My D you are the first for me

My D you are the first for me
pesan yang terlambat



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


setelah ia mendapatkan informasi mengenai kabar kliennya yang kabur dari keluarga sepupunya itu. Sagita menghubungi Satria, abang sepupu keduanya dari pihak ayah kandungnya.


Satria yang sedang ada di apartemennya Justin langsung mengkodekan pada abang sepupunya itu agar untuk diam sejenak seraya ia mengangkat telpon dari adik Sagita, adik sepupunya.


Satria yang memang sudah tau jika suatu saat Sagita akan menghubunginya tentang permasalahan istri dari abang sepupunya itu langsung menerima telpon dari Sagita dan ia pun langsung menjelaskan tentang masalah yang sebenarnya dan menyuruh adik sepupu nya itu agar tenang dan tidak usah mencari keributan dengan abang sepupunya lagi.


"siapa yang mau cari ribut sih bang. aku cuma pingin tau kenapa Midea bisa sampai kabur lagi dari keluarga itu. kalau seorang istri bolak balik kabur bukannya itu berarti ada masalah dalam keluarganya. berarti suaminya yang memang ga beres. ". dumel Sagita.


sedangkan Justin yang mencuri dengar omelan Gita di ponselnya Satria langsung mendelikkan matanya. tetapi kembali Satria menahan Justin agar menahan diri.


"huss... Git. cukup. jangan memperpanjang lagi oke. pokoknya biarkan mereka menenang kan diri dulu. kamu ga usah sampe segitunya. nyalah nyalahin abang sepupu kamu terus . kan sekarang bang Justin lagi berusaha untuk jadi suami dan juga Daddy yang baik untuk istri dan anak anaknya". pesan Satria di akhir kalimatnya.


"ya semoga yang abang ngomongin itu benar meskipun kesannya terlambat dan ga abang tutup tutupi soal kebrengsekannya dia". sahut Sagita kesal.


"enggak Git. kamu tenang aja ya. pokoknya ini adalah permasalahan keluarga kita. abang harap kamu juga bisa menjaga agar jangan sampai menjadi ranah publik. tolong kamu mengerti". pesan Satria dengan memohon.


"ya. udah ya bang. pokoknya abang kabari aku segera jika Dea kembali" pesan Gita.


"oke. nanti abang kabari kamu.udah dulu ya". sahut Satria seraya menutup telponnya.


Satria meletakkan kembali ponselnya di atas meja ruang tengah di mana Justin dan Satria mengobrol sekarang ini.


"Sagita ngomong apa aja? ". tanya Justin datar.


meskipun ia sudah tau kalau perempuan yang bernama Sagita akan terus menyalahkan diri nya jika sudah menyangkut dengan Midea.


"ga ada bang. dia cuma khawatir aja kok dan menanyakan keberadaan mereka". dusta Satria yang tidak ingin abang sepupu nya itu terpancing emosinya karena omelan Sagita.


Justin tersenyum miring karena mendengar jawaban Satria yang mencoba menutup nutupi omelan Sagita. bagi seorang Sagita dirinya tak pernah ada sisi baiknya di mata gadis itu.


"ga usah di pikirin bang. fokus aja sama kerjaan dan keluarga". pesan Satria yang tau jika abangnya mengetahui jika dirinya berbohong.


tiga hari kemudian...


Arjun kembali ke aktifitasnya semula. sudah seminggu ia berdiam diri dirumah tanpa mau banyak bicara pada siapapun yang di temui nya. selepas pulang bekerja ia singgah ke CR nya untuk melihat tempat yang menjadi salah satu kenangan dirinya bersama sang nenek.


apa lagi saat ia baru memulai usahanya sang neneklah yang banyak membantu dirinya hingga usaha sekecil kios hingga ia bisa membeli tanah sebidang untuk sebuah kafe dan Resto meskipun bangunan itu kecil. tetapi karena rasa khas masakan yang ia tampilkan menarik minat pelanggan untuk terus berlangganan makan dan minum di tempatnya.


Arjun memasuki kafenya. tentu saja hal ini membuat kaget para karyawannya.


"bang Arjun". pekik salah satu karyawan yang menjabat sebagai kasir.


"Arjun". pekik Ravi seraya menghampiri sahabatnya itu dan memeluknya.


"are you okey friend?". tanya Ravi setelah melepaskan pelukannya.


"thank you friend". sahut Arjun seraya tersenyum kecil.


Ravi mengajak sahabatnya itu untuk duduk sejenak sebelum aktifitas mereka di mulai kembali untuk melayani pelanggan vvipnya.


Arjun dan Ravi mengobrol sesaat untuk menceritakan keadaan kafe selama Arjun tak ada.


"kafe baik baik saja kan? ". tanya Arjun.


