
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
"Dee???". pekiknya senang saat sudah berada di dalam kamar anaknya.
"Daddy??? "..seru Dean yang merasa surprise akan kehadiran sang Daddy pagi ini.
keduanya saling tersenyum. lalu Justin mem -bawa sang putra ke dalam pelukannya. ia merasa bahagia bisa bertemu dengan putra nya lagi.
"udah mulai baikan ya?". tanya Justin seraya meraba kening Dean.
"udah". sahut Dean singkat.
"bunda kemana?". tanya Justin basa basi.
"unda puyang duyu. nanti ke sini lagi. tapi nanti kata unda ada nenek datang ke sini buat jagain Dee". jelas Dean
Justin hanya menanggapinya dengan senyum karena ia sudah tau rencana kedua wanita itu.
"Dee nonton apa sih sayang?". tanya Justin pada putranya yang sedang asyik menonton channel khusus anak anak di televisi.
"tuuuu... ". tunjuk Dean dengan bibirnya.
"kak Keyla mana?". tanya Dean tiba tiba.
"Dee kangen ya sama kakak?". tanya Justin.
"mmm.. iya". sahut Dean polos.
"mau VC an ga sama kakak?". tawar Justin.
"bukannya kakak macih cekolah?". protes Dean.
"oiya.. ya..hehehe...tunggu ummi jemput kakak aja lah kalau begitu ya?". Dee mau tunggu kan?". ujar Justin.
"iya Dee mau". sahut Dean.
akhirnya Justin menemani Dean di pagi ini.
sementara Alma dengan langkah terburu buru menyusul ke IGD saat di beritahukan oleh Rendy tentang keadaan Dea saat ini.
"tante". panggil Rendy saat wanita paruh baya itu tiba di depan ruang rawat darurat itu.
"gimano keadaannyo Rendy?"..tanya Alma dengan suara yang bergetar.
sungguh ia merasa takut jika putrinya itu harus mengalami koma lagi seperti saat berada di tahanan dulunya.
"lagi di bawa ke ruang Ct scan tante. mungkin lagi di periksa".jawab Rendy seraya memapah tubuh wanita paru baya itu yang tampak lunglai di karenakan shock.
"maaf tante. kalau pagi pagi aku terpaksa ngasih kabar ga enak sama tante". ujar Rendy menyesal.
seharusnya ia menahan diri dulu dalam menangani kasusnya Midea. mengingat usia tante Alma yang semakin hari memasuki usia senja. meskipun dari luar Kelihatan awet dan bugar. akan tetapi walau bagaimanapun, perasaan sedih dan shock bisa begitu cepat mempengaruhi kesehatan seseorang.
"tak apo Rendy. jika tak begini. takut nyo kito yang terlambat menangani Jasmine . ambo takut kejadian saat dia berada di lapas dulu nyo Rendy". jawab Alma lemah.
"tante tenang aja ya. insya Allah semua akan baik baik saja ya". ucap Rendy menenangkan hati wanita yang sudah di anggapnya ibu selain mama kandungnya yang ada di Mdn.
tak lama kemudian seorang perawat keluar dari ruangan tersebut seraya membawa keluar brankar Midea untuk di bawa ke ruang rawat inap lainnya.
salah satu dari mereka di minta untuk men -dengarkan keterangan dari Dokter spesialis. sedangkan yang satu lagi di minta perawat untuk menemani Midea di ruang rawat inap yang telah di sediakan.
"biar aku aja yang mendengarkan keterangan dari Dokternya tante. tante temenin Jasmine aja ya". ucap Rendy seraya pamit pada Alma.
Rendy sengaja menyuruh Alma menemani Dea kali ini. karena ia tidak ingin membuat wanita itu lebih khawatir jika nantinya ada sesuatu hal yang lebih mengkhawatirkan dari sebelumnya.
sesampainya di ruang dokter tersebut Rendy di berikan keterangan mengenai sakitnya Midea.
"maaf apa anda keluarga inti?".tanya Dokter tersebut.
"ya bisa di katakan seperti itu. kenapa Dok?. apakah ada yang lebih mengkhawatirkan dari yang sebelumnya?". tanya Rendy was was.
Dokter tersebut menghela nafasnya sejenak seraya menampilkan hasil ct scannya Midea.
"pasien mulai mengingat secara perlahan. tetapi sayangnya ia terlalu memaksakan. mungkin ini sudah pernah di jelaskan pada dokter sebelumnya bukan?". ujar Dokter speaialis yang baru di tugaskan beberapa bulan di rumah sakit ini.
"iya Dokter. sudah pernah. karena itu kami menjalani terapi pada pasien". jelas Rendy.
"yah itu bagus. apakah rutin?". tanya Dokter tersebut.
"yah memang tak begitu rutin sih Dok". jawab Rendy jujur.
"baiklah saya memahaminya". ujar sang Dokter.
"tapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan di sini jika pasien mengalami gejala yang tak biasa. dan ini sangat langka". ucap Dokter yang menangani hasil ct scannya Dea.
