
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
sesuai janjinya Midea pada Keyra jika ia akan mengajak bocah cantik itu tidur bersama dengannya malam ini. sementara Justin juga berusaha meminta ijin pada Dea untuk membawa Dean tidur bersama dengannya malam ini
"ga boleh!". tolak Dea tegas.
"satu malam aja De. cuma malam ini doang kok". pinta Justin yang terus berusaha mem -bujuk mantan istrinya.
"aku bilang ga boleh. ya ga boleh. kamu dengar ga sih". ketus Midea seraya berlalu dari hadapan pria menyebalkan itu.
"Midea". panggil Justin sembari mengedor pintu ruang family suit room yang di tempati Midea dan Alma.
tetapi Midea tak perduli. wanita keras kepala itu tetap membiarkan Justin seorang diri di koridor hotel. sementara Alma yang baru saja keluar dari kamarnya Qanita jadi ikut merasa kasihan pada duda tampan itu saat ia tau jika Midea tak mau membukakan pintu untuk pria itu. ia pun menghampiri Justin dan...
"nak Justin". panggilnya pada pria yang masih keukeuh mengedor pintu kamarnya.
Justin pun menghentikan aksinya seketika dan menoleh ke arah Alma.
"ohh ibu". sapa Justin pada Alma.
"kenapo malam malam begini gedor gedor pintu kamarnyo orang lain. bisa mengganggu tamu yang lainnyo nak Justin". tegur Alma.
"emm.. itu.. itu.. bu.. saya mau ketemu sama anak anak sebentar". jawab Justin mencari alasan.
Alma yang tau jika Justin hanyalah mencari alasan saja lalu ia pun mencoba memberi nasehat pada pria galau itu.
"nak Justin. sudah lah. ini juga sudah malam. besok sajolah kalian berdebat lagi. itu si De Jasmine dan juga anak anak sudah capek dan mengantuk pastinyo. jadi ambo sarankan mengalahlah sajo untuk malam ini. biarkanlah mereka beristirahat dulu. besok nak Justin bisa ketemu dengan mereka lagi". tegur Alma pada pria beranak dua ini.
Justin terdiam sejenak lalu tersenyum pada Alma dan berkata
"baik bu. terima kasih. saya permisi". ujar Justin seraya sedikit membungkukkan tubuh nya pada Alma lalu berlalu dari hadapannya.
"iyo". sahut Alma sembari menatap punggung Justin yang menghilang di balik pintu lift.
"ado ado sajo ceritonyo anak muda sekarang". komentar Alma sembari menggeleng geleng kan kepalanya.
***
di pagi hari Justin sengaja menjemput Midea dan anak anak untuk sarapan bersama di sebuah restoran dari hotel ini. Justin ingin membahas kembali tentang hari ulang tahun nya Dean yang jatuh di hari esok.
dan beruntungnya Justin bisa mendapatkan ketiganya pagi ini. biasanya ia harus ada adegan drama tom dan jerry dahulu jika harus mengajak ketiganya. tetapi entah mengapa pagi ini sedikit berbeda dari biasanya. bahwa wanita keras kepala ini dengan mudah di ajak untuk breakfast bersama dengan anak anak.
"tumben mau di ajak barengan gini. biasanya susah banget". gumam Justin di hati sembari menatap heran pada wanita yang sedang melihat daftar menu restoran saat ini.
"kamu mau makan apa Tin?". tanya Dea ramah.
"ehmm..apa aja yang rendah karbo". jawab Justin.
"iya. yang pastinya apa?". tanya Dea memasti kan.
"yah terserah. yang penting rendah karbo". jawab Justin yang terlalu percaya diri jika Midea akan tau menu sarapan yang biasanya Justin konsumsi saat di pagi hari.
Midea menghela nafasnya sejenak dan memutar bola matanya di karena kesal tiba tiba Menghinggapinya. jika bukan karena anak anak belum sarapan rasanya ia begitu malas breakfast bareng dengan pria brengsek ini
"ya udah. terserah akunya berarti kan?" tanya Midea memastikan.
"iya sayang". jawab Justin dengan memberi kan senyum manisnya lalu mengedipkan salah satu netranya pada wanita berhijab simple itu.
"iss.. najis banget sih. liat lakik genit kayak gitu". celetuk Midea.
"kan cuma sama kamu aja genitnya. bukajn dengan yang lain". sahut Justin.
Miidea hanya tersenyum miring menanggapi pernyataan dari pria yang menyebalkan bagi nya. akhirnya ka terpatri pada satu menu yang memiliki karbo sedikit.
selama dalam penantiam makanan mereka Midea berempat berceloteh ria. yang akhirnya tibalah bagi Justin membicarakan hari esok saat Midea membahas ulang tahun sang putra.
