
Hai readers. selamat membaca kembali ya???
tiga hari kemudian...
kisah video call itu terus berlanjut dengan anggota keluarga yang kini telah bertambah menjadi dua orang yaitu kedua mertuanya yang tiba di hari kemarin sore dalam rangka jumpa kangen besan dan cucu.
sebenarnya Justin ingin protes tetapi ia tak bisa berkutik lantaran sang mama yang lebih mendominasi saat ini. bahkan kini si mama dan juga ibu mertuanya yang ada di depan layar monitor dan sedang berbincang ria dengan sang putra.
Kebisingan pun terjadi jika dua ibu cantik itu bereaksi dengan mulutnya di tambah lagi dengan Keyra yang juga ikutan berceloteh. hanya Retha saja yang sesekali terdengar bertanya perihal tentang bundanya Dean itu.
Justin pun memilih kembali mengalah lagi kali ini. ia keluar dari ruangannya menuju ruangannya Andra di mana juga ada Satria dan Indra di sana.
"kenapa kau Tin?. muka kau cemberut gitu. perasaan aku tadi pagi kau baik baik aja lah ku tengok". tanya Andra saat melihat teman nya itu menghempaskan bokongnya ke sofa.
Satria tersenyum lalu menjawab.
"biasalah bang kalau emak emak sudah men-dominasi".
"hehehe... sabar Tin. ada kalanya mereka bosan dengan sendirinya". ujar Andra.
"mending si Dee lu culik sebentar deh buat di ketemuin langsung sama tu emak emak. pasti mereka tersalurkan rasa kangennya dengan pelukan dan cubit cubitan gemas pada bocah itu. nah ntar kalau udah merasa puas pasti kan mereka lepaskan juga anak lu. bereskan". Saran Indra bernada canda tetapi di anggap serius bagi Justin.
"ntar aku pikirin gmn caranya". sahut Justin datar.
"hah?? ". yang bener bang?!"pekik Satria kaget atas apa yang di katakan abang Sepupunya itu.
"hmmm.... liat ntar tunggu waktu yang tepat". jawab Justin.
"tapi bang Bukannya ntar bundanya Dee itu alergi kalau anaknya udah ketemuan sama abang?". tanya Satria yang pernah di curhatin Justin soal ceritanya Dean tentang bundanya yang terpaksa harus masuk rumah sakit tiap kali Dean habis ketemu sama Daddynya itu.
"iya pinter pinterlah jangan sampai terjadi begituan lagi". sahut Justin santai.
mereka bertiga terdiam dengan netra yang saling memandang satu sama lain.
hari berlalu bahkan minggu pun terlewati sampai akhirnya ulang tahunnya Keyra pun tiba. Mona yang nota benenya ingin merayakan ulang tahun cucu pertamanya itu pun menjadi ribut dan juga over sibuk dalam menghubungi sanak saudaranya untuk ikut berkumpul di kediamannya Kehl Ardiansyah.
sementara Justin lebih suka jika merayakan ulang tahunnya Keyra di rumah barunya yang ada di Mdn. alhasil ibu dan anak itu pun saling berdebat agar keinginan mereka bisa terpenuhi.
"eh Justin. mana bisa kamu buat acara di rumah kamu yang baru itu. rumah kita di Jkt sini itu lebih besar dan halamannya lebih luas. jadi kalau pun ada anak dari saudara saudara kita yang datang dari luar kota mereka ga akan berasa gerah atau pun kesempitan". ucap Mona memberikan pengarahan pada putra semata wayangnya.
"mama lupa apa kalau si Keyra itu sekolahnya di sini. jadi teman temannya itu banyak yang di sini ma". protes Justin.
"tapi saudaranya papa kamu dan juga mama lebih gampang ke rumah kita yang di Jkt dari pada rumahnya kamu yang di sini. tuh liat tu halaman rumah ini aja cuma segitu terus ruang tamu sama ruang tengahnya lagi. yah mana cukup buat nampungin saudara saudara kita yang datang. belum lagi tamu tamunya yang di undang. trus mau buat acara khusus anak anaknya kan butuh tempat yang luas loh Tin. kamu ini gimana sih". omel Mona panjang lebar.
"ya elah ma. kan ga mesti di undang satu benua tu saudara. buat acara nya untuk saudara saudara yang di sini aja lah ma" protes Justin.
"sesekali anak perempuannya di buat yang istimewa gitu kayak princess princess. pelit amat sih jadi bapak.". cibir Mona seraya beranjak ke dapur.
"maaa". pekik Justin tak terima di katain pelit oleh mamanya.
sementara Arfan hanya bisa mengggelengkan kepalanya melihat tingkah dua orang yang di cintainya.
"sudah biarkan saja mamamu itu memang begitu kan dari dulu". timpal Arfan.
"Keyra masih kecil Tin. mana ngerti dia. party party gituan. yang penting di bikin acara ulang tahunnya dengan wah udah senang dia. namanya juga anak kecil. rame rame di buat jadi ratu atau pangeran seharian pastikan udah merasa di istimewakan. udah biarin ajalah mamamu yang mengaturnya". saran Arfan.
"nah ini dia yang aku ga setuju sama orang tua jaman dulu. dengan dalih anak kecil. pa anak kecil itu juga punya keinginan pa. mau di buat gimana acara ulang tahunnya, konsep nya, bajunya, kuenya". protes Justin.
"ya udah kalau gitu tanyain aja sendiri sama anak kamu itu. mau di bikin kayak apa ulang tahunnya". saran Arfan.
keesokan harinya...
saat seluruh anggota berkumpul di ruangan keluarga.
"Kak bentar lagi kan kakak mau ulang tahun ni. kakak mau di buat konsep apa?". tanya Justin saat melihat putrinya itu selesai dengan tulisan abjadnya.
"hmm... ulang tahun??. Keyra ulang tahun? ". tanya Keyra antusias dengan netranya yang berbinar cerah.
"iya sayang. kakak mau ga di buatin acara kayak princess princess gitu ga?". timpal Mona.
"hmmmm...mau..mau??". sahut Keyra senang.
"tu denger. anaknya aja mau di bikin pesta kayak gitu". ujar Mona pada Justin.
"Kakak mau buatnya di mana?. di sini apa di rumah omq aja?". tanya Mona kembali pada Keyra.
"di sini aja deh oma". jawab Keyra.
Justin menarik sudut bibirnya seketika saat mendengar jawaban dari sang putri.
"loh kok begitu?". tanya Mona keberatan.
"iya lah oma. keyra teman temannya di sini. nanti kita undang adek Dee lagi. jadi biar deket kalo adek Dee nya mau ke sini". jawab Keyra.
"hehehe pinter kamu nak. biar kita bisa jemput adek Deenya lebih deket kan?". timpal Justin membenarkan pernyataannya Keyra.
"kamu ya Justin". celoteh Mona sewot.
"ma.. mereka berdua ada benarnya. kalau acaranya Keyra kita buat di rumah sana kan jarak untuk Dee lebih jauh. lagian kalau di sini kan juga banyak saudara kita ma". timpal Arfan yang mendukung rencananya Justin.
"iss si papa ini ya?. bukannya mendukung mama juga malah bersebrangan". dumel Mona sewot.
"ma... ma... lagian nanti apa bisa Dee ke sini dengan atau tanpa persetujuan dari bunda nya?". tanya Arfan.
"iya juga sih". desis Justin pelan saat men -dengar pernyataan dari si papa.
ia tak terfikir ke sana bagaimana caranya membawa Dean ke sini meskipun hanya sebentar saja.
Yok ke next chapter ya reader..
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.