My D you are the first for me

My D you are the first for me
murkanya Justin dan Midea



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"semua itu menunjukkan jika beliau bahagia bertemu dengan kamu De".


"oh begitu?!" sahut Midea seraya tersenyum miring.


"ya". Sahut Justin mantap.


"sekarang aku ingin bertanya sama kamu dan tolong di jawab dengan jujur ya?". cetus Midea seraya menatap Justin dengan tatapan menantang.


"gimana?bisa?". Tanya Midea kembali untuk memastikan jawaban dari Justin saat melihat pria yang ada di hadapannya kini hanya bisa bergeming.


"apa yang ingin kamu tanyakan De?". Sahut Justin datar tetapi hatinya penasaran.


"bagaimana jika saat itu putrinya yang lain masih hidup?tepatnya. putrinya yang ber nama Namira. Putri yang sangat di cintai oleh semua orang. Termasuk mantan suami aku yang ini. perlakuan kalian ke aku apakah akan sama dengan yang sekarang ini aku terima?. Hah?". cetus Midea yang dengan sengaja memojokkan Justin seraya menatap ke netra Justin untuk melihat kejujuran di netra yang sama dengan putranya.


"Midea". Desis Justin dengan pupil netraya yang melebar.


pertanyaan Midea barusan benar benar telah memojokkan dirinya. Sementara Midea masih menyeruput sisa lattenya dengan santai seraya sesekali melirik ke arah Justin yang juga sedang menatap dirinya.


Midea memberikan waktu pada pria itu untuk berfikir tentang bagaimana menyusun kalimat yang tepat dalam merangkai kata katanya agar bisa menjadi sebuah jawaban yang akan di lontarkan untuknya.


"gimana?". Apa kamu sudah memiliki jawaban nya?". Atau sulit untuk menjawabnya?". Midea menagih jawaban pada mantan suaminya itu karena waktu yang di berikan olehnya telah melebihi dari yang ia tentukan.


"aku ga perlu menjawabnya dan itu ga penting untuk di jawab". Cetus Justin.


"jawab saja Tin. aku rasa ga akan sulit kok. Kalau kamu menjawabnya langsung dari isi hati kamu tanpa harus mencari cari kalimat yang bagus agar aku tidak tersinggung nanti nya". balas Midea yang dengan sengaja menyindir Justin.


"De". Pekik Justin kaget.


"tenang saja Justin. Aku ga akan tersinggung kok". jawab Dea santai.


"Karena semenjak aku putuskan pergi dari kamu saat itu. aku memang sudah menguat kan hatiku untuk hidup sebagai Midea Hasxander". cetus Dea seraya menatap tajam dan dalam ke netranya Justin.


"Midea. maksud kamu apa sih De?!". Justin mendesis seraya menatap wanita itu tak percaya.


"sudahlah Justin aku capek. tanpa kamu menjawab pun aku sudah tau jawabannya". ketus Dea sembari menegak habis sisa latte nya dan meletakkan mug gelas tersebut di pinggiran bak cuci piring.


"jangan berspekulasi dengan pemikiran kamu sendiri Midea. ini bukanlah seperti yang kamu pikir selama ini".bantah Justin yang tidak bisa menerima pernyataan Midea.


"terserah. kamu pikir aku perduli". ucap Dea seraya berjalan keluar dapur meninggalkan pria itu.


"tunggu. kita belum selesai bicara De". Justin menahan lengan Midea.


"ga ada yang perlu di bicarakan lagi Justin". ucap Midea seraya menepis tangan Justin dari lengannya.


"jangan kayak anak kecil kamu. yang apa apa selalu main kabur begitu aja. aku udah jenuh dengan sikap ke kanak kanakan kamu ini". hardik Justin pelan tetapi begitu menohok Midea.


"kalau emang udah jenuh. ya kamu pulang aja sekarang. ga ada yang ngelarang". sahut Dea semakin ketus.


"ga perlu kamu ngomong begitu aku juga bakalan pulang". balas Justin yang mulai di liputi rasa kesal.


"oh bagus lah. dengan begitu aku ga perlu repot repot kan untuk bukain pintunya"sahut Dea ketus.


"kamu berlebihan Dea. kamu baperan. dan sumpah kamu udah keterlaluan". desis Justin geram.


"aku keterlaluan?". tanya Midea seraya memicingkan matanya.


"ya. sama orang tua kandung kamu aja bisa nya kamu tegaan dan ga perduli sama sekali. kamu ga tau kan gimana kecewanya papa kamu saat ia menunggu kamu di terminal bus malam malam sendirian tanpa teman. beliau berharap kamu yang datang menyusul beliau, bukan kami". ungkap Justin pada kejadian malam itu.


"papa kamu itu sangat berharap kamu yang menemani beliau untuk nyekar ke makam mama kamu bersama. tapi nyatanya apa ? kamu benar benar sama sekali ga perduli padanya. jangan kan kamu menyusul ke sana untuk mengantarnya hingga ke terminal saja. bahkan untuk menelpon beliau buat ngasih kabar pun ga ada sama sekali". jelas Justin yang mencoba menahan rasa sabar pada wanita yang masih bergeming seolah tak perduli pada apa yang ia ungkapkan tentang papanya.


"dan tadi buat menerima telpon dari papa kamu Barang semenit aja kamu ga mau De... bukannya itu sangat keterlaluan". ketus Justin menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi malam itu.


"biarin. itu harus. kalau perlu beribu ribu kali aku ngasih tau ke kamu gimana perasaannya papa kamu malam itu". ketus Justin.


"coba seandainya posisi kamu di papa kamu. coba bayangkan perasaannya jika kamu jadi beliau. coba bayangkan jika suatu hari sikap Dean akan berubah sama seperti kamu dan kembali semuanya ke kamu atas apa yang kamu lakukan ke papa kamu sekarang. ingat Dea. karma itu berlaku apa lagi saat kamu menyakiti hati orang tua kamu!! ". Justin memberi peringatan keras pada mantan istrinya yang kini hanya terdiam mematung.


Justin berharap diamnya Midea kali ini wanita itu bisa mencerna kata katanya dan berfikir atas kesalahannya dan mau meminta maaf padanya.


Midea bergeming bukan berarti ia mengalah dan menerima begitu saja apa yang di katakan Justin barusan. hanya saja ia menunggu Justin menyelesaikan kata kata nya yang terasa panas di telinganya saat ini. hatinya begitu sakit saat ini.


"you are selfish De. kamu egoiisss banget. aku juga mungkin egois De. tapi setidak nya aku tidak mengabaikan orang tua yang berusaha untuk berbuat baik padaku". ungkap Justin jujur dengan tenggorokannya yang ter cekat kala mengingat raut wajah ayah mertua nya malam itu.


"sudah cukup bicaranya?". tanya Midea pelan.


"hmm...Justin. kamu udah selesai bicaranya?" tanya Midea lagi seraya menatap Justin.


kini mereka berdua saling bersitatap.


"sekarang biarkan aku yang bicara ya?".


ungkap Midea.


"enam tahun yang lalu ada perempuan yang baru sadar dari komanya karena kecelakaan. itu kata mereka. perempuan itu ga tau siapa dirinya. ia lupa sama masa lalunya. ia di tolong oleh seorang pria yang sekaligus menjadi majikannya untuk di jadikan sebagai model sekaligus perempuan yang sering kamu sebutkan untuk sebagai "******". ungkap Midea dengan nada pelan.


lalu Midea mengungkapkan semua kisah masa lalunya di enam tahun yang lalu pada pria yang barusan saja menghakiminy dengan vonis yang buruk, vonis yang menyakiti hidup nya dan juga sekaligus melukai hati dan perasaannya.


sementara Justin hanya bisa tediam saat mendengar ucapan Midea yang memilukan hatinya lantaran ia teringat dari setiap diary yang di tulis oleh Midea di enam tahun yang lalu hingga kurun tiga tahun selama wanita itu masih berada di Jkt.


hanya setelah tiga tahun berlalu Justin baru mengetahui kehidupan dari wanita kuat tetapi sebenarnya rapuh di dalam melalui orang orang terdekat Justin. ia masih mendengar kan seluruh keluh kesah wanita itu selama ini.


Mulai dari awal mula ia kehilangan ingatan sampai di mana semua orang menuntutnya untuk menerima semua orang yang pernah jahat padanya dan bahkan yang tidak pernah sekali pun hadir untuknya.


Justin menyadari kesalahannya dengan terlalu cepat menghakimi wanita itu hanya karena Midea tak mau menemui atau pun menerima telpon dari seseorang yang tiba tiba hadir di hidupnya dan mengaku ngaku sebagai ayah kandungnya.


(baca cerita selengkapnya ya di novel pertamaku Jasminka/orchidea. episode the victim until end hehehe...).


" jadi jika aku kembalikan semua ini pada kamu dan menempatkan kalian semua di posisi aku. bagaimana?. hah?. Justin. jawab aku!". cetus Midea yang kini menyerang balik Justin dengan memberikannya pertanyaan yang sama.


"jawab aku Justin!. apa yang harus kalian lakukan jika kalian jadi aku??! ". tanya Midea.


"Siapa yang kalian cintai sebenarnya. aku atau Jasmine??!. bagaimana jika aku tetap lah seorang Midea Hasxander ? ". bagaimana jika Jasmine yang kalian maksud memang udah ga ada? ". Midea mengutarakan kembali pertanyaan yang sama pada pria yang menjadi hakim hidupnya malam ini.


"siapa yang kalian cintai sebenarnya?". Midea Hasxander atau Jasminka orchidea???. tanya Midea kembali.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.