My D you are the first for me

My D you are the first for me
insting



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


"maaf sayang. Kakak kamu lagi kangen berat sama kamu nak". tukas Justin menjelaskan kedatangannya secara tiba tiba.


"iya dek. Kakak juga kangen sama bunda sebenarnya". timpal Keyra.


"kita jalan jalan yuk hari ini?".ajak keyra pada adiknya itu.


"ayok Daddy". Keyra memanggil Justin.


"iya kakak". Sahut Justin.


Lalu pria duda beranak dua itu pun pamit dari sekolahnya Dean menuju taxi yang sedang menunggu mereka.


"jalan pak. Kita balik ke tempat yang tadi". titahnya saat mereka semua berada dalam taxi tersebut.


Sesampainya di sebuah lapangan milik tentara yang sudah mereka mintani ijin untuk mendarat. Justin dan kedua anaknya turun dari taxi tersebut menuju ke helicopter yang telah menunggu mereka.


"Daddy???..kita naik ini???". Tanya Dean heran saat mereka mendekat ke arah helikopter.


"iya dek. Kita naik ini. Ya kan Daddy?". Jawab Keyra antusias.


"iya sayang. kita keliling naik ini. Yok??". Ajak Justin pada kedua anaknya.


Akhirnya ketiganya menaiki heli yang telah sabar menunggu mereka di situ. lalu sang pilot pun membawa mereka terbang ke arah mana yang mereka suka sesuai keinginan para bocah.


hingga akhirnya Keyra meminta pada Daddy nya untuk melewati restoran di mana Midea bekerja. Awalnya Justin menolak permintaan sang putri karena terlalu beresiko. Tetapi di karenakan dirinya yangbtak tega melihat raut wajah putrinya yang murung selama jalan jalan.


akhirnya Justin pun mengalah pada anak gadis kecilnya dengan mentitahkan pada sang pilot agar menurunkan sedikit helinya tersebut tepat berada di atas hotel dan juga restoran di mana Dea bekerja selama ini hanya untuk melihat wanita yang di panggil nya bunda oleh Keyra.


"ada bundanya kak?".tanyanya saat melihat sang putri mengintip ke arah bawah saat heli yang mereka naiki berada di atas hotel dan restoran Dea bekerja.


"ga ada Daddy". sahut Keyra kecewa seraya menggelengkan kepalanya.


Justin tersenyum lalu berkata


"memang ga bisa di lihat dari sini kak. Kita pergi aja dari sini ya?".ajaknya.


Keyra pun mengangguk. Lalu Justin mentitah kan pada pilot agar pergi dari sana.


sementara saat para pekerja tengah sibuk bekerja melayani para tamu dan pengunjung restoran agak sedikit terusik dengan suara helikopter yang terdengar jelas yang sedang melintas di atas gedung di mana mereka bekerja.


Bahkan Midea sendiri juga mengalami pecah konsentrasi saat harus menghiasi kue pesanan untuk pesta pernikahan dari tamu hotelnya.


Dea terpaksa menghentikan kegiatannya itu di karenakan kesulitan berkonsentrasi. Insting nya meminta dirinya untuk keluar dari dapur hanya untuk melihat keadaan di luar dari gedung yang di jadikan nya sebagai tempat mencari rezeki.


Midea melangkah keluar dari restoran saat bersamaan dengan Heli yang bergerak men -jauh dari tempat di mana ia berdiri seraya memperhatikan heli yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Hatinya mengatakan ada sesuatu di heli yang barusan ia pandangi itu.


Kini ia hanya tercenung memikirkan saat itu entah mengapa ia berfirasat lain pada heli yang ia pandangi saat itu.


"apa jangan jangan.......akh...ga mungkinlah"


desis Midea seraya menggelengkan kepala nya untuk menafikan semua hal yang ada di fikirannya saat ini.


Sebab dirinya pribadi tak pernah mendengar desas desus jika mantan suaminya itu me -miliki heli. Jika pun Justin punya ya sudah pastilah ia mengajak Namira bepergian dengan helinya saat wanita itu masih hidup dan pastinya akan heboh satu dunia jika pasangan suami istri itu beraksi.


"hemmm..rasanya memang melelahkan jika memikirkan semua hal yang berhubungan dengan mantan suaminya itu".gumamnya.


"isss...bikin kesel ajalah kalau ingat tu orang"


keluhnya.


"hah". Pekiknya seraya beranjak keluar dari kamar sang putra untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.


"loh indak jadi istirahatnyo De Jasmine?". Tanya Danang saat melihat putri angkatnya itu kembali.


"ga bisa tidur pa". Sahut Dea singkat.


Lalu ia melihat Rendy yang sedang menyapa ramah para pengunjung Restoran yang baru saja tiba. Ia melirik jam di dinding Restoran yang hampir mendekati jam dua siang. Itu berarti jadwal Rendy beristirahat dari dinas nya sudah mulai berakhir.


"pa. Itu si Rendy udah makan?".tanya Dea.


