My D you are the first for me

My D you are the first for me
karena mereka milik kami



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"My D?". gumam Rendy seraya mengernyitkan dahinya tak mengerti atas apa yang di sebut kan oleh Justin barusan.


"yah. My D. Dean dan Dea. they are my D". ucap Justin menegaskan pernyataannys barusan.


"sejauh mana kalian berhubungan dengan dua D ku selama ini. terlebih pada istriku?". tanya Justin dengan tatapan yang seolah olah ingin menerkam dan menusuk jantung pemuda yang sebaya dengan mantan istrinya itu.


"hah??". apa??? "istri???. pekik Rendy kaget.


sontak hal ini membuat Rendy tertawa geli setengah mati hingga mengeluarkan titik bening di sudut netra coklat pekatnya itu.


sementara Justin mengepal erat tangannya dan serasa ingin membungkam mulut Rendy dengan kepalan tangannya ini. akan tetapi ia berusaha sabar menghadapi pria muda yang sok merasa dewasa itu.


kini Rendy mencoba menahan tawa nya saat pria dewasa itu menatap tajam ke arahnya seraya menghapus air mata di kedua sudut netranya.


"mantan istri pak. itu lebih tepatnya". ucap Rendy pelan tetapi begitu menohok Justin.


"jangan main main denganku Rendy. aku tidak suka. apa lagi kamu terang terangan mencuri perhatian anak ku dari ku!". ucap Justin dengan pelan tetapi penuh penekanan.


Rendy tersenyum geli seraya menundukkan pandangannya sesaat lalu menatap Justin dalam diam seraya menelisik ke dalam netra biru yang di miliki sama dengan putra angkat nya itu. ia menarik kecil sudut bibirnya saat menemukan rasa cemburu yang tersirat di sorot mata pria dewasa itu yang tengah menatap tajam padanya.


"aku ga perlu mencuri perhatian dari siapa pun pak. hubungan aku dan Dee itu murni karena kami saling menyayangi. dia adalah anak yang aku rawat dari sebelum dia lahir. jadi wajar jika Dee lebih menganggap aku sebagai ayahnya di bandingkan anda yang baru saja datang bak pahlawan kesiangan". balas Rendy dengan kata kata yang dengan sengaja menohok ayah biologis dari Dean itu.


"****". maki Justin pelan seraya merapatkan giginya menahan kesal.


"dia anak ku Rendy. murni darah dagingku!". balas Justin dengan penuh penekanan.


"ya memang. aku tahu itu pak. dan aku pun mengakuinya jika Dee adalah darah daging anda. tapi anda juga jangan lupakan satu hal. jika Dee adalah darah dagingnya Midea juga". Tukas Rendy tegas.


"Dee memang bukan darah dagingku atau darah daging siapapun yang ada di kota ini. bahkan termasuk tante Alma dan juga om Danang yang sudah merawat Dee sebelum bocah itu lahir. tapi cinta kami pada Dee melebihi dari darah daging kami sendiri". ungkap Rendy lantang yang seketika teringat bagaimana perjuangan mereka berempat untuk bisa menyelamatkan Dee pada malam kelahiran nya.


"begitu pun Dee dan bundanya lebih nyaman hidup bersama kami ketimbang hidup bersama dengan kalian yang belum tentu pun kalian benar benar tulus mencintainya bahkan sama seperti kami yang rela mengorbankan apa pun demi mereka. meskipun kami pernah merasa di bodohi olehnya. tapi kami sadar jika Dea tak sejahat yang di pikirkan orang orang". tukas Rendy tegas.


"hah. jangan sok tau kamu Rendy. seandainya kalian tak mempengaruhi fikirannya untuk tinggal di sini. mereka berdua pasti masih bersama ku saat ini. dan pernikahan kami masih bisa untuk di selamatkan!" bantah Justin tegas.


"oh ya??".seyakin itukah anda?". meskipun nantinya Dea sudah tau siapa diri dia yang sebenarnya?hah ?".tanya Rendy sarkas.


"bagaimana kalau suatu hari nanti mantan istri anda itu terjaga secara tiba tiba dan ia mendapati dirinya bukan lagi sebagai Midea tetapi sebagai dirinya yang "ASLI" hah.?". tegas Rendy mencercai Justin dengan berbagai pertanyaan yang membuat pria dewasa itu bingung.


"apa maksud kamu?! ". tanya Justin tegas tetapi diliputi rasa bingung.


Rendy terdiam sesaat lalu menghela nafas nya sebelum ia menjawab pertanyaan dari pria yang memang menjengkelkan ini.


"benar juga kata kak Gita jika mantan suami nya De Jasmine ini adalah orang yang sangat menjengkelkan sedunia.


"Jasmine atau pun Midea berhak bahagia dengan siapa saja yang ia suka untuk men -jalin suatu hubungan. terserah apa pun hubungan itu. temankah?.kekasihkah? atau sugar baby kah?" atau istri rasa simpanan yang seperti selama ini anda lakukan". ucap Rendy pelan bernada sarkas.


"lantas kenapa anda harus menghalang halangi dia menemukan kebahagiaan dan menjalin hubungan dengan siapa pun. jadi


terserah dia lah. kenapa pulak anda yang mengatur hidupnya?!". lanjut Rendy lebih lantang tanpa merasa gentar sedikit pun.


