
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Andra baru saja selesai berpakaian rapi dengan penampilan casualnya. seperti janji nya hari ini ia akan mengajak Cindy bertemu dengan teman kampusnya dan serta untuk memenuhi janji pada bocah tiga tahun itu untuk mengajaknya bertemu dengan Arjun hari ini.
tetapi yang ia lihat istrinya masih saja betah di dalam gulungan selimut dan memilih bermalas malasan di atas ranjang yang baru saja Mereka tiduri.
"Cin.. kok masih tidur sih???. katanya mau pergi sama mas". ujar Andra sedikit protes.
"capeeekkkk..". rengek Cindy manja.
"hehe.. masa gitu aja capek sih. kan enak lho yang".ujar Andra seraya terkekeh.
"ihh.. enak apaan... gara gara kamu masss.. badan aku pegel pegel. tulangku serasa remuk tau ga sihhh". rengek Cindy sebal pada suaminya itu.
"haha... iya iya ntar mas pijitin deh sekalian kalau kita udah pulang jalan jalannya". bujuk Andra.
"beneran pijit ya?! pinta Cindy manja.
"iya. beneran. janji". sahut Andra meyakinkan istri cantiknya itu.
"sekarang mandi ya. mas buatin sarapan nih". bujuk Andra kembali.
"hmmm.. ".sahut Cindy malas seraya beranjak dari ranjangnya menuju ke kamar mandi.
sementara Andra memesan makanan di sebuah restoran yang telah menyediakan sarapan pagi untuk Dea dan Dean yang menginap di apartemen lamanya. setelah di rasa selesai dengan pembayaran via online beserta delivery maka pria tampan itu pun beralih ke sebuah kulkas untuk membuatkan makanan untuk mereka berdua di pagi itu.
...----------------...
Dea menemani Dean yang sedang menikmati nasi sotonya pagi ini. beberapa menit yang lalu seorang kurir delivery yang semalam mengantar kan baju tidur untuknya dan juga Dean atas titah nya Andra, pagi ini kembali mengantarkan beberapa kotak makanan untuk sarapan pagi mereka di hari ini.
Midea menata kotak makanan di atas meja makan yang dulunya sering di pakai Andra jika ia menikmati makanan yang ia masak sendiri.
"enak sotonya? ". tanya Dea seraya menikmati lontong sayurnya.
"enak uga. tapi macih enak buatan unda... ". ucap Dean polos seraya menampilkan gigi putihnya.
"ntar deh kapan kapan kita masak lagi seperti dulu". ucap Midea seraya tersenyum.
...----------------...
Di perjalanan menuju apartemennya Andra..
"udah hubungi Arjun yang? ". kasih tau kalau kitanya mau ke sana? ". tanya Andra mengingatkan istrinya itu.
"udah mas. tapi cuma centang satu. udah di telpon biasa juga ga aktif mas". sahut Cindy yang mencoba menghubungi Arjun kembali.
"masuk pesannya?". tanya Andra penasaran.
"masih gitu gitu aja mas". sahut Cindy yang menatap layar ponselnya.
Andra pun membiarkan Cindy sejenak dengan ponselnya hingga ia teringat sesuatu yang akan ia berikan pada ibu dan anak itu. Andra teringat jika mereka berdua tak memiliki baju ganti untuk pergi jalan jalan bersama mereka hari ini.
"kita belanja dikit untuk kebutuhan mereka ya? ". tanya Andra meminta pendapatnya Cindy.
"ga kelamaan nantinya?. kan mas janjinya pagi pagi sama tu anak" ujar Cindy yang merasa keberatan jika Andra memberikan perhatian lebih pada Dea dan anaknya.
"sebentar aja kok". bujuk Andra seraya memelankan laju mobilnya untuk berbelok memasuki halaman sebuah mall.
"bukannya sebaiknya kita jemput mereka dulu dan bawa jalan jalan kesini. biar ntar sekalian mereka bisa sekalian shoping gitu". ujar Cindy memberikan saran pada suaminya itu.
"sebentar aja kok. cuma beliin baju ganti buat mereka". bujuk Andra yang sedang mencari tempat parkir.
"nanti makin lama mas. mending kita jemput mereka dulu deh. baru mereka bisa ganti baju nya disini. kita beli makanan dan buah aja di toko depan". saran Cindy.
"ya udah deh gimana baiknya aja". sahut Andra.
akhirnya Andra mengikuti saran istrinya itu. ia dan Cindy mengunjungi Dea di apartemen lamanya. hanya berbekal buah dan makanan Cindy mengikuti Andra menuju apartemen yang dulunya sering ia singgahi tatkala waktu senggang. itu pun setelah Andra yang memintanya datang atau menunggunya pulang jika Andra ingin bertemu dirinya.
tetapi sekarang Apartemen kenangannya bersama Andra sedang di tempati wanita lain yang dulunya pernah menjadi idaman suami nya itu tengah menginap di sini.
