My D you are the first for me

My D you are the first for me
mencari informasi tentang D



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


beberapa jam sebelumnya...


Satria membelokkan mobilnya ke arah kafenya Arjun dan memarkirkan mobil mewah tersebut di parkiran kafe restonya Arjun.


Justin turun mengikuti titah adik sepupunya memasuki kafe dan mengambil posisi duduk yang menghadap ke jendela di mana sebelum nya Dea dan Dean duduk di sini.


sekilas masih terasa di indera penciumannya cologne yang sering di pakai Dean. Justin menanyakan siapa tamu terakhir yang duduk di sini pada karyawan kafe yang memberikan daftar menu pada Justin dan Satria.


"mmm... seorang ibu dan anaknya pak. kakak itu katanya temannya bang Arjun". sahut Karyawan tersebut.


maka seketika terhenyak lah Justin saat mendengar pernyataan dari karyawan kafe itu.


"apakah yang ini?". tanya Justin saat menunjukkan fotonya Dea dan Dean yang Justin ambil secara diam diam saat ibu dan anak itu berdua.


karyawan itu pun memperhatikan foto itu dengan seksama.


"iya pak. sepertinya memang ini. yang anak kecil ini namanya Dee ya?? ". tanya karyawan kafe tersebut pada Justin untuk memastikan.


"bapak ini papanya ya? ". tanya karyawan kafe itu memastikan tebakannya karena wajah Dean yang mirip dengan Justin.


"iya. benar". sahut Justin antusias mendapat kan kabar jika Midea barusan saja dari sini. Begitupun satria.


"sekarang mereka pergi kemana? ".tanya Justin penasaran.


"waduh pak saya ga tau. karena lagi sibuk melayani pengunjung tadi". sahut karyawan kafe tersebut.


"ahh.. ****. kita terlambat sedikit saja Satria". ujar Justin kesal.


"sabar bang". ujar Satria menenangkan abang sepupunya itu.


"mereka berdua sempat main main ke dapur tadinya". jelas karyawan kafe tersebut.


lalu Satria teringat pada mahasiswanya itu.


"saya boleh ketemu sama Arjun. bisa panggil kan dia sebentar. bilang kalau saya Satria salah satu dosennya ingin ketemu". pinta Satria sopan pada anak laki laki yang masih berumuran dua puluh tahunan itu.


"bang Arjun lagi ga di sini pak. abang lagi di Brstgi". sahut karyawan kafe tersebut.


"oh ya??. ada acara apa?. lalu siapa yang memasak untuk pengunjung VVIPnya". tanya Satria penasaran.


"ada bang Ravi pak". sahut karyawan kafe tersebut.


"Ravi?? ". desis Satria seraya mengernyitkan dahinya.


"iya pak. temannya bang Arjun juga. udah tiga hari di sini". sahut karyawan kafe tersebut.


"boleh saya ketemu? ". tanya Satria penasaran


"buat apa kamu ketemu sama kokinya? ". kita hanya perlu mencari Dea dan Dee". protes Justin pada Satria.


"sebentar dulu bang. sabar. mungkin kita bisa cari tau dari temannya Arjun itu". ucap Satria.


"bisa panggilkan Ravinya sebentar?".mohon satria.


"baik pak. tunggu sebentar ya? ". sahut karyawan kafe tersebut seraya pamit dan berlalu dari hadapan pria tampan itu.


beberapa menit kemudian...


Ravi keluar dari dalam dapur setelah mendengar dari karyawan kafe bahwa ada dua pria yang mengaku sebagai dosennya yang mencari dirinya.


ia menghampiri dua pria dewasa nan tampan itu dan memperhatikan raut wajah salah satu nya. ia memperhatikan wajah Justin yang terlihat mirip dengan putra dari teman lama nya itu.


seketika pupil matanya melebar tatkala melihat seorang pria yang ia kenal baik selama ia menimba ilmu pada pria dewasa itu.


"pak Satria??!" pekik Ravi pelan seraya mendekati meja kursi yang di duduki Satria dan Justin.


Satria pun menoleh ke arah suara yang memanggil dirinya saat ini. ia pun sempat mengernyitkan dahinya sejenak saat melihat seorang pria yang lebih muda darinya memanggil dirinya.


