
"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
"nenek". Panggil Dean saat melihat neneknya hanya bergeming.
Alma menoleh ke arah Dean dengan tatapan kaget saat mengetahui jika Dean tak pernah masuk ke kamarnya dan mematuhi titahnya tadi.
"Dee??". Panggilnya seraya mendekat ke arah nya.
"Dee kenapo indak masuk ke kamar?". tanya Alma seraya merapikan poninya.
"nenek.. Dee mau uyang tahun cama cemua nya". ujar Dean pelan tapi cukup di dengar oleh lima orang dewasa yang berdiri tak jauh dari mereka.
"banna seperti itu?". Dee mau merayakan ulang tahun sama Daddynyo jugo?". tanya Alma memastikan kembali pendengarannya.
Dean mengangguk pelan. Sementara lima orang dewasa yang melihat tanggapan bocah itu merasa senang dan tersenyum lebar.
" tapi nenek jangan kasih tau unda kalau ada Daddy di sini. nanti unda mayah. nanti unda cakit lagi". ucap Dean polos.
Alma yang mendengar ucapan polos sang cucu pun jadi tak bisa berkata apa pun. Ia hanya bisa meng iya kan saja apa yang di inginkan Dee saat ini.
"jadi Dee mau merayakan ulang tahun sama Daddy tanpa di ketahui oleh bunda?". tanya Alma kembali.
Dean mengangguk pelan.
"apo indak sayang sama bunda kalau Dee merayakan ulang tahun nyo tanpa ada bunda? tanpa mengundang bunda?". tanya Alma kembali.
Alma hanya ingin memastikan pemikirannya terhadap Dean saat ini. jika bocah yang telah di besarkan oleh kasih sayangnya ini telah berubah sikapnya menjadi anak yang lebih menyayangi Daddynya ketimbang memikirkan perasaan bundanya yang pastinya akan kecewa jika mengetahui Dean lebih memilih merayakan ulang tahun bersama keluarga Daddynya dari pada dengan bundanya seorang.
Meskipun hati kecilnya juga berharap kedua orang tuanya bisa akur kembali. Sehingga anak ini tidak merasa ada ketimpangan dalam kasih sayangnya.
"Dee mau cama unda juga nenek. tapi Dee juga pingin kumpul cemuanya. tapi Dee takut unda mayah sama Daddy telus cakit lagi".ucap Dean polos seraya menundukkan wajah nya.
"Dee..nanti kito bicarakan ini sama bunda ya?" ucap Alma.
Dean menganggukkan kepalanya. Alma pun tersenyum seraya membelai rambut anak itu.
lalu Alma menghampiri lima orang dewasa itu dan berkata
"ambo akan membicarakan hal ini kepada kalian tapi indak di sini. Kita ke tempat lain saja".
"baiklah uni. Ayo kita ke restoran yang berada dekat sini". Ajak Mona.
Akhirnya Alma dan ke lima orang dewasa itu pergi meninggalkan hotel demi membicara kan hal yang penting mengenai ulang tahun nya Dean. Pembicaraan yang memakan waktu hingga jam makan siang itu pun menemukan titik temu.
"ambo akan mencoba membicarakan ini dengan Jasmine. tapi ada baiknyo nak Justin sendiri yang berbicara dengan bundanya Dee. Sehingga Jasmine tak merasa di bohongi oleh kito". Saran Alma.
"baik bu. Saya akan berangkat ke pdg sore ini juga". Sahut Justin.
"ke pdg?. ada acara apo?". tanya Alma.
"ya untuk berbicara dengan Jasmine bu". Jawab Justin.
"indak perlu".jawab Alma seraya menggeleng kan kepalanya.
"Jasmine ada di sini. Di hotel kalian. Ia di mintai tolong oleh Qanita untuk mengganti kan seorang model yang sakit.". lanjutnya.
"oh ya??Mi..mi..dea ada di sini?". tanya Justin dengan netra yang berbinar senang.
"iyo nak Justin. Tadi malam ia tibo di sini. Awalnya ia memang indak mau datang ke sini lagi. Tapi karena ambo yang membujuk nyo untuk membantu tante nyo. Maka nyo ia mau datang ke sini" tukas Alma.
"baik terima kasih bu". Sahut Justin.
acara makan siang dengan keluarga itu pun berakhir sudah dengan menemukan titik terang demi membahagiakan seorang anak yang sudah lama membutuhkan berkumpul bersama dengan seluruh keluarganya.
Justin kembali ke kamar hotelnya untuk menghadiri even fashion show di hotel ini. Begitupun yang lainnya memilih untuk mempersiapkan diri menjadi tamu undangan dari even tersebut.
Justin pun menyanggupi permintaannya Alma. Lalu ia pamit dan mempersiapkan diri nya untuk bertemu wanita yang sebenarnya sudah lama ia cari cari jauh sebelum Namira hadir mewarnai hidupnya.
**
"sudah bisa bersiap siap ya sekarang. Jangan lupa keep spiritnya honey". titah Qanita pada semua modelnya.
