My D you are the first for me

My D you are the first for me
menanti kejujuran



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


sepeninggalnya Andra, Midea membersihkan tubuh sang putra dan menggantikan bajunya yang penuh dengan peluh bahkan sudah menimbulkan bau dengan sepasang piyama anak yang nyaman untuk di bawa tidur.


"udah siap. sekarang Dee bobo ya? ". ujar Dea mengajak sang putra masuk ke kamar satu satunya yang ada di unit apartemen tersebut seperti pesan Andra.


kamar mewah bersifat maskulin untuk seorang pria. Dea berfikir pastilah ini kamar nya pak Andra dulunya. hanya saja sebagian ruangan kosong. mungkin sudah banyak barang yang di pindahkan sebelumnya mengingat pria itu sudah menikah dan memilih tinggal di villa sang istri.


bahkan wardrobenya saja sebagian kosong dan hanya menyisakan badsheet dan bedcover untuk ranjang yang berukuran king size tersebut. Dea memgambil salah satunya dan memasangkan pada ranjang tersebut untuk di tiduri mereka berdua sekarang.


"ayok kita bobo.. ". ajak Dea setelah selesai memasang sprai dan meminta sang putra naik ke ranjang.


"jangan lupa berdoa". titah Dea.


"iya unda.. ". sahut Dean patuh.


lalu bocah tampan tersebut membacakan doa tidur yang sering di ajarkan Alma dan Dea selama mereka tinggal bersama saat itu. dan bocah itu terus mengamalkannya setiap hari sebelum tidur jika ia tidak ketiduran.


"Allahumma ahya wabismika amut doa apa?


Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah membangun kan kami setelah kami dimatikan (tidur) dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan". ucap Dean lantang dan jelas.


Dea tersenyum bangga pada putranya yang cepat mengerti sesuatu dalam belajar dan memahami setiap kondisi yang terjadi jika Dea dalam kesulitan seperti yang terjadi di hari ini.


setelah bocah itu membacakan doa tidur. lalu ia langsung menarik selimutnya serta memejamkan matanya diikuti Dea yang berbaring di samping tubuh gembul itu.


...----------------...


suara mesin mobilnya Andra terdengar samar di telinga Cindy. Cindy segera menghampiri suaminya yang baru saja turun dari mobilnya.


ia mencoba tersenyum meskipun ia merasa kan sakit di hatinya. tetapi ia teringat kata katanya Arjun dan Didit. jika seorang suami itu membutuhkan perhatian dan kepercayaan dari sang istri maka perhatian yang di berikan oleh wanita manapun akan lewat begitu saja di matanya.


hal inilah yang akan di lakukan Cindy sekarang ini mencoba berfikiran positif dan masih memberikan kepercayaan pada suami nya itu. ia berharap bahwa apa yang di lihat nya tidak seperti apa yang di bayangkan dalam fikirannya.


"malam banget mas".sambut Cindy yang tersenyum manis dan sedikit mencibirnya.


"iya.. ada masalah dikit. kamu udah makan? ". tanya Andra seraya membuka pintu belakang mobilnya.


Cindy tak menyahut tetapi memperhatikan Andra yang sedang mengambil sesuatu dari belakang jok mobilnya.


"nih. makan pake ini aja ya?. kalau belum makan". ujar Andra seraya memberikan kotak makanan yang berlabel sama dengan yang di berikan Andra pada wanita dan anaknya itu.


"mas tadi singgah ke sini dulu? ". tanya Cindy pura pura tidak tau.


"iya. nanti mas cerita ya?. sekarang mas mau mandi dulu". sahut Andra.


"iya. tunggu aku siapin air hangatnya dulu". ujar Cindy yang langsung masuk ke kamar dan segera menyiapkan air hangat di bathup nya.


setelah berisi penuh. ia pun meminta Andra untuk segera mandi. Andra tersenyum menghampiri sang istri yang terlihat cantik malam ini meskipun hanya menggunakan baju rumahan biasa.


cup. satu kecupan mendarat di pipinya yang kini merona merah karena terkejut mendapat kan perlakuan manis dari suaminya yang tiba tiba. Cindy memalingkan wajahnya menatap punggung kekar itu yang melesat masuk ke kamar mandi dan menghilang di balik pintu yang terbuat dari kaca non transparan tersebut.


beberapa menit kemudian...


Andra melihat piyama yang sudah di persiapkan Cindy untuk ia pakai malam ini. setelah selesai berpakaian ia pun keluar kamar mencari sang istri. dan melihat Cindy sedang menata piring di atas meja makan.


"hai mas. udah siap. kita makan dulu ya? ". ajak Cindy yang mempersiapkan satu menu andalan kesukaan suaminya itu.


