My D you are the first for me

My D you are the first for me
mengikuti ngidam



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


Andra dan Dean sedang menatap heran pada kelakuan Cindy yang hanya mengupas kulit jeruk lalu memijitnya kemudian menciumnya dengan sangat antusias bahkan kini istrinya itu menghirupnya dengan sekali tarikan nafasnya yang dalam pada kulit kulit jeruk tersebut.


herannya setelah wangi di kulit jeruk tersebut memudar Cindy akan mengupas kulit jeruk yang lainnya dan melakukan hal yang sama seperti tadi.


"om. kok tante buahnya ga di makan makan. kenapa cuma kulitnya aja yang di cium cium? ". tanya Dean setengah berbisik pada Andra yang juga menyimpan pertanyaan yang sama dengan bocah itu.


"entah. om juga ga tau". sahut Andra yang setengah berbisik pada bocah itu.


"mmmm...... aahhhhhh..segarnya ". ucap Cindy seraya tersenyum lega saat wangi kulit jeruk tersebut melegakan rasa mualnya.


"ni jeruk kenapa pada di kupasin semua kulitnya sih Cin. kenapa ga di makan sih yang?". tanya Andra seraya mengambil sebongkah jeruk yang sudah telanjang tetapi masih menyatu satu sama lain.


lalu ia membagikan pada bocah tampan yang ikut mengkritik apa yang Cindy lakukan malam ini.


"mas sama Dee aja yang makan deh. aku cuma butuh kulitnya aja kok". sahut Cindy seraya mengambil jeruk utuh yang lain.


"hah. beli jeruk banyak banyak cuma buat di ambil kulitnya aja yang?!" pekik Andra seraya menggeleng heran.


"mmm... iya... ". sahut Cindy santai seraya terus menciumi kulit jeruk yang ada di tangan nya.


"ayok di habisin mas. itu lagi. Dee juga ya. habisin jeruknya ya sayang". tawar Cindy.


"banyak kayi tante. mending di buat jus aja jeyuknya. kalau gini Dee capek makannya".protes Dean saat sudah mulai merasa bosan mengunyah.


"Dee mau di buat jus ya jeruknya. bentar ya tante buatin". ucap Cindy.


lalu Cindy ke dapur untuk membuatkan dua gelas Jus jeruk sekaligus. tak butuh lama membuatkan jus tersebut untuk dua laki laki tampan yang berbeda generasi itu. jus pun selesai dan siap di nikmati dengan segarnya.


Cindy membawa dua gelas jus tersebut ke hadapan dua laki laki tampa beda generasi itu.


"nah. jus nya udah siap". ujar Cindy seraya menyodorkan jus yang di minta Dean.


"makacih tante". ucap Dean seraya meminum jus jeruknya.


"sama sama sayang". sahut Cindy


"minum mas". tawar Cindy pada suaminya itu.


"nanti dululah yang. masih makan ini". sahut Andra dengan khas mdnnya.


Cindy tersenyum lalu melanjutkan kembali aktifitasnya yang sempat tertunda tadinya.


"besok jeruknya mas beli lagi yang?". tanya Andra seraya mengunyah jeruk jeruk tersebut.


"mmm... iya boleh...". sahut Cindy seraya tersenyum senang melihat suaminya yang begitu perhatian pada dirinya saat ini.


"mas. habis ini kita keluar yuk. pingin makan sate". pinta Cindy tiba tiba.


"hah. kan baru siap makan yang?". ujar Andra heran.


"kepingin mas". rengek Cindy.


"bukannya nanti kamu muntahin lagi makanannya".protes Andra.


"iss.. ga asik kalilah jadi lakik". dumel Cindy.


"iya.. iya.. nanti kita keluar. tunggu Dee di jemput orang tuanya dululah". sahut Andra yang akhir nya mengikuti idamnya sang istri.


Cindy pun tersenyum sumringah seraya mash menciumi kulit jeruk yang di pijit pijtnya.


"nih yang baru". Andra menawari kulit jeruk yang baru di kupasnya pada istrinya.


