My D you are the first for me

My D you are the first for me
menghabiskan senja dalam bahagia



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Di sore harinya...


"Dee...". Pekik seorang pria muda yang sebaya umurnya dengan Jasmine.


Dialah Rendy yang selama masa kehamilan Midea pria muda itu banyak membantu Midea melewati masa kehamilannya. Bahkan saat Dea ingin melahirkan di tengah malam buta temannya Jasmine itu juga yang turut mem -bantunya selain Alma dan Danang.


"ayah". Sambut Dean sumringah saat Rendy telah masuk ke teras rumahnya.


"hallo anak ayah yang paling ganteng dan pintar udah di sini rupanya". Celetuk Rendy seraya menggendong tubuh gembul yang sudah lama tak ia gendong itu.


"iya. Tadi pagi pagi sampek sini sama unda". Jawab Dean seraya memeluk leher Rendy.


"hai De. Apa kabar?". Sapa Rendy saat melihat Dea keluar dari dalam rumah demi menyusul Dean yang tadinya bermain di teras rumah.


"baik Ren. Kamu sendiri gimana?". Tanya Dea kembali.


"like you see"( seperti yang kamu lihat)". Ucap nya seraya mengangkat satu bahu kanannya sementara tangan kirinya menggendong Dean.


"ayok masuk". Ajak Dea pada Rendy.


Saat Rendy menurunkan Dean di atas sofa ruang tamu, Midea langsung ke dapur dan kembali dengan segelas air putih dingin di tangannya.


"maaf ya Ren. cuma ada ini. Soalnya aku belum belanja buat memenuhi kebutuhan di dapurku". Ucap Midea jujur dan merasa tak enak hati.


"hehehe..ya ga masalah De. aku juga maklumi kok. Kamu ini nganggap aku seperti orang lain saja"..ujar Rendy dengan kekehan.


Lalu ia mengambil gelas air putih tersebut dari tangannya Dea dan langsung meminum nya hingga habis ludes tak bersisa. Sontak hal ini membuat Midea melebarkan kelopak matanya seketika menatap heran pada pria yang sudah di anggap salah satu teman dekat nya selain Arjun dan Sagita. Begitu pun Dean yang merasa heran pada pria yang di panggil nya ayah itu.


"ayah haus beyat Ya?". tanya Dean heran seraya menatap antara Rendy dan gelas kosong yang baru saja di letakkan Rendy di atas meja.


"hehe...iya Dee. Tadi pulang kerja ayah belum sempat minum makanya sekarang jadi haus berat nih" kekeh Rendy.


"kamu mau aku temenin belanjanya De?. biar sekalian sama aku. Karena aku juga mau belanja kebutuhan pribadi?". Tawar Rendy yang ia pikir sekalian belanja untuk keperluan pribadinya sendiri malam ini selepas pulang dari sini.


"apa masih capek?". Tanya Rendy yang mem- perhatikan wajah wanita manis itu yang masih berfikir.


"ga Ren. Ya udah aku mau". Sahut Midea sembari tersenyum tipis.


"oke. Kita berangkat sekarang ya?. kamu mau kan?". Tanya Rendy kembali menanyakan pendapat Dea.


"nanggung waktunya Ren. Habis maghrib aja ya?". Saran Dea.


"ga apa. Nanti maghribnya kita singgah ke musholla, Terus lanjut lagi setelahnya. Aku pingin bawa Dee main malam ini. Udah lama soalnya aku ga main bareng sama si bocah. Boleh kan bunda?". Ujar Rendy dengan penuh harap.


Midea menanggapinya dengan senyum lalu meminta pada putranya untuk bersiap pergi jalan jalan dengan ayahnya.


"malam ini kita jalan jalan ya. Dee mau kan?". Tanya Rendy memastikan pada bocah tampan itu.


"mau. Dee mau ayah". Sahut Dean antusias.


"berhubung Dee udah mandi. Dee ganti baju dulu ya?". Pinta Rendy pada bocah itu.


"oke ayah". Sahut Dean yang langsung meminta pada bundanya untuk memberikan nya baju yang bagus.


Akhirnya Sore itu baik Rendy, Dean dan Dea menikmati hari dengan berbelanja bersama hingga maghrib datang. Seperti yang di kata kan Rendy sebelumnya jika maghrib hari ini mereka lewati di sebuah musholla di yang terdekat dari sebuah mall terbesar di kota itu.


Rendy mengajak bocah itu untuk berjamaah bersama dengan para makmum lainnya. sementara Midea melihat dari kejauhan bagai mana seorang Rendy mengajari Dean untuk berwudhu dengan baik dan benar hingga selesai.


baik Rendy dan Dean sama sama terlihat ceria sore itu. Hal ini juga yang membuat Dea juga ikut merasakan sensasi lain di hatinya. Rasa senang dan tenang yang ingin Dea rasa kan lagi hingga raut bahagia bisa terpancar dari wajahnya tanpa harus ia ungkapkan pada siapapun.


