My D you are the first for me

My D you are the first for me
Terpojoknya Justin



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


"sampai jumpa di pengadilan". ucap Midea sembari beranjak pergi.


Justin segera menahan lengannya Midea dan membawanya ke hadapannya hingga wajah mereka hanya berjarak sejengkal.


"tunggu Midea. kamu ga bisa seenaknya pergi begitu saja setelah menciptakan masalah baru. aku ga akan menceraikan kamu sampai kapan pun. aku udah mengalah selama ini demi anak anak. dan kamu jangan egois. ayok pulang!". titah Justin sembari menarik lengan Midea dan berniat membawanya pergi dari situ.


kali ini Justin bersikap sedikit keras pada wanita keras kepala itu. karena ia ingin mengajak wanita itu ribut di rumah. akan tetapi semakin kuat cengkeraman Justin di lengan Midea semakin kuat pula Midea menarik serta menepis kasar tangan Justin yang ingin mengambil lengannya kembali.


"Midea! ". pekik Justin saat melihat wanita itu memberontak.


"aku ga mau ikut kamu!". asal kamu tahu ya. aku bukan istri kamu lagi!". ucap Midea dengan berang.


"kamu ngomong apa De. kamu masih istri aku sebelum aku ucapin yang terlarang buat kamu. meskipun sampai kapanpun ga akan aku ucapin. ngerti!. jadi kamu harus nurut sama aku. karena kamu masih istri aku dan aku masih berhak atas kamu. karena aku masih sah suami kamu". ucap Justin kesal.


"Hahaha..hahaha..aneh kamu Justin. kenapa baru sekarang Justin?. kenapa?". tanya Midea dengan amarah yang mulai menyesakkan dadanya.


"kenapa baru sekarang kamu mengakui aku sebagai istri kamu. kenapa ga dari dulu hah?! ketusnya.


"saat aku ingin di akui di depan seluruh keluarga kamu. saat aku ingin di puji atas sarapan yang aku buat. saat aku butuh di peluk sama kamu ketika aku sakit. saat aku butuh kamu tiap waktu di rumah. saat aku ingin di panggil sayang bukan "J*L*NG".". ungkap Midea mengingat semua perlakuan Justin padanya dengan netra yang mulai mengkristal.


"dan satu lagi Justin. hukuman yang paling berat dari suami jika istrinya bersalah adalah memukulnya dengan tangan suami itu sendiri. bukan dengan tangan orang lain apa lagi membagikan tubuhnya kepada banyak pria seperti makanan anjing!". pekik Midea dengan gigi yang di katup rapat serta netra yang menatap tajam pada Justin.


Duarrr..


bak petir di siang bolong. pekikan Midea menusuk pilu siapapun yang mendengarnya termasuk Andra dan Cindy. Cindy langsung menatap Dean yang sedang mendengarkan lagu anak anak di salah satu aplikasi yang terdapat di dalam ponselnya Cindy dengan menggunakan headsetnya.


untunglah sebelum ini Cindy dengan cepat bertindak dengan menutup telinga bocah kecil itu saat melihat bundanya bocah itu bertengkar dengan temannya Andra itu.


sedangkan Andra hanya bisa mengepal erat tangannya menatap Justin yang kini terdiam menundukkan pandangannya kala teringat perbuatan kasar nya yang dulu pada Midea. menyesal sudah pasti. tapi bagaimana pun ia tetap ingin mempertahankan rumah tangga ini sampai kapanpun. memulai lagi semuanya dari awal.


Midea segera melangkah pergi dari hadapan Justin yang membuatnya semakin gerah dan muak melihat wajah pria itu.


Justin tidak mau menyerah begitu saja ia pun segera menyusul Midea dengan memanggil nama itu kembali.


"Midea". Justin terus memanggilnya seraya melangkah menyusul Dea meskipun tak di gubris oleh wanita itu.


