
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
"Kalian berdua pacaran??!".tanya Satria seraya memicingkan kedua netranya yang sedari tadi melihat dua insan bak pasangan sejoli yang memadu kasih tanpa perduli jika ada orang lain di sini.
"hah??!".pekik Arjun yang terhenyak kaget saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Satria barusan.
Sedangkan Sagita terbatuk batuk akibat tersedak oleh minumannya sendiri. dan Satria masih duduk dengan santainya memandangi tingkah mereka berdua dengan tatapan yang mengintimidasi.
"kok ga di jawab??!". Tanya Satria kembali saat keduanya sudah mulai tenang.
Arjun tersenyum kikuk seraya melirik ke arah Sagita yang saat ini sedang menundukkan pandangannya seraya menyelipkan rambut nya di belakang telinganya.
"Arjun". Panggil Satria seraya menatap mahasiswanya itu.
"ya bang. kok ga di jawab?. kamu punya hubungan apa sama adik sepupu saya ini?". Tanya Satria yang mulai bernada interogasi.
Dering ponsel miliknya membuat tatapannya Satria teralih kan dari dua sejoli yang memiliki hubungan status yang belum pasti itu. Ia melihat nama dari abang sepupunya dalam panggilan masuk.
"ya bang". Sapa Satria.
"Bang udah di parkiran kafe. Kamu ada di mana nya dek?". Tanya Justin.
"di dalam bang. Sebentar biar aku keluar jemput abang ke sana sekarang". Ujar Satria.
Lalu ia bangun dari duduknya dan meninggal kan keduanya dalam keadaan lega.
"hah. Syukurlah". Desis Sagita.
"kamu sih Jun. Pake sentuh sentuh aku segala. Udah tau ada dosen kamu diu situ". tegur Sagita.
"yah siapa suruh makan belepotan. Kayak anak kecil. Melebihi Keyra dan Dean tau ga?". Mereka aja masih kecil gitu rapi makannya. masa kamu yang udah besar gini bisa bisanya saos sama kecap nempel di bibir kamu ". Balas Arjun yang tak mau di salahkan oleh kakak letingnya itu.
Sagita mendelikkan kedua matanya menatap Arjun yang membandingkan dirinya dengan dua ponakannya.
"atau ngarep ya aku yang bersihin?!". Goda Arjun seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Ga ah". Sahut Gita reflect dengan wajah merona malu.
"tapi aku ga keberatan kok kalau tiap hari aku yang harus bersihin bibir kamu yang lagi belepotan saos, kecap, mayonaise dan segala macam yang nempel nempel di situ".tukas Arjun seraya menunjukkan bibir Sagita dengan netra dan bibirnya.
"Arjun. Yang sopan kamu!"..hardik Sagita yang semakin merona malu.
"hehehe...". Kekeh Arjun geli menatap Sagita.
"gimana kabar dua D?". Tanya Sagita untuk mengalihkan pembicaraan.
"cieee....ngalihin pembicaraan ni ceritanya?". Goda Arjun kembali.
"enggak ah". Bantah Sagita.
"iya". Balas Arjun memastikan.
"enggak". Bantah Sagita.
"iya aja napa sih?". Goda Arjun kembali.
"isss kamu tu ya . Emang nyebelin dari dulu". Dumel Sagita seraya ingin beranjak dari duduknya.
"eitss. Mau kemana sih. Kayak si Dea aja main kabur kaburan segala. Entar ku rante baru tau kau Git". Ujar Arjun seraya menahan tubuhnya Sagita agar duduk kembali.
"kebelet tau". Sahut Sagita sedikit kesal.
"ooo...iya deh. Silahkan ibu Sagita kristiani". Ucap Arjun mempersilahkan tamu pentingnya itu ke kamar mandi yang berada dekat dengan tempat yang mereka duduki saat ini.
Sagita pun dengan segera meninggalkan Arjun ke sebuah ruangan yang ia tuju. Sedang kan Arjun memantau kembali suasana pesta melalui layar monitor ponselnta yang kini terhubung pada cctv dari segala ruangan kecuali ruangan privat.
setelahnya ia iseng membuka galeri ponsel nya untuk melihat lihat foto foto lama saat masih ada Dean di kota ini. Rasa kangen kembali menyelimuti padahal sebelumnya ia sudah melakukan panggilan video teehadap bocah tampan itu.
Tak lama kemudian sagita kembali lalu duduk di meja yang tadi bersama dengan Arjun di sampingnya. Ia melirik ke arah ponsel Justin dan terlihatlah foto foto lawas yang kalau di hitung mungkin kebanyakan foto fotonya Dean.
"kangen ya bang sama anak angkatnya?". Ujar Sagita yang kini gantian menggoda Arjun melalui foto fotonya Dean.
