My D you are the first for me

My D you are the first for me
Dean yang sudah sembuh 2



hai my readers Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


pagi ini Justin kembali ke restoran seperti kemarin. ia berniat mengisi perutnya dengan sedikit makanan dan minuman hangat. pagi ini ia sedikit terlambat turun dari kamarnya. itu di karenakan tubuhnya sedikit lelah karena satu harian menjaga Dee tanpa beristirahat sedikit pun.


tetapi walau bagaimana pun tak jadi masalah baginya. karena momen momen seperti inilah yang ia tunggu. menjalin hubungan bathin antara dirinya dan putranya agar bisa lebih dekat lagi.


suasana restoran tampak lengang pagi ini meski pun waktu telah menunjukkan pukul tujuh lewat. seharusnya di jam seginilah orang orang yang memiliki perjalanan bisnis sudah mulai turun mencari sesuatu di bawah sini untuk mengisi kekosongan perut mereka.


tak butuh waktu lama Justin menuntaskan sarapannya karena ia berniat lebih cepat tiba berada di rumah sakit hari ini. saat ia bangun dari duduknya dan bersamaan itu pula Qanita keluar dari dapur restoran dengan membawa beberapa kotak makanan menuju parkiran restoran.


"ibu Qanita". panggil Justin.


"oh mr. Kehl. sudah di sini rupanya". sapa Qanita.


"ya bu". sahut Justin singkat.


"itu kotak makanan banyak sekali mau di bawa kemana?. apa ibu butuh bantuan?". tanya Justin saat melihat kotak makanan yang sedang di jinjing dengan menggunakan dua tangan Qanita.


"ahh.. tidak usah sebentar lagi supir saya datang kok". tolak Qanita secara halus.


"ayok. saya bantuin kenapa harus sungkan sih bu".ajak Justin seraya meraih satu kresek besar yang ada di tangan kanannya Qanita.


"kita mau kemana?". tanya Justin saat dua kantong kresek besar telah berada di tangan nya.


"saya mau ke rumah sakit". jawab Qanita singkat.


"siapa yang sakit bu?". tanya Justin.


"cucu dan anak kami". jawab Qanita.


"ohhh". jawab Justin singkat yang memang tau jika cucu yang di maksud adalah putranya saat ini.


tak lama kemudian supirnya Qanita datang dan menghampiri majikannya. Qanita pun berpamitan pada Justin. Sedangkan Justin hanya mengangguk kan kepalanya sembari menunggu kepergiannya Qanita. setelahnya ia pun menjalani misinya sendiri.


nada dering panggilan masuk ke ponselnya Justin. seorang agen property menghubungi nya terkait soal rumah kontrak yang akan di tempati oleh Justin dalam waktu dekat ini.


"ya halo"..sapa Justin pada umumnya.


"pak mengenai rumah kontrakannya sudah bisa di tempati hari ini juga. apa bapak mau lihat sekarang?.tanya agen property tersebut.


"ya sudah boleh juga. saya ke sana sekarang". jawab Justin.


akhirnya Justin memutuskan untuk melihat rumah kontrakan yang akan ia tempati saat pria itu datang ke kota ini untuk melihat anak dan juga mantan istrinya.


sesampainya di sana Justin memperhatikan segala dekor dan tata letak ruang yang telah di atur lebih rapi tanpa harus merenovasi dari rumah asli tersebut.


"gimana pak?". perabotannya masih bisa bapak pakai kan?. kecuali kasur, tempat tidur dan juga sofa yang ada di kamar utama sudah kami ganti yang baru pak". ucap agen tersebut.


"baiklah. semuanya udah oke menurut saya. terima kasih". ucap Justin jujur.


"sama sama pak". jawab sang agen yang masih berusia muda itu.


setelah penyelesaian administrasi surat sewa menyewa maka agen tersebut pamit dari Justin setelah menyerahkan seluruh kunci rumah tersebut.


*****


di kamar rawat inapnya Midea.


"Dok. bagaimana keadaannyo dari putri ambo yang Sebenarnyo Dok?". tanya Alma pada sang dokter.


"ibu tenang saja ya. yang penting saya sudah menjelaskan pada Rendy tentang keadaan pasien yang Sebenarnya. jadi ibu tak perlu terlalu khawatir. terapi saja pasiennya secara rutin ya?. pasien pun jangan banyak fikiran apa lagi mengingat yang berat berat seperti mengingat ingat lagi masa lalunya.


"bukan Berarti ia tak boleh mengingat masa lalu nya, hanya saja lebih baik tak usah di paksakan ya bu". pesan Dokter tersebut.


lalu di angguki oleh Alma "iya dok. terima kasih banyak untuk sarannya Dok".


"Alma". panggil Qanita saat wanita cantik itu saat telah sampai di depan pintu kamar.


"uni. kenapo pula sampai di sini nyo. itu restaurant bagaimano?". tanya Alma heran.


