My D you are the first for me

My D you are the first for me
Traumanya Midea



"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


"De Jasmine!!". Pekik keduanya dengan saling menatap satu sama lain.


mereka kini tersenyum lebar kala teringat tentang Midea yang memiliki background seorang model.


"aku coba hubungi dia dulu ya aunty. Mana tau dia mau membantu kita". Ujar Arjun seraya mencoba menghubungi nomornya Dea.


"iya ..iya ..betul kali tu. Coba kamu hubungi dia sekarang". titah Qanita.


"ya sebentar ya aunty". Jawab Arjun.


"Ya Allah semoga itu anak mau membantu kita". Ucapnya penuh harap.


Arjun mencoba menghubungi nomornya Dea tetapi nomornya masih dalam mode sibuk.


"sibuk aunty. Aku coba minta tolong sama tante Alma aja ya". Ujar Arjun.


"eh Jun tunggu. aunty ikut kamu". Ujar Qanita seraya bangun dari duduknya menyusul Arjun ke kamarnya Alma.


Sesampainya di sana, Alma menyambut mereka berdua dengan posisi ponsel yang masih terhubung dengan Midea lantaran bocah tampan yang tadinya tertidur kini baru saja terbangun di karenakan memang sudah waktunya Dean bangun di jam segini.


Arjun yang mengetahui Dean sudah terjaga langsung menghampiri bocah itu dengan sumringah meskipun bocah tersebut sedang bervideo call dengan bundanya.


"bagaimano keadaan si Nesha?. Apo kata dokternyo?".tanya Alma pada karibnya itu.


"itulah ma..yang ingin aku sampaikan padamu mengenai si Nesha. dianya di suruh dokter harus istirahat seminggu". jawab Qanita resah


"diagnosanyo apo uni?". tanya Alma.


"keseleo. Mana parah pulak lagi gara gara keseringan pakai highhels yang ketinggian. Itu kata dokternya. Pada hal menurut pengakuan si Nesha, penyebab anak itu jatuh karena tertendang lemari makanya tu anak tubuhnya kehilangan keseimbangan". tukas Qanita menjelaskan panjang lebar.


"semoga anak itu lekas sembuh yo uni". Doa Alma.


"iya ma. Makasih". Sahut Qanita.


"jadi untuk penampilan besok bagaimano uni. Apo akan lancar lancar sajo uni. Soalnya si Nesha kakinya masih sakit".tanya Alma prihatin.


Qanita menghela nafasnya sejenak sebelum mengutarakan niatnya.


"hemmmm...itulah dia ma..tujuan aku ke sini adalah aku mau minta tolong sama kamu ma". ujar Qanita mengungkapkan maksudnya.


"minta tolong gimano uni?". tanya Alma.


"mengenai penampilan besok. Aku bingung ma. Karena saat ini aku tak punya cadangan model yang bisa menggunakan salah satu gaunku untuk fashion show besok". Ujar Qanita resah.


"jadi apa yang bisa ambo lakukan uni?".tanya Alma penasaran.


Qanita menarik dalam nafasnya kembali lalu meraih tangan Alma dan berkata


"tolong kamu bujuk Jasmine agar mau datang kesini dan bantuin aku sebentar saja". Ujar Qanita memohon.


Alma bergeming sesaat.


"Mengenai akomodasi dan segala macam tidak usah pikirkan. Aku yang akan tanggung semuanya". Bujuk Qanita pada karibnya itu.


Alma tersenyum menatap Qanita lalu menjawab


"Bukan soal itu uni. Masalahnya Midea susah orangnyo buat kita bujuk. Apo lagi setelah kejadian kasus yang menimpanyo tempo lalu. Ia sama sekali tak ingin kembali ke kota kota di mano yang membuatnyo yang tak pernah merasakan kebahagiaan". Jawab Alma jujur.


"maksudnya gimana??. Kota kota??. berarti kota ini juga?". Rentetan pertanyaan di lontar kan oleh Qanita dengan rasa penasaran.


qanita memang tau sedikit banyaknya tentang kehidupannya Midea yang dulu. di kota kota mana saja seorang Jasmine saat menjadi MiDea tinggal termasuk di kota ini.


"iyo uni. ambo sudah pernah mencoba mem bujuknyo untuk kembali ke Mdn saat uni menyampaikan tentang aturan baru dari universitas, yaitu keringanan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan baik ekonomi mau pun medis dalam menempuh pendidikan, yang menyebabkan para mahasiswa tertunda dalam penyelesaian pendidikannya. Dan Jasmine termasuk dalam salah satu kategori nyo". Jelas Alma.


