My D you are the first for me

My D you are the first for me
berencana pergi 2



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy terus 😉


nada pesan masuk di ponselnya terdengar di telinganya Midea. ia membuka pesan masuk yang berasal dari tante Alma di mana setelah ia membalas salam dari wanita paruh baya itu dan menungu pesan baru yang sedang di ketik kembali oleh tante Alma.


pesan kedua dari tante Alma kembali masuk seketika pupil netranya melebar saat melihat pesan bergambar yang tertera dengan jelas jumlah nominal yang di kirimkan padanya.


"tante Alma??".desisnya pelan seraya terus menatap layar ponselnya.


"bagaimana tante bisa tau tentang nomor rekeningku?". Dea membalas pesan tersebut dengan rasa penasaran di hatinya.


Dea hanya mendapatkan balasan emotikon senyum dari Alma seraya menunggu Alma selesai dalam ketikannya yang selanjutnya.


"pakailah uang itu Dea. itu hak awak yang selama ini belum awak nikmati. itu hasil keuntungan restoran kito selama ini". balas Alma dalam pesannya.


"pergunakanlah sebaik baiknyo untuk keperluan kalian. kapan awak pulang?. ambo tunggu sebab kami semua yang ada disini sangat merindukan awak terutama cucu ambo yang paling ganteng sedunia". tulis Alma dalam pesannya untuk Dea.


Midea tersenyum haru dalam membaca pesan tersebut.


"terimakasih ma". tulisnya singkat untuk membalas pesan Alma sebab ia sendiri tak tau harus menulis apa di situ.


sementara Alma hanya bisa menatap terpaku dalam layar ponsel miliknya saat membaca pesan terakhir yang di tulis oleh Dea.


"ma".gumamnya pelan.


"maksudnya apa ya? ". apakah itu mama? ". fikirnya.


seketika ia teringat saat Dea memanggilnya degan Sebutan ma di akhir kalimat nya saat ia mengunjungi wanita itu di kantor kejaksaan. saat Dea terkena kasus pemalsuan identitas. yang terakhir di menangkan oleh wanita itu berkat bantuan Sagita setelah mereka naik banding.


(cerita selengkapnya ada di novel kedua ku yang berjudul she is my Dea ( mengejar istri gila) di episode episode terakhir)


setelah menarik sejumlah uang yang di butuh kan dalam rekening miliknya Midea dengan segera membeli kebutuhan untuk ia pindahan dari kota ini. setibanya di apartemennya secara perlahan Dea memindahkan pakaian Dean dan dirinya ke koper besar dan secara tersembunyi pastinya.


setelah selesai ia mulai mencari informasi di jaringan internet bagaimana cara mendeteksi cctv yang tersembunyi. Dea terus menelusuri


tulisan tulisan yang tertera pada layar ponsel nya. hingga akhirnya ia menemukan cara untuk mendeteksi cctv yang di sembunyikan oleh Justin selama ini. lalu ia memesan alat pendeteksi kamera pada sebuah toko yang juga di buka secara online yang terletak di sebuah mall di kawasan pusat kota ini.


"terimakasih untuk pemesanannya mbak. pesanannya mbak akan kami antar besok Pagi. karena barang mbak menggunakan jasa COD ". ucap sang resepsionis online tersebut.


Midea pun hanya menjawab dengan satu kata "ok".


sementara paket barang yang ia pesan akan di kirim besok pagi. Dea pun segera mencari informasi mengenai taxi travel pribadi yang hanya di bisa isi beberapa penumpang saja dengan satu tujuan arah yang sama dan juga tidak membutuhkan waktu lama untuk tujuan nya.


karena taxi travel perjalanan tersebut tak membutuhkan banyak tempat atau terminal untuk singgah hanya untuk mencari seorang penumpang tambahan pada bangku yang kosong. di karenakan sistem dari taxi travel tersebut sebelum keberangkatannya ke luar kota mereka harus sudah memastikan tujuan penumpangnya dulu sehingga mereka bisa langsung berangkat tanpa banyak berhenti di saat perjalanan di mulai.


kali ini Dea sengaja memilih menggunakan taxi travel pribadi demi kenyamanan dan keamanan dalam perjalanannya ke kota pdg. mengingat pengalamannya yang pernah di copet dalam sebuah bus di saat dulunya ia melakukan perjalanan ke pdg yang menyebab kan ia harus bertahan hidup di kota ini untuk sementara waktu.


tetapi setidaknya ia bersyukur masih di beri pertolongan di tengah kebingungannya saat itu. sepasang pasutri kocak memberikan bantuan selama ia menetap di sini. Midea memberikan jawaban deal pada tranksaksi nya kali ini. ia akan berangkat ke pdg lusa dengan jadwal keberangkatan awal.


setelah selesai ia melakukan rencananya satu per satu. ia pun membasuh wajahnya dan memilih tidur untuk menemani sang putra yang sudah terlelap tidur sedari tadi mereka pulang dari villanya Cindy.


