My D you are the first for me

My D you are the first for me
shock



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉..


sepeninggalnya Keyra yang masuk ke dalam kamarnya. Justin pun masuk ke kamarnya sendiri. kamar yang ia desain sedikit mirip dengan apartemen rahasianya Midea agar nantinya wanita itu bisa merasakan aura aura dari apartemen rahasianya wanita itu. supaya wanita itu bisa betah nantinya.


"My D Jasmine. "now I want to devote all that I have to you. including realizing your dream house De". ( sekarang aku ingin mencurahkan segala yang aku punya untukmu. termasuk mewujudkan rumah impian kamu De)"gumam Justin seraya memperhatikan desain interior kamarnya yang sedikit mirip dengan kamar di


apartemen rahasianya Midea.


sebuah pesan masuk dari Satria ke aplikasi chatnya yang menanyakan kabarnya. Justin langsung membalas dan memberitahukan jika ia dan putrinya ada di rumah yang baru. dan menutup pesannya dengan di antarnya Keyra ke rumah Satria saat dirinya besok harus ke kantor.


keesokan paginya...


setelah mengantar Keyra ke rumahnya Satria. dua saudara sepupuan itu berangkat kerja bersama meskipun berbeda jurusan. jika Satria harus mengajar dulu di pagi ini baru siangnya ia ke pabrik KBC. sedangkan Justin harus langsung ke kantor di mana Alan dan Indra telah menunggunya dari lima belas menit yang lalu.


"nanti siangnya apa kamu langsung pergi ke pabrik? ".tanya Justin.


"iya bang. ada kerjaan. soalnya nanti siang ada bahan baku masuk dari perkebunan nya bang Andra". jawab Satria.


"loh kok bisa di kasih?. tapi katanya cuma buat pabriknya mereka aja". komentar Justin.


"sebenarnya memang ga bisa sih bang cuma karena stok kita yang mulai menipis dan stok dari para petani yang kita kontrak pun belum menuai hasil panennya lantaran belum cukup umur bang. jadi Aku sama bang Andra berinisiatif order aja dulu ke perkebunan keluarganya bang Andra meskipun cuma sedikit yang bisa di kasihnya". jelas Satria.


"oo...ya sudah tak apa. semoga kita memiliki cadangan petani yang lain selain yang kita minta kerjasamanya". ujar Justin.


"iya bang". sahut Satria lalu pamit dari Justin untuk masuk ke mobilnya.


sedangkan Justin masuk ke mobilnya sendiri. mereka pergi ke tempat tujuannya masing masing.


Di firma hukumnya Sagita....


surat kedua dari pengadilan agama tiba di kantornya Sagita yang artinya sidang lanjutan dari gugatan cerainya Midea di lanjutkan.


Sagita tersenyum simpul membaca dari isi surat tersebut. itu berarti tak lama lagi Midea akan mendapatkan kebebasannya sebentar lagi.


"lup".panggil Sagita pada asistennya itu.


"ini surat kamu urus seperti biasa ya?!". titah Sagita.


"ya mbak. atas nama pak Justin. ke kantor KBC kan?!". tanya lupita memastikan.


"ya. saya mau hubungi Midea dulu". ujar Sagita.


"oke mbak". sahut Lupita.


Sagita mendial nomor ponselnya Midea. saat wanita itu menerima panggilannya. Sagita langsung memberitahukan tentang jadwal sidang kedua dari gugatan cerainya terhadap Justin.


"baik Git. terimakasih akan aku usahakan tepat waktu". ucap Midea sebagai penutup sambungan telponnya hari ini.


lalu Midea memilih melanjutkan pekerjannya. setelahnya ia membuat sesuatu berupa kue kering yang mengandung buah Nenas yang di sebut nastar atas permintaan Cindy tadi pagi. Midea sendiri pun merasa heran lantaran selama ia bekerja tidak sekalipun wanita cantik itu meminta pada dirinya untuk di buatkan sesuatu.


pesan masuk dari Cindy membuat Midea menghentikan pekerjaannya sejenak. ia membuka aplikasi chat berwarna hijau tersebut.


Cindy


"Mi"


"Setelah Dee aku jemput. aku langsung ke kantor mas Andra sekalian aja aku singgah ke kantin buat ambil pesanannya aku ya? "


Midea


"oke 😉".


kedua wanita cantik itu pun menutup aplikasi chat tersebut. Midea kembali melanjutkan pekerjaannya dalam mengaduk adonan untuk nastarnya Cindy.


sementara Cindy sendiri masih nyaman di atas ranjang dalam rebahannya setelah sarapan bersama dengan Andra tadi paginya.


ia males bangun karena masih merasakan mual mual semenjak kemarin. apa lagi saat ia mengeluarkan isi perutnya di beberapa menit lalu membuat dirinya mengalami shock pada perutnya.


hanya saja saat ini ia berfikir sederhana. jika ia mengalami gejala masuk angin akibat suka telat makan dan memiliki kebiasaan yang suka ketiduran di bath up saat wanita itu berendam di bath up hangat. hanya untuk mendapatkan rasa rileks pada tubuhnya.


mungkin ia beruntung saat berendam airnya masih hangat kala ia terjaga dari tidurnya akan tetapi keseringannya ia selalu mendapati dirinya menggigil kedinginan saat air di bath up memang sudah dingin.


mungkin keberuntungan Cindy lain lagi jika sang suami cepat pulang dan juga bonus untuk Andra jika melihat pemandangan cantik di depan mata dan juga merefresh otak yang penat akibat kelelahan bekerja hampir semingguan di luar kota tanpa sang istri di sampingnya.


