
# Hai my readers I am coming back. selamat menikmati episode kali ini ya readers yang cuakep dan caem.
setelah mendapatkan kabar dari Ruslan tentang temannya itu Cindy tersenyum senang karena rencananya berhasil.
satu hari sebelumnya ..
Cindy berniat mengunjungi Cafe resto Arjun untuk bertemu koki utama dari kafe tersebut dan meminta untuk di buatkan makanan spesial untuk suaminya yang akan kembali dari medan sore ini.
"eh kak Cindy. udah lama tak kemari?". sapa salah satu karyawan kafe yang menjabat kasir.
"iya nih lagi ada kerjaan. pesan makanan untuk sorean dong". pinta Cindy kepada kasir itu.
"oke kak. mau sekalian di anterin ke Villa? ". tawar kasir tersebut.
"boleh juga". sahut Cindy.
"oiya pesan minum untuk sekarang ya. yang biasa. sama ice cream handmadenya one big cup varian rasa". tambahnya.
"oke. tumben kak pesan es krim. biasanya cuma jus tanpa es aja". celetuk kasir tersebut.
"lagi ada ponakan di rumah".sahut Cindy.
Saat Cindy menunggu pesanannya siap. dua orang pria yang berseragam lengkap polisi mendatangi kafe. mereka menanyakan Arjun.
sang kasir memberitahukan jika Arjun tak ada di sini. lalu sang polisi tersebut menceritakan tentang seorang wanita yang mengaku teman dekatnya Arjun yang bernama Midea Hasxander yang memberikan alamat kafe ini untuk menghubungi wanita itu pasca penangkapan pencopet yang mengambil barang barangnya wanita itu.
Cindy yang mendengar nama Midea Hasxander di sebut oleh pihak kepolisian langsung menghampiri polisi tersebut dan menanyakan detail permasalahan yang terjadi terhadap temannya itu.
salah satu polisi memberitahukan jika tas yang berisi pasport dan data data yang lain telah berhasil mereka amankan meskipun yang tertinggal hanyalah beberapa lembar uang ratusan dari puluhan juta yang di bawa Midea tempo hari hasil penjualan baju mahal nya pasca penangkapan pencopet yang mencopet tas milik Midea saat wanita itu berada di dalam sebuah bus untuk melakukan perjalanan dari Mdn dengan tujuan ke kota ini.
sontak hal ini membuat pemilik netra biru itu terhenyak kaget saat mendengar jika teman nya itu kecopetan dalam perjalanannya tempo lalu. I
"ya Allah pantas saja mas Andra menemukan mereka berdua dalam keadaan kebingungan". bathinnya.
"barang barangnya ada di kantor bu. jika ibu dan teman ibu ada waktu besok bisa datang ke kantor untuk di buat berkasnya". ujar salah satu polisi tersebut.
"ya pak insya Allah saya usahakan datang". ujar Cindy.
lalu kedua polisi tersebut pun pamit dari hadapan Cindy. bersamaan dengan perginya petugas polisi tersebut maka pesanan Cindy berupa minuman yang terbuat dari buah dan handmade icecreamnya pun tiba. Cindy pun langsung membayar pesanannya di tempat.
lalu ia berpesan pada kasirnya Arjun agar tak perlu memberitahukan hal yang tadi pada Arjun dengan dalih alasan agar tak membuat Arjun kepikiran lantaran pria itu baru saja berduka karena di tinggal mati nenek yang paling dekat dengannya.
alasan sebenarnya adalah Cindy masih memegang perjanjian antara dirinya dan bundanya Dee itu.
selama perjalannya menuju ke sekolahnya Dean untuk menjemput pulang bocah gemes itu ke rumahnya dan akan menemani dirinya selama mas Andranya keluar kota hingga jumat sore.
sembari menyetir Cindy terus memikirkan nasib malang wanita itu dan anaknya. ia berfikir untuk membantu wanita tersebut lebih banyak lagi. setidaknya wanita itu tidak kesulitan dalam membesar kan anaknya seorang diri.
Cindy ikhlas menolong temannya itu meski pun tanpa di ketahui olehnya. kali ini biarlah secara tak langsung ia menjadi penolong rahasianya saja
...-------------...
