
"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
"Daddy". Keyra memanggilnya kembali saat Daddynya hanya terdiam menatap bingung pada setiap sudut ruangan apartemen tersebut.
"Daaddy.... kita tidur di mana dong". Rengek Keyra yang masih kesal pada diamnya Justin.
"hmmm...kakak tidur di kamar aja ya sama bunda dan adek. Tapi kakak jangan berisik naik ke atas kasurnya. Nanti bunda sama adek terbangun". Pesan Justin pada putri lincahnya itu.
"kalau kakak bobo di kamar sama bunda dan adek. Lalu Daddy bobonya di mana?". Tanya Keyra yang khawatir pada Daddynya.
"mmm..Daddy tidur di situ aja". tunjuk Justin yang tiba tiba teringat pada sofa di ruang tv.
"kok di luar. Kan kalau keluarga tetap satu kamar ?". protes Keyra.
"mmmm....". Justin tengah berfikir mencari jawaban yang tepat untuk putrinya itu.
Karena seorang anak sekecil Keyra belum mengerti akan arti kata bercerai. Yang ia tau jika Dean adalah adiknya anak kandung dari bunda dan Daddynya. Keyra berfikir polos jika mereka berdua melakukan pernikahan sama seperti mommynya yang bersuamikan Justin.
Keyra berfikir karena mommynya telah meninggal makanya ia befikir jika Daddynya menikah lagi dan lahirlah adiknya. Tetapi anak kecil sepolos Keyra tidak tau jika Daddy dan bundanya telah bercerai.
"ahh..soalnya Daddy biar bisa jagain kalian dari luar sini". seru Justin saat menemukan jawaban yang tepat.
"nah kalau kakak sebagai anak yang paling besar dalam keluarga. maka tugas kakak adalah menjaga adek sama bunda di dalam. Tugas Daddy adalah menjaga kalian semua. oke kakak???". Ucap Justin mantap seraya menoel hidung mancung sang putri.
"ooo...gitu oke deh Daddy". Sahut Keyra antusias.
Justin tersenyum saat mendengar tanggapan nya Keyra.
"nah sekarang kakak tidur ya?".titah Justin seraya mengantarkan Keyra ke kamar di mana ada dua D Di sana.
Mereka berdua mengendap endap masuk bak seperti maling yang ketakutan jika ketahuan oleh sang pemilik rumah. Justin menuntun keyra saat gadis kecil itu naik ke tempat tidur.
Justin mengusap usap punggung gadis kecil nya agar tertidur. Tetapi Keyra sendiri baru teringat jika ia belum membaca sebuah Doa sebelum tidur.
Lalu Keyra menelentangkan tubuh kecilnya menghadap pada langit langit kamar. Lalu ia mengangkat kedua tangannya untuk melakukan doa
ُ"Allâhumma Bismika ahyâ wa bismika amût. Artinya: "Ya Allah! Dengan Nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati."
Ucapnya seraya berbisik bisik pelan. akan tetapi cukup di dengar oleh Justin. Justin tersenyum bangga pada putri kecilnya itu.
"Daddy nanti kalau bobo jangan lupa baca doa dulu biar ga di ganggu setan". Pesan Keyra pada Justin dengan nada berbisik bisik.
"hehe..iya nanti Daddy ikutin saran anak Daddy yang cantik udah itu pintar lagi. Mmuach...bobo ya?". Ujar Justin pelan.
Keyra tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"kamu pinter banget sayang. Daddy bangga sama kamu. Semoga anak anak Daddy menjadi manusia yang sukses dan bahagia di dunia mau pun di akhirat". doanya penuh harap di dalam hati.
Ia mengusap usap lembut ubun ubun sang putri dengan penuh kasih. Ia tersenyum simpul saat putrinya itu mulai mengantuk dan perlahan menutup matanya hingga akhirnya putri kecilnya yang cantik pun ikut turut terhanyut dalam mimpi bersama dua D yang kini tengah terlelap itu.
kini suasana di dalam kamar tersebut menjadi hening. Justin hanya bisa menatap ketiganya dengan perasaan bahagia tetapi terselip rasa sedih.
Ia bahagia malam ini karena bisa merasakan berkumpul kembali bersama Keyra dan dua D nya.
