
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
Alma menggeleng pelan. ia tidak menyetujui hal ini. itu sama saja ia mendukung sebuah dosa meskipun saat ini dalam keadaan terpaksa.
"tunggu !".Alma membuka suaranya.
"ambo indak setuju jika anak ambo harus di zinahi".
mendengar ucapan Alma barusan sontak membuat semua yang ada di kamar tersebut menjadi heran kecuali Astrid. Astrid pun tersadar atas apa yang akan di sarankan Mona pada putranya.
"astagfirullah". ucapnya yang tersadar atas apa yang mereka biarkan pada kedua anak mereka.
"iya mbak. yang di katakan uni ada benarnya. Jasmine dan Justin ga boleh bersama mbak karena mereka bukan lagi suami istri". ucap Astrid mengingatkan keduanya.
"oh iya ya". sahut Mona tersadar akan kekeliruannya .
"jadi gimana mau ngobatin si Deanya kalau si Justin ga boleh nyentuh si Midea" tanya Mona meminta pendapat mereka.
"menikah". ucap Alma pelan tetapi cukup terdengar di telinga nya Astrid.
"nikahi mereka berdua lagi mbak. sekarang juga". saran Astrid.
"hah??". nikah??. sekarang??. emang masih punya waktu?. si Dea kan udah kelamaan nunggu di dalam. itu tu dengar ga teriakan nya". sahut Mona.
"aku setuju". timpal Justin.
"gimana caranya tin. mana ada KUA buka malam malam begini". jawab Mona.
"ga ada KUA KUA an mbak dalam situasi genting begini. kita masih bisa nikahi mereka berdua di bawah tangan untuk sementara. lalu besoknya kita melaporkan langsung pernikahan ini ke KUA untuk menikah secara resmi". saran Astrid.
netra Justin dan Mona seketika berbinar. ucapan dari besannya ini ada benarnya juga. dan ia pun setuju. Astrid pun segera keluar dari kamar untuk mencari Jason untuk memberitahukan ide ini pada suaminya itu.
sementara Jason keberatan dengan idenya Astrid. alasannya cukup kuat, karena ia tidak rela jika melihat De Jasmine harus kembali dengan Justin, seorang pria yang sudah jelas jelas di ceraikan oleh putri kandungnya sendiri di karenakan Justin tak pernah memperlakukan putrinya itu dengan baik selama mereka menjalani pernikahan.
apa lagi ia harus menikahkan putrinya secara mendadak seperti ini dengan Justin tanpa sepengetahuan dan persetujuan putrinya. meskipun ia tau bahwa putrinya saat ini lagi dalam masalah yang berhubungan dengan hasratnya yang harus di lampiaskan pada seseorang sesegera mungkin.
hanya saja mengapa harus Justin lagi yang berhubungan dengan putrinya itu. apa lagi pernikahan yang akan di lakukan untuk putri nya itu di lakukan secara keterpaksaan seperti ini.
"ayah".panggil Astrid pada suaminya yang masih terdiam mematung itu.
"ayah. ayo nikah kan Jasmine sama Justin sekarang juga yah".titah Astrid.
Jason menatap sang istri dan menggeleng pelan.
"ayah". desisnya kecewa saat tau jika suami nya tak menyetujui idenya.
Jason kembali menggelengkan kepalanya.
"lalu gimana Midea yah?. Jasminenya kita?" tanya Astrid khawatir.
"aku tak ingin anak yang tinggal satu satunya tersakiti lagi. apa lagi saat dia tau jika ia telah di nikahi secara keterpaksaan untuk yang kedua kalinya". ucap Jason lirih.
"Jason???". itu sudah berlalu Jason. Just yang sekarang adalah Justin yang benar benar mencintai dan sayang pada putrimu itu". bantah Arfan.