Andra melihat Cindy sudah bersusah payah mempersiapkan telur yang di dadar lengkap dengan acar bawangnya.


"kamu masak lagi?". memangnya yang mas bawa pulang ga cukup?". tanya Andra penasaran yang melihat menu tambahan selain menu makanan yang ia bawa pulang dari restoran.


"kan yang mas bawa pulang kan cuma satu. mans cukup. mas kan belum makankan cuma bawa pulang ini doangkan". ujar Cindy yang masih berpura pura tidak tau.


"mas udah makan tadi di restoran yang itu. makanya mas bawa pulang satu buat kamu. mungkin kamunya belum makan malam". ujar Andra.


"ohhh... gitu ya.. jadi mubazir dong. kalau mas ga makan lagi". sahut Cindy yang berpura pura merasa bersalah terhadap pekerjaan nya yang sia sia lantaran suaminya itu tak berniat ingin memakan masakannya.


"ya udah mas makan sekarang" ujar Andra seraya menarik dua buah kursi makan di dekatnya.


"sini kamu. mas kawanin kamu makan". ajak Andra seraya menepuk kursi yang ada di sampingnya.


Cindy tersenyum kecil dan menghampiri Andra untuk duduk di sampingnya.


"oke ". sahut Cindy senang.


ia pun mulai menata makanan di atas piring suaminya dan memberikannya pada Andra untuk di nikmati bersama. karena Andra hanya memakan masakan Cindy yang tanpa nasi itu dengan cepat ia menyudahi makan nya dan masih duduk di samping istrinya itu.


Andra tersenyum menatap sang istri yang sedang menikmati makanan yang di bawa pulang olehnya.


"laper banget kayaknya yang. ga makan ya waktu di sana. kan udah mas bilang kalau kamu harus banyak makan. mumpung gratiss hehe". kekeh Andra.


sontak Cindy melebarkan kelopak matanya yang mendengar ucapan jahil suaminya dan menatap sang suami yang terkekeh padanya.


"malulah kalau aku makannya banyak banyak kali". sahut cindy setelah selesai mengunyah nasi dan daging rendangnya.


"hmmm... emak emak versi jaim". seloroh Andra seraya menyesap rokoknya dan mengeluarkan asapnya ke arah lain.


"haruslah. kalau aku ga jaim nanti yang malu siapa? ". kan mas juga. nanti kalau di tanya sama orang orang. ihh binik siapa itu makan nya rakus bener". ohh.. itukan biniknya si Andra Airlangga yang pemilik PT perkebunan Airlangga itu". cibir Cindy.


"hahaha... kamu ya bisa aja ngelessnya". sahut Andra sembari tertawa mendengar alasan dari istri.


"lagian sih mas ini ada ada ajalah. nyumbang cuma sekian makannya melewati porsi dari undangan". celetuk Cindy sembari terus menikmati makannya tanpa perduli pada suami yang menatapnya geli.


setelah selesai dengan makannya dan membereskan meja makan serta dapur. pasutri yang baru menikah beberapa bulan itu memilih bercengkerama di ruang keluarga dari villa keluarga Cindy yang mereka tempati sebagai tempat tinggal sekarang ini selagi rumah yang mereka bangun dekat kantornya Andra siap.


selagi Andra menunggu di buatkan kopi untuk mereka berdua. kembali Andra di hadapkan pada kebimbangan untuk menceritakan yang terjadi hari ini pada Cindy. tetapi ia juga teringat pada pesannya bundanya Dee itu.


akan tetapi jika Cindy sempat tau dari orang lain terlebih Arjun, mungkin Cindy akan beranggapan lain pada dirinya mengingat Cindy tau jika dirinya pernah menyukai temannya itu.


"aiss... serba salah jadinya". gumamnya di hati seraya memandang Cindy yang berjakan mendekatinta dan tersenyum manis padanya dengan dua mug gelas yang berisi kopi di tangannya yang mulus itu.


"mungkin leih baik jujur sekarang dari pada runyam entar". Andra kembali bergumam di dalam hatinya.


"Cin". panggil Andra pelan.


"ya". sahut Cindy seraya memandang wajah tampan suaminya.


"ada yang mau mas ceritain". ujar Andra


"tentang apa mas?". Cindy menunggu


"tapi kamu janji ga bakalan marah atau pun cemburu". Andra memberi ultimatum pada istrinya itu.


"iya mas". sahut Cindy mantap. ia hanya ingin suaminya jujur padanya apapun masalahnya ia ingin di anggap sebagai tempat curhat terbaik untuk suami yang ia cintai itu.


"bener?? ". tanya Andra memastikan ucapan istrinya itu.


"iya mas. aku janji". sahut Cindy mantap.


Andra menghela nafasnya sesaat lalu berkata.


..."mas ketemu Jasmine"...


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.