
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
di sebuah persimpangan beberapa blok dari hotel yang di inapi Midea dan keluarganya. wanita itu melihat dari kejauhan seorang gadis berhijab yang mulai menggigil ke -dinginan di tengah malam buta dengan hujan badai seperti ini. belum lagi lampu lampu kota yang tiba tiba mengalami pemadaman total.
mungkin hanya beberapa sebagian penduduk kota ini saja yang mendapatkan dari mesin emergency yang mereka miliki masing masing
Midea tau jika blazer tebal dari gadis itu pun tak mampu menutupi hawa dingin yang menusuk di kulit lembutnya. gadis itu memeluk erat ranselnya. melindungi isi di dalamnya agar tidak basah.
Midea mengikuti langkah gadis itu yang terus berjalan ke arah berlawanan dari hotel yang di inapi Midea saat ini. hingga ia melihat gadis itu berhenti di sebuah persimpangan. tepat nya di depan Zebra cross.
Ia melihat gadis itu mendongakkan kepalanya ke arah rambu rambu lalu lintas untuk memastikan agar ia bisa menyebrang meski -pun saat ini keadaan sudah sangatlah sepi. bahkan Midea menelisik di sekelilingnya tak seorang pun manusia yang lewat di daerah itu.
Midea yang melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah sisi kanan gadis itu. Midea mencoba menghentikan langkah si gadis malang itu dengan ikut menyebrang sembari memperingatkan gadis itu agar berhenti di sana.
Midea berteriak "Stop". untuk memperingat kan gadis itu agar jangan dulu menyebrang sebab menurut perkiraannya jika gadis itu langsung menyebrang saat ini juga. ia yakin dan dapat di pastikan jika gadis malang itu akan di hantam oleh mobil tersebut.
akan tetapi yang anehnya bagi Midea saat ia berteriak tadi. tak sedikit pun suaranya keluar dari kerongkongannya. jangankan terdengar di telinganya sendiri apa lagi terdengar di telinganya gadis itu.
Midea mencoba berteriak sekali lagi untuk memastikan bahwa pita suaranya baik baik saja. ia berteriak dengan kata kata yang sama tetapi tetap saja tak sedikit pun suaranya terdengar.
Midea menjadi bingung dengan keadaan diri nya yang tiba tiba membisu. tak ingin merasa terlambat dalam menolong gadis malang itu ia mengabaikan rasa bingung di dirinya sendiri. meskipun saat ini rasa sakit mulai mendominasi kerongkongannya, akan tetapi ia tepiskan hal tersebut untuk sementara waktu. sebab ada hal yang lebih mendesak dari pada larut merasakan rasa sakit yang tak seberapa di bandingkan nyawa seseorang yang harus di selamatkan.
Midea lebih memilih menolong gadis malang itu dengan ikut menyebrangi jalan mengarah pada gadis itu agar bisa memperingatkan bahaya yang akan datang menghantam diri gadis itu.
akan tetapi sayangnya semua terlambat baginya gadis itu tak bisa di cegah langkah nya bersamaan dengan mobil yang semakin mendekati ke arah tepat di mana gadis itu melangkah.
"Awass". Midea mencoba berteriak sekali lagi meskipun tak ada suara yang keluar dari tenggorokannya.
Dan Midea pun terlambat. mobil sport mewah itu menghantam tubuh gadis itu dengan kecepatan melebihi standar dari kecepatan rata rata saat berkendara di kota. Dea melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana gadis itu terlempar beberapa meter ke sisi jalan yang di mana air mengalir deras di selokan. sehingga tas yang gadis itu peluk pun turut menghilang dan hanyut di bawa air.
Dea melihat tubuh gadis malang itu tergeletak di sisi Jalan dengan tubuh yang penuh luka. bahkan darah segar yang keluar deras entah dari luka yang mana di sapu oleh air hujan yang menyirami tubuh gadis itu.
Midea merasakan sesak saat melihat nafas nya gadis itu tersengal sengal. ia memejam kan netranya tak sanggup melihat keadaan diri gadis yang malang itu. akan tetapi terasa aneh baginya tiba tiba ia merasa di sedot masuk ke dalam tubuh gadis malang itu. Midea membuka netranya perlahan dan kini posisi gadis itu telah tergantikan olehnya.