"semoga besok rencanaku lancar dan tak memiliki kendala apapun". ucapnya seraya menghela nafasnya dan memejamkan mata nya agar bisa merilekskan tubuhnya yang sudah mulai penat.


paginya..


hari ini ia tak berencana kemanapun karena ia sedang menunggu paket yang telah di pesan nya semalam. sembari menunggun Dean terjaga dari tidurnya pagi ini. Midea membuat kan sarapan untuk mereka berdua di pagi ini.


Dean terjaga dari tidurnya dan langsung ke luar kamar untuk mencari sang bunda yang selalu ia temukan di dapur di kala pagi yang sudah menjadi kebiasaan wanita yang selalu memberinya rasa nyaman di setiap waktu.


"Dee... "sambut Dea saat Dean menghampiri nya dan memeluk pinggang rampingnya seperti biasa.


"cucu.. unda.. ". ujar Dean saat bocah tampan itu meminta jatah susu hangatnya di setiap pagi.


"nih.. udah bunda siapin". jawab Dea saat menunjukkan sebuah mug gelas yang berisi susu hangat yang telah ia siapkan untuk sang putra yang sudah ia perkirakan kapan bocah tampan itu terjaga.


"hehe... makacih unda... mmmuach ". kekeh Dean senang saat mendapatkan jatah harian paginya.


lalu Dea menggiring sang putra untuk duduk di meja makan untuk menukmati susunya sembari menunggu sarapan paginya selesai di masak.


tak butuh waktu lama Midea menyiapkan sarapan nya serta menatanya di meja makan untuk di eksekusi mereka berdua saja dengan lahap.


tak lama kemudian...


"mmm.... kenyang... Dee unda... macakan unda.. enak... Dee.. cuka.. unda dapat ponten selatus untuk tempula sama naci uduknya". komentar Dean seraya mengacungkan dua ibu jarinya.


Midea tersenyum lebar mendapati komentar seperti ini dari sang putra tentang masakan nya. Dea menatap sang putra yang sedang ber sender pada sandaran kursi yang Dean duduki saat ini. wanita itu menatap Dean seraya tersenyum geli. sungguh putranya bak cerminan dirinya di saat berhadapan dengan makanan.


bagaimana tidak, celotehan Dean pada suatu makanan yang ia masak membuat dirinya menyadari jika ia pun suka memberi penilaian pada masakan orang lain. Midea berkata jujur apa adanya jika menyangkut soal rasa, tekstur dan tampilan pada sebuah makanan yang di makannya.


suara bel dan nada dering ponsel berbunyi dalam waktu bersamaan membuyarkan lamunannya. ia segera bangkit dari duduknya dan mengambil ponselnya yang terletak di meja racik. ia menerima panggilan ponsel tersebut dan mengetahui bahwa seorsng kurirlah yang menelponnya hanya untuk memberitahukan jika kurir tersebut telah berada di apartemennya.


Midea pun segera menutup panggilan ponsel tersebut dan bergegas membuka pintu untuk melakukan pembayaran secara tunai dan langsung. setelahnya ia pun menerima paket tersebut dengan aman.


"terimakasih mbak". ucap sang kurir seraya pamit pada Dea.


Dea pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. segera setelahnya Midea pun membuka paket tersebut lalu ia mencobanya sekali di kamar tidurnya. ia pikir kamar tidur adalah sesuatu yang sangat pribadi yang tak berhak orang lain mengetahui aktifitas apa yang di lakukan sang pemilik.


akan tetapi Justin telah benar benar melewati ranah pribadinya dengan berlaku curang padanya. selain pria itu belum puas dengan membayar seseorang untuk mengikuti dan mengawasinya dari luar kini cctv rahasianya yang juga ikut ikutan mengawasi dirinya.


memang sungguh sangat menyebalkan ber-hadapan dengan orang orang berduit seperti Justin. mereka bisa semena menanya ter- hadap orang di bawahnya. setelah Midea cukup mengerti dalam mempelajari cara kerja dari alat tersebut Midea pun segera mencoba nya secara langsung dengan menghidupkan alat pendeteksi kamera tersebut secara acak pada ruangan kamar pribadinya.


alat tersebut berfungsi dengan menimbulkan bunyi dan lampu. Midea mencari cctv rahasia tersebut dengan mendekati alat tersebut berdasarkan sinyal yang tertera pada layar tersebut. saat sinyal menunjukkan layar penuh maka di situlah letak kamera pengintai mini tersebut. dengan terus memperhatikan layar maka tertera lah sinyal terkuat pada sebuah dinding yang dengan sengaja di buat sebuah kamuflase untuk menyamarkan penglihatannya selama ini.


Midea mencopot wallpaper yang senada dengan warna dinding di sekitarnya. Degup jantungnya berpacu cepat. kertas putih yang menempel di dinding itu telah berada di tangan nya bersamaan dengan mini kamera yang selama ini mengintainya


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.