Perasaan Sedih, karena ia hanya bisa melihat tanpa bisa memiliki mereka seutuhnya. Terlebih pada Dea wanita yang selama ini ia cari cari selama ini padahal ia ada di depan matanya.
ia menarik dalam nafasnya untuk melegakan rongga dadanya yang mulai menyempit karena perasaan sedih yang terselip. Tak mau berlama lama larut di dalam sini akhirnya ia memutuskan keluar dari kamar tersebut dan memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tv.
Karena belum bisa tidur. Akhirnya Justin memainkan ponselnya seraya menunggu rasa kantuk datang. Ia membaca baca berita di artikel barang sejenak lalu membuka aplikasi cctv dari apartemen ini yang terhubung pada ponselnya.
Justin mengcechek dua D dan Keyra yang masih terlelap. Lalu ia kembali membuka aplikasi lainnya dan bermain di sana hingga
Beberapa menit terlewati hingga dalam hitungan jam. malam masih begitu lama berakhir berganti fajar. Meskipun dua bocah yang kini tengah anteng antengnya masih terlelap dalam mimpi mimpi mereka. tetapi tidak bagi Midea yang merasakan kering pada tenggorokannya.
Midea terjaga di tengah malam karena ia ingin membasahi tenggorokannya yang kering. Dea memaksakan dirinya untuk bangun dan duduk sejenak untuk mengatur keseimbangan tubuhnya akibat rasa pitam yang di timbulkan akibat sakit kepalanya.
Ia merabai keningnya sendiri yang berkeringat di ruangan yang bersuhu sedikit dingin dari suhu kamar normal tersebut. ia melihat ke arah samping dan menarik kecil kedua sudut bibirnya saat melihat dua bocah lucu tidur di samping kirinya dengan saling menghadap satu sama lain.
baik Keyra dan Dean masing masing memiliki gaya tidurnya masing masing dengan gaya yang bikin gemas siapa saja yang melihatnya.
Dean yang suka menggeliat di tengah malam buta terkadang membuat Midea terjaga dengan sendirinya demi menenangkan tidur nya si bocah tampan miliknya.
hanya keyra saja yang selalu tidur tenang sampai bocah cantik itu terbangun dengan sendirinya.
Midea mengernyitkan dahinya sejenak saat ia teringat seseorang yang membawa Keyra ke sini.
"jika keyra ada di sini. dan tidur di sini. Lalu Justin ada di mana?". Gumam Dea di hatinya bersamaan dengan pupil netranya yang melebar bulat sempurna.
"aduh mampus aku kalau tu orang bener bener jika berani menginap di sini". Dumelnya di hati seraya menatap ke pintu kamarnya.
Midea mencoba untuk bangun dari ranjang nya dengan memegang pada headboard ranjang yang berukuran king size tersebut untuk menormalkan peredarannya darahnya agar ia tidak terlalu pitam pasca bangun dari duduknya.
Di karenakan tidak ada segelas air putih pun di dalam kamarnya dan juga Dea ingin memastikan sendiri pemikirannya terhadap pria yang kini telah berstatus mantan baginya. sehingga mau tak mau Midea harus keluar kamar untuk mengambil air di dapur dan mencari kebenaran akan pemikirannya sendiri.
Midea berjalan perlahan agar tidak merasa sempoyongan meskipun di hatinya kini menyimpan sejuta rasa kekesalan akibat perasaan dan pemikiran yang tak enak untuk pria yang di panggil Daddy oleh kedua bocah yang ada di kamarnya.
Midea telah berhasil mencapai tuas pintu dan membukanya. Hening. Itulah suasana di.luar kamar yang ia rasakan kini. di antara nyeri yang masih sedikit terasa di kepalanya Ia berjalan pelan agar tubuhnya tetap seimbang.
Ia berniat ke dapur dengan melewati ruang tv.
saat ia melirik ke sofa.
Dag dig dug..jantung Midea tiba tiba di pompa dengan cepat karena efek pemandangan yang di lihatnya saat ini.
"bah. isssss.....bikin kesel kali lah!!". desis Midea kesal sembari merapatkan sederetan gigi gigi putihnya.
...****************...
Next time
Seberapa marahkah Midea saat mengetahui segala hal yang di sembunyikan Justin selama ini selain telah lancang menginap di kediamannya tanpa seijin darinya???
Readers aku tunggu komennya ya??.
...****************...
Hai Readers sayang ...follow akun ku ya di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka
.
Terima kasih.