"awalnya baik tetapi tetap saja mereka menyukai masakan koki favorit mereka bung".ujar Ravi sedikit berbohong.


karena sebenarnya maksud dan tujuannya mengambil cuti adalah ia ingin mengunjungi banyak tempat di daerah Sumatera yang sudah lama tak ia kunjungi selama ia berada di luar negri.


tetapi ia salah prediksi. malah ia terjebak di sini menjadi koki dadakan selama Arjun pergi. awalnya hanya dua hari lalu bertambah menjadi seminggu. otomatis mengurangi jatah jalan jalannya ke tempat lain.


Arjun tersenyum dan tertawa kecil saat mendengar jawaban sahabatnya itu. Arjun tau jika Ravi berbohong karena merasa tak enak hati jika ingin pergi dari sini secara terang terangan.


"kok ketawa?". tanya Ravi heran.


"maaf friend.. kalau seminggu ini aku repotin kau". ucap Arjun tulus.


Ravi tersenyum dan berkata


"ahh... tak apa apa. biasanya itu. namanya juga kau lagi ada musibah. ya ku bantu kau dulu lah". jawab Ravi.


kedua pria itu pun tersenyum dan menyeruput hangat kopi yang sengaja di sediakan anak buahnya Arjun.


"Jun". panggil Ravi.


"hmmm". gumam Arjun seraya meletakkan cangkir kopinya.


"ponsel kau kemana? ". tanya Ravi yang teringat soal pesan yang ia kirim seminggu yang lalu soal Jasmine.


"oh.. itu. ada ni. kenapa? ". tanya Arjun seraya merogoh saku kemejanya untuk mengambil


ponsel yang ia simpan di situ.


"pesannya aku kenapa tak kau baca dan kau balas?". tanya Ravi kepo.


"ohh itu. saat itu aku ga sempat buka bukq hp vi. lagian aku juga tak tau kalau ada pesan masuk dari kau". sahut Arjun.


"ah alesan aja kau ini. masa tak sempat? ".jadi selama seminggu ponsel mahal kau itu kau diamkan saja selama satu minggu Jun". protes Ravi karena otaknya sulit menerima alasannya Arjun.


"iya Vi. masa kau tak percaya. sebentar". ujar Arjun.


lalu ia membuka aplikasi chat dan menunjuk kan pada sahabatnya itu jika ia tidak sedang mode bohong.


"tuh. dari hari sabtu aku sendiri belum sempat buka buka ponsel. dan kau lihat banyak kali chat yang belum ku buka lantaran di sana aku repot kali". ujar Arjun panjang lebar seraya kembali ia tunjukkan pesan pesan yang masih ada notifikasi pesan tersebut.


Ravi pun manggut manggut. sementara Arjun membuka satu pesan dari Ravi. seketika itu juga pupil netranya melebar saat membaca sebuah pesan dari Ravi.


"Rav". panggil Arjun yang masih menatap ponsel yang sudah seminggu di anggurinya lantaran kesedihan yang mendalam pada grandma yang banyak berjasa dalam hidup nya.


"ya". sahut Ravi yang melirik ke layar monitor ponselnya Arjun.


Ravi melihat sekilas isi pesan yang ia kirim kan seminggu yang lalu yang baru saja di buka dan di baca oleh Arjun sekarang ini.


"gilak. pesan seminggu yang lalu baru di bacanya sekarang. benar benar pesan yang terlambat". gumam Ravi di hatinya.


"kau serius Vi? ". tanya Arjun tak percaya pada pesan yang di kirimkan oleh sahabatnya itu.


"mmmm". gumam Ravi.


sungguh saat ini ada rasa penyesalan di diri Arjun yang mengabaikan pesan pesan masuk saat itu. sehingga ia bisa ketinggalan berita jika salah satu teman wanitanya yang malang dan juga anak angkatnya datang ke kafe resto nya hanya ingin di buatkan makanan dari tangannya.


"Dee... ". gumamnya pelan seiring mengutuki diri sendiri yang mengabaikan pesan.


jika pun ia tidak bisa pulang saat itu juga. paling tidak ia bisa bervideo call dengan bocah tampan yang sedang ia rindukan sebelum kabar duka mengenai grandma nya datang.


tetapi sekarang apa mau di kata anak angkat nya itu telah pergi ke kota kelahirannya di mana pastinya ia akan bertemu dengan ayahnya.


"oh tuhan. aku terlambat membuka pesan. sudah seminggu pesan ini sehingga kabar gembira aku lewati begitu saja. maafkan papa Dee. semoga kau tetap bahagia ketemu nenek dan atok dan juga ayah meskipun kau belum ketemu sama papa". gumam Arjun di hatinya.


ia masih terus menatap isi pesan di ponsel nya yang mana terdapat gambar foto yang juga di kirim oleh Ravi.


"udah ga usah lama lama baca pesan yang terlambatnya. masih ada pesan yang lain yang belum kau buka Jun". celetuk Ravi yang tau jika sahabatnya itu masih berfokus pada fotonya Dean yang ia kirimkan seminggu yang lalu.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.