"emmm... Yah gitulah. Pada hal baru juga tadi aku video call sama tu bocah. Ehh udah kangen lagi deh". Sahut Arjun jujur.
"mungkin karena secara ga kontak langsung". ujar Gita.
Lalu keduanya terdiam sejenak.
"ehh..Jun. Kenapa kamu ga ke sana aja sih. Ketemu lagi sama mereka. Ajak main lagi Dee nya. Kan ketemu langsung kan bisa bebas kamu nya mau ngapain tu anak". Saran Gita.
"baru juga dari sana akunya Ta karena tugas kantor". Balas Arjun.
"ehmmm.....Gimana kalau kita aja yang pergi berdua ke sana. kan ga apa kan jika sesekali liburannya aku menghabiskan di kota itu". ucap Sagita.
seketika Arjun mengernyitkan dahinya sesaat mencerna kata katanya Gita barusan.
"serius nih kamu?"..tanya Arjun kurang yakin.
"iya. Beneran Jun. Jadi mau perginya rame rame sekampung gitu biar yang lain pada tau di mana dua D itu berada. Apa lagi abang sepupu aku yang satunya lagi". ujar Sagita menjelaskan panjang lebar.
"mmm..oke. Di tampung idenya". Sahut Arjun.
"kapan?". Tanya Sagita memastikan.
"kok aku?. Ya harusnya kamu dong yang rencanain jadwalnya. Wong kamu yang punya ide kok". ujar Arjun.
"aku mah gampang. saat persidangan minggu ini selesai. Aku bisa free seminggu di minggu depannya. tapi kamu yang sulit karena kan kamu setiap harinya harus ngantor Jun kecuali sabtu minggu. Itu pun di sabtunya cuma setengah hari". tukas Sagita menjelas kan panjang lebar.
"iya juga sih". Jawab Arjun seraya manggut manggut.
""so, when do you have time for us to go there. I also want to meet them both". ( jadi, kapan kamu punya waktu agar kita bisa pergi ke sana. Aku juga pingin ketemu sama mereka berdua". Ucap Sagita menanyakan jadwal keberangkatan mereka pada Arjun.
"nanti deh aku konfirmasikan ke kamu begitu ada jadwal". Sahut Arjun.
"oke. Aku tunggu. Tapi kalau bisa seminggu kemudian ya. Takutnya setelahnya aku punya jadwal sidang baru". Jawab Sagita seraya meminum minumannya kembali.
"fine. Aku usahain deh biar jadwalnya sama dengan jadwal free timenya kamu". Balas Arjun kembali.
"iya. terserah gimana enaknya kamu aja deh". Ucap Sagita seraya mengangkat kedua bahunya sebagai respon baik atas pernyataan Arjun.
Kini Mereka terdiam dalam pikirannya masing masing seraya tersenyum kecil. Lalu di beberapa menit kemudian keduanya pun kembali bercanda dalam diam. Mereka kini berkomunikasi via chat di ponsel mereka. Di karenakan suasana semakin berisik antara bunyi dentuman musik yang kini tengah mengalun keras seiring semangatnya para chef chef yang memainkan alat dapurnya untuk menyajikan makanan untuk para undangan pesta.
Sementara tanpa mereka berdua tau ada seorang pria yang tengah mengepal kuat tangannya menahan amarah karena mendengarkan percakapan dan juga rencana rencana yang mereka buat barusan.
"brengsek mereka. Ternyata merekalah yang menyembunyikan dua D ku selama ini". desisnya geram seraya menatap tajam ke arah dua insan yang sedang tersenyum dalam diam itu.
Ia segera melangkah berniat menghampiri mereka dan menanyakan keberadaan dua D nya. Akan tetapi baru juga ia akan menggerak kan tubuhnya satu tangan kekar menahan tubuhnya.
"jangan bang. Jangan!".
Ia menatap ke wajah adik sepupunya itu dengan nafas yang tak teratur akibat hatinya yang kini sedang menahan amarah yang memuncak. Sungguh, ia seperti di permain kan oleh pria muda ini. Pria yang menjadi panutan di dalam hidup kedua anaknya saat ini. di tambah lagi adik sepupu perempuannya yang juga turut berkomplot pada pria muda yang selalu membuat ia cemburu.
"ayok bang. Kita gabung sama bang Indra di lantai dua".
Ia masih bergeming menatap dua sejoli yang kini sedang bercanda dan saling tersenyum ria di tengah suasana pesta yang masih meriah di luar sana yang masih di pandu oleh beberapa MC yang juga merupakan alumni yang sama di kampus itu.
"ayok bang. percuma abang terus berdiri di sini. Lebih baik kita cari solusi dengan cara kita sendiri."I have an idea. so I ask my brother to come with me now". ( aku punya ide. Jadi aku minta abang ikut aku sekarang ).
"What do you mean?"( apa maksudmu?)".
.Lanjut ke next chapter ya readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
Terima kasih.