
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
lagu yang bernada syahdu itu masih ter -dengar di telinga keduanya. Midea mencoba mencerna arti dari setiap kata di lirik lagu tersebut seraya menatap keluar jendela dari mobil yang di tumpanginya.
I swear to you I will always be there for you (Aku bersumpah padamu aku akan selalu ada untukmu)
There's nothin' I won't do
(Tidak ada yang tidak akan saya lakukan)
I promise you all my life I will live for you
(Aku berjanji seumur hidupku aku akan hidup untukmu).
We will make it through
(Kami akan berhasil melewatinya)
Forever, we will be
(Selamanya, kita akan menjadi)
Together you and me
(Bersama Anda dan saya)
Mm, when I hold you nothin' can compare
(Mm, ketika aku memelukmu tidak ada yang bisa dibandingkan)
With all of my heart you know I'll always be
(Dengan sepenuh hati, kau tahu aku akan selalu seperti itu)
Right there
Disana
Seraya terus fokus menyetir tanpa sadar Justin ikut bersenandung mengikuti alunan lagu tersebut dengan ikut menyanyikan bagian lirik lagu yang di sukainya. sementara Midea yang tengah mencerna arti kata kata dalam lirik lagu tersebut akhirnya terkecoh dengan suara yang terdengar cukup enak dan nyaman di telinganya.
"I believe in us, nothin' else could ever mean so much. (Saya percaya pada kami, tidak ada lagi yang bisa sangat berarti). You're the one I trust. (Kaulah yang aku percaya). Our time has come, we're not two people. (Waktu kita telah tiba, kita bukan dua orang).Now we are one, yeah, you're second to none. (Sekarang kita adalah satu, ya, kamu tidak ada duanya)". Justin bersenandung dengan santainya tanpa memperdulikan jika Midea tengah menatap nya dengan rasa sedikit kagum.
"Forever, we will be. (Selamanya, kita akan menjadi). Together, a family. (Bersama, sebuah keluarga). The more I get to know ya, nothin' can compare. (Semakin aku mengenal mu, tidak ada yang bisa dibandingkan). With all of my heart you know I'll always be (Dengan sepenuh hati, kau tahu aku akan selalu seperti itu). Right there (Disana)". ucap Justin yang semakin larut dalam lirik lagu tersebut.
sementara Midea membiarkan Justin hanyut dalam senandungnya. ia menatap ke luar jendela menerawang jauh untuk mengingat di mana ia mendengar lagu ini untuk pertama kalinya. jika ia tidak bisa mengingat kenangan nya yang dulu paling tidak ada sebuah lagu yang pernah menjadi favoritnya.
akhirnya diam diam Midea pun ikut bernyanyi meskipun di dalam hatinya. Midea berfikir lirik lagu ini sangat cocok untuknya dan putranya saat sebelumnya, kini dan nanti.
"Forever we will be (Selamanya kita akan)
Together, just you and me.(Bersama, hanya kau dan aku). The more I get to know ya, the more I really care. (Semakin aku mengenal mu, semakin aku sangat peduli).With all of my heart you know I'll always be. (Dengan sepenuh hati, kau tahu aku akan selalu seperti itu). And you know I really love ya, nothin' can compare. (Dan kau tahu aku sangat mencintaimu, tidak ada yang bisa dibandingkan).For all of my life you know I'll always be.(Sepanjang hidupku kau tahu aku akan selalu seperti itu). Right there (Disana)."
ucapnya yang mengikuti lirik lagu tersebut meskipun hanya dalam hatinya.
lagu berakhir seiring petikan gitar yang terakhir dari penyanyi aslinya yang piawai memainkan alat musik dan menciptakan lagu.
kini keduanya terdiam membisu tanpa ber -komentar apa pun. suara penyiar radio masih terdengar di telinga keduanya meskipun Justin telah menurunkan volume dari Head tape androidnya.