"Ravi?? ". tanya Satria untuk memastikan panggilannya terhadap pemuda yang ada di hadapannya kini.


"iya pak. masih ingat? ". sahut Ravi seraya tersenyum senang.


"ya.. ya... yang dulu sering sama si Arjun kan? ". terka Satria.


Ravi mengangguk pelan kepalanya seraya tersenyum.


"wah.. kamu semakin sukses aja kelihatannya ya?". sahut Satria seraya menepuk punggung serta memeluk mahasiswanya itu.


"ahh..biasa aja pak". sahut Ravi merendah setelah dosennya itu melepas pelukannya.


seketika ia teringat dua Almarhumah yang ia sayangi Namira dan Nadira yang memang terlalu heboh jika bertemu dengan seseorang kenalan yang lama. bahkan mamanya juga.


"ehemm..". Justin sengaja berdehem kencang sebagai kode pada dua pria tampan itu.


Satria dan Ravi pun menghentikan basa basi tersebut.


"oh iya. ini abang sepupu saya". Satria pun memperkenalkan Justin pada mahasiswanya itu.


"Justin". sebutnya pada Ravi.


"Ravi". sebutnya pada Justin.


"mau minum apa pak?". tanya Ravi saat dilihat


meja dosennya itu masih kosong.


"tidak usah repot". sambar Justin.


"saya cuma mau menanyakan ini sama kamu. apakah mereka ada disini sebelumnya?". tanya Justin seraya menunjukkan foto tadi pada Ravi.


sama seperti yang di lakukan karyawan kafe sebelumnya. Ravi pun memperhatikan foto tersebut dengan seksama. ia melihat wajah teman lamanya dan juga Dean yang mirip dengan Justin.


cukup lama Ravi memandangi foto tersebut dengan seribu pertanyaan di hatinya. "ada apa gerangan pria bule ini mencari Jasmine?". dan apa hubungan mereka? ". apakah mereka suami istri? ". apakah pria ini ayahnya Dee? ". lalu kenapa mereka mencari Jasmine Dee seperti buronan? ".


"Vi". panggil Satria yang sedang memperhati kan Ravi yang terlihat melamun.


"ahh.. iya.. pak". sahut Ravi gelagapan.


"iya.. apa? ". tanya Satria seraya memicingkan kedua matanya.


"mereka memang di sini sebelumnya. cukup lama juga mungkin hampir dua jam". sahut Ravi jujur.


"terus mereka kemana sekarang? ". tanya Justin penasaran.


"Jasmine bilang kalau dia mau melanjutkan perjalanannya ke pdg". sahut Ravi.


"mungkin pesawatnya sudah berangkat pun"..lanjutnya yakin seraya melirik jam dinding yang terpasang di kafe tersebut.


"ohh damn ****". maki Justin kesal.


"bang". tegur Satria.


"aku pergi sekarang". pamit Justin pada keduanya.


"bang sebentar. tunggu dulu". ujar Satria menahan Justin yang terburu buru pergi.


"I have to go now Satria". jawab Justin kesal.


""I know bro. But be patient. Let Midea alone and think first. Maybe he needs some time alone and just wants Dee to be with him."


(saya tau bang. tapi sabar dulu. biarkan kak Dea sendiri dan berfikir dulu. mungkin ia butuh waktu menyendiri dan hanya ingin di temani Dee")". jelas Satria.


Justin terdiam sesaat dan mencerna kata katanya Satria. sementara Ravi semakin mengernyitkan dahinya saat dua saudara itu berdebat di hadapannya. Ravi yakin ada sesuatu yang tidak beres pada rumah tangga nya pria yang mencari Jasmine dan anaknya.


tetapi ia lebih memilih diam dan tak mau terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga orang meskipun itu adalah temannya sendiri. ia akan membantu jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada teman lamanya itu.


"permisi pak saya ke dalam dulu". pamit Ravi pada keduanya


ia membiarkan dua pria dewasa itu melanjut kan debatnya di sudut ruangan yang agak tertutup dari ruangan lainnya yang terbuka dan untunglah suasana kafe di jam segini masih terhitung sepi lantaran kebanyakan pengunjung kembali bekerja kecuali para bigboss termasuk dua pria yang memiliki hubungan darah itu masih nyantai di kafe ini.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.