"Neesha yuk ikutan nonton. Kamu juga harus melihat penampilan adek adek kamu. Jangan sedih. Masig ada kesempatan lain. Okey?". Ujar Qanita memberikan nasehat dan juga semangat untuk Nesha yang terlihat murung.
"makasih aunty". Sahut Neesha seraya tersenyum.
"ayok abang bantuin". tawar Arjun seraya memberikan satu tangannya untuk di genggam oleh adik sepupunya itu.
"iya bang. Makasih". Sahut Nesha seraya menerima tangannya Arjun sebagai topangan untuk berjalan selain tongkat sementara yang ia gunakan untuk membantunya berjalan.
Para peserta beriringan jalan memasuki lift yang menuju ballroom hotel yang terletak di lantai tengah dari gedung mewah yang telah memiliki ratusan kamar tersebut, bahkan terdengar jumlah kamarnya yang hampir mendekati angka seribu itu. Jadi tak salah jika panitia memilih even seperti ini di sebuah hotel yang terkenal dengan fasilitas mewah nya hingga ke manca negara.
meskipun kamar dengan harga murah yang berkelas ekonomi pun, tetap tampilannya terlihat mewah dan terasa begitu nyaman bagi penggunanya. Jadi wajar saja jika hotel milik keluarga Ardiansyah ini adalah masih memegang rating sebagai hotel terbaik di indonesia.
"De Jasmine.. a......yok". Ajak Qanita dengan nada suara yang awalnya begitu semangat tetapi menghilang di akhir kata saat melihat penampilan Jasmine yang begitu cantik sore ini.
"tante" . Panggil Dea saat melihat wanita cantik itu termangu menatap dirinya seraya tersenyum.
"a..cha..you are so beautiful dear". puji Qanita menatap kagum pada wanita yang terlihat seperti patung manikin dari asia selatan itu.
Midea hanya menampilkan senyumnya sebagai tangapan dari pujian Qanita kepada nya. Lalu kedua wanita itu berjalan beriringan keluar dari kamarnya menuju lift.
"hati hati ya sayang kita menunggu lift yang kosong saja. Karena saat ini para peserta yang menggunakan lift sedang membludak belum lagi para tamu yang menginap di sini". ujar Qanita yang sengaja berjalan pelan untuk menemani Midea yang tengah menggunakan gaun pengantin rancangan uniknya.
"ya tante". sahut Midea yang juga turut berjalan pelan di karenakan gaun pengantin nya.
Sebenarnya ia bisa saja berjalan apa adanya karena ia masih menggunakan sandal datar yang memungkinkan ia bisa berjalan dengan tergesa gesa jika ia mengangkat gaunnya saat ini. hanya saja ia tak ingin terjadi sesuatu pada gaun itu. gaun yang telah bersusah payah di buat oleh tantenya yang baik hati itu.
Jika tantenya ingin memberikan yang terbaik pada karyanya. maka ia pribadi pun, juga ingin memberikan yang terbaik dengan menjaga amanah dari orang pertama yang telah mem -berikannya kesempatan menggunakan gaun pengantin meskipun hanya sebatas menjadi model semata.
suara ponselnya Qanita berdering keras di saku gamisnya. Ia segera mengangkat ponsel nya dan mendengarkan lawan bicaranya sejenak yang mengatakan jika dirinya harus berada di ruang acara sekarang di karenakan harus mendengarkan arahan panitia kembali.
"De Jasmine. tante terpaksa tinggalin kamu sebentar ya sayang. tante di panggil sama panitia. ada arahan yang harus tante ikuti dari mereka. Kamu bisa sendiri kan naik liftnya. Ingat ya sayang di lantai 27 dari gedung ini" ujar Qanita.
"iya tante". Sahut Midea seraya tersenyum.
Lalu Qanita meninggalkan Midea sendirian di koridor hotel dengan memilih masuk ke sebuah lift yang baru saja berhenti dan di penuhi oleh para tamu undangan yang akan menghadiri acara bergengsi itu.
Cukup lama Midea berdiri di sana menekan tombol lift agar berhenti di lantai family suit itu. tetapi wanita manis itu belum beruntung hingga detik ini juga. Lift memang berhenti untuknya, tetapi dengan banyaknya manusia di dalam lift tersebut. tidaklah bersahabat dengan dirinya yang menggunakan gaun pengantin seperti ini.
hingga akhirnya sebuah lift berhenti di depan Midea dan pintu lift terbuka saat itu juga. sepasang tamu hotel yang mungkin saja pasangan yang baru menikah tersenyum padanya dan mempersilahkan dirinya untuk masuk ke dalam lift.
Midea mengangguk seraya tersenyum kecil lalu melangkah masuk ke dalam lift tersebut. Lift menutup membawa Midea naik ke lantai yang ia tuju.
The next chapter ...
*Midea bertemu dengan seseorang yang membuat jantungnya berdebar. Siapakah dia?
*Midea yang tiba tiba di serang oleh sesuatu.
apakah itu?
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.