My D you are the first for me

My D you are the first for me
rencana rahasia Midea



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"welcome to our shop sir. could I help you sir? ( selamat datang di toko kami. dapatkah saya membantu anda?)". sapa seorang pelayan toko.


"could you show your the best collection to my wife? ".(bisakah anda menunjukkan koleksi terbaik anda pada istri saya?) "sahut Justin.


"off course sir. please madam".sambut pelayan toko tersebut kepada Dea dan Justin.


lalu keduanya pun mengikuti arahan dari pelayan toko tersebut. seorang pelayan toko lainnya menunjukkan koleksi terbaru milik toko tersebut.


semua memang terlihat indah dan elegan bagi mata siapa saja yang memandangnya.


"gimana sayang? ".which one do you like. hah? ". tanya Justin setengah berbisik di telinganya Midea.


sementara tangan Justin masih melingkar di pinggangnya Dea. tentu saja hal ini membuat para pelayan menjadi tersenyum senyum sendiri melihat kemesraan yang Justin perlihatkan pada pasangan sahnya.


Midea bergeming dengan tubuhnya yang mulai meremang lantaran kata kata Justin di telinganya serta perlakuan manisnya di depan dua pelayan toko yang ada di hadapan mereka.


bukannya dulu ia tidak pernah di perlakukan manis seperti Ini saat ia sering di ajak shopping oleh para big boss yang sering mengajaknya berkencan jika sudah menyelesaikan sesi promosi produk produk mereka. hanya saja saat ini sungguh sesuatu yang sangat berbeda yang ia rasakan saat di perlakukan manis oleh orang yang ia cintai.


hanya saja sekarang ia menampik semua tentang kebaikan suami paksanya itu selama beberapa hari ini. ia tak mau terhanyut dalam kebaikan Justin kembali. karena itu di fikiran nya saat ini sedang menyusun rencana rahasianya yang lain. yang pastinya rencana tersebut akan membantu dirinya dalam pelariannya nanti.


"kamu bisa pilih yang kamu suka atau kamu bisa ambil semuanya". ucap Justin kembali di telinganya Midea.


Midea melirik Justin sekilas lalu netranya menelisik pada keseluruhan set gaun lengkap dengan sepatu serta tas yang masing masing gaun memiliki fungsi pada tempat, hari dan acara yang sesuai berdasarkan temanya.


"semuanya". Sahut Dea datar.


sebenarnya jika ia ingin memilih bisa saja ia memilih sesuai dengan keinginannya tetapi ia memiliki rencana lain dalam otaknya mengenai barang barang tersebut. sementara Justin tersenyum senang atas pilihan Midea yang menyukai semuanya.


Dalam pemikirannya saat ini. ia mulai sedikit bisa meluluhkan hati Midea yang beku karena dirinya juga. yah, rencana Justin memang tepat membawa wanita cantik dan anggun itu kesini. karena memang seorang Midea menyukai sesuatu hal yang branded.


setelah membayar puluhan juta dari keseluruhan set baju yang di pilih istrinya itu Justin dan Dea keluar dari toko tersebut. setelahnya justin mengajak Midea ke sebuah toko perhiasan yang terletak tidak jauh dari toko yang tadi.


sama seperti di toko sebelah mereka di sambut baik oleh manager toko tersebut. Justin di tawari set perhiasan terbaik yang mereka miliki di toko tersebut.


sementara Midea hanya bergeming menatap set perhiasan mewah di hadapannya kini. ia melirik ke setiap set perhiasan yang di tampil kan padanya. dengan masing masing jumlah harga yang fantastis. mungkin bagi orang yang nasibnya seperti dirinya harga segitu sangatlah banyak dan sudah pasti ia tidak akan sanggup membelinya.


akan tetapi bagi seorang Justin Kehl Ardiansyah. harga set perhiasan tersebut hanya bernilai kecil di matanya. jadi mungkin tak masalah untuknya untuk mengeluarkan kocek segitu.


"ini aja". tunjuk Midea pada satu set berlian yang di bentuk seminimalis mungkin tetapi tidak mengurangi nilai jualnya.


"oke sayang. we take this". ucap Justin pada manager toko perhiasan tersebut.


