My D you are the first for me

My D you are the first for me
sepatu bayi



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"silahkan mr. Kehl. restoran ini menyediakan berbagai aneka makanan khas dari setiap propinsi di pulau Sumatera ini". tukas Qanita lugas.


"ya bu. saya tau itu. makanya saya menginap di sini". sahut Justin seraya membuka buku menunya.


tak butuh lama Justin memesan beberapa menu yang terbuat dari kuah berbumbu yang menggunakan ikan segar yang di masak dengan cara di rebus bersamaan dengan bumbunya serta menu andalan lainnya sebagai pelengkap makan malamnya saat ini.


semenjak empat tahun yang lalu. bertepatan dengan kehamilan Midea yang mengandung Dean. pria bule itu mengalami masa idam yang tak biasa. di mana ia mulai menyukai masakan atau kuliner dari pulau ini. masakan ikan segar yang di bumbui segala macam rempah.


"makanlah mr. Kehl. silakan menikmati hidangan dari kami". ucap Qanita saat pelayan restoran telah menyelesaikan tugas nya yang menata hidangan di atas meja makannya saat ini.


"terima kasih bu". sahut Justin.


lalu Qanita meninggalkan Justin sendiri untuk menikmati hidangannya. sementara Qanita harus kembali memeriksa keadaan dapur di restoran yang di titipkan Alma padanya.


semenjak Dean di rawat di rumah sakit, Alma harus di repotkan dengan bolak balik antara rumah sakit dan restoran agar bisa mereka bisa membantu Midea untuk bergantian men-jaga Dean di rumah sakit. meskipun Sebenar nya para pria yang ada di sekeliling mereka seperti Danang, Salim dan juga Rendy bersikeras menawarkan bantuan untuk menjaga bocah tampan itu di rumah sakit.


akan tetapi Midea menolak lantaran wanita malang itu tak ingin merepotkan semua orang dalam masalahnya. apa lagi posisi seperti Danang, Salim dan juga Rendy yang harus berangkat kerja di pagi pagi sekali. akhirnya jadilah ia dan Alma yang lebih bersikeras membantu wanita yang tergolong keras kepala itu.


beberapa menit berlalu hingga jam di dinding dapur restoran sudah mulai menunjukkan waktu selesainya para pekerja yang berada di sift terakhir ini. para pekerja mulai memberes kan segala sesuatunya untuk di rapikan lagi agar mudah di gunakan lagi ke esokan pagi nya.


Qanita mengintip Justin dari celah rak kaca jendela untuk memastikan apakah pria itu masih menyantap makanannya atau sudah selesai sedari tadi.


"berikan satu desert yang ada di kulkas pada mr itu ya?". titah Qanita pada seorang koki yang bekerja sebagai pembuat hidangan penutup.


"baik bu".sahut koki tersebut.


desert sederhana dengan tampilan mewah yang di hiasi berbagai toping buah tersebut pun selesai di kerjakan oleh koki tersebut. Qanita mentitahkan pada seorang pelayan untuk membawakan simple desert tersebut ke meja Justin sebagai pengunjung terakhir di hari ini.


"katakan ini sebagai ucapan terima kasih atas kunjungannya sebagai pengunjung terakhir"


"baik bu".


Justin sedikit terhenyak saat mendapatkan senuah dessert di atas mejanya. pasalnya ia tak merasa memesan menu penutup seperti ini.


"maaf tapi saya ga merasa mesan desert". ucap Justin pada pelayan tersebut.


"ini sebagai bentuk ucapan terimakasih kami kepada pengunjung terakhir pak". ucap pelayan tersebut.


"oo.. baiklah. terima kasih. tapi kalau boleh saya ingin bertemu dengan pemilik Restoran ini". ujar Justin.


"baiklah akan saya sampaikan pada ibu sekarang".sahutnya seraya pamit kembali ke dapur.


sementara Justin lebih mendekatkan lagi mangkok desert tersebut ke arahnya dan menyendokkan satu suapan ke mulutnya.


rasa manis dan sensasi dingin menyatu di mulutnya setelah mengecap rasa pedas karena ikan yang berkuah tadinya.


Qanita yang mendapatkan berita dari pelayan restoran akhirnya memutuskan untuk menemui Justin kembali seraya membawa satu toples kecil cookies mini buatan Dea sebelum putranya masuk rumah sakit.


"bagaimana desert kami hari ini mr? ". tanya Qanita seraya duduk di hadapan mejanya Justin yang kini sedang tahap pembersihan oleh karyawannya.


"ohh ibu. terima kasih banyak untuk desert hari ini. rasanya enak sekali. di tambah lagi rasa gratis semakin nikmat bu". jawab Justin bernada canda.