Midea merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya. dalam penglihatannya kini. ia melihat bayangan seorang perempuan yang dengan wajahnya yang masih samar. perempuan itu memanggil dirinya dengan sebuah nama yang jelas nama tersebut bukanlah namanya melainkan nama "Jasmine"
yang anehnya, Midea pun mencoba membuka mulutnya dengan bibir yang bergetar. lalu mengucapkan satu kata "MAMA". yang mengalir begitu saja di bibirnya seiring dengan dirinya yang tiba tiba terjaga dan tersadar jika yang di alami olehnya tadi adalah sebuah mimpi buruk yang dulunya sering hadir secara acak dan berulang dalam tidurnya.
Midea menghela nafasnya sejenak. untuk menenangkan hati dan fikirannya yang sedang berkecamuk.
ia turun dari ranjangnya seraya melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan waktu pukul satu dini hari. Midea keluar dari kamarnya untuk meneguk segelas air putih yang telah tersedia di ruangan itu.
ia duduk menepi di sebuah balkon dari ruangan tersebut. fikirannya menerawang jauh saat pertama kali ia sadar dari kecelakaan yang merenggut ingatan masa lalunya. hatinya mulai di hinggapi rasa tidak tenang setelah mimpi buruk yang di alaminya barusan.
Midea menunggu sesaat pada lift yang sedang bergerak naik tersebut. ia bersiap masuk saat lift berhenti dan pintu lift terbuka secara otomatis. tetapi ia mengurungkan niat nya saat melihat pria yang ingin ia hindari selama ini ada di dalam lift yang akan ia masuki.
Midea berniat mundur dan mencoba mencari dan menunggu lift lainnya. tapi baru juga ia melangkahkan kakinya ke belakang. pria itu langsung menarik lengannya secara paksa untuk masuk ke dalam lift dan menekan tombol ke arah lantai teratas di mana kamar pribadi dari pria menyebalkan ini berada.
beberapa jam yang lalu di sebuah ruang kantor pribadi dari seorang Ceo yang memegang tiga perusahaan penting Kehl Bio Company sedang berkutat pada berkas dan juga laporan keuangan dari data data perusahaan yang di pimpinnya.
malam ini Justin masih di sibukkan dengan urusan kantor. ia terpaksa harus terlambat pulang lantaran harus mengejar deadline di saat ia akan mengambil cuti nantinya.
ia menyenderkan punggungnya semata demi mendapatkan rileks sementara. malam ini Keyra dan Dean sudah berada dalam satu selimut dengan Midea yang juga ikut terlelap di sana.
Justin memperhatikan sebuah sinyal yang berada di kamar family suit room tersebut. senyumnya tersirat sekilas saat sebelumnya mereka berdua berdebat di telpon demi memaksakan Midea untuk menggunakan salah satu perhiasannya yang mereka beli bersama saat berada di Melbourne.
Justin tak tau perhiasan yang mana yang dunakan oleh Midea saat ini. tapi yang jelas ia sudah berafas lega saat bisa melihat tiga sinyal dalam pantauannya sekarang.
waktu telah menunjukkan begitu larut malam ini. ia menghentikan pekerjaannya dan berencana melanjutkan sisanya di kamar hotel pribadinya. sebab ia juga sudah merasa penat di bagian mata dan lehernya.
Justin pun segera membereskan meja kerja nya yang menumpuk oleh sisa pekerjaannya barusan.
ia mengendarai mobil sendiri menuju hotel papanya. dalam perjalanan tersebut sesekali ia melirik ke arah jam tangannya untuk me -mastikan tiga sinyal yang sedang ia pantau saat ini.
dahinya seketika berkerut saat ia melihat satu sinyal bergerak di sekitar family suit room dari hotel yang di tempati mereka.
"siapa yang bangun di tengah malam gini?". gumamnya.
Justin segera menancapkan gas lebih dalam untuk menaikkan speedometer mobilnya agar melaju lebih kencang dari kecepatan sebelum nya. agar ia bisa segera tiba di hotel yang kini seluruh keluarganya tengah berkumpul di sana demi acara untuk putranya besok.
Justin memarkirkan mobilnya segera begitu sampai di sana. lalu ia segera memasuki lift saat ia melihat salah satu sinyal yang di pantaunya sedang bergerak keluar dari kamar nya. dan kini berada di koridor hotel dari lantai tersebut menuju ruang lift.
Justin memencet tombol sebuah angka dari lantai di mana sinyal yang di pantaunya berada. akhirnya lift berhenti dan pintu lift pun terbuka secara otomatis. Justin terpaku menatap seorang wanita yang ada dalam pantauannya kini sedang berada tepat di hadapannya dengan penampilan yang masih menggunakan piyama di balik Hijacketnya.
next chapter..
Midea yang berusaha keluar dari jebakan seseorang...
Stay cool here ya readers...
Lanjut ke next chapter ya readers.
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.