
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
Justin tersenyum senang menatap dua makhluk manis miliknya tersebut. rasa bahagia teramat sangat ia rasakan kala melihat bocah tampan yang sudah lama ia rindukan.
"My D". desisnya pelan seraya tersenyum.
sementara Midea yang melihat Justin yang berdiri tepat di depan pintu masuk dari unit apartemennya menatap diam seraya menggenggam erat tangan Dean dengan hati yang tak karuan.
dadanya berdegup kencang menyimpan rasa takut yang amat dalam. jika kedatangan Justin hanya ingin mengambil putranya saat ini juga. maka tamatlah hidupnya, harapannya dan juga kebahagiaannya.
kemunculan Justin di apartemennya membuat mood Dea yang tadinya ceria karena telah bertemu dengan Arjun dan Sagita seketika menjadi berantakan dalam sekejap saja.
"laki laki ini benar benar bikin merusak mood ku". sungut Dea di hatinya.
"unda kok ada Daddy? ". tanya Dean pelan.
lalu Dea sedikit membungkukkan tubuhnya ke hadapan putranya dan berkata.
"Dee.. langsung masuk ke dalam ganti baju ya. jangan lupa sikat giginya. lalu cuci tangan dan kaki. bunda mau bicara dulu sama Daddy". titah Dea lembut.
"iya unda.. ". sahut Dean sambil mengangguk kan kepalanya.
lalu ibu dan anak itu berjalan mendekat menghampiri pintu apartemennya di mana Justin berdiri tersenyum di sana. Dea berjalan seraya mengeluarkan keycard apartemennya untuk membuka pintu tanpa memperdulikan Justin yang berdiri di belakang mereka.
"Dee". panggil Justin seraya menyentuh lembut kepala sang putra.
sementara Dea melirik tajam ke arah Justin yang sedang menyentuh dan membelai lembut kepala Dean, putra mereka bersama.
"Dee". panggil Dea yang bermaksud memperingatkan sang putra akan titahnya barusan.
lalu Dean dengan segera masuk ke dalam dan meninggalkan Daddynya yang masih di luar bersama sang bunda.
"kunci pintunya". titah Dea pelan tetapi begitu menusuk di hati Justin yang terdengar di telinganya.
"Dea". pekik Justin dengan pupil netranya yang melebar tajam.
sebenarnya Midea bisa saja langsung masuk dan mengunci pintu serta membiarkan pria itu di luar. tetapi kali ini Dea bertekad akan menghadapi pria yang paling menyebalkan itu. Dea membalikkan tubuhnya menghadapi tatapan tajam Justin kepadanya.
"ya". sahut Dea datar dengan netra yang juga menatap tajam pada pria yang dulunya sangat ia cintai.
"kenapa? ". tanya Justin terhenyak kaget.
Midea tersenyum miring menanggapi pertanyaan Justin. sementara Justin semakin kaget mendapati Midea yang tersenyum sinis padanya.
"apa maksud kamu De?!". tanya Justin.
"ga ada". sahut Dea datar.
"ga ada gimana?". aku mau ketemu anak aku!". ujar Justin menahan kesal di hatinya.
"tadi kan udah". sahut Dea datar.
"hah. apa?! ". hahaha.... gila kamu De! ". pekik Justin sembari tertawa geli tetapi semakin kesal yang ia rasakan.
sementara Midea hanya menatap sinis pada pria yang dulunya menggetarkan hatinya. akan tetapi entah kenapa saat ini tawa Justin dan senyumnya membuat Dea membenci semua hal yang ada pada pria itu.
"belum pun lima menit De. aku belum peluk dia. aku belum gendong dia. belum cium dia". I haven't done anything to that kid De !!". ( aku belum melakukan apa pun terhadap anak itu De !!"). pekik Justin menahan kesal terhadap istrinya.
"tapi kamu kan sudah dapat membelainya tadi?!". ucap Dea datar seraya menatap dingin pada Justin.
"Midea!. apa apaan sih kamu. ga lucu tau ga? ". ujar Justin kesal.
"ya aku tau memang ga lucu. tapi memang harus di buat seperti itu". ujar Dea datar dan semakin menatap Justin dengan dingin.
Justin menggeleng gelengkan kepalanya seraya mengernyitkan dahinya
"aku ga ngerti De. udah sebulan lebih aku ga ketemu sama anakku. aku kangen sama dia. please Midea..Jasmine". ujar Justin memelas
penuh harap.
Midea menatap Justin semakin sinis. kali ini ia semakin menyorot tajam matanya ke arah pria yang membuatnya muak sekarang. sementara Justin menatap Dea dengan tatapan yang membuat hatinya penuh tanya ada apa gerangan dengan wanita yang mulai mendominasi hatinya.
