My D you are the first for me

My D you are the first for me
Tosca??



hai readers ..I am coming back. Selamat menikmati kembali episode ini ya??..


Alma, Dea, dan Dean mengunjungi rumah Qanita dalam syukuran dan juga doa ke berkahan dalam kepergiannya menuju ajang lomba fashion show bertaraf international tersebut.


acara yang di gelar sederhana dan hanya di hadiri ibu ibu pengajian dan juga beberapa anak yatim itu berlangsung khidmat dan lancar hingga selesai. Alma dan Dea tak langsung pulang karena mereka memilih membantu Qanita dalam membereskan rumahnya yang berantakan.


Midea baru saja menyelesaikan pekerjaan terakhirnya di dapurnya Qanita. Satu Piring terakhir telah ia cuci dengan bersih. Dan berniat kembali ber kumpul bersama orang orang yang sudah di anggap keluarga bagi nya untuk melewati akhir minggunya di hari ini.


Saat wanita itu melewati ruang desain milik tantenya Arjun itu. tanpa sengaja netranya menangkap pada beberapa manikin yang di pasangkan pakaian pengantin khas asia selatan pada manikin manikin itu.


Ia begitu penasaran akan gaun pengantin yang di pajangkan di ruang yang tertulis "private room" di atas kusen dari pintu ruang kerja Qanita tersebut. Midea mendekatkan dirinya pada manikin pengantin tersebut dengan nekat menerobos masuk ke ruang pribadi tersebut.


pupil Netranya membuka lebar saat melihat isi ruangan yang begitu mewah dengan beberapa manikin gaun pengantin di dalam nya.


"cantik banget". Desis Midea menatap kagum pada gaun gaun pengantin yang terlihat mewah dan elegan itu.


Midea memperhatikan di setiap masing masing manikin memakai gaun yang memiliki warna yang berbeda beda dengan motif yang berbeda juga. Akan tetapi kesan unik dan khas pada gaun pengantin tersebut tak luput dari ciri khas negaranya tante Qanita.


"Mungkin karena tante Qanita keturunan orang sana kali ya? makanya ia ingin mem -perkenalkan budayanya melalui karya karya nya ini. sama seperti Arjun yang juga suka memperkenalkan negara ibunya lewat makanan". Fikirnya.


"hmm..atau pun memang tante Qanita sendiri yang memang memiliki banyak ide di dalam pikiran nya yang ia simpan selama ini. Dan baru bisa sekarang ia luapkan dalam gambar gambar desainnya. Sehingga terciptalah gaun gaun indah Seperti ini". Midea pun mulai berspekulasi dengan pemikiranya saat ini.


Midea tersenyum seraya memandang takjub pada ciptaan tante Qanita itu. Ia menyentuh kain yang berasal dari bahan yang lembut dan juga nyaman untuk di pakai dalam acara sakral tersebut.


"apakah tema fashionnya tentang pernikahan ya?".gumamnya di hati seraya menatap takjub pada gaun pengantin dengan selendang yang terurai panjang ke bawah menyentuh lantai marmer tersebut.


"ini cantik banget. indah dan mewah. Pasti mahal kalau di pesan". gumam Dea di hatinya saat ini.


seraya tersenyum kecil Dea menatap gaun yang berhiaskan payet berwarna gold yang hampir menutupi seluruh gaun bawahnya serta atasannya dengan motif yang tetap menjadi ciri khas negara tersebut. Senada dengan kain merah menyala yang melambang kan keberanian.


Netra Midea tak berhenti di situ saja satu per satu gaun pengantin ia perhatikan betul detail dari corak dan warnanya hingga tatapannya terpaku pada sebuah manikin yang terletak di sudut ruangan desain tersebut.


tampilan dari manikin tersebut sangatlah berbeda dari gaun gaun yang sebelumnya. Jika gaun yang lainnya menggunakan warna khas gaun pengantin umumnya dari negara tersebut. Justru yang ini warna tampilannya sangat berbeda dari yang lain.


