My D you are the first for me

My D you are the first for me
Dean yang sudah sembuh



hai my readers.selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉


lalu Justin mulai mengambil potongan buah apel di sebuah piring ceper dan tersenyum seraya mengunyah buah segar tersebut. lalu netranya melirik ke mangkok putih yang di mana di dalamnya terdapat bermacam buah segar juga hanya saja yang ini terlihat lebih menarik sajiannya di bandingkan dengan isi dari sepiring ceper yang tadinya ia nikmati juga.


"silahkan di coba yang ini juga mr". tawar Qanita saat melihat Justin memperhatikan mangkok putih tersebut.


"itu resep dari anak kami, Jasmine". ucap Qanita yang berniat mempromosikan resep desert terbaru dari restoran ini.


"J.. jasmine?? ". desis Justin pelan tetapi cukup di dengar oleh Qanita.


"iya mr. anak kami semua. Jasmine". sahut Qanita seraya tersenyum.


"silahkan mr". ucap Qanita dengan sopan.


"baik. terima kasih bu". balas Justin seraya menganggukkan kepalanya pelan.


"silahkan di coba yang ini juga mr". tawar Qanita saat melihat Justin memperhatikan mangkok putih tersebut.


"itu resep dari anak kami, Jasmine". ucap Qanita yang berniat mempromosikan resep desert terbaru dari restoran ini.


"Jas.. jasmine?? ". desis Justin pelan tetapi cukup di dengar oleh Qanita.


"iya mr. anak kami semua Jasmine". sahut Qanita seraya tersenyum.


"silahkan mr". ucap Qanita dengan sopan.


"baik. terima kasih bu". balas Justin seraya menganggukkan kepalanya pelan.


lalu Justin mengalihkan tangannya ke sebuah sendok yang terdapat pada mangkok putih tersebut. ia menguak isi di dalam mangkok tersebut yang di mana berisikan potongan buah juga. hanya saja yang ini menggunakan es serut dan siraman sirup di atasnya. terlihat lebih menyegarkan mata memang bagi siapa saja yang melihatnya sudah tentu ingin mencicipi nya di saat musim panas seperti ini.


"hmmm... ini enak sekali bu". ucapnya seraya mengunyah desertnya.


Qanita tersenyum puas mendapatkan respon bagus dari pelanggannya.


"terima kasih mr. jadi apakah desert yang ini berhak kami tampilkan pada menu berikut nya?". tanya Qanita yang meminta pendapat dari salah satu tamu hotelnya ini.


"yah tentu saja. ini enak kok. terasa begitu menyegarkan untuk di cuaca panas seperti ini bu". sahut Justin mengemukakan pendapat nya.


"baiklah. terima kasih mr. atas pendapatnya". ucap Qanita.


"sama sama bu". balas Justin singkat lalu melanjutkan memakan desert dari resepnya sang mantan istri yang akan di jadikan menu tambahan pada restoran ini.


"ternyata wanita itu memiliki banyak bakat yang selama ini tidak aku tau". gumamnya di hati seraya terus memakan desertnya hingga habis tak tersisa.


Justin kembali ke kamar setelah ia merasa puas atas apa yang ia dapatkan hari ini. menghabiskan waktu satu harian bersama Dean. meskipun sebelumnya mendapatkan gangguan dari Rendy tapi itu tak menjadikan nya suatu beban. karena yang terpenting ada lah ia dan putranya bisa bertemu di setiap memiliki kesempatan dan juga waktu.


hari ini banyak hal yang membuatnya bahagia


meskipun Dean masih berada di rumah sakit. tapi ia yakin besok putranya itu sudah bisa lebih baik dan akan segera di pulangkan ke rumah karena suhu tubuhnya saat di check terakhir kalinya sudah memasuki suhu tubuh yang normal, meskipun Dean harus tetap mengkonsumsi obat obatan selama rawat jalan. tapi itu tak jadi soal. karena ia yakin bundanya akan selalu menjaga dan merawat sang buah hati.


Justin diam diam mengagumi cara wanita itu dalam merawat anak mereka. bahkan sebelum ini pun ia juga pernah mengagumi Midea saat bagai mana Keyra yang saat itu masih bayi tersenyum dan terasa nyaman dalam pelukan Dea saat itu. jika saat itu Dea datang dengan niat jahat pada Keyra pastilah Keyra menangis kuat saat itu. tetapi Justru kenyataannya yang ia lihat melalui cctv kamar anaknya setelah kejadian itu sangat berbeda dari yang mereka pikirkan sebelumnya.


