My D you are the first for me

My D you are the first for me
Berhenti mengejarnya



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Justin kembali ke kantor dengan keadaan murung sementara Indra mencoba menenang kan sahabatnya itu dengan memberikan petuah agar Justin bisa lebih bersabar lagi. karena setelah di pikir pikir olehnya kembali tentang permasalahan Justin dan Midea hanyalah sebatas kejar mengejar istri yang kabur saat mereka berdua lagi ada masalah.


Indra yang merasa iba melihat sahabatnya itu akhirnya angkat bicara setelah beberapa menit ia merenungi atas kejadian pelik yang menimpa Justin pagi ini.


"gue boleh saranin sesuatu ga buat lu. itu pun kalau lu mau terima sih". ujar Indra yang tiba tiba memberikan saran.


"apaan?". tanya Justin seraya mengerutkan keningnya.


"berhenti mengejar ngejar dua D lu mulai dari sekarang!". tutur Indra.


"hah. apa?!". maksud lo gimana?!". gue ga ngerti Ndra? ". tanya Justin penasaran seraya memicingkan kedua netra birunya.


Indra menghela nafasnya sejenak lalu mulai menjelaskan kembali pada sahabatnya itu.


"gue saranin lebih baik untuk sementara ini lu berhenti mengejar ngejar dua D lu alias Dean dan Dea, anak dan mantan istri lu itu mulai dari sekarang!". ujar Indra mengulangi per -nyataan nya yang sebelumnya.


"lu lebih baik fokus sama kerjaan yang sudah seminggu ini lu terbengkalaikan karena kesibukan lu ngurus dua anak dalam dua kota yang berbeda. yah gue maklum sih Tin. cuma sekarang kita lagi di sibukkan sama para investor yang menanyakan perkembangan setiap perusahaan Tin. gue ga bisa sendirian Tin. di kantor pusat sana gue butuh lu meski pun ada Alan". ujar Indra panjang lebar.


"lu tau kan. si Alan asisten lu yang juga ber- tambah kesibukannya selama ini. belum lagi lu suruh bolak balik ngurusin toko lu yang di Melbourne". lanjutnya seraya menatap pada sahabatnya itu.


"gue ga ngelarang lu buat nyariin mereka sih. tapi percayalah sama gue. Dea yang meng -hindar dari lu dan memutuskan untuk pergi berarti dia sudah merencanakan segala hal dan juga sesuatunya sebelum ini. dan gue yakin itu si Dea dan anaknya berarti udah punya tujuan ke kota mana dan akan tinggal di sana selama mereka nyaman. bisa jadi untuk selamanya selama lu dan orang orang lu ga ngikutin dia atau pun lu yang muncul di hadapannya". ujar Indra menjelaskan kembali dengan panjang lebar dan ia berharap kal ini Justin bisa mengerti.


"gimana bisa lu nyaranin seperti itu Ndra. sementara yang di bawa Midea itu anak aku, darah daging aku. aku udah begitu banyak kehilangan kesempatan bersama dengan anak laki lakiku karena siapa? ya karena Dea juga". ungkapnya kesal.


"lu yah emang bener bener nyaranin yang sesat deh". dumel Justin yang tak bisa menerima saran yang tak masuk akal bagi nya.


sementara Indra hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat sahabatnya itu yang tak mengerti akan maksud dari perkataannya.


"Tin. yang gue ngomongin tadi itu gue rasa lu ga ngerti deh". bantah Indra berusaha sabar menghadapi sikap Justin yang keras kepala.


"gue ngerti Ndra. gue ngerti. tapi gue butuh anak gue. gue ga mungkin nelantarin anak laki-laki gue satu satunya, pewaris kehl Ardiansyah. gue tau banget kehidupan si Dea itu gimana. Dea itu ga mungkin bisa mem -berikan apa yang bisa gue berikan pada Dean. tingkat mainan aja si Dea ga mampu beli ndra. apa lagi sebuah rumah yang nyaman untuk Dean". ungkap Justin kesal.


ia begitu kesal saat mengingat sedikit nya mainan yang mampu Dea belikan untuk Dean. bahkan untuk sebuah rumah yang nyaman saja hingga kini Dea belum mampu untuk mewujudkannya.