"tosca??". Desisnya pelan seraya menyentuh perlahan kain sutra dengan kualitas nomor satu itu.


kembali ia di buat takjub pada tampilan model gaun pengantin simple tetapi begitu elegan di pandang.


seketika ia teringat pada dirinya sendiri. jika tak sekali pun dirinya memakai atau pun pernah mencoba gaun pengantin pada tubuhnya selama dalam ingatannya. Baik ketika ia menjadi seorang model. atau Bahkan di saat pernikahannya dengan Justin dulu pun tak ada yang namanya sekedar memakai kebaya dalam ijab kabulnya apa lagi gaun pernikahan cantik seperti yang ia lihat saat ini.


Midea menundukkan pandangannya seraya menghela nafasnya sejenak. Ia berniat pergi dari sana dari pada fikirannya terus larut dalam masa lalu yang tak perlu itu.


Di Saat ia membalikkan tubuhnya tiba tiba ia di kejutkan pada sosok wanita paruh baya yang sedang tersenyum simpul menatap dirinya.


"t..an..te..". Desisnya pelan..


tatapan dan senyumnya Qanita cukup mem buatnya merasa gugup, karena sesungguh nya ia merasa tak enak hati jika Qanita saat ini berfikiran dan menganggaap dirinya terlalu lancang dengan beraninya masuk ke ruang kerjanya wanita yang sudah baik pada dirinya dan anaknya selama ini.


Sementara wanita yang bernama Qanita itu semakin melebarkan senyumnya.


"apa kamu suka?". Tanyanya pada wanita yang sudah menanggapnya anak baginya.


Dea yang masih mencoba mentralisir degup jantungnya pun mencoba menelaah saat wanita itu mengajukan sebuah pertanyaan padanya.


"apa kamu menyukai gaun gaun tersebut?". Ujar Qanita yang mengajukan partanyaan pada Midea untuk kedua kalinya.


"su...ka..tan..te..". Jawab Midea seraya menggigit bibir bawahnya menahan malu.


"dari sekian gaun di sini mana yang lebih kau sukai De?". Tanya Qanita yang berniat akan meminta pendapat wanita yang pernah terjun ke dunia modeling tersebut.


"a..ku. .?. Tante meminta pendapatnya aku??". Tanya Midea gugup dan pesimis jika seorang Qanita akan meminta pendapatnya saat ini setelah apa yang ia perbuat sebelumnya di rumah wanita yang ada di hadapannya ini.


"iya. Gimana menurut kamu tentang hasil rancangan tante semuanya?".apakah menurut


kamu ada yang kurang?. atau mungkin pernik nya yang terlalu berlebihan?". Tanya Qanita memastikan.


"semuanya cantik cantik dan juga indah tante. Aku suka". Sahutnya seraya tersenyum.


" tapi sayangnya gaun ini pastilah sudah memiliki ukurannya masing masing di setiap tubuh modelnya yang akan mereka pamerkan di atas panggung catwalk nantinya". Gumam Midea di hatinya.


"benarkah?". Tanya Qanita memastikan .


"baiklah terima kasih Dee. Tante senang merasa puas sekarang?". Ucap Qanita.


"sama sama tante". Sahut Dea kikuk seraya menatap diam pada aktifitas kecil Qanita yang mengecheck ulang hasil rancangannya.


Mereka terdiam sejenak lalu Dea mencoba memberanikan diri bertanya tentang gaun pengantin yang berwarna beda dari warna pada umumnya dari gaun pengantin khas asia selatan tersebut. Meskipun ia ragu untuk memulainya


"tan..te". panggil Midea pelan tetapi cukup di dengar oleh wanita paruh baya cantik itu.


"ya. Ada apa De?". Tanya Qanita.


"mengenai tosca". Ucap Midea ragu


"tosca??".Tanya Qanita untuk memastikan pendengarannya.


Yok ke next chapter ya reader..


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.