Justin terhenyak saat mendapatkan kabar jika nama Midea atau pun Jasmine yang di pakai Dea tak pernah sekalipun terdaftar di maskapai manapun dalam perjalanannya menuju pdg.
"jadi mereka tidak menggunakan jalur udara? ". tanya Justin saat Alan memberitahukan jika Dea tidak pernah sampai ke pdg.
seorang detektif yang Alan mintai bantuannya menyusuri jejak Midea hingga ke pdg dan mencari tau Midea di kota tersebut melalui orang orang terdekat Midea saat wanita itu melahirkan Dean. dan memang tak ada tanda tanda jika wanita beranak satu itu pulang ke kota itu.
"tidak pak. mereka tidak pernah sampai ke sana. begitulah yang saya dengar". jelas Alan.
lalu Alan mengeluarkan beberapa foto yang di ambil saat detektif rahasia itu mencari informasi keberadaan Dea dan anaknya.
"ini adalah foto dan alamat rumah ibu yang di pdg pak". jelas Alan.
" rumah Jasmin?". gumam Justin seraya mengambil foto tersebut dan memperhatikan
tekstur bangunan rumah yang sederhana tetapi terlihat cukup nyaman untuk di tempati.
"jadi saat itu ia tinggal di sini". gumamnya di hati.
"baik pak".sahut Alan lalu pergi meninggalkan Justin yang masih menatap foto foto tersebut
...----------------...
Midea turun dari angkutan umum dan berjalan memasuki lorong menuju villanya Cindy untuk menjemput putranya. setibanya di villa tersebut Midea memperhatikan keadaan di sekitar yang tampak asri dengan berbagai macam bunga dan tanaman hias lainnya.
Midea melangkahkan kakinya memasuki teras dari villa tersebut. ia mengetuk pintu beberapa kali seraya mengintip dari jendela kaca yang berada tepat di samping pintu villa tersebut. dan terlihatlah dari arah ruang tengah Dean berlari menuju pintu depan di susul Cindy di belakangnya.
klik. suara kunci pintu terdengar di buka dari dalam. Dean keluar langsung menyambut bundanya yang juga ikut memeluk tubuh gembulnya.
"unda.... ". panggil Dean..
"iya sayang ... ". jawab Dea.
"Dee ngapain aja sama tante hari ini sayang? ". tanya Dea seraya merapikan rambut Dean yang berantakan.
"baru bangun bobo siang". ujar Cindy setengah berbisik.
"Dee bobo siang ya nak? ". tanya Dea kembali.
"iya unda..tapi Dee beyum mandi unda.. ". sahut Dean.
"kita pulang mandi di rumah aja ya? ". tawar Dean.
"kamu ga masuk dulu Mi? ". tawar Cindy.
"ga usahlah Cin. bentar lagi suamimu pulang kan?.tolak Dea halus.
Cindy tak menjawab. ia memilih tersenyum sebagai jawaban. bukannya ia juga tak mau menghabiskan waktu bersama mereka. hanya saja di dua hari itulah mereka berdua punya waktu untuk menghabiskan hari bersama.
bahkan terkadang Andra harus lembur di kantornya sendiri agar bisa mengejar pekerjaan yang di KBC kembali. yah beginilah jika di hadapkan pada dua perusahaan di mana suaminya itu sebagai penanggung jawabnya.
sehingga ia sebagai istrinya Andra harus banyak banyak bersabar dalam menghadapi kondisi yang terkadang menjenuhkan bagi nya. hingga dua minggu belakangan ini Cindy seperti memiliki hari baru saat ia memilki aktifitas baru karena ibu dan anak itu.
"aku pulang ya Cin". ucap Dea yang seketika membuyarkan lamunannya.
"kamu pulang nail apa? ". aku antar aja". ujar Cindy seraya masuk ke dalam untuk mengambil kunci mobilnya.
"ga usah Cin. kami pulang naik angkot aja. udah gih istirahat sana. siap siap kan diri karena suami mau pulang". saran Dea seraya tersenyum.
"iya Mi. makasih untuk sarannya.
"sama sama Cin. kamunya udah mau jagain Dee selama ini". ucap Dea.
"ga usah ngomong gitu deh. justru aku senang malah ada Dee di rumah. jadi hari hari aku tu ga membosankan". sahut Cindy jujur.
MiDea tersenyum.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.