My D you are the first for me

My D you are the first for me
jalan jalan di tengah malam



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉


Rendy menjemput Sagita dan Arjun di rumah nya qanita tepat di pukul dua belas malam.


"gila kali kau masak bawa tamu jalan jalan jam segini. mana ada nampaklah apa yang mau di tengok jam segini. Yang ada mall mall pada tutup semua". gerutu Arjun pada Rendy saat pria muda itu mulai menjalankan mobil nya.


"eh kau itu bukan tamu lagi di sini. Udah hampir tiap bulan pun aku tengok kau. Kalau bukan aku yang pulang ke Mdn kau yang datang ke padang. Jadi apa pulak lagi kau tamu". Balas Rendy seraya melajukan santai mobilnya.


"bukan aku Ren tapi kakak leting kau ini. Ya kan kak?".bantah Arjun yang di akhiri dengan meminta dukungan pada gadis yang sedang duduk di jok belakang mereka.


"ga apa apa. Aku ga keberatan kok kalau kalian ajak aku jalan jalan di jam segini. Biar Sesekali ngerasain suasana tengah malam di kota ini kayak apa". Sahut Gita seraya tersenyum lalu memandang ke arah luar jendela kaca mobil.


"nah tu. Kau dengarkan?.timpal Rendy.


"hmm..iyalah". Sahut Arjun.


satu jam berputar putar di area kota yang sepanjang mata memandang hanyalah kebanyakan toko atau pun tempat tempat perdagangan lainnya yang telah tutup. Jika pun masih ada yang buka hanyalah satu atau dua saja yang membuat jadwal dua puluh empat jam.


"kita ngopi di sana aja yuk. Di ujung jalan sini kan banyak tu kafe atau kedai kedai kopi yang masih betah bukaknya lama lama sampek pagi". ajak Rendy pada dua orang tamu dalam mobilnya.


"ayoklah".sahut Arjun.


"gimana kak?. Mau kan ngopi ngopi kita?". Tanya Arjun.


"ga usah kau tanyak lagi. Udah pasti maulah dia. Ya kan kak". Timpal Rendy.


Sagita menanggapinya dengan tersenyum lalu mengangguk tanda setuju.


"tuh kan. di dunia ini tak ada orang yang akan menolak kalau di ajak ngopi sama teman temannya kecuali lagi ada kendala. Ya kan kak". Celoteh Rendy lalu menoleh ke belakang di mana Sagita berada.


"ya. Anda benar sekali". Sahut Gita sumringah


"iya...iya..iya..percaya aku..."..sahut Arjun.


hanya dengan hitungan detik. Mobil Rendy berhenti di sebuah kedai kopi yang memiliki banyak menu andalan bercita rasa khas asia dan juga eropa. Kedai ini memang biasanya di buka dua puluh empat jam dengan terbaginya tiga sift pekerja yaitu pagi sore dan malam.


mereka bertiga langsung turun dan mengikuti langkah Rendy masuk ke dalam kedai kopi tersebut seraya menyapa para pekerja yang di kenalinya.


"sering kau maen ke sini rupanya?". tanya Arjun.


"gak juga. Cuma kalau lagi senggang terus ada kawan kawan rumah sakit ngajak aku ngopi ya keseringan mereka ngajaknya ke sini". Sahut Rendy.


"ooo...". Sahut Arjun manggut manggut.


Rendy membawa dua orang temannya itu ke lantai dua di mana ia mengambil tempat duduk favorit semua orang yang datang ke sini. Sebuah tempat bersantai yang terletak di sudut kiri balkon untuk bisa melihat dari dua arah jalan.


"wah lagi beruntung deh kita dapat tempat duduk favorit. He..he..he". Gumam Rendy seraya terkekeh melihat dua temannya.


Arjun dan Sagita saling pandang tak mengerti akan maksud dari ucapan Rendy barusan.


"tempat duduk favorit??". tanya keduanya dalam fikirannya masing masing.


Tapi mereka berdua enggan bertanya dan memilih mengikuti Rendy yang langsung menghempaskan bokongnya di sebuah kursi sofa yang terbuat dari rotan. Sementara yang lainnya kebanyakan dari bahan plastik atau pun besi. Jika pun ada yang berbeda hanya dua yaitu kursi yang terletak di sudut kanan balkon dari yang sama terbuat dari rotan.