"kamu??!!". desis Justin geram.


"berani sekali mengatakan itu padaku bocah". ucap Justin geram.


Rendy hanya bisa mengangkat kedua bahu nya santai seraya menatap mantan suami teman karibnya itu. sementara Justin merasa di tantang oleh bocah ingusan tersebut.


"jangan coba coba kamu menghalangi saya untuk bersama anak kandung saya lagi". ancam Justin pada pemuda yang menurut nya tak punya rasa segan pada dirinya sedikit pun.


"terserah apa yang ada dalam pikiran anda. tetapi yang perlu saya sampaikan ke anda, jika saya tak pernah menghalangi siapa pun untuk bertemu keluarganya termasuk anda yang ingin bertemu dengan Dee". ucap Rendy tegas.


"jadi tolong jangan suka bersepekulasi sendiri terhadap pemikiran anda yang terlalu suka berburuk sangka sama tindakan orang lain yang sebenarnya lebih tulus dari yang anda kira". lanjutnya lantang.


"dalam prinsip hidup kami. tak pernah ada kata kata untuk mengclaim siapa punya siapa atas hidup seseorang. karena hidup mereka adalah milik mereka sendiri. mereka bebas menentukan kemana mereka pergi. karena kami yakin jika suatu saat mereka akan kembali lagi ke sini jika mereka memang milik kami".


"dan itu terbukti kan mereka kembali tanpa ada paksaan. kenapa bisa begitu??" tanya Rendy sinis.


"itu karena mereka memang milik kami"


akan tetapi bukan Justin namanya jika hanya menerima mentah mentah begitu saja kata kata yang di lontarkan oleh bocah yang ber -lagak sok dewasa itu.


"cyah... ". justin berdecak sinis pada pria muda yang ada di hadapannya kini.


tiba tiba sebuah dering ponsel yang berasal dari milik Rendy menghentikan aksi nya menatap ayah biologisnya Dean. ia memilih menerima telpon dari tante Alma ketimbang harus meladeni pria brengsek yang tak pernah menghargai perempuan sama sekali terlebih pada teman karibnya.


"ya tante". sapa Rendy saat mendengar suara Alma.


"Rendy.. ada Jasmine sama awak sekarang?" tanya Alma dari seberang ponsel yang tersirat rasa kekhawatir.


"ga ada tante. loh memangnya Jasmine udah sadar?" tanya Rendy seraya melirik ke arah Justin yang terus menatapnya.


Rendy bangun dari duduknya untuk meng -hindari pria dewasa yang mulai terlihat kepo atas apa yang ia perbincangkan di telpon.


"sudah. tak lamo ambo selesai mengaji. Dea panggil ambo. lalu menanyakan soal Dee". jawab Alma dari seberang ponsel.


"lalu tante jawab apa?". tanya Rendy yang mulai cemas


"yah seperti yang kito orang rencanakan jika Dean nyo akan di jaga sama atoknya malam ini. sementara De Jasmine sama ambo". jawab Alma khawatir.


"mungkin dia ada di kamar mandi tante". sahut Rendy yang secarw tak langsung agar wanita itu mencari Midea di kamar mandi.


"indak.. indak Rendy. justru tante lah yang ada di kamar mandi selama ini Rendy. tante keluar De Jasmine sudah indak ado di ranjang nyo. bahkan infus nyo sudah di lepas nyo". sahut Alma.


"hah??. dia melepas infusnya??". tanya Rendy memastikan apa yang di dengarnya barusan.


sementara Justin yang masih ada di hadapan Rendy mencoba mencuri dengar atas apa yang terjadi. pasalnya ia mendengar mereka menyebutkan nama De Jasmine.


"apakah De itu Dean atau Dea?".Justin berfikir untuk mendapatkan jawaban atas terkaannya.


"sudah hubungi om Danang?". Rendy mencoba memberikan saran pada Alma.


"udah. justru ambo duluan yang menelpon om Danang untuk menanyakan keberadaan bundanya Dee itu Rendy. tapi di sana juga indak ado. ambo takut Rendy???". ucap Alma dengan nada yang terdengar bergetar karena rasa cemas yang berlebihan.


"tante sabar dulu ya. aku usahakan untuk mencari De Jasmine sekarang juga. tante jangan terlalu khawatir. aku mohon". pinta Rendy penuh harap seraya menutup ponsel nya.


sedangkan Justin yang penasaran akan atas apa yang terjadi pada Dea akhirnya mendekati Rendy dan mencekal lengan pria muda itu untuk menanyakan apa yang terjadi pada Midea.


akan tetapi Rendy tak perduli dan mengabai kan Justin dengan meninggalkan Justin begitu saja untuk mencari Midea yang tiba tiba menghilang.


"hey boy. I ask you. "what is happening to midea. What is wrong with her?". ( hey bocah. aku bertanya sama kamu. apa yang sedang terjadi pada Midea. kenapa dia?)". tanya Justin setengah berteriak seraya mencoba meraih lengan Rendy kembali.


"kenapa dengan My D ku"


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers...love you full ♥


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.