"hahaha.. mr ini bisa juga bercandanya " ucap Qanita seraya terkekeh geli.


"nah cobalah yang ini mr. ini buatan anak kami" tawar Qanita seraya menyodorkan satu toples mini yang berisi cookies mini yang tampak sama dengan cookies yang pernah di tawarkan oleh pemilik restoran ini sebelum nya.


"cookies ini sepertinya sama dengan cookies yang di berikan padaku dan Keyra. apakah ibu ini?".Justin membathin di hatinya.


"maaf bu. apakah ibu pemilik restoran ini? ".Justin mencoba mencari dari rasa penasaran nya.


Qanita terdiam sesaat sebab ia bingung untuk menjawab dengan benar.


"sekitar empat tahun yang lalu saya pernah di jamu seperti ini oleh pemilik restoran ini. desert. bahkan cookiesnya pun mirip seperti ini hanya saja saat itu bentukannya sedikit lebih lebar. waktu itu saya bersama dengan putri saya". tukas Justin lugas.


"anda sudah menikah mr? ". berapa sekarang anggota keluarganya?".tanya qanita terhenyak kaget.


"dua bu. satu putri yang sebentar lagi akan berumur lima tahun dan seorang putra yang juga akan berumur empat tahun". sahut Justin.


" cuma beda setahun. pasti mereka terlihat sama umurnya. biasanya si kakak lebih imut dari pada adeknya". celetuk qanita.


"hehe.. ya bisa Seperti itu juga sih kalau mereka di sandingkan". jawab Justin yang tersenyum geli mengingat keduanya yang lucu dan seperti sebaya jika di ajak bermain bersama.


"ibunya pasti orang yang sabar menghadapi dua anak yang tumbuh bersama sekaligus. biasanya anak anak segitu masih rentan lasak lasaknya dan juga sering sakit karena yah.... gitulah". ujar Qanita yang tak bisa Melanjutkan kata katanya lantaran teringat tentang tingkah Dean akhir akhir ini yang membuat Midea sakit kepala.


"hehehe... iya bu.. kedua anak saya memang memiliki sifat yang berbeda. tetapi lucunya si adek kalau udah bersama dengan si kakak dia akan berubah total dari kepribadian aslinya yang cuek". tukas Justin yang teringat akan tingkah Dean jika sudah berkumpul dengan Keyra.


"oh iya. apakah cucu ibu itu sekarang umur nya sebaya dengan anak anak saya? ". tanya Justin penasaran yang seketika teringat akan cucu pemilik restoran yang membuat acara tujuh bulanan di hotel ini.


"yah sekitar itulah. dia sangat lucu sekali". ucap Qanita bangga akan Dean meskipun Dean bukanlah cucu kandungnya.


akan tetapi kehadiran Midea Jasmine dan juga kelahiran Dean di lingkungan hotel ini membuat dampak positif untuk semuanya.


"apakah dia cucu ibu yang di buatkan acara tujuh bulan di belakang taman hotel ini waktu itu? ". tanya Justin penasaran lagi.


"iya. bagaimana anda bisa tau?". tanya Qanita heran sekaligus kaget.


"karena sayalah yang anda beri desert gratis. gulai ikan gratis. serta cookies gratis di saat restoran mau tutup". ucap Justin.


"oh ya?? ". saya tak ingat pulak lagi. tetapi teman saya pernah bercerita sih waktu itu ada seorang pengunjung restoran yang telah berbaik hati memberikan sepasang sepatu bayi yang sangat mahal harganya untuk cucu kami itu". tukas Qanita yang seketika teringat cerita Alma tentang hadiah sepatu bayi yang harganya sangat fantastis yang ia dapat dari pengunjung yang sering ia beri makanan gratis karena takut mubajir dari pada sisa dari masakan tersebut terbuang.


"sepatu bayi?? ". tanya Justin tak mengerti.


"iya. sepatu bayi. sebentar ya". jawab Qanita memastikan pernyataannya.


lalu ia mengeluarkan ponselnya dari saku gamisnya. lalu membuka galerinya di mana file file foto lama masih tersimpan rapi di sana. ia tersenyum saat melihat foto foto Dean dengan sepatunya yang masih berumur setahun.


"nah ini dia. sepatu ini. apakah anda sudah mengingatnya mr. apakah sepatu ini yang anda berikan sebagai hadiah untuk cucu kami". tukas Qanita lugas.


Deg. jantung Justin berdetak kencang seiring darahnya yang berdesir hebat tatkala melihat sepasang sepatu yang di pakai oleh bocah yang sangat mirip dengannya di waktu kecil.


"sepatu ini". desisnya.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.