"bagaimana keadaannya?". tanya Qanita sembari melirik ke dalam di mana Midea masih terbaring di atas brankarnya.


"Alhamdulilah sudah mendingan memang. kata dokternyo asal tidak di bawa pakso untuk mengingat masa lalu nyo sajo".jawab Alma.


"mama". panggil Midea lemah di karenakan denyut nyeri di kepalanya masih terasa.


"Midea". panggil Alma kembali saat Midea mencoba bangun dari tidurnya.


"Midea". panggil Qanita yang juga turut serta membantu wanita malang itu untuk duduk dan bersender pada Headdboard brankar.


"gimana keadaan kamu De?". tanya Qanita prihatin sembari memperhatikan perban putih yang melekat erat di kening wanita beranak satu ini.


"Alhamdulilah sudah lebih baik tante". jawab Dea pelan seraya tersenyum meskipun ia tak yakin akan kondisi dirinya yang Sebenarnya.


semenjak wangi misterius yang tercium di hidungnya di dua hari yang lalu, membuat diri nya sering bermimpi aneh dan mengerikan. hanya saja mimpi tersebut tak pernah sampai tuntas serta selalu saja menggantung ending nya.


"Dee gimana ma?". tanya Midea pada Alma.


"Alhamdulilah nanti sore Dee sudah boleh pulang. panasnyo tidak naik lagi selama ini. bahkan suhu tubuhnyo pun sudah normal. jadi awak tak perlu khawatir yo". jawab Alma menenangkan putrinya.


"undaaaa.. ". panggil Dean saat bocah tampan itu telah berada di depan pintu kamarnya bersama pria paruh baya yang di panggil atok olehnya.


"Deee... ". pekik Midea pelan saat ia melihat sang putra yang tiba tiba ada di hadapannya.


"unda... ". panggil Dean kembali seraya mendekati sang bunda yang masih bersandar di headboard brankar lalu memeluk tubuh bundanya.


"Dee... sayang. gimana keadaannya hari ini hmmm?. Dee udah sehat? ". tanya Midea dengan nada lemah lantaran ia merasa lemas di sekujur tubuhnya.


"udah unda. Dee udah cehat lagi. ni lihat unda Dee udah kuat lagi". jawab Dean seraya menunjukkan otot lengannya yang masih rata.


sontak saja tingkahnya membuat para orang dewasa tertawa geli karena tingkahnya. sementara Midea hanya bisa tersenyum lebar karena ia tak kuat menahan nyeri di kepalanya jika tubuhnya terlalu berguncang saat tertawa dan bergerak.


"iyo.. iyo... cucu ambo sudah kuat kayak hero". celetuk Alma seraya tersenyum bahagia melihat wajah ceria milik bocah tampan itu lagi.


"unda.. kapan cembuhnya?". tanya Dean tiba tiba saat melihat perban putih yang masih melekat di kening sang bunda.


"insya Allah sayang segera ya nak. Dee doain aja bunda biar cepat sembuh terus kita bisa main lagi sama sama, masak lagi sama sama ya kan Dee. Dee mau kan? ". sahut Dea pelan.


"iya Dee mau unda. makanya Unda hati hati. jangan buyu buyu kalau lagi kelja. kejedut pintu kan jadinya. unda gimana ciiih... ga cayang cama jidatnya". celetuk Dean yang kini berlagak sok dewasa.


"alah mak oi. ini cucu sudah banyak kali cakap rupanyo yo kalau sudah sehat. pandai pula lagi engkau berucap kato kato untuk bunda awak yang masih terbaring lemah macam ini hemmm...samo siapo belajar macam gitu hemmm?? ". timpal Danang yang kini berkomentar membalas ocehan bocah lucu yang ada di hadapannya ini.


"sama atok dong". jawab Dean asal dan bikin gemas.


"hahaha...". tawa orang dewasa memenuhi ruangan kamar rawat itu.


"nah tu. udah kena kan uda Danang. jangan coba coba ajak bergelut mulut sama ni bocah tak akan menang kito nyo. pandai dia nyo dari pada kito". timpal Alma sembari terkekeh.


"iyo juga yo". sahut Danang.


"ya iya lah uda. masa cucu sendiri tak hafal sifatnya". timpal qanita.


sementara Dean tersenyum cuek seraya terus menyenderkan kepalanya di pahanya Midea.


pagi ini adalah awal keceriaan Dean kembali lagi setelah tiga hari bocah itu mengalami demam tinggi dan di rawat di rumah sakit yang sama dengan Midea yang mengalami serangan memory secara tiba tiba di bagian otaknya yang mengalami trauma pasca kecelakaan di enam tahun yang lalu.


tanpa mereka tau semua jika ada seorang pria yang memperhatikan keceriaan mereka dari kejauhan.


*


lanjut ke next chapter ya reader...


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers.