My D you are the first for me

My D you are the first for me
para orang tua yang panik



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


Arfan langsung mengambil tindakan saat di hubungi oleh Justin beberapa saat lalu. ia segera mentitahkan pada manajernya agar mencari tau lewat cctv tentang sesuatu yang mencurigakan yang di sampaikan oleh Justin barusan.


tak butuh waktu lama untuk memutar ulang kejadian kejadian sebelumnya. dan benar saja memang ada sesuatu yang tak beres terjadi di gedung hotel mewah miliknya. dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa korban nya adalah anak dari sahabat nya sendiri.


"Jasmine??". desisnya menatap tak percaya pada sosok wanita yang tiba tiba terkulai lemas lalu terduduk tak sadar kan diri di lantai lift.


Arfan terus memperhatikan dengan seksama pada rekaman cctv dari lift tersebut hingga pupil netranya melebar saat seorang pria yang hampir seumuran dirinya mendekati dan lalu menggendong putri dari besannya itu.


"ini memang sudah ga benar lagi". desisnya


"hubungi bagian keamanan segera untuk mengecek lantai teratas".titah Arfan pada operator tersebut.


"baik pak".sahut sang operator cctv tersebut.


tak ingin berlama - lama akhirnya ia berniat menyusul sang putra yang saat ini berada di lantai teratas di mana masalah sedang terjadi dan akan membahayakan ibu kandung dari cucu laki laki-laki nya itu.


untungnya Justin cepat memberi tahukan dengan cepat atas apa yang terjadi di hotel milik nya sehingga Arfan bisa mengambil tindakan sesegera mungkin.


Arfan dan tim keamanan segera menyusul Justin untuk segera menyelamatkan Midea yang kini sedang dalam bahaya. sembari berjalan dengan tergesa-gesa menuju lift. ia pun segera menghubungi besan nya itu dan memberi tahukan mengenai keadaan putrinya saat ini.


Mona yang mencurigai sesuatu yang tak beres pada gelagat suaminya itu dengan langkah terburu-buru pun ia menyusul sang suami. lalu Astrid yang juga melihat sang suami yang tiba tiba bangun dari duduknya lalu melangkah dengan tergesa-gesa menuju lift tanpa berpamitan padanya, membuat Astrid merasa heran dan penasaran dengan tingkah sang suami yang tiba tiba berubah seperti orang panik.


"ayah mau kemana?". tanya Astrid saat berhasil menyusul langkah sang suami yang terlihat guratan rasa cemas di wajah tampan nya.


"Jasmine Bun".sahut Arfan khawatir saat ia mendapat kan telpon dari Arfan barusan mengenai kondisi sang putri.


"Jasmine??!. kenapa??". tanya Astrid yang ikut merasa khawatir.


"entahlah. kita susul aja mereka".jawab Jason yang terus melangkah tergesa gesa saat melihat Arfan dan Mona mendekati pintu lift.


Dan bukan hanya Mona dan Astrid saja yang berfirasat ada sesuatu yang tak beres di penghujung sore itu, apa lagi ia sempat men - dengar Astrid dan Jason menyebutkan nama putri angkatnya itu. Alma pun segera menitip kan dua cucunya itu pada dua sejoli yang masih asyik mengobrol mesra tanpa mau memperdulikan waktu senja akan tiba.


Alma juga bergegas menyusul dua pasutri paru baya itu ke dalam lift.


"tunggu". Teriaknya seraya menahan pintu lift.


"maaf uni. jika ambo lancang. sebenarnyo ada apo?. sebab ambo mendengar namo nya Jasmine di sebutkan dan ambo melihat awak semua pergi dengan tergesa-gesa makanyo ambo menyusul awak semua sampai sini". ucap nya.


sementara dua pasutri paruh baya itu saling menatap bingung satu sama lain lantaran mereka tak tau harus memulai dari mana untuk menjelaskan apa yang terjadi pada bundanya Dean itu.


"masuklah ini. Kito liat dulu keadaan nyo Jasmine. sebab Kito orang juga indak tau ada persoalan api yang terjadi pada anak Kito". jawab Astrid seraya mengajak Alma masuk ke dalam lift.


tanpa banyak bertanya. Alma pun ikut masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka naik ke lantai teratas dari gedung hotel mewah ini.


akan tetapi balasan dari pesan yang ia kirim kan tak juga di di buka oleh putra semata wayangnya itu.


"di mana si Justin sekarang. kenapa tu anak belum di buka juga pesan nya". tanya Arfan di hatinya.


"papa mau menghubungi siapa lagi?". tanya Mona penasaran pada suaminya itu yang sedari tadi tampak sibuk dengan ponselnya.


"Justin ma. dari tadi papa coba menghubungi dia. itu anak ga di buka buka pesan nya". jawab Arfan yang masih terpaku pada latar ponselnya.


"udah nanti aja. kita susul dia ke kamarnya aja. mungkin mereka ada di sana". ucap Mona berharap bahwa keadaan mantan istri putra nya itu baik baik saja.


Arfan pun menuruti apa yang di katakan oleh istri nya itu. ia kini menunggu di dalam lift yang masih bergerak ke atas hingga akhirnya


lift berhenti dan otomatis terbuka. Arfan dan Jason segera mencari Justin untuk mencari tau apa yang terjadi. di susul oleh ketiga wanita yang ikut bersama dengan mereka.


saat mereka menyusul Justin bersamaan tiba tiba terdengar teriakan suara perempuan yang terdengar keras.


"seperti suara nyo Jasmine?!". gumam Alma di dalam hatinya.


Alma menyusuri lorong untuk memastikan pendengaran nya mengenai suara yang sedang berteriak itu apa lagi di tambah dengan suara teriakan yang lain.


"kayak suaranya si Retha deh pa". ucap Mona yang hafal betul suaranya Retha.


"hah?!.masa sih ma?" tanya Arfan kurang yakin.


"iya pa". sahut Mona yakin.


Arfan Melanjutkan pencarian nya di lantai teratas yang di mana ruang mewah milik anak nya ada di sini. pekikan suaranya Midea terdengar kembali di telinga nya Alma dengan meneriakkan kata "panas'. lalu di susul suara nya Retha yang berteriak dengan kata "bang" terdengar kembali dan kali ini dengan teriakan yang lebih lantang dan keras.


segeralah Alma mencari tau ada apa gerangan yang terjadi pada putri angkatnya dengan berjalan tergesa-gesa meninggal kan dua pasutri paruh baya di belakangnya.


meliha Alma yang telah mendahului mereka maka Mona pun tak mau kalah. ia pun segera mempercepat langkahnya untuk menyusul Al Alma yang sudah berada di depan nya. begitu pun Astrid yang refleks atas apa yang di lakukan besannya itu.


tiga wanita cantik itu kini sudah mendahului dua pria di belakangnya dan mereka semakin yakin suara teriakan itu adalah suara dua wanita yang mereka hafal betul suaranya.


saat mereka tiba di lokasi kejadian secara tiba tiba ketiganya


"aaaakh.. astagfirullah ". pekik tiga wanita saat melihat kejadian mengerikan yang sedang berlangsung di depan mata mereka.


Yok ke next chapter ya reader.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.