sementara Indra yang menatap Justin kini mulai menatap tak suka pada pria itu yang masih meremehkan perempuan sekuat dan seteguh Midea. kini ia mengerti mengapa seorang Midea yang dulunya tergila gila pada Justin sekarang lebih memilih bercerai dan menghilang dari pada perempuan itu semakin gila dalam menghadapi seorang Justin yang di kenal dingin dan egois terhadap semua wanita.


mungkin hanya almh Nadira dan Namira saja yang sanggup bersabar dan lebih memilih mengalah dalam menghadapi seorang Justin.


"gue baru menyadari sekarang".desisnya pelan seraya menatap Justin.


"gue baru menyadari sekarang kenapa Midea bisa menanyakan hal itu ke elu Justin". lanjut nya datar dengan bahasa yang sengaja me -nyudutkan pria itu.


"soal siapa yang elu cintai?. Midea atau Jasmine?". gue rasa itulah penyebab si Dea pergi dari lu. karena lu ga pernah nunjukin keseriusan lu dalam memberikan rasa aman dan nyaman untuk Midea.".ujar Indra


"dan lu juga ga bisa menganggapnya sebagai wanita yang sebenarnya wanita. lu cuma menganggap Dea dan mau berlaku baik sama dia lantaran wanita itu telah melahirkan pewaris buat keluarga lu. mungkin jika Dea tak pernah melahirkan seorang putra bisa jadi elu ga akan pernah Mengejar wanita itu lagi kan. dan lu akan membiarkan seorang Midea terserah mau berbuat apa dan ngapain aja perempuan itu di jalanan kan?! " Indra pun me lanjutkan kata katanya kembali.


kali ini kalimatnya sengaja ia buat terasa pedas di telinga Justin. ia berharap sahabat nya itu menyadari kesalahannya selama ini.


"ndra. loe ?!". ucapnya terhenyak kaget saat seraya menatap Indra tak percaya.


"mungkin ucapan Andra ada benarnya saat itu Tin. bahwa yang salah memang lu. karna lu yang ga pernah menghargai wanita kecuali sama orang yang dekat sama lu dan orang yang lu cintai". ucapnya pelan tetapi begitu sarat akan maksud menghakimi.


"siapa yang elu cintai Justin?. atau siapa yang elu hargai dari kedua perempuan ini. atau gini aja. elu bersikap baik pada Dea apa karena Dea adalah ibu kandung dari anak lu atau si Dea adalah Jasmine anak dari ayah mertua lu?.tanya Indra yang sengaja menantang Justin lewat pertanyaannya


tentu saja hal ini membuat Justin terhenyak kaget mendapati pertanyaan seperti ini dari sahabatnya sendiri. jika kemarin kemarin Dea juga menanyakan pertanyaan yang sama Justin mungkin hanya menganggap Midea terlalu mengada ada dengan pertanyaan tersebut.


maka karena itulah Justin jadi malas menanggapi pertanyaan dari Dea. karena ia berfikir buat apa Dea menanyakan soal perasaan hatinya terhadap Dea dengan Jasmine. toh bukannya mereka satu orang yang sama dengan tubuh yang sama. Jika Justin menghargai Jasmine yah pasti otomatis ia juga menghargai Dea. jika ia mencintai Dea yah pasti otomatis juga lah ia mencintai Jasmine. jadi di mana letak perbedaannya??.


lalu tiba tiba sekarang ini sahabatnya sendiri. yang sering ia mintai pendapatnya, yang sering ia curhati karena Indra lah yang paling bersikap dewasa di antara mereka bertiga bahkan Indra juga yang sering mendukung nya selama ini.


akan tetapi malah sekarang berbalik seperti menyerang dirinya secara tak langsung dengan mengajukan pertanyaan yang sama seperti Dea ajukan sebelumnya.


"Gila loe Ndra. gue ga perlu jawab untuk hal yang begituan". sahutnya seraya menggeleng kan kepalanya heran.


"kalau begitu berhentilah mengejarnya!!". tukas Indra tegas seraya menatap Justin.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.