Sebenarnya sedari Rendy tiba di rumahnya Midea juga memperhatikan bagaimana Rendy memperlakukan Dean dengan baik hingga saat ini Midea sering memperhatikan mereka berdua secara diam diam


Masih di dalam musholla dalam doanya Dea memanjatkan rasa syukur jika ia telah di beri kan seorang anak seperti Dean dan juga di pertemukan oleh orang orang setulus Alma, Danang, Sagita, Arjun dan juga Rendy. Meski pun sebelumnya ia sempat berfikir jika Rendy juga sama seperti Retha yang kecewa karena dirinya bukan Jasmine.


tapi setelah mendengar penjelasan dari tante Alma mengenai Rendy.


Beberapa jam yang lalu.


Saat keduanya sedang memperhatikan Dean yang tertidur pulas di kamar tidurnya almh Naminka. Alma mengutarakan segala hal yang tersimpan di hatinya.


"Midea Jasmine. Maafkan tante yo selama ini jika tante juga ikut menghakimi kamu saat itu". Ucapnya dengan penuh penyesalan.


Midea menatap Alma dengan tatapan yang sulit di artikan. Antara kaget sekaligus heran mendapatkan sikap Alma yang tiba tiba menjadi melow seperti ini.


Midea teringat kata katanya Alma saat dirinya masih di penjara. bahwa wanita itu ingin dia kembali pulang ke rumah ini meskipun dirinya bukanlah Jasmine yang mereka nanti.


dan Karena itu juga Midea ingin kembali merasakan hidup seperti dulu. Saat di mana ia hidup tenang bersama Alma dan Danang dalam masa kehamilannya hingga kelahiran nya.


Midea menggeleng pelan seraya berkata


"jangan di ungkit lagi soal itu. Aku pulang karena aku ingin hidup tenang bersama kalian lagi". Ucap Midea sembari menatap wanita baik yang ada di hadapannya kini.


Alma tersenyum lega lalu memeluk Dea.


"terimakasih sayang. Sudah kembali hadir di sini". Ucapnya penuh syukur.


"iya ma. semua juga karena kalian yang telah tulus memperjuangkan aku". Sahut Dea seraya membalas pelukan dari ibu angkatnya itu.


Lalu keduanya saling melepaskan pelukannya


"nanti sore Rendy kemari". Ujarnya tiba tiba.


Midea langsung tersentak menatap tajam ke arah Alma. Alma yang tau perubahan pada sikap putri angkatnya itu langsung bertanya


"kenapo?".


"apa mama menghubungi semua orang jika aku di sini?". Tanya Midea yang kini terselip rasa takut.


"indak.indak semua. Cuma Rendy sajo". Jawab Alma jujur seraya menggeleng pelan.


"hah..syukurlah". Balas Dea sembari bernafas lega.


Alma tersenyum menatap wajah sang putri.


lalu ia berkata.


"ambo mengerti sayang. Saat awak sudah memutuskan pulang ke sini. Itu berarti ambo harus melindungi kalian dari orang orang yang membuat hidup kalian tidak nyaman"


"karena itulah ambo tidak menghubungi siapa pun kecuali Rendy yang ambo pesankan untuk tidak memberitahukan siapapun jika kalian di sini".


"benarkah. Apakah Rendy bisa di percaya?". Tanya Dea tak percaya pada apa yang di katakan Alma.


"iyo sayang. Rendy selama ini cukup bisa di percaya". jawab Alma jujur.


Lalu Alma menceritakan tentang rasa rindu yang ia alami selama ini terhadap Dea dan Dean. Ia curhat pada Rendy setelah selesai menghubungi Dea beberapa hari yang lalu.


Alma menceritakan pada Midea bagaimana sebelum nya Rendylah yang menyarankan jika Dea pulang kembali ke sini, Rendy berharap Alma dapat menjaga ketenangan dan juga kenyamanan hidup Dea selama di sini dengan tidak memberitahukan pada siapa pun jika ibu dan anak itu ada di sini.


Alma juga betcerita banyak mengenai Rendy yang bagaimana dulunya pria muda itu selalu berusaha memberi pengertian pada tante Alma dan juga orang orang yang sedang meragukan bundanya Dean.


bahwa siapa pun bundanya Dean saat itu, entah seorang Midea atau Jasmine yang sedang menipu semua orang atau tidak. Rendy ingin tante Alma yang sudah di anggap ibu bagi bundanya Dean itu, janganlah terlalu menghakimi seorang Midea yang sedang menggantungkan harapannya pada kita yang sudah di anggap keluarga oleh Midea.


Midea berucap syukur dalam hatinya. Bahwa senja di hari pertamanya ini di awali dengan rasa bahagia setelah ia mengingat cerita dari Alma yang kini menjadi mama angkatnya.


...**************...


Hallo readers khususnya yang baru singgah ni. aku mohon di baca ya hingga tuntas. Jangan di boom like. Karena bisa menurunkan performa karyaku. Jadi aku mohon readers yang baik. Di baca hingga akhir. Bukan di like tanpa di baca . Oke readers. Terima kasih ya buat dukungannya.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.