My D you are the first for me

My D you are the first for me
Daddy kita break ya



Hai my readers Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"mengenai seklit mitingnya kita.. kita... bleak aja dulu ya Daddy".


..."Deg"...


jantung Justin seperti berhenti berdetak untuk sesaat ketika ia harus mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang putra.


"apa??? ". desisnya pelan.


"break??. maksud Dee berhenti??". tanya Justin memastikan pendengarannya.


"iya Daddy. kita bleak. cetop buat ketemuan nya". sahut Dean jujur.


"iya. tapi kenapa Dee?. kenapa harus di stop? ". bukankah selama ini Dee happy happy aja kan ketemu sama Daddy?".tanya Justin resah.


"iya Dee happy kok. tapi bunda lagi cakit Daddy. Dee ga mau liat bunda cakit lagi karna


bunda cakit tiap kali Dee abis ketemu sama Daddy". ungkap Dean jujur.


"kenapa bisa begitu Dee?. Daddy kan selama ini cuma ketemunya sama kamu aja sayang. Daddy juga ga mau nyakitin bunda dengan menampakkan diri Daddy di hadapan bunda. Daddy tau itu kok. itu makanya kenapa kita buat secret meeting begini sayang".ujar Justin menjelaskan panjang lebar.


"tolong ya nak. jangan buat Daddy kecewa lagi. Daddy pingin sekali terus dekat sama kamu. bahkan Daddy udah ngontrak rumah di sini biar nantinya kita bisa masak sama sama


main sama sama, apa lagi nanti kalau ada kak Keyra datang ke sini". ungkap Justin kembali memberikan pengertian pada putranya itu.


"tapi Daddy... kecelamatan unda dan juga kebahagiaannya unda juga penting buat Dee. celama ini unda udah bahagia cama nenek, atok, papa, ayah dan yang lainnya. campe Daddy.. Daddy da.. datang kemalen. unda cakit cakitan teyus Daddy". ungkap Dean dengan suara yang mulai terisak kala bocah itu mengingat kejadian mengerikan selama dua hari berturut turut di depan matanya.


Justin terdiam dan merasa trenyuh hatinya saat melihat netra indah itu mulai mengkristal dan seketika luruhlah setitik bening di pipi gembul itu.


Justin mendekati Dean dan mengarakan tangannya lalu mencoba menghapus air mata bocah itu dengan tangannya, meskipun saat ini hatinya menangis membayangkan tak akan ada lagi tawa riang yang ia rasakan secara langsung nantinya.


"ya udah. Daddy akan ikuti yang kamu minta". ucap Justin dengan tenggorokannya yang tercekat.


"kamu bisa menjaga bunda di sini dan buat dia selalu bahagia. karena.. karena ya cuma Dee yang bisa bikin bunda bahagia. okey? ". ujar Justin seraya mencoba tersenyum dengan hati yang masygul.


"iya Daddy". sahut Dean seraya mengangguk kan kepalanya pelan.


Justin menatap sendu wajah tampan miliknya dulu. rasa sesak menyeruak di dadanya saat ini.no secret meeting berarti tak ada lagi yang namanya perjumpaan secara fisik. lalu ia teringat pada ucapan Rendy yang memojok kan dirinya.


"Dee"..panggil Justin pelan.


"ya". sahut Dean.


"selama Dee tinggal sama bunda. om Rendy apa sering main ke rumah?". tanya Justin menelisik.


"maksud Daddy?. ayah? ". tanya Dean memastikan apa yang di maksudkan oleh Daddynya itu.


Justin tersenyum sinis seraya mengepalkan tangannya geram saat putranya memanggil pria sok dewasa itu dengan sebutan "ayah" yang pasangannya kata nya lebih dekat dengan kata "bunda" dari pada dirinya yang di panggil "Daddy" oleh darah dagingnya sendiri.


yang tentu saja kata tersebut sangat jauh dengan pasangan kata dari bunda. rasanya begitu rancu di dengar oleh telinga orang orang pada umumnya.


"iya. sering. tapi ke lestolan aja. makan ciang sama Dee dan kadang sama unda di citu". ujar Dean jujur pada apa yang di lihatnya selama ini.


"kalau ke rumah?"..apa sering juga?". tanya Justin penasaran.


"kalau ayah libul kelja aja. biacanya weekend ayah cuka ngajak kita jalan jalan cama nenek dan atok. tapi Dee seling pigi cama unda dan juga ayah". jawab Dean polos.


seketika ia menggeretakkan giginya menahan rasa geram atas apa yang di ungkapkan Dean barusan. Justin mulai berspekulasi terhadap apa yang ada di hatinya yang mulai merasa terbakar rasa cemburu.


Justin cemburu??. yah. mungkin. karena waktu kebersamaan yang di lakukan Rendy terhadap dua D nya adalah miliknya. bukan pria muda sok dewasa itu. apa lagi secret meetingnya yang merupakan satu satunya jalan untuk menjalin hubungan dekat dengan putranya pun harus hilang karena alasan yang di kemukakan oleh Dean.


Justin yakin ini pasti ada kaitannya dengan Rendy yang mencoba memisahkan serta menjauhkan dirinya dengan dua D nya melalui kepolosan putranya dan juga sakitnya Midea.


"brengsek kamu Ren. ternyata memang kamu lah pagar makan tanaman selama ini. berpura pura menjadi teman baik istriku hanya untuk menjauhkan aku dengan anak kandungku sendiri". gumam Justin kesal mendongkol di hatinya.


"Daddy. kita puyang yuk. nanti Dee di cariin sama atok kalau tau Dee ga ada di cekolah nanti". pinta Dean tiba tiba yang ingin di pulangkan segera ke sekolah.


Justin menatap sendu pada putranya lalu membelai lembut rambut yang berikal seperti rambutnya tetapi memiliki kelembutan yang sama dengan bundanya.


Justin teringat saat pertama kali melihat rambut Midea yang asli ketika ia menatap terpana pada tarian misteriusnya Midea di atas panggung dari Aula studio perusahaan nya yang berada di Jkt.


rambut midea yang bercampur dengan dengan warna asli yang hitam pekat dan keriting coklat di bagian bawah. hampir sama persis yang di miliki Dean saat ini.


apakah karena Justin yang kebetulan terpikat akan pesonanya Midea yang tersembunyi malam itu, atau memang sudah di takdirkan agar ia menanam benih mahalnya di rahim nya Midea yang ia anggap murahan saat itu.


entahlah, Justin tak pernah mengerti dengan perasaan hatinya saat itu. tapi yang jelas bagaimana penampilan Midea malam itu adalah tercermin pada Mykehl Deansyah sekarang ini.


(baca cerita selengkapnya di novel pertama ku yang berjudul Jasminka/orchidea pada episode pesona. jangan lupa tinggalkan jejak di sana ya readers).


"Daddy".


panggilan Dean menyentakkan lamunannya


"ayo Daddy. kita bleak hali ini". pinta Dean.


Justin hanya bisa tersenyum menanggapi permintaan dari putranya.


'iya kita break" sahut Justin pelan.


lalu pria tampan yang kini galau itu mulai menstarter mobilnya dan kembali melajukan mobilnya kembali ke kota tepatnya di mana Dean bersekolah.


"break". kata kata yang seharusnya tak ada lagi dalam hidupnya setelah ia mengalami beberapa kali "break". di dalam hatinya


*


Yok ke next chapter ya reader..


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.