"kamu bilang lirik lagu ini really touching dengan hati kamu dan juga Keyra. apa dulu nya kamu sering menyanyikan ini dengan almarhumah istri kamu?'. tanya Midea meng -hilangkan rasa hening saat ini.
"ga pernah sekali pun". jawab Justin singkat seraya menoleh ke arah Midea sembari tersenyum.
"dulunya aku seorang workaholic. aku ga pernah mengajak almarhumah jalan jalan di tengah malam seperti ini apa lagi mendengar kan lagu favoritnya kami bersama". Justin melanjutkan jawabannya dengan jujur.
"tetapi baiknya almarhumah ga pernah sekali pun ia protes atas apa yang aku lakukan. ia selalu mengerti jika aku bekerja keras demi dia dan anak kami. dan aku selalu saja ingin buru buru pulang jika sudah begitu". lanjut nya.
"berarti dia ga pernah nyusahin kamu dong. buktinya almarhumah selalu menjadi tempat yang ternyaman untuk kamu pulang". celetuk Dea yang sebenarnya menyimpan perasaan cemburu mengingat saat itu ia masih ber -statuskan istrinya Justin.
"yah begitulah. dia istri yang imut dan lucu". sahut Justin dengan tersenyum yang seketika teringat akan sosoknya Namira.
sementara Midea hanya menatap Justin dengan perasaan yang sulit ia ungkapkan.
"kamu pasti merindukannya kan?". terka Midea
"iya. dan sangat rindu". jawab Justin jujur dengan netranya yang mengkristal.
"kamu pasti sangat mencintainya. ya kan? ".terka Midea seraya menatap Justin yang masih fokus menyetir meskipun ada titik air di sudut netra birunya.
"ya. sangat". sahut Justin jujur dan terasa berat saat mengingat kejadian yang menyebabkan Mommynya Keyra meninggal.
Midea menghela nafasnya sejenak sembari tersenyum miris menerima kenyataan jika pria yang ada di hadapannya kini tak pernah sekali pun mencintai dirinya barang secuil pun.
meskipun madunya itu telah pergi dari dunia ini. akan tetapi wanita itu masih saja terus di cintai oleh mantan suaminya itu. Midea pun kini hanya bisa diam menerima pahitnya keadaan. ia pikir perhatian yang Justin beri kan padanya selama ini adalah bentuk perhatian jika dirinya sudah mulai ada di hati pria itu. nyatanya Justin baik dan perhatian padanya karena Dean, putranya.
"kamu mau ngemil sesuatu ga?.atau ngopi gitu?". tanya Justin membuka pembicaraan yang sempat hening beberapa menit itu.
ia baru menyadari jika ia larut akan kenangan nya bersama Namira lantaran ia baru saja mendengarkan lagu favoritnya untuk. Keyra.
"terserah".jawab Dea singkat.
seandainya ia ikuti perasaan hatinya yang kecewa. pastilah ia akan meminta Justin untuk pulang saja dan memilih mewek di atas tempat tidur buat membasahi bantal dengan air matanya.
tapi Midea lebih memilih menikmati cemilan atau jajanan yang di tawar kan Justin pada nya malam ini. Midea memilih tempat makan dan minum di pinggir jalan dari jalanan ibu kota tersebut.
di karenakan hanya di tempat warung jalanan seperti ini lah warga kota Jkt dan pelancong menikmati indahnya Jkt dalam keheningan seperti saat ini.
Justin segera menepikan mobilnya saat Dea menunjukkan sebuah warung kafe yang tak jauh dari mereka.
Justin dan Midea sama sama turun dari mobil. mereka mendekati ke sebuah tenda kafe di mana hanya beberapa orang saja yang sedang menikmati kudapan mereka seraya menghadap ke jalan raya.
saat mereka berdua mencari tempat duduk yang posisinya tepat. tiba tiba mereka di kejutkan oleh seseorang yang memanggil namanya
"bang Justin??". De Jasmine??! ". pekik keduanya kaget.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Stay cool here ya readers...
Lanjut ke next chapter ya readers.
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.