"jadi tempat duduk kek gini yang kau bilang favorit?". Tanya Arjun remeh.


Karena ia fikir kursi rotan dengan busa sofa sebagai alas bokongnya sudah sering dan biasa ia rasakan.


"bukan itu bang. Tapi kau tengoklah viewnya dari sini". jawab Rendy seraya menunjukkan ke arah dua jalan.


Sagita dan Arjun pun mengikuti apa yang Rendy katakan. Dan benar saja dari sudut ini mereka bisa melihat ke arah dua jalan yang berbeda. di mana dari sisi ini mereka bisa melihat sederet lampu hias yang berwarna warni di sepanjang jalan kota ini.


"gimana?". Tanya Rendy ke pada dua orang itu yang terlihat sedikit takjub setelah ia menunjukkan dua sisi jalan yang berbeda.


"biasa aja nya. Di Mdn pun beserak serak ku tengok macam ni". Sahut Arjun remeh.


"ahh taik lah kau. Banyak kali cincong pun". ujar Rendy kesal.


"udahlah kalian berdua ini. Banyak kali maen maennya pun. Katanya mau ngopi tapi tak secangkir pun sampek ke sini". Timpal Gita mengingatkan pada dua adik letingnya itu.


Lantaran semenjak mereka tiba di sana belum ada satu pun seorang pelayan datang menanyakan pesanan mereka.


"oiya pulak ya. Lupa aku kak. Maaf ya kakakku hehehe". Kekeh Rendy.


"mang dasar kau Ren. Adik leting yang tak ada akhlaknya udah kau ajak ngopi tapi kau pulak yang lupa ngasih kopinya". timpal Arjun.


"selo lah. Tunggu ya aku ke sana dulu ku ambil daftar menunya dulu". Ujar Rendy sambil berjalan beberapa langkah untuk mengambil daftar menu yang terpajang di sebuah rak dekat tangga.


"nih. Mau pesan apa?". Tanya Rendy seraya menyodorkan daftar menu.


"martabak enak juga nih kayaknya". Celetuk Sagita.


"oke". Sahut Rendy di susul Arjun yang juga ikut memesankan menu yang sama.


"Deal ya?". Tanya Rendy kembali untuk memastikan.


"yups". Sahut keduanya.


Lalu pria jomblo muda itu pun pergi menuruni anak tangga untuk memesan menu sesuai pilihan kedua temannya itu.


Tak lama kemudian Rendy kembali sembari mengatakan


"oke. entar lagi nyampe. Tunggu aja ya".


lalu mereka bertiga berbincang ringan seraya mengomentari Gita yang tengah mengambil momen saat ini lalu kameranya ia arahkan ke dua sisi jalan yang berbeda arah.


"di Mdn bamyak kak yang persimpangan kek gini". Celetuk Arjun saat melihat aktifitasnya Gita.


"aku tau Jun. Karena ini lagi di kota lainlah makanya aku ambil ni viewnya". Sahut Gita santai.


"kau Jun. nyinyir kalilah. Sukak sukak ati kak Gita lah mau ngapain aja sama hapenya. Kok kau pulak lagi yang sibuk. Cem inang inang aja kau nya". Dumel Arjun


"eeee....kau Ren..". bantah Arjun sembari merapatkan giginya menatap Rendy yang kini terkekeh karena melihat raut wajah Arjun yang merasa terpojok.


"ahh sudahlah kalian ini macam tom dan Jerry sajalah". Celetuk Sagita sembari menekan tombol tengahnya untuk menyimpan momen kelakuan dari dua pria jomblo tampan yang ada di hadapannya kini.


Setengah jam kemudian menu yang mereka pesankan pun tiba. Sagita menghirup dalam dalam aroma semerbak dari harumnya kopi lalu menyeruput kopi favoritnya di ikuti oleh Arjun yang juga melakukan hal yang sama.


Sementara Rendy memperhatikan tiga porsi martabak ala khas asia selatan itu. Seketika ia tersenyum geli dan terkekeh kecil sembari geleng geleng kepala. Sedangkan Arjun dan Sagita langsung melirik Rendy dan serentak bertanya


"kenapa Ren?".


"aku ingat si dua D". jawab Rendy singkat.


Ia tersenyum lebar menatap kedua temannya yang masih memasang raut wajah keheranan melihat dirinya saat ini.


.Lanjut ke next chapter ya readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.