Di kantor cabang KBC Mdn..


"semua yang bapak minta sudah di selesai kan dengan cepat pak. silahkan bapak mencobanya hasil dari technology terkini". Alan mempersilahkan bossnya itu untuk mencoba alat pelacak yang terdapat di perhiasan Midea.


saat Justin meminta Alan untuk mengguna kan sebuah gelang di lengan pria itu.


"jalan ke sana Lan". titah Justin pada asisten nya itu.


Alan pun mengikuti perintah sang atasan yang mulai posesif terhadap nyonya Midea.


Justin pun tersenyum puas saat melihat sinyal yang bergerak aktif yang terhubung di layar ponselnya.


"good". ucap Justin.


Justin pun merasa puas setelah ia mencoba semuanya pada asisten tersebut yang ia tau jika pria yang berada di hadapannya kini sedang mendongkol di hati nya lantaran di jadikan sebagai kelinci percobaan pada produk yang baru saja di terimanya.


"thank you Alan dan saya minta maaf. tidak ada niat saya untuk melecehkan kamu. jadi tolong jangan di masukin ke hati". ucap Justin pada Alan yang terhenyak saat mendengar kata katanya si boss.


"i.. i.. ya.. pak". jawab Alan kikuk.


suara ketukan pintu dari luar membuat Justin menyudahi aktifitasnya dan ia segera menyimpan satu set perhiasan tersebut ke dalam brankas kantor miliknya. Justin akan menyerahkan ini kembali saat ia mencoba membujuk wanita itu kembali.


Justin mentitahkan Alan untuk membuka pintu untuk mengetahui siapa yang datang.


"Tin". panggil Indra saat pria itu muncul di depan pintu.


"si Andra ga masuk ya?. kok tu anak ga ada di ruangannya". tanya Indra yang baru tiba dan mendarat di rooftop kantor.


"udah ijin sama kemarin. katanya istrinya lagi sakit katanya ntah". ujar Justin saat teringat alasan Andra untuk pulang di rabu sore.


"oohh". sahut Indra.


"gimana kerjaan lu di sana?". tanya Justin yang meminta Indra duduk di sofa.


"nih. semua datanya ada di Situ dan ini semuanya udah di tanda tangani mr. Alex". jawab Indra seraya menyodorkan semua hasil kerjanya pada Indra.


Justin melihat sekilas berkas yang telah rangkum yang nantinya akan menjadi sebuah kerajaan bisnis yang baru dalam memperluas produk penjualan mereka. lalu Justin bangun dari duduknya untuk mengambil laptopnya yang berada di atas meja kerjanya.


saat pria itu berdiri di depan meja kerjanya tanpa di sengaja netranya menangkap sebuah amplop yang berwarna coklat di antara kertas dan buku buku yang belum habis di bacanya.


Justin yang merasa belum melihat amplop berwarna coklat itu selama ini menjadi penasaran. ia mengambil dan melihat isi di dalam amplop tersebut serta membuka lipatan kertas putih tersebut untuk mengetahui isinya.


pupil netranya seketika melebar tajam. degup jantungnya memacu kencang seiring darah nya berdesir deras ia meremas kertas yang membuatnya hatinya memanas saat telah membaca seluruh isi surat yang di tujukan khusus untuknya.


"Midea". desisnya geram.


bersamaan itu juga suara pintu di ketuk kembali dari luar. Indra yang belum menyadari keadaan hatinya Justin saat ini mentitahkan untuk masuk. sekretarisnya Andra yang bernama Rita memberi kan sebuah amplop yang sama dengan yang di pegang Justin barusan.


"pak ini ada surat dari kantor pengacara ibu Sagita". ucap Rita seraya menyodorkan surat tersebut ke Justin.


Justin yang masih bergeming karena masih shock sedari selesai membaca surat dari pengadilan agama di mana seharusnya ia menghadiri sidang pertama di dua minggu yang lalu. karena di situlah kesempatan mereka berdua untuk melakukan mediasi.


tetapi nyatanya ia tidak tau sama sekali tentang surat gugatan cerai Midea terhadap dirinya yang telah ada di sini semenjak tiga minggu yang lalu.


Justin mengambil surat dari tangan Rita. lalu sekretaris itu pun pamit dari hadapan justin dan Indra. Justin membuka kasar amplop yang berwarna sama dari yang sebelumnya.


"Midea". desisnya lebih geram seraya meremas kasar isi surat tersebut.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.