My D you are the first for me

My D you are the first for me
penantian Jason



"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


Jason masih berdiri mematung menghadap pintu apartemennya Midea. Jason masih berharap pintu itu di buka kembali. hingga pria itu pergi dari situ pun. tetap saja wanita yang di sebut Justin keras kepala itu tak ambil perduli.


ibu beranak satu itu lebih memilih menidur kan sang putra ketimbang memikirkan rasa kecewa yang di alami sang ayah terhadap penolakan dari dirinya.


Jason kembali ke sebuah hotel di mana ia menginap malam ini. Jason masih berharap jika putri nya itu mau merubah fikirannya. bahkan hingga isya telah berlalu pun Jason masih menunggu dering telpon dari putrinya itu seraya mengetikkan pesan pada sang istri yang selalu terlihat khawatir pada dirinya melalui pesan pesannya.


akan tetapi tetap saja tak ada notifikasi apa pun dari putrinya itu. Jason pun melangkah gontai keluar dari kamar hotel menuju ke terminal bus. Jason menghentikan sebuah taxi dan mentitahkan pada sang supir untuk mengantarnya ke terminal bus.


tetapi sebelum itu ia meminta pada sang supir untuk melewati apartemen di mana putri dan cucunya tinggal untuk saat ini. dan meminta sang supir untuk berhenti sejenak di depan taman apartemen mewah tersebut.


lalu tiba tiba nada dering dari ponsel miliknya terdengar olehnya. Jason segera mengambil ponselnya di balik saku jaketnya dengan pengharapan jika yang menelpon adalah putrinya yang berubah fikirannya untuk ikut bersama dirinya sekarang.


akan tetapi sangat di sayangkan, Jason memang terlalu banyak berharap selama ini kepada darah dagingnya itu. ia memandang lesu pada ponselnya yang masih berdering. ternyata sang istri yang menelponnya untuk menanyakan keberadaannya.


Jason pun menjawab apa adanya. dan meminta agar istrinya itu tak perlu khawatir dengan keadaan dirinya saat ini. lalu ia pun menutup telponnya setelah memberi pesan pada sang istri agar jangan terlalu risau dan banyak fikiran.


Jason menghela nafasnya sesaat lalu meminta kepada supir taxi tersebut untuk langsung mengantarnya ke terminal bus.


sesampainya di sana Jason duduk di depan loket bus yang akan di tumpanginya malam ini. ia masih sabar menunggu putrinya itu untuk beberapa menit hingga berganti jam. ia masih berharap putrinya datang. apa lagi di lihatnya masih ada waktu barang satu jam lagi jadwal keberangkatan bus yang terakhir menuju perjalanan jauhnya bagi penumpang yang mengambil perjalanan jauh apa lagi menyeberangi pulau sumatera nantinya.


Jason melirik ke jam tangan mahalnya waktu mulai perlahan meninggalkan menit demi menit hingga...


"grandpa". suara anak kecil menyebutkan sebuah kata yang sering di sebutkan Untuk nya kala cucunya memanggil dirinya.


Jason merasa tidak asing dengan suara anak kecil tersebut. ia mencari cari ke sumber suara hingga ia mendengar suara perempuan yang juga ia hafal betul siapa sang pemilik dari suara tersebut.


"ayah". suara perempuan yang sangat di kenali betul oleh Jason.


suaranya memanggil pria paruh baya tersebut dengan iba. Jason melihat ke arah sumber suara di mana ia melihat seorang perempuan yang dengan setia mendampinginya selama ini berdiri tak jauh darinya di temani oleh seorang pria yang menjadi menantunya. dan juga seorang bocah cantik yang tak lain adalah cucunya sendiri.


"bunda??!. Justin??! dan Keyra??! ". pekiknya pelan seraya mengernyitkan dahinya heran.


namun hatinya di selimuti rasa kebahagiaan yang amat dalam. Jason merindukan istrinya itu.


beberapa jam yang lalu...


pesawat kedatangan domestik tiba di bandara KLN Sumatera utara. seorang wanita paru baya yang masih terlihat cantik nan anggun turun dari pesawat yang keberangkatannya dari kota Bdg itu.


Dialah Astrid istri dari pernikahan ke duanya Jason Archidean. mertua dari Justin Kehl Ardiansyah yang sedang menunggu kedatangan sang mertua di bandara tersebut di temani oleh putri semata wayangnya Keyra Kehl Ardiansyah.


"grandma". panggil Keyra bahagia melihat sang grandma yang baru saja tiba.


"Keyra...?? ". balas Astrid seraya memeluk sang cucu yang amat di rindukannya selain suami nya.


Justin tersenyum melihat dua perempuan beda generasi itu. Justin menunggu kedua nya hingga mereka berdua merasa puas saling melepas rindu.


"bunda".Justin memanggil wanita yang ia hormati tersebut seraya menganggukkan kepalanya.


"Justin. apa kabarnya?". tanya Astrid saat telah melepaskan pelukannya dengan Keyra.