Justin membayar menggunakan kartu platinumnya di mana harga dari perhiasan tersebut berjumlah standar di kantong Justin. walaupun dulunya ia pernah memesan khusus satu set berlian dari itali untuk Namira saat kehamilan kedua istri keduanya itu.


tetapi di karenakan hari ini mendadak maka untuk sekarang tak apalah jika ia hanya membawa Midea ke toko perhiasan biasa. yang penting wanita itu senang meskipun raut wajahnya terlihat datar datar saja.


Justin berfikir mungkin seorang Midea terlalu gengsi menunjukkan ekspresi kegembiraan nya karena di belikan barang branded oleh seseorang yang ia cintai.


beberapa menit berlalu hingga terhitung beberapa jam pun terlewati. Midea mengingat kan Justin akan waktu agar pria itu sudah bisa menjemput anak anaknya karena waktu menunjukkan waktu untuk makan malam.


"Justin. anak anak". tegur Dea saat suami paksanya itu sedang memikirkan sesuatu dan memperhatikan keadaan sekitar.


"Justin". panggil Midea kembali.


"iya aku tau. sebentar ya. ada yang mau aku cari di sini. hanya saja aku lupa tempatnya". sahut Justin seraya menenangkan Dea yang mulai terlihat kesal.


lalu Justin menarik lengan Midea menuju toko ponsel yang terletak di ujung dari lantai ini.


"ayok". ajak Justin seraya tetap merangkul pinggang Dea sementara tangan kirinya memegang paper bag hasil dari belanjaan mereka tadi.


Midea yang sudah tau arah tujuan Justin yang membawa dirinya kemana langsung menolak masuk saat langkah kaki mereka hampir tiba pada sebuah toko ponsel.


"aku ga mau shopping lagi". tolak Dea.


"come on Dea. cuma satu ponsel aja kok. itu pun untuk kamu. karena kamu ga punya ponsel saat ini". bujuk Justin saat ia terkejut dengan sikap Midea yang menolak di beri ponsel.


"ga. ini udah waktunya makan malam. anak anak bakalan sakit kalau mereka telat makan. sudah berapa jam kita tinggalin mereka hah?". protes Midea kesal.


lalu ia melirik jam dinding besar yang berada di toko ponsel tersebut. waktu menunjukkan telah melewati beberapa waktu senja. yang artinya dirinya harus bersiap tiga jam lagi untuk mengejar penerbangan terakhir internasionalnya. sementara Dean masih ada di tempat bermain. jika sekarang Dean tak bersamanya maka rencana rahasianya bisa runyam semua.


"oke. oke. kita jemput sekarang. kamu yakin ga mau aku belikan hape? ". tanya Justin memastikan.


Midea mendelikkan matanya semakin tajam ke arah Justin.


"iya. iya.. kita jemput sekarang. ayok". bujuk Justin.


akhirnya mau tak mau Justin pun harus mengalah dan mengikuti kemauan Midea. mereka menjemput Dean dan Keyra yang masih sangat asyik dengan permainan memancingnya.


karena mereka berdua telah di jemput oleh kedua orang tuanya maka kakak adik itu pun terpaksa di hentikan permainannya oleh seorang petugas yang mengawasi mereka serta memberitahukan jika orang tua mereka telah datang.


Keyra dan Dean segera berlari menyusul Daddy dan bunda mereka yang menunggu di depan pintu masuk dari ruang bermain tersebut.


"Daddy.. bunda... ". sapa Keyra pada keduanya lalu memeluk keduanya sesaat.


sedangkan Dean hanya menyapa sang bunda lalu memeluk bundanya hingga bocah tampan itu minta di gendong oleh bundanya. melihat hal tersebut membuat Justin iri pasti nya karena selama tinggal bersamanya selama ini bahkan pernah berdua saja bocah tampan itu tidak pernah sekali pun minta di gendong oleh Justin.


tetapi hari ini ia melihat Dean memang benar benar seperti merindukan bundanya. akhirnya ia pun memaklumi hal tersebut mengingat anak dan ibu tersebut memang sudah lama tak jumpa.


lalu Justin mengajak keluarga intinya ke sebuah restoran untuk menikmati makan malam mereka.


...***************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.