"aku pulang hari ini ke sumatera Tin"..ujar Midea secara gamblang.
"apa??! . kamu mau pulang?. lalu Dee gimana? " . tanya Justin.
"Dee akan pulang bersamaku. lagian udah tiga hari dia libur sekolah. jadi aku harus bawa dia pulang nanti sore. jika kamu mau bermain dengannya. aku ijinin sampei siang ini". ujar Midea seraya melirik jam tangannya.
"lagian mama dan yang lainnya sedang ber siap di rumah sekarang ini. untuk menyambut kamu dan yang lainnya. lalu kamu..... . ". Justin tak mampu melanjutkan kata katanya sebab ia pun tak tau harus nagaimana lagi membujuk wanita keras keoala itu agar mau pulang kerumah orang tuanya.
seiring Justin yang buntu akan kata kata makanan dan minuman mereka pun datang. Justin mengucapkan terima kasihnya pada pelayan tersebut saat menyajikan secangkir kopi yang di seduh dengan penekanan dan suhu tinggi itu lalu di tambah susu.
sedangkan midea mulai menata makanan menurut apa yang di pesan oleh anak anak nya dan juga Justin yang Midea pesankan berupa nasi shirataki dan daging kambing bagian punggung yang di panggang dengan pematangan yang sempurna.
"nih makan dulu. makanan rendah karbo dan juga daging kambing panggang yang di pilih pada bagian yang terendah lemaknya". titah Midea seraya menjelaskan pada pria galau itu.
"selamat makan. dan jangan lupa baca doa makan. tuh anak kecil aja tau baca doa makan tuh gimana". cibir Dea saat ia men -dengar dua bocah sedang membaca doa makan sebelum mereka menyantap makanan nya.
beberapa menit kemudian....
ritual sarapan bersama itu pun selesai sudah.
Justin menahan lengan Midea saat wanita itu hendak pergi meninggalkannya di sini.
"kita belum selesai bicara De".ujar Justin.
"tapi aku harus bersiap siap Justin". Dea menampik tangan Justin dari lengannya.
"Dee please.. tinggallah satu hari lagi di sini. demi anak anak". ucap Justin dengan per-mohonan yang dalam.
sementara Keyra dan Dean yang mendengar percakapan Daddy dan bundanya itu saling menoleh satu sama lain.
"memangnya bunda mau kemana?". tanya Keyra khawatir.
"ga kemana mana sayang". jawab Midea.
"bunda mau pulang. balik ke padang dan ia ga mau datang untuk acaranya adek Dee yang di buat oma di rumah kita sayang". timpal Justin yang membantah semua pernyataan Midea.
"Justin!!". pekik Midea sembari mendelik tajam ke arah pria itu.
"bunda beneran begitu??". tanya Keyra dengan nada kecewa.
"engga. ga begitu kak. bunda pulang karena memang lagi banyak kerjaan". tukas Dea yang mencoba menjelaskan pada bocah cantik itu.
"kalau bunda sekarang berarti besok ga ada bunda dan juga ga ada adek Dee dong. berarti ga ada acara ulang tahunnya adek dong". ucap Keyra sembari mengerucutkan bibirnya.
"ini gara gara kamu ya tin". keluh Dea pada Justin seraya menyorotkan tajam netranya.
"ga. bukan. tapi karena ke egoisan kamu yang ga mau kamu turunin barang dikit aja demi mereka". tukas Justin tegas dan membantah apa yang Midea katakan barusan.
"apa salahnya kamu datang sebentar aja buat bersilaturahmi dengan mereka De". ujar Justin perlahan menurunkan nada suaranya.
Justin dan Keyra mencoba menahan wanita itu agar tetap di sini dan mau menghadiri acara ulang tahunnya Dean yang sudah di tetapkan besok. lama Midea berfikir demi bocah cantik itu yang akhirnya ia pun mengambil keputusan untuk mengalah demi Keyra.
"baik. aku mengalah. aku akan tinggal sampai acaranya Dean selesai. tapi ada syaratnya". ucap Midea tegas.
"apa?!". tanya Justin.
Midea bergeming sesaat karena dia ragu untuk melanjutkan persyaratannya lantaran di depannya masih ada anak anak yang akan menanyakan maksud dari persyaratan yang dia ajukan pada Justin nantinya.
"nanti aku kasih tau kamu. sekarang kita antar anak anak ini balik ke kamarnya. setelahnya kita bisa membahas masalah ini lagi". jawab Midea.
"baik. ayok kak, Dee kita balik ke kamar". titah Justin pada buah hatinya.
NB
hmm... kira kira persyaratan apa ya yang bakal di ajukan oleh Midea.?
bisa ga ya abang Justin memenuhinya?
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉."