My D you are the first for me

My D you are the first for me
shock terapi 2



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..


beberapa jam lalu...


"Midea". Justin mendesis lebih keras dan geram saat menyebut nama yang membuat nya shock di pagi ini seraya meremas kasar isi surat tersebut.


desisan Justin itu tentu saja di dengar oleh Indra yang masih di dalam satu ruangan dengan pria yang sedang menahan amarah itu. Indra mengernyitkan dahinya saat melihat gelagat lain pada sahabatnya itu.


ia menghampiri Justin yang sedang ******* ***** sebuah kertas dengan kuatnya.


"Justin". panggil Indra dengan hati hati seraya mendekati sahabatnya itu.


Justin tak menggubris panggilan dari sahabat nya itu. hingga Indra memangilnya kembali untuk kedua kalinya barulah pria itu meracau sendiri.


"gue harus cari tau alasannya sekarang juga! " desis Justin seraya masih menggenggam surat yang ia remas tersebut.


Justin segera pergi saat Indra masih berdiri dengan kebingungannya menatap tingkah Justin yang tiba tiba berubah marah tersebut.


"Tin". panggil Justin saat sahabatnya itu telah menghilang di balik pintu.


Indra memungut kertas lusuh hasil remasan Justin yang berserakan di lantai. Indra merapikan sesaat sebelum berusaha membaca isi dari kertas lusuh tersebut.


sama seperti Justin. Indra pun mengalami shock terapi di pagi ini. karena ia memang tidak menyangka jika seorang Midea akan melakukan gugatan cerai kepada Justin. Ia fikir selama ini jika seorang Midea nekat melakukan hal hal ekstrim karena di picu faktir kecemburuan karena Justin menikahi Namira.


tetapi sekarang kan sudah berbeda di mana tak ada lagi istri kedua atau wanita yang lain nya yang menjadi saingan Midea dalam rumah tangganya. bahkan ia melihat Justin berusaha untuk menjadi figur ayah dan suami yang baik untuk wanita itu.


bahkan menurut yang ia dengar dari Justin sendiri jika sahabatnya itu sudah membeli rumah baru untuk mereka tinggali bersama nantinya jika Midea berhasil di bujuk pulang oleh Justin.


seharusnya tidak ada lagi konflik di antara mereka sih. apa lagi yang ia tau jika Justin sekarang sudah memiliki perasaan sayang untuk wanita itu seperti yang di harapkan Midea dulunya.


tetapi sekarang sangat berbeda dari yang ia bayangkan dan Justin harapkan pastinya. apa mungkin Midea sesakit hati itu sehingga harus menggugat cerai Justin.


"astafirullah Justin". Indra beristigfar kala teringat jika Justin pergi dalam keadaan hati dan pikiran yang kacau.


"aduh anak itu ntar kenapa napa lagi". omel nya seraya setengah berlari mengejar Justin.


Indra keluar dari ruangan Justin dan langsung mendapati Rita di depannya.


"Rita. pinjami saya mobil kamu sekarang. cepat". desak Indra pada sekretarisnya Andra itu.


"i.. iya.. pak.i..ni kuncinya". sahut Rita kaget.


maka ia pun buru buru merogoh tasnya untuk memberikan bossnya kunci mobil dengan harga standar miliknya. dengan segera Indra menyambar kunci mobil tersebut. lalu segera pergi dari Rita menuju parkiran di mana mobil karyawan kantor cabang KBC itu berada.


sementara Rita hanya bisa terbengong menatap punggung salah satu atasannya yang menghilang di balik lift sembari ber tanya tanya di hatinya "ada apa gerangan dengan boss bossnya pagi ini?".


...----------------...


di jalanan Indra masih berusaha mengejar Justin menggunakan mobil yang tidak seimbang dengan kecepatan mobil yang di bawa Justin. dalam perjalanannya ia terus memutar otak agar bisa menyusul Justin segera. lalu ia teringat pada Satria yang memiliki kecepatan mobil yang hampir sama dengan mobil yang di miliki Justin.


Indra pun menghubungi Satria segera dan mempertanyakan keberadaan adik sepupu dari Justin itu berada.


"masih di kampus bang". sahut Satria.