"aku ragu Arfan. sebenarnya aku belum bisa memaafkan Justin. apa lagi perbuatannya yang.....".Jason tak sanggup melanjutkan kata katanya saat ia ingin memberitahukan kejahatan yang di lakukan Justin pada putri nya dulu.
Jason teringat pengakuannya Midea saat Justin mencoba memisahkan Dean dengan Dea. sungguh miris memang jika teringat bagaimana saat kita terpisah dengan darah dagingnya sendiri seperti apa yang di alami nya.
"ayah maafkan Justin yah. kalau ayah ga ridho bunda juga ga maksa. tapi gimana dengan De yah?. apa ayah ga kasihan sama Dea yah?.anak kita bersama".bujuk Astrid cemas.
Justin yang mendengar penuturan mertuanya itu menjadi merasa bersalah. lalu ia menghampiri Jason dan memohon pada ayah mertuanya itu agar di ijinkan dirinya untuk menikahi putrinya yang tertinggal satu satu nya saat ini
"ayah..aku mohon ayah. ijinkan aku menikahi Jasmine sekarang. aku mohon ayah. aku janji akan membahagiakan dia. sama seperti aku membahagiakan almarhumah istriku sebelum nya". ucap Justin dengan penuh harap.
sementara dari dalam kamar terdengar suara pekikannya Midea yang masih merasa menahan hawa panas di dalam tubuhnya meskipun wanita itu kini sedang mengguyur kan dirinya di bawah shower.
"ayah. ayah dengerkan itu suaranya Jasmine yah. anak kita satu satunya yang masih tertinggal dan saat ini butuh sekali bantuan yah". bujuk Astrid pada suaminya yang masih bergeming tanpa memberikan Jawaban atas permintaannya Justin.
"Jason. tolong maafkan Justin Jason". bujuk Mona yang juga mendengar percakapan itu.
"entahlah". sahut nya seraya menggeleng pelan.
ia masih belum rela melepaskan putrinya ke Justin kembali. jika ada laki laki lain yang baik di sini sudah pastilah ia akan menyerah kan putrinya itu pada laki laki tersebut. asal kan bukan laki laki yang sudah di gugat cerai oleh putri kandungnya itu.
"ayah..aku mohon ayah. maafkan semua kesalahanku di masa lalu. aku yang jahat sama anak ayah. tapi sekarang aku mencintai nya ayah. aku ingin melindunginya ayah. ingin membuatnya bahagia. ayah aku mohon ayah please..". ucap Justin memohon seraya bertekuk lutut dan menundukkan wajahnya.
"Justin". panggil Arfan, Mona dan Astrid bersamaan saat melihat permohonan Justin yang bersungguh sungguh.
"ayah". panggil Astrid kembali berharap suami nya itu mau memberi Justin kesempatan ke dua dengan menjadikan Justin mantunya kembali.
Jason menghela nafasnya sesaat lalu berkata
"baiklah. saya akan beri kamu kesempatan. pergunakan ini baik baik. sebab jika ayah mendengar kalian ribut kembali dan putri ayah mengajukan gugatan cerainya kembali. berarti kamu yang ga bisa menjaga amanah yang udah saya kasih ke kamu". ucap Jason dengan netranya yang menyorot tajam pada Justin.
"iya..iya ayah. aku akan memegang teguh amanah ayah. aku janji ayah". sahut Justin dengan matanya yang berbinar senang.
"tidak Justin. ayah ga butuh janji kamu. tapi pembuktian!". tukas Jason tegas.
"karena laki laki sejati adalah ia yang mampu bertanggung jawab terhadap keluarganya terlepas pasangannya seseorang yang memiliki masa kelam atau tidak". lanjutnya dengan sindiran untuk Justin akan perbuatan nya yang dulu pada putrinya saat putrinya itu masih menjadi seorang Midea Hasxander.
Justin semakin menundukkan wajahnya begitu pun Mona dan Arfan yang merasa tersindir.
Yok ke next chapter ya reader.
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.