"Alhamdulilah baik bunda. bunda sendiri apa kabarnya? ". tanya Justin kembali.


"Alhamdulilah baik juga Tin". sahut Astrid seraya tersenyum.


Lalu di balas anggukan kecil seraya dengan senyumnya. akhirnya Justin mengajak bunda Astrid pulang ke rumah mereka yang baru.


Akan tetapi langsung di tolak oleh Astrid yang mengatakan jika wanita paruh baya itu ingin segera menyusul sang suami ke kota di mana putri tirinya tinggal.


Astrid sengaja menyusul sang suami lantaran Jason sudah berminggu minggu tak pulang semenjak insiden putri tirinya kabur dari benua Australia. jika pun Jason pulang ke rumah hanya sebentar saja lalu pergi lagi ke kota ini demi untuk menarik simpati sang buah hati.


Jason bersikukuh mencari sang anak yang memiliki riwayat hidup yang di kenal sebagai tukang kabur itu. hingga akhirnya terdengar di telinganya Jason jika Justin dan Midea telah resmi bercerai. itu artinya anak dan mantu mereka telah mengambil keputusan hidup di jalan masing masing.


jadi akhirnya Jason ingin menetap lebih lama di Mdn dan berniat mengajak damai putrinya itu. tetapi seberapa lama pun ia tinggal di sana tetap saja tak ada tanda tanda jika putri nya itu akan mau menerima dirinya.


"bunda serius mau langsung nyusul ayah ke sana? ". tanya Justin kaget.


"iya Tin. bunda harus menyusul ayah kamu. bunda khawatir. soalnya ayah kamu udah lama sendirian. terus tadi malam ayah kamu bilang kalau dia mau mengajak Jasmine untuk nyekar ke makam mamanya yang di pdg. kalau Jasmine setuju. mereka akan berangkat malam ini naik bus". ujar Astrid menjelaskan panjang lebar.


"oh ya..??? ". pekik Justin kaget sebab ia tidak tau apapun mengenai kabar ayah mertuanya itu setelah pasca ayah mertuanya itu telah memergoki dirinya ribut dengan Dea di depan pintu apartemen Dea.


"iya Tin. karena bunda coba tanya lagi sama ayah. apa jadi berangkat dengan Jasmine dan Dee apa tidak?. ayah cuma kasih jawaban yang katanya lagi di usahakan membujuk Jasmine untuk ikut beliau ke pdg". jawab Astrid.


"karena itu bunda khawatir Justin, kalau ayah kamu itu nekat masih nungguin si Jasmine di terminal gimana. ?? soalnya terakhir bunda telponan sama si ayah. kalau pagi tadi ayah sudah lebih dari satu jam ke apartemennya Jasmine. buat membujuk putrinya itu ikut sama ayah. ". ungkap Astrid khawatir.


"dan kabar yang terakhir sebelum bunda naik pesawat si ayah lagi mau siap siap untuk check out dari hotelnya. yang jadi pertanyaan bunda sekarang si ayah apa ke apartemennya Jasmine dulu atau langsung ke terminal Tin?". ujar Astrid yang semakin khawatir.


"soalnya bunda dengarnya kalau ayah seperti nya udah di luar hotel. bisa jadi kemungkinan sedang berada di pinggir jalan atau baru mau masuk ke dalam taxi". lanjut Astrid.


"biar aku telpon Jasmine dulu ya? ". ujar Justin yang coba menenangkan sang mertua.


Justin mencoba untuk menghubungi mantan istrinya itu. akan tetapi, jangankan di jawab panggilan telpon darinya bahkan nada sambung untuk panggilannya saja hanya di jawab oleh seorang operator yang memang tersambung otomatis jika ponsel seseorang tidak aktif atau berada di luar jangkauan sinyal ponsel.


sementara Astrid yang juga ikut mencoba menghubungi Jason dengan ponselnya pun hanya mendengarkan nada sambungnya saja tanpa mendapatkan jawaban telpon dari Jason. Astrid merasa kecewa lantaran suami nya itu juga tak mengangkat panggilan dari ponselnya.


hanya pesan terakhir yang mengatakan jika dirinya tak usah risau atau pun khawatir mengenai keadaan suaminya itu.


Justin menghela nafasnya sejenak seraya memandang wajah seorang wanita yang telah melahirkan dua wanita yang memiliki arti dalam hidupnya.


"gimana Tin? ". tanya Astrid dengan wajahnya yang tegang.


lalu Justin tersenyum simpul dan berkata


"ya udah aku antar aja ya bun ke sananya biar cepat". sahut Justin seraya menyeret koper milik mertuanya itu.


Astrid pun mengangguk setuju. sebab memang tak ada pilihan lain lagi agar cepat sampai di sana. ia berharap masih bisa menyusul suaminya sebelum berangkat ke pdg.


lalu Justin mengajak Astrid keluar dari bandara menuju mobilnya. Justin langsung membawa mobilnya keluar dari kota tersebut menuju kota di mana Midea dan putranya kini tinggal.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.