"ini baru dugaan. tetapi saya berharap ini tidak sampai terjadi karena saat pasien mengalami benturan dan mempengaruhi fungsi otaknya yang lain. maka di situlah permasalahan di mulai. pasien mengalami luka di bagian memori yang lain".ucap sang Dokter.
"maksudnya gimana Dokter. saya semakin ga ngerti". tanya Rendy semakin bingung.
"jika sebelumnya pasien mengalami amnesia Retrogade yaitu seseorang yang tidak mampu mengingat kejadian-kejadian di masa lalunya atau pun informasi mengenai dirinya sebelum nya. maka yang kita takutkan setelah pasien mulai ada pemulihan pada amnesia ini dan ia pun kembali mampu mengingat akan masa lalunya". Dokter tersebut menjeda kalimatnya sesaat sebelum melanjutkan kata katanya kembali.
"maka yang di takutkan adalah setelah pasien melewati masa kritis ini, pasien akan mengalami amnesia anterograde yaitu di mana pasien akan menjadi sulit mengingat hal hal baru. tepatnya ia tidak dapat menyimpan ingatannya yang baru". tukas sang Dokter.
"apa?!". apa benar sampai sebegitu parahnya Dok?". tanya Rendy yang mulai cemas.
"yah itu baru kemungkinan. karena nantinya pun pasien bisa saja mengalami konfabulasi.
yaitu dimana kondisi pasien membentuk ingatan yang berasal dari karangan atau kejadian yang benar-benar terjadi, tetapi ia di tempatkan pada waktu yang salah. " ujar sang Dokter.
"itu artinya ingatan pasien hanya bisa di ingat di saat tahun tahun terakhir di mana si pasien belum mengalami kondisi trauma" ungkap sang Dokter kembali.
Deg. seketika jantung Rendy seakan berhenti. ia teringat pada Dean yang begitu lengket pada bundanya. jika benar suatu saat Jasmine akan mengalami hal semacam yang di ceritakan sang Dokter. maka wanita itu akan......
"ahh..tidak tidak..tidak. aku ga bole berfikiran seperti itu. aku yakin bundanya Dee itu bisa sembuh total tanpa harus kehilangan lagi ingatannya yang lain apa lagi kenangan di masa ini". gumam Rendy di hati.
"lalu apa yang harus kami lakukan Dok? ". tanya Rendy meminta solusi.
"lakukan terapi seperti biasa, jaga kondisi nya agar ia tak mengulangi tindakan yang dapat membahayakan dirinya lagi. beri rangsangan secara perlahan untuk kenangannya tetapi jangan di paksakan". ujar sang Dokter.
setelah panjang lebar Rendy di jelaskan oleh seorang Dokter spesialis yang bergelar profesor itu. ia pun pamit dan menebus obat yang di resep kan oleh Dokter dan segera menemui Alma yang terduduk lesu serta termangu menatap putri angkatnya itu.
"ya Allah kenapo harus seperti ini lagi kejadian nyo. pada hal ambo selalu berusaha untuk tak mengungkit ungkit kenangan lamo nyo". gumam Alma dengan perasaan masygul sementara ia tak mampu menampung air matanya.
"tante". panggil Rendy seraya mendekati wanita malang itu.
"Rendy". sahut Alma seraya menyeka air mata nya.
"apa dia masih pingsan tante".tanya Rendy seraya menatap Midea yang masih memejam kan matanya dengan keningnya yang di balut perban.
"tadi ada beberapa menit setelah keluar dari Ct scan dia sempat membuka mata nyo Ren. terus ambo suruh periksa sama dokternya. katanyo indak apo apo setelah dia tertidur". jawab Alma.
Rendy menganggukkan kepalanya pelan.
"apo kata dokternya Ren? ". tanya Alma yang seketika teringat soal hasil pemeriksaannya Dea.
"ga apa tante. seperti biasa dokternya menyarankan kita agar ga boleh lalai untuk terapinya Midea tante. karena kata dokternya sepertinya Midea sudah mulai mengingat kenangannya tentang Jasmine". jawab Rendy tanpa mau menjelaskan panjang lebar tentang kondisinya Dea yang sebenarnya.
"ohhh... patut nyo ia seperti ini. apo karena dia paksa lagi untuk mengingat?. tapi karena apo dan siapo jika bukan ada sesuatu atau seseorang yang merangsang ingatannya secara tibo tibo seperti ini ". gumam Alma seraya menghela nafasnya sesaat.
"itu yang kita ga tau tante?". jawab Rendy.
"tante ga usah terlalu banyak mikir ya. pokok nya ga ada sesuatu yang tante resahkan". dusta Rendy.
ia berniat menyimpan sendiri rahasia medis milik wanita malang itu sendiri. sebab ia tak mau membuat wanita paruh baya yang baik hati itu resah.
"Dee sama siapa tante?". tanya Rendy yang seketika teringat pada Dean yang berada di ruang rawat anak.
"astafirullah ya Allah. ambo lupa ada Dee di sini". ucap Alma.
"ya udah biar aku liat Dee nya dulu ya tante?".ujar Rendy seraya berpamitan pada Alma.
Alma pun menganggukkan kepalanya pelan.
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ig Hazhilka
youtubenya Hazhilka279
Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/
Terima kasih.