"Apo lagi setelah kejadian kasus yang pernah menimpanyo tempo lalu. Ia sama sekali tak ingin kembali ke tempat di mana mungkin ia merasa sedih atau pun trauma uni. Dan ambo takut untuk memaksanyo". ujar Alma panjang lebar.


Qanita semakin terdiam kala mengingat bagai mana sakitnya anak itu saat dia mulai merasa kan trauma di kepalanya jika tiba tiba terlintas penggalan memory di kepala wanita muda itu.


"tapi Alma bukankah rasa trauma itu memang harus di lawan?".tanya Qanita pada wanita yang dulunya sebagai perawat profesional.


"indak semuanyo begitu uni. Jasmine kito adalah salah satu pasien yang tak bisa di paksakan ingatannyo begitu sajo. Butuh waktu. Butuh terapi dan juga tempat yang tak pernah ada rasa sakit yang ia alami saat berada di tempat itu". Ujar Alma.


"karena itulah ambo mengajaknya pulang ke pdg supaya fikirannya tenang. Ambo ingin ia mengingat segala hal dan kenangan yang indah selama tinggal di kota itu uni".


Qanita mengernyitkan dahinya sesaat.


"jika pdg adalah solusinya lalu bagaimana brstg kota yang pernah di singgahi Jasmine sebelum tiba di sini?". tanya Qanita penasaran akan riwayat medis wanita beranak satu itu.


"Jasmine baru itu merasakan tinggal di kota yang dingin itu. Dan alhamdulillah tak ada kejadian atau konflik apa pun yang membuat nya sedih atau pun trauma. dan itu berbeda saat ia tinggal di Mdn uni. Uni tau kan maksud ambo?". ujar Alma mengngkapkan semuanya tentang rasa trauma yang di alami De Jasmine.


"iya aku tau ma. Dan aku minta maaf karena sudah egois karena memaksakan kehendak ku tanpa memikirkan rasa sakit yang di alami anak itu". Ungkap Qanita menyesal.


"tak apo uni.setiap manusia punya kekhilafan"


ujar Alma seraya tersenyum.


sementara Qanita hanya bisa membalas senyumnya dengan perasaan kecewa yang teependam, akan tetapi ia pun tak mau sesuatu terjadi pada wanita malang itu.


Sedangkan Arjun yang tanpa sengaja mencuri dengar tentang kisah dan perjalanan hidup dari seorang Midea dan masih berjuang hingga kini untuk mengumpulkan sepotong demi sepotong ingatannya yang random muncul di memorynya.


Akan tetapi dalam hal ini auntynya juga butuh seseorang yang bisa menyelamatkan karier nya. tak ingin memaksakan kehendak akhir nya Arjun dan Qanita pamit dari kamarnya Alma.


"bagaimana ini Jun?". Apa kita harus memaksakan si Nesha" tanya Qanita meminta pendapatnya Arjun.


"tante tenang dulu ya?. Aku lagi usahain buat nyari solusinya gimana". Jawab Arjun yang berusaha menenangkan tantenya.


***


Sepeninggalnya mereka berdua. Alma mencoba berbicara pada Midea lewat telpon biasa. Dan kali ini tak ada yang mengganggu obrolan mereka berdua. Di karenakan posisi nya Dean ada di tingkat teratas di antara bocah bocah yang sangat menggemaskan yang menjadi rebutan setiap para sepupunya Arjun.


yah, malam itu bocah tampan itu di bawa oleh Arjun keluar dari kamarnya Alma untuk bermain bersama adik adik sepupunya di ruang kamar yang lain. Jadi kesempatan ini di gunakan oleh Alma untuk berbicara pada Midea mengenai kesulitan tante Alma di sini.


"hallo mama. Assallammualaikum ma". Sapa Midea dari seberang.


"ya sayang. Waalaikumsalam". Sahut Alma.


"De. Ada yang mau mama bicarakan sama kamu". Ujar Alma.


"ya ma. Ada apa?". Tanya Dea.


"begini sayang. Mama mau minta tolong sama kamu". Sahut Alma.


"ya mama. Mau minta tolong apa?". tanya Midea balik.


lalu Alma mulailah menceritakan kesulitan nya Qanita di sini.


The next chapter


Abang Justin yang tanpa sengaja bertemu dengan Midea kembali. Apakah ia akan menghindari Midea?. Demi janjinya pada wanita itu dan juga putranya. Atau ia nekat menyapa Midea seolah tak pernah terjadi apa apa pada hubungan mereka?


Yok ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.