"hehe... makasih mas". ucap Cindy dengan kekehan senang.


sementara mereka bercengkerama mesra di temani seorang bocah yang lucu dan menggemaskan. sebuah mobil masuk ke halaman villa mereka. mobil tersebut adalah milik Justin di mana ada Dea di dalamnya.


pasutri cekcok itu turun dari mobilnya dan mengetuk pintu villa teman mereka. Andra yang masih setia mengikuti permintaan idam nya Cindy terpaksa menghentikan kegiatan nya mengupas kulit kulit jeruk untuk istrinya itu.


"biar mas yang bukain. mungkin orang tua si bocah ini". ucap Andra seraya menunjuk ke arah Dean dengan dagunya.


"siapin barang barangnya si Dee ya yang". titah Andra lembut pada istrinya itu.


"iya mas". sahut Cindy lalu beranjak ke kamar tamu untuk mengambil tasnya Dean.


sedangkan Andra beranjak melangkah ke ruang depan untuk membuka pintu. dan benar saja dua pasutri yang mau bercerai itu ada di depan pintu villanya.


"masuk". titah Andra datar pada keduanya.


"ga usah repot. gue cuma mau jemput anak gue aja kok". tolak Justin yang di balas datar juga.


sementara Midea melirik Justin kesal dengan tabiatnya yang sok ngebossy sementang mentang Andra adalah anak buahnya di KBC.


"makasih pak". ucap Midea yang langsung menerima tawaran dari bossnya itu.


Midea melangkah masuk ke villa tersebut sementara Justin terhenyak melihat tingkah Midea yang berani meninggalkan dirinya sendiri di teras. sedangkan Andra masih menatap Justin yang masih memiliki gengsi untuk masuk ke dalam.


"di luar dingin. nanti lu masuk angin. binik lu aja udah masuk ke dalam tu. lu mau di sini terus sampai kapan?!". ujar Andra seraya melangkah ke dalam mencari Dean beranjak dari pintu dan meninggalkan pria angkuh itu sendiri.


Justin yang di tinggalkan sendiri oleh Andra akhirnya ikut masuk ke dalam villa dan lebih memiih berdiri di ruang tamu sembari melihat foto foto yang kebanyakan foto keluarganya Cindy yang di pajang di dinding Villa tersebut.


Dean menghampiri Midea dengan sumringah saat wanita itu memanggil bocah tampan yang sedang menghabiskan jusnya.


"unda kok teyat jemputnya?. unda banyak keljaan ya? ". Dean mencercai bundanya itu dengan pertanyaan.


"iya bunda banyak kerjaan". sahut Dea dengan tersenyum.


"Dee hari ini lasak ga?". ada ngerepotin tante ga?". tanya Dea pada putranya itu.


"ga kok. Dee ga lasak. tanya aja sama om Andra tu". jawab Dean jujur.


Midea mengikuti telunjuknya Dean yang sedang menunjuk ke arah Andra yang baru masuk ke ruangan tersebut.


"om.. Dee hali ini ga lasak kan? ". tanya Dean pada Andra untuk meyakinkan sang bunda.


'hehe... ga loh bun. Dee..anaknya baik bunda". sahut Andra memberi dukungan pada bocah kritis itu.


Midea menanggapinya dengan tersenyum.


Cindy keluar dari kamar tamu yang di Tempati Dean seraya membawakan tas Dean dan menyerah kannya pada Midea saat itu juga. Midea pun menerimanya dan berpamitan pada pasutri tersebut seraya mengucapkan terimakasih pada keduanya.


Justin tersenyum saat melihat sang putra yang kini berada dalam genggaman Dea.


"Dee". panggil Justin senang seraya menghampiri sang putra dan mengambil tangannya satu lagi.


lalu Justin mengucapkan terimakasih pada Andra dan Cindy yang mengantarkan mereka hingga ke depan pintu villa.


sepeninggalnya Justin dan Midea. Andra segera mengajak Cindy keluar untuk menuruti dan mengikuti rasa idam yang di alami sang istri saat ini.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.