tahun.


sementara Justin telah menyiapkan kado milik Dean hasil shopingan mereka berdua saat pria itu menemui Dean di sekolahnya kemarin pagi. dengan meminta ijin pada guru sekolahnya Justin membawa putranya itu untuk shoping di sebuah toko yang menyedia kan hadiah hadiah dan pernak pernik menarik untuk dapat di jadikan isi kado.


sebenarnya barang yang di pilih Dean hanya lah selingan saja untuk Keyra. karena sebenar nya Justin sendiri jauh jauh hari telah memesan dua buah jam tangan anak terbaik untuk putra dan putrinya itu pada seorang desainer perhiasan digital kenalannya di luar negeri. ada pun sepasang jam tangan itu akan ia berikan nantinya pada Keyra melalui Dean.


dari kamarnya yang berada di lantai dua, ia melihat kegiatan Midea yang sedang mem -persiapkan setelan Dean di mana Rendy sedang menunggu putranya di teras saat ini.


Justin tersenyum lebar saat Dean telah ber siap siap masuk ke mobilnya Rendy dan meninggalkan Dea sendirian di rumahnya saat ini.


suara ketukan pintu menghentikan aksinya mengawasi dua D nya dari kamar ini. Justin segera membawa turun paperbag yang berisi kan kado untuk Keyra yang akan ia serahkan melalui putranya itu.


"bang". panggil Satria saat dirinya telah mem -buka pintu kamarnya.


"Rendy lagi on the way katanya bang. yok siap siap". ujar Satria.


"udah tau". jawab Justin sambil lalu.


"hah?". udah tau?. memangnya Rendy udah hubungi abang ya? ". tanya Satria penasaran seraya mengikuti abangnya menuruni tangga.


Justin tak menjawab ia hanya mengangkat kedua bahunya dan terus melangkah menuruni tangga. Justin melangkah keluar rumah menuju pintu gerbang rumah serta membukanya. ia menunggu beberapa saat hingga terlihatlah mobil Rendy dari kejauhan memasuki jalan lorong yang menuju rumah kontrakannya.


Satria yang memperhatikan tingkah abangnya itu merasa heran akan kelakuannya hari ini. entah di karenakan kondisi yang memaksa lantaran tak memiliki pembantu atau seorang satpam maupun tukang kebun untuk di pe -kerjakan di rumah ini, sehingga abangnya itu mau membuka sendiri pintu gerbang rumah nya dan berdiri di sana dengan matahari yang masih menyengat kulit.


"ngapain bang?". tanya Satria yang kini tengah berjalan menghampiri abang sepupunya itu.


"lagi nungguin mereka tuh". tunjuk Justin pada sebuah mobil sport yang berwarna hitam.


"itu kan mobilnya Rendy". sahut Satria saat mobil itu mendekati rumah ini.


Justin mengkodekan pada mobil itu agar segera masuk ke halaman rumah dan segera menutupi gerbang rumah yang terbuat dari besi dan di lapisi dengan papan fiber dengan motif kayu.


"Dee". panggil Satria saat pria itu membuka pintu mobil milik Rendy setelah pria itu membuka kode kuncinya.


"abi.... abi... hehehe... ". kekeh Dean senang saat melihat dan memeluk abinya lagi setelah cukup lama mereka tak bertemu lagi setelah pertemuan terakhir kalinya di sekolahnya Dean.


"waduh anak abi udah besar dan makin gembul aja ni kayaknya ya. pasti makannya banyak ni ya?". terka Satria.


"iya dong. unda yang macak enak enak". sahut Dean bangga.


"Dee.. ". panggil Justin yang langsung mengambil Dean dari pelukannya Satria.


"Daddy??? ". jawab Dean seraya ikut memeluk tubuh kekar Daddynya itu.


"ayok masuk. udah di tungguin kak Keyra tu di dalam". ajak Justin seraya mengkodekan Satria agar membawa Dean masuk ke dalam.


"yok Dee". ajak Satria.


Dean menanggapinya dengan senyumnya yang termanis. sementara Justin sendiri menghampiri Rendy yang tengah mengambil kado dan juga sebuah paper bag dari restoran di mana Midea bekerja.


"terima kasih ya Ren atas bantuannya hari ini". ucap Justin seraya tersenyum tulus.


"sama sama pak". balas Rendy yang juga memberikan senyum terbaiknya pada pria galau itu.


Yok ke next chapter ya reader..


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.