Cindy cemburu?. sudah tentu. apa lagi saat ini ia sedang menyaksikan suaminya itu secara langsung menggendong anaknya Jasmin saat mereka berdua di sambut oleh bocah tiga tahun itu.
"hey boy... udah makan? ". tanya Andra akrab.
"udah.. om". sahut Dean.
"oh ya?? pake apa? pada hal om Andra mau ngajak Dee sarapan". tanya Andra basa basi yang sebenarnya ia sudah tau apa yang mereka makan pagi ini.
"hehe...kalau gitu kita pergi makan siang aja ya". sahut Andra.
"iya.. tapi tunggu unda duyu". sahut Dean seraya meminta turun dari gendongan nya Andra.
"iya deh". sahut Andra.
"oh ya Dee....kenalin ini istriya oom....tante Cindy". ujar Andra memperkenalkan Cindy pada Dean.
"hallo boy... mana bunda?". tanya Cindy yang tidak melihat Jasmine di sekitar Dean.
"unda mandi.. tadi balu ciap beles beles lumah. kata unda lumahnya banyak debunya". ucap Dean jujur.
"oh iya?? ". pekik Cindy terhenyak kaget mendengar ucapan bocah tampan itu.
sedangkan Andra tersenyum lalu berbisik ke telinga Cindy.
"ada gunanya kan mas suruh mereka nginap
di sini". ucapnya dengan canda meskipun di dalam hatinya ia merasa malu karena apartemennya di telantarkan begitu saja oleh nya.
"mas.. kamu ya.. ". pekik Cindy seraya memelototkan kedua matanya karena tidak suka mendengar perkataan sang suami yang di anggapnya tak pantas untuk seorang tamu yang menginap di tempat mereka.
"emangnya dia pembantu!". bisik Cindy ketus.
"hehe.. canda yang.. ". kekeh Andra seraya memasuki apartemennya yang terhirup aroma segar dari pewangi lantai yang dulunya sering ia pakai untuk mengepal lantai.
sementara Dea baru keluar dari kamar yang dulunya di tempati Andra dan Cindy saat baru seminggu menikah. Andra melihat Dea yang sudah rapi dengan baju yang di pakainya tadi malam.
Andra memperhatikan penampilan ibu dan anak itu. hanya Dean yang agak berbeda atasannya yang menggunakan kaos oblong yang belum di belinya semalam selain piyama tidur.
memang semalam ia hanya memesan online baju piyama dan kaos anak di toko baju yang masih melayani delivery di jam segitu. sedangkan untuk bundanya Dee itu hanya satu piyama dewasa yang tersisa di toko baju tersebut selebihnya hanya untuk anak remaja dan anak anak.
makanya mungkin Andra pikir pastilah bundanya Dee itu mencuci dulu pakaiannya semalam serta menyetrika pagi ini untuk bisa ia pakai lagi.
sama halnya dengan Andra yang juga memperhatikan penampilan Jasmine yang menggunakan baju semalam. ia melirik ke suaminya yang sedang menatap Jasmine dan Dean. Cindy berfikir pastilah suaminya itu berfikiran sama dengan dirinya.
Dalam hatinya ada terselip rasa iba pada teman kuliahnya itu mengingat ceritanya Andra yang menemukan mereka dalam keadaan kebingungan dan tanpa membawa apapun.
akhirnya Cindy pun menjadi penasaran pada wanita itu. di dalam hatinya kini muncul rasa ketertarikan ingin mengetahui lebih lanjut tentang hidupnya Jasmine.
"mungkin jika aku bisa lebih dekat dengannya
aku bisa tau mengenai kisah hidupnya pasca kecelakaan itu". fikirnya.
"kalian udah lama,? ". tanya Dea saat melihat pasutri itu menatap bengong pada dirinya.
Dea tau jika pasutri itu sedang memperhati kan tentang penampilannya yang kembali menggunakan baju tadi malam.
"ehh... lumayanlah sempat ngobrol ngobrol dengan Dee sebentar". sahut Andra kikuk yang ketauan melamun.
"iya Mine. ini ada sedikit oleh oleh untuk Dee". ujar Cindy yang juga kikuk karena ketauan melamun.
"kenapa harus repot repot. tetapi makasih ya Cindy". ucap Dea tulus dan merasa tak enak hati pada wanita cantik itu.
Midea tau kedatangan Cindy pagi ini pastilah karena Andra telah menceritakan semuanya pada Cindy. Dan kini di hatinya mulai timbul kekhawatiran soal Cindy dan Andra yang akan memberitahukan pada Satria terlebih Retha.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.