
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Di saat ia mengenang beberapa hari yang lalu seraya menatap keluar jendela tanpa terasa Taxi yang di tumpanginya tiba di depan pintu masuk bandara. Midea di persilahkan turun dan membayar sesuai dengan tarif yang tertera di argo.
"thank you madam". ucap supir taxi tersebut seraya berlalu.
Midea pun segera masuk ke Bandara di karenakan cuaca dingin masih menyelimuti benua tersebut. Midea segera melapor ke bagian ticketing officer untuk segera di proses tiket yang di pesan Midea secara online via apk melalui ponselnya Justin tadi pagi.
""In whose name is your ticket madam?( atas nama siapa tiket anda nyonya?)".tanya petugas tiket tersebut.
"Midea Hasxander and Mykehl Deansyah". sahut Midea.
"ohh.. mr. Justin Kehl Ardiansyah?!". sebut petugas tersebut.
"ya". sahut Midea mantap.
"ok madam please wait a moment because the plane will depart in a few minutes"( baik nyonya silahkan menunggu sebentar karena pesawat akan di berangkatkan sebentar lagi)". titah petugas tersebut ramah.
Dea dan Dean pun menunggu sebentar hingga akhirnya pengumuman keberangkatan nya pesawat mereka pun tiba.
"kita puyang sekalang unda?".tanya Dean saat berada di dalam pesawat dengan mengguna kan tiket business class di mana biasanya Justin selalu menggunakan tarif tersebut saat pria itu bolak balik antara Australia - Indonesia.
pesawat bergerak naik meninggalkan negara yang sempat membuatnya koma karena hipotermia selama tiga hari. ia menatap Dean dan tersenyum karena tujuannya datang ke sini untuk mengambil putranya kembali.
"good bye Justin. semoga kita tak bertemu lagi". ucap Midea di hatinya seraya menatap keluar jendela di mana masih terlihat cahaya lampu dari benua tersebut.
"Dee.. istirahat aja ya sekarang". titah Dea lembut pada putranya itu.
"kalna jalannya masih jauh ya unda? ". tanya Dean yang mengerti perjalanan indo-australia karena saking seringnya melakukan perjalanan tersebut bersama Justin atau pun keluarga Ardiansyah lainnya.
"iya sayang. kita istirahat aja ya". sahut Midea seraya melirik ke layar monitor tv mini flat yang berada di hadapannya yang menunjuk kan waktu jam malam. bahkan kini rute penerbangan ke luar negri saat ini pun adalah rute penerbangan terakhir di hari ini.
Midea mencoba memejamkan kedua matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya meskipun pikirannya masih bertumpu pada Justin yang kini sedang panik mencari dirinya. Midea tau jika saat ini pria brengsek itu akan merasa sangat kehilangan putranya bukan dirinya karena memang tak ada cinta untuk dirinya sebagai perempuan yang bernama Midea Hasxander.
seorang Justin dan keluarganya hanya menyukai perempuan yang bernama Jasminka Orchidea, gadis dari keluarga baik baik bukan wanita yang berasal dari tempat hina seperti dirinya.
Justin menerima dirinya hanya karena dirinya melahirkan keturunan mereka tetapi jika tidak seorang Justin sampai kapan pun tidak akan mengakui dirinya.
sementara Justin yang telah menunggu Midea dan Dean lebih dari setengah jam terpaksa harus menyusul mereka di toilet wanita. ia mondar mandir di depan toilet wanita yang tampak sepi itu. hingga akhirnya seorang petugas kebersihan keluar dari sana segera Justin menanyakan perihal wanita cantik yang berhijab dengan seorang anak laki laki yang berusia tiga tahun.
""I didn't see anyone inside". jawab petugas tersebut.
seketika itu juga jantungnya berdegup kencang tak karuan. sontak ia nekat masuk ke dalam toilet wanita tersebut untuk mencari anak dan istrinya. di susul petugas wanita tadi yang juga ikutan masuk mencegah Justin yang di pikirnya mengganggu ketertiban umum meskipun posisi toilet dalam keadaan kosong.
""sorry sir you can't be here. this is not your place. you have to get out right now" ( maaf tuan anda tidak boleh berada disini. ini bukan tempat anda. anda harus keluar sekarang juga)".titah petugas kebersihan tersebut.
tetapi Justin tak perduli seraya memanggil kedua nama yang ada di hatinya kini.