Justin menyadari jika ada amarah yang tersimpan di dalam netra hitam pekat itu.
"Cih.. hahaha... hahaha... hahaha... ". tawa Midea meledak.
Midea tak sanggup lagi menahan rasa amarah di dadanya. karena itu ia lebih memilih untuk tertawa meskipun ia ingin sekali memaki pria yang ada di hadapannya ini. akan tetapi ia harus bisa menahan kekesalannya yang semakin memuncak saat ia teringat tentang apa yang telah di lakukan Justin padanya.
"baru juga satu bulan Justin. baru satu bulan"
cibir Midea.
"lalu bagaimana dengan aku yang tidak bisa ketemu dengan anakku sendiri selama berbulan bulan karena perjanjian bullshit yang kamu buat Justin". ketus Midea yang semakin menatap sinis pada Justin.
"masih mendingan kamu Justin. aku kasih kesempatan buat membelai rambutnya Dee untuk sesaat. tapi aku..?!". Midea terpaksa menghentikan kalimatnya lantaran ia ingin mengatur ulang nafasnya untuk melanjutkan kalimat yang ingin ia sampaikan pada Justin.
"pernahkah kamu berfikir bagaimana aku menahan rasa rindu berbulan bulan karena kamu yang sengaja memisahkan aku dengan Dee Justin?!".ucap Midea dengan sorot mata yang tajam menatap pria yang ada di hadapan nya.
"pernahkah kamu berfikir sebentar saja bagaimana rasanya menahan rasa pilu di hati karena tidak bisa melihat dan memeluk Dee secara langsung?!".
"Dan kamu hanya memberikan aku janji palsu dengan memberikan sebuah video sebagai jawaban atas janji bullshit kamu Justin". ucap Midea secara lantang dengan netranya yang mulai mengkristal.
Midea menatap Justin tajam lalu Sengaja membuang wajahnya ke arah lain untuk menahan air bening yang akan tumpah. kali ini ia tak akan menangis lagi di hadapan pria brengsek itu. baginya percuma.
karena sebanyak apa pun ia mengeluarkan airmata nya dahulu. tetap tak ada harga sama sekali di mata seorang Justin yang terkenal dingin dengan wanita. terlebih wanita yang dulunya di anggap ****** seperti dirinya.
tanpa mereka berdua tau jika ada dua orang yang berbeda generasi sedang mendengar pertengkaran pasutri itu. mereka adalah Dean yang sedari tadi menguping di balik pintu yang tanpa sengaja perdebatan Daddy dan bunda nya itu terdengar di telinganya bocah itu.
sedangkan satu orang lagi adalah Jason yang telah mengikuti Midea sedari Dea dan Dean di kota Mdn hingga pria paruh baya itu telah berhasil mengikuti Midea hingga ke kota ini bahkan ke apartemen di mana putrinya itu tinggal.
Jason mengepal erat tangannya saat mendengar perkataan Midea yang terakhir. ia benar benar menaruh rasa kecewa pada menantunya itu.
sementara Justin hanya terdiam merenungi, kata katanya Midea. akan tetapi Justin belum mau menerima sepenuhnya atas apa yang Midea tuduhkan padanya.
"itu ga sepenuhnya bener De". bantah Justin.
"saat itu aku melakukan itu demi kebaikannya Dee. aku udah pernah jelasin itu kan ke kam". jelas Justin yang mencoba memberi pengertian pada Midea kembali.
"hahahaha.... itu cuma alasan kamu Justin. saat aku.. saat aku di rumah sakit. pernahkah kamu berfikir untuk membawa Dee ke sana meskipun hanya sebentar untuk menemui bundanya yang sakit. hah?! ".
Dean merasa kecewa pada Daddynya yang telah dengan sengaja memisahkan dirinya dengan bundanya selama ini.
"jadi unda selama ini macuk rumah sakit. unda cakit tapi Daddy bohong sama Dee. Daddy jahat sama Dee dan unda". keluh Dean cemberut.
akhirnya ia berhenti menguping dan memilih masuk ke kamar dan melakukan apa yang di perintahkan oleh bundanya tadi. meskipun di luar pintu masih terjadi perdebatan di antara Daddy dan bundanya itu.
sementara Jason yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan yang terdengar sangat merugikan putrinya itu akhirnya ia harus turun tangan langsung untuk menghentikan perdebatan tersebut.
Jason pun menghampiri mereka berdua dan memanggil menantunya itu.
"Justin. stop it".
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.