(baca cerita selengkapnya di She is My Dea (mengejar istri gila). episode sentuhan Keyra)


"maafkan aku Midea yang terlalu banyak berfikiran buruk tentangmu saat itu".gumam Justin menyesali perbuatannya.


menyesal sudah pasti saat ini. tetapi apa yang mau di katakan lagi saat semuanya sudah terjadi. bahkan ia sendiri pun tak bisa memutar ulang waktu hanya demi untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu kepada wanita itu.


Yang bisa ia lakukan kini hanyalah mengikuti keinginan wanita itu dengan cara menjauh dari pandangan wanita itu dan menjumpai putranya sendiri secara sembunyi sembunyi.


sementara Qanita masih berada di restoran untuk mengecheck sisa pekerjaan dari anak buahnya. hingga akhirnya dering nada pesan dari ponsel miliknya pun berbunyi. ia segera membuka pesan dari Alma yang menyatakan jika untuk sementara waktu ia tak bisa bekerja atau pun menghandle restoran di karenakan De Jasmine kumat lagi sakitnya. sekarang sedang di rawat di rumah sakit.


"astafirullah Ma. jadi bagaimana keadaannya De Jasmine sekarang? ". tulisnya dalam balasan pesannya.


"sudah di tangani Dokter. sekarang lagi beristirahat di ruang rawat lainnya". balas Alma.


"ya sudah Ma. biar untuk sementara ini urusan tamu dan pengunjung aku yang akan Menghandleny. kamu tenang saja ya". balasnya kembali.


"iyo. terima kasih uni".balas Alma.


"De Jasmine sama siapa Ma? ". tulisnya kembali karena merasa khawatir dengan keadaannya Dea.


"untuk saat ini masih bersama uda Danang dan Rendy. bentar lagi kami bertukar jago antara Dea dan Dee. nanti ambo ke sano setelah membereskan si Dee di sini" balas Alma dalam chatnya.


"ya sudahlah kalau begitu kiranya. semoga bundanya Dee itu ga kenapa napa". tulis Qanit untuk membalas chatnya kembali


"iyo terima kasih uni". balas Alma singkat.


akhir kata tanpa harus menjawab lagi Qanita pun harus membereskan seluruh pekerjaan nya Alma demi kelancaran usaha mereka bersama. ia berniat akan menjenguk Dea di rumah sakit seraya membawa makanan untuk karibnya besok pagi.


paginya....


seorang Dokter beserta dua orang perawat memasuki kamar rawat Dean pagi ini. ia mengecheck suhu tubuh Dean yang sudah normal kembali.


"Alhamdulilah suhu tubuhnya telah kembali normal ya bun". ucap sang Dokter yang telah merawat Dean selama ini.


"Alhamdulilah". Sahut Alma mengucapkan syukur atas pernyataan Dokter pagi ini.


"infusnya sudah bisa di buka ya. nanti siang saya akan mengecheck lagi. jika suhunya stabil. insya Allah sore ini sudah bisa pulang ke rumah kok". ucap sang Dokter.


"iyo Dok. terima kasih banyak". sahut Alma.


"sama sama bun". balas sang Dokter.


lalu ia mentitahkan pada salah satu perawat nya untuk membuka selang infus yang melekat di tangannya Dean saat ini. ia memeriksakan sendiri kondisi tangan Dean yang selama ini di pasangi infus. apakah mengalami pembengkakan atau tidak. saat melihat kondisi tangan Dean yang baik baik saja.


maka Dokter beserta para perawat tersebut pun berpamitan pada Alma untuk melaksana kan tugas rutin nya yang lain di pagi itu.


Alhamdulilah Dee nanti sore kita sudah bisa pulang ke rumah lagi. Dee senangkan? ". ucap Alma pada cucunya itu.


"iya nek. Dee senang". sahut Dean seraya tersenyum cerah.


sementara masih di ruang rawat inap dari pasien yang bernama Midea berdasarkan kartu identitas yang di miliki Dea saat ini.


seorang Dokter masuk untuk memeriksakan keadaan Midea kembali. Dokter tersebut hanya tersenyum saat Alma menanyakan keadaan Midea yang Sebenarnya.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool ya Readers.