Midea melakukan apa yang di pinta Danang.


tapi sebelum itu ia melangkah ke dapur untuk menata sendiri makan siangnya di atas meja yang terletak di teras samping dapur.


Setelah Selesai dengan semua tatanan menu di atas mejanya. Ia pun menghampiri Rendy dan meminta karibnya itu untuk makan ber -samanya di belakang. Rendy pun mengiyakan permintaan dari Midea.


"wuihh..mantap banna". ucap Rendy menatap heran pada susunan piring kecil di atas meja makan.


"ya udah makan dulu gih". titah Midea seraya mengambil ancang ancang untuk duduk.


Lalu jomblo tampan itu pun menarik kursi untuk duduk. seraya menggulung lengan bajunya pria jomblo itu pun mengamati menu apa yang akan ia santap hari ini.


Akhirnya dua karib itu pun menghabiskan makan siang bersama. Setelahnya Rendy kembali ke rumah sakit untuk melakukan tugasnya kembali.


Sedangkan Midea memilih kembali melanjut kan pekerjaannya di dalam dapur besar itu hingga tanpa terasa jika waktu kini telah memasuki waktu petang pun wanita itu masih saja terus berada di dalam dapur sampai akhirnya Sebuah dering ponsel yang di kenalinya menghenti kan pekerjaannya Ia menjawab telpon dari tante Alma.


"assallammualaikum nak". Sapa Alma dari seberang telpon.


"waalaikum salam. ya ma. Gimana acaranya tante Qanita?. Sukses ma?". Tanyanya saat Midea mendengar suara dari mama angkat nya dari seberang ponselnya.


"ya Alhamdulillah nak. Semuanyo berjalan dengan baik dan lancar lancar sajo". Jawab Alma.


"mana Dee ma?". Tanya Midea saat tak mendengar suara celotehan.sang putra.


"barusan sajo tidur. Tadi saat di bawah dia nyo sudah mengantuk. Makanyo ambo bawa naik sajo ke kamar. Memang sudah terlambat sih dia bobo siang jam segini. Yah habisnyo mau gimana lagi. Anaknyo memang indak mau diem. Ado sajo yang di tanyakan nyo De. "Tukas Alma seraya tersenyum.


"tuh kan Dee nya bikin repot mama". keluh Dea.


"indak apo Dee. Itu berarti anaknyo cerdas dan anak segitu memang lagi kepingin banyak tau De. Jadi biarkan sajo lah". Tukas Alma menjelaskan pada putrinya agar tak terlalu khawatir.


Lalu Midea pun membalas senyumnya Alma.


"gimano restoran?". Tanya Alma.


"baik ma. Ada papa di restoran. Mama mau ngomong?". Tanya Dea.


"nanti biar mama sajo yang telpon ke ponsel nya papa". Sahut Alma.


" aku mau lihat Dee ma?". Ucap Midea yang mengutarakan keinginan.


"iyo. Tunggu sebentar". Ucap Alma.


Lalu keduanya berpindah ke video call untuk melihat si bocah tampan yang sedang tidur pulas di atas ranjang hotel.


"tuh liat anakmu De. nyenyak banna kan tidur nyo. Hari ini dia viral karena banyak yang suka". Celoteh Alma saat menunjukkan wajah Dean yang sesekali mengemut dalam tidurnya.


"mau empat tahun masih suka mengemut dalam tidurnya". Gumam Midea sembari tersenyum menatap wajah putranya. Akan tetapi Belum juga lima menit ia memandangi wajah tampan milik bocah itu tiba tiba Alma harus menutup panggilan video callnya di karenakan ada sesuatu yang darurat saat seorang gadis dari keponakannya meminta Alma menemui Qanita untuk saat ini juga.


" sebentar yo Jasmine mama ke kamar tante mu dulu yo?". Pamit Alma dengan menutup ponselnya langsung.


Alhasil Dea harus menahan kecewa lantaran ia belum puas memandangi wajah putranya. Tapi ia tidak menyerah begitu saja ia pun mencoba menelpon Arjun untuk menanyakan perihal yang terjadi pada Qanita tentang hal yang darurat saat salah satu sepupunya meminta Alma menemui Qanita secepatnya dengan meninggalkan.....


"Deeee??!".pekiknya kaget saat menyadari jika Dean di tinggal sendirian di kamar hotel.


Tentu saja hal ini memancing instingnya sebagai ibu yang ingin mengetahui kabar sang putra detik ini juga.


NB to Next chapter:


Arjun begitu panik saat Usaha Qanita hampir mengalami kegagalan. Arjun dan Qanita mencoba mencari solusi untuk masalahnya. Apa yang akan mereka lakukan???


The next chapter


Abang Justin yang tanpa sengaja bertemu dengan Midea kembali. Apakah ia akan menghindari Midea?. Demi janjinya pada wanita itu dan juga putranya. Atau ia nekat menyapa Midea seolah tak pernah terjadi apa apa pada hubungan mereka?


Yok ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.