Andra melihat Justin yang terlalu memaksa kan kehendaknya dengan menyusul Dea akhir nya terpaksa harus turun tangan dengan menarik lengan Justin untuk mencegah pria itu menyusul wanita yang sedang marah tersebut.


"cukup Justin". ucap Andra datar seraya menatap dingin pada sahabatnya itu.


Justin segera menoleh ke belakang saat ada tangan seseorang yang mencegahnya pergi menyusul istrinya sendiri. ia pun langsung menepis tangan nya dari Andra dan tetap menyusul Midea.


"cukup Justin".kembali Andra menahan lengan sahabatnya itu.


tentu saja hal ini membuat Justin semakin tersulut kesal dan marah pada Andra karena telah terlalu jauh mencampuri urusan keluarganya.


"lepasin gue Ndra!". ketus Justin kesal seraya menepis lengannya kasar.


tetapi kembali Andra menahannya lebih kuat lagi saat Justin melangkah ke arah Dea pergi.


"jangan ikut campur yang bukan urusan lo Ndra!. lo ga punya hak ngelarang larang gue ketemu istri gue sendiri. hah?! ". ketus Justin dengan rahangnya yang mengeras.


"gue ga mau ikut campur dalam urusan keluarga lu. tapi Jasmine adalah karyawan gue di sini. dan gue berhak melindungi dia dari orang seperti lu yang datang datang buat keributan sama perempuan di tempat orang ". jawab Andra kesal.


"sialan lu Ndra". maki Justin seraya menatap tajam ke Andra.


"ga usah belagu lu. ga usah sok sok an melindungi bini orang. lu urus aja bini lu sendiri". ketus Justin semakin kesal.


"ga usah ngajarin gue!". lu didik diri lu sendiri dulu agar lebih menghormati perempuan sebelum lu menjalin hubungan dengan perempuan!". ketus Andra.


"sialan lu brengsek!". maki Justin


seraya melayang kan satu bogem mentah ke wajah Andra.


akan tetapi berhasil di tepis oleh Andra.


"brengsek lu Justin. bisa bisanya lu mau maen kasar sama gue. bajingan lu bangsat!". maki Andra yang juga tersulut amarah.


akhirnya Andra juga ikut ikutan melayangkan satu bogem mentah ke arah Justin. tetapi Justin juga berhasil mengelaknya dengan menepis tangan Andra.


"sialan lu Ndra. dasar teman ga tau diri lu. ga usah sok sok an jadi hero untuk bini orang lu. ".maki Justin kesal seraya mencengkram kerah kemejanya Andra lalu menekannya di dinding kantor tersebut.


sementara dari arah tersembunyi Cindy meraup oxygen dalam dalam untuk melapang kan rongga dadanya yang mulai menyempit akibat rasa sesak yang di timbulkan oleh dua pria yang sedang beradu otot tersebut. ia berusaha menyembunyikan Dean di balik tubuhnya.


"hahaha..... gue akan belain siapa aja yang terdzalimi oleh orang seperti lu. dan gue benar benar ga nyangka kalau teman gue seorang pria gila yang tidak bisa menghargai perempuan sama sekali. mungkin karena itu semua perempuan yang pernah hadir di hidop lo pada mati. kalau pun dia masih hidup maka jiwanya yang mati. seperti jasminenya gue yang udah lu rusakin". ucap Andra dengan penuh penekanan di sebuah nama.


sontak hal ini membuat Justin terhenyak kaget saat Andra mengucapkan kalimat yang menohok dirinya. di tambah serta saat Andra menekankan dua kalimat di Jasminenya gue.


seketika itu juga cengkeraman Justin di kerah kemejanya Andra melemah. ucapan Andra barusan begitu menohok dirinya. sementara Andra semakin memojokkan Justin dengan menatapnya sinis seraya berucap sekali lagi


"Jasmine gue. Jasmine gue". Andra sengaja mengulangnya kata kata itu lagi.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.