"oke". sahut Indra.


lalu dengan Segera Indra membelokkan mobil sekretarisnya Andra itu ke arah parkiran kampus di mana istrinya dulu berkuliah. Indra segera menghubungi Satria kembali dan memintanya ke parkiran sekarang.


"bang Indra". panggil Satria saat melihat sahabat dekat abang sepupunya itu keluar dari mobil yang entah milik siapa yang di bawanya.


"ada apa bang?". tanya Satria heran karena tumben tumbenan suami dari teman dekat nya itu datang lagi ke kampus ini semenjak mereka menyelesaikan studinya.


Tanpa basa basi Indra meminta Satria untuk membawa mobil mewahnya untuk segera menyusul Justin yang sedang berkendara sendiri dengan perasaan dan pikirannya yang kacau.


"udah jangan banyak tanyak. cepetan nanti abang ceritain sambil jalan". desak Indra.


dengan rasa penasaran akhirnya Satria melakukan juga apa yang di titahkan Indra padanya. sementara Indra menghubungi Rita agar mengambil mobilnya di parkiran kampus yang tak berada jauh dari kantornya mereka.


dengan menitipkan kunci pada satpam kampus akhirnya Indra dan Satria berangkat ke Brstgi menyusul Justin yang sedang berkendara dengan pikirannya yang semrawut


selama dalam perjalanan. Satria menagih janjinya pada Indra untuk menceritakan kejadian tadi pagi yang menimpa abang sepupunya itu.


"abangmu di gugat cerai oleh Midea". ujar Indra yang tak tau lagi harus berkata apa pada Satria yang terus mendesaknya untuk menceritakan masalah abang sepupunya itu.


"hah. apa??! ". pekik Satria kaget tetapi masih bisa berusaha untuk konsentrasi pada jalanan.


"kamu shock kan?! ".tanya Indra balik pada Satria.


"sama. abang juga shock. gimana lagi dengan si Justin coba? ". lanjut Indra.


"bagaimana bisa??!". bukannya bang Justin udah ketemu istri dan anaknya. dan lagi tahap membujuk supaya mau pulang ke rumah lagi. apa lagi sekarang Keyra udah di sini". ujar Satria heran.


"ya abang ga tau dek. apa lagi abang tau nya itu surat dari pengadilan agama baru nyampe tadi pagi di antar ke ruangannya Justin. dan langsung di terima sama abang kamu itu". ungkap Indra.


"hah. secepat itu? 6terus bang?". tanya Satria penasaran.


"ya gitu jadinya. ngamuk ngamuk dia nya. dia langsung cabut dari kantor mau nyusul ke Brstgi sekalian mau nanyak langsung ke istri nya. itu surat apa maksudnya?. ungkap Indra saat mengingat tingkah Justin tadi pagi.


"waduh bakalan bikin heboh dong di sana bang. apa lagi itu perusahaan orang meski pun ownernya bang Andra". komentar Satria yang semakin menancap gas agar bisa segera menyusul abang Sepupunya itu.


"nah itu dia. takutnya itu anak ngamuknya juga sama si Andra karena di pikirnya si Andra lah yang menyembunyikan istrinya selama ini". ungkap Indra khawatir.


"ya mudah mudahan mereka bisa bersikap dewasa bang". sahut Satria menenangkan.


"makanya kita harus ke sana juga buat jaga jaga dari pada entar ada apa apanya. kan bikin malu". ujar Indra.


Satria hanya bisa diam menatap jalanan yang mulai berliku.


sementara Justin menjaga kecepatan pada mobil sportnya menuju kota Brstgi tepatnya ke perusahaan keluarganya Andra setelah mengetahui info keberadaan Midea pagi ini.


ia benar benar tidak habis pikir pada tindakan Midea yang di luar nalarnya. ia pikir kaburnya Midea adalah suatu bentuk protes atau balas dendam pada sikap nya yang dulu karena memisahkan Dean dari Dea saat wanita itu masih di dalam penjara.


makanya Justin tidak terlalu memaksakan Midea untuk pulang dan tinggal bersamanya. ia memberikan waktu untuk wanita itu agar bisa tenang untuk berfikir tentang rumah tangga mereka.


akan tetapi kenyataannya sungguh jauh dari harapan. Midea mampu membuatnya mengalami shock terapi untuknya di pagi ini.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.