"Dea. Dee". panggil Justin seraya memeriksa toilet satu persatu.
"Midea". panggil Justin kembali dengan lantang.
"Dee". kembali ia meneriakkan nama anaknya.
"Sir i beg you to get out right now. or I call security". (tuan saya mohon anda harus keluar sekarang juga. atau saya akan memanggil petugas keamanan)". titah petugas tersebut tegas.
""Where are my children and wife". ( di mana anak dan istriku)". Justin kembali bertanya kepada petugas tersebut.
""I don't know sir. indeed since earlier I entered there was no longer anyone in here"
( saya tidak tau tuan. memang sedari tadi saya masuk tidak ada siapapun di dalam sini) ". sahut petugas tersebut mulai kesal.
Justin keluar dari toilet dan segera menghubungi keluarganya yang di rumah.
"ya nak. gimana jalan jalannya.kapan pulang? ". sapa Mona basa basi.
"belum. bukannya mereka nanti pulangnya sama kamu Tin?. tunggu!. sebenarnya apa yang terjadi tin?". tanya Mona yang mulai curiga pada putranya itu.
"nanti aku jelasin di rumah ma". sahut Justin yang langsung menutup telponnya.
seketika ia teringat akan cctv yang berada di restoran ini
"I want to see the CCTV footage here". ucap Justin pada petugas kebersihan itu.
"fine sir. I will show you the place"( baik tuan. akan saya tunjukkan tempatnya". sahut petugas tersebut.
lalu petugas tersebut menemui bagian kepala keamanan gedung dan menceritakan tentang Justin yang kehilangan anak dan istrinya di toilet restoran.
kepala bagian keamanan tersebut mencoba membantu Justin dengan memutar rekaman cctv di satu jam yang lalu. Justin dan para sekuriti melihat rekaman tersebut hingga terlihat Midea dan Dean yang keluar toilet restoran tetapi tidak kembali ke kursi di mana mereka duduki.
"that's my wife and my son. "Where are they going? why don't they come back".( itu istri dan putraku. mau kemana mereka?. kenapa mereka tak kembali? ". pekik Justin seraya menunjukkan ke layar monitor.
"we will Follow them sir". ( we akan ikuti mereka pak)". sahut sekuriti yang memegang kendali monitor.
lalu sekuriti tersebut mengarahkan ke rekaman cctv lainnya yang terdapat jejak Midea dan Dean hingga berakhir di halaman gedung yang akhirnya di ketahui jika Midea telah pergi membawa Dean bersamanya dengan sebuah taxi yang tentu saja menimbulkan pertanyaan di diri Justin dan yang lainnya akan kelakuan Midea.
Justin terpaku dan terdiam menatap rekaman terakhir tersebut. sungguh perbuatan Midea melukai hati dan harga dirinya di depan para petugas yang tadinya ia buat repot. ia pikir anak dan istrinya itu di culik oleh orang orang yang tidak menyukainya karena saingan bisnis.
"Sir, this is the number of the taxi that brought your son and wife. We can trace it from here to where they took your wife and son" ( pak ini adalah nomor taxi yang membawa putra dan istri anda. kita bisa melacaknya dari sini kemana mereka membawa putra dan istri bapak)". ujar petugas operator cctv tersebut seraya memberikan secarik memo yang bertuliskan sebuah nomor taxi.
"thank you". ucap Justin tulus seraya mengambil secarik kertas tersebut.
lalu ia pun pergi dari situ menjemput putrinya yang ia tinggalkan dengan seorang manager restoran di sana.
"Thank you for taking care of my child"
( terima kasih sudah menjaga anak saya)". ucap Justin tulus dengan hati yang masygul kepada manager restoran tersebut.
"you are welcome sir". balas manager restoran tersebut.
"kak. ayok kita pulang". ajak Justin seraya menggendong putri satu satunya itu.
"adek Dee sama bunda mana? ". tanya Keyra lemah karena sudah merasa kelelahan.
"sudah Daddy suruh pulang duluan tadi". dusta Justin.
Keyra pun bersandar di bahu Justin karena matanya mulai terasa berat. hingga akhirnya ia pun tertidur di pundak Daddynya itu.
...***************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.