My D you are the first for me

My D you are the first for me
keras hatinya Dea dan keras kepalanya Justin



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉


"sampai jam berapa kamu disini? ". tanya Justin basa basi yang sebenarnya ia sudah tau jika istrinya itu akan pulang larut malam sesuai dengan kontrak kerjanya sebagai SPG.


"belum tau". sahut Dea datar yang memang tidak tau harus pulang jam berapa untuk malam ini.


meskipun ia menangkap ada rasa jengkel di hati suami paksanya itu. entah karena dirinya yang menjawab tidak tau pulangnya jam berapa atau karena Justin yang tak melihat Dean bersamanya.


"kenapa dia tidak bertanya soal Dee? ". Midea bertanya di hatinya seraya terus menatap wajah tampan itu yang sedang menunduk sembari tangan kekarnya memijit lembut kakinya.


seketika ingatannya menerawang jauh di saat dulunya ia pernah di obati oleh Justin saat kakinya terluka. sungguh saat itu adalah rasa kebahagiaan yang ia rasakan untuk pertama kali selama mereka menikah.


bahkan satu malam yang Midea lalui bersama Justin adalah kebahagiaan yang sangat membekas di hatinya hingga kini. ia seperti di bawa terbang oleh pria ini ke langit yang tinggi walaupun di pagi harinya ia di hempas kan kembali ke bumi.


(baca cerita selengkapnya di Novel sebelum nya yang berjudul Jasminka/orchidea di episode pesona dan kecewa).


saat itu ia memang jatuh dalam pesona dan kebaikan Justin. tetapi sekarang.


Midea segera menarik kakinya lantaran ia tak mau mengalami dejavu kembali bersama pria yang hanya baik padanya saat ini karena telah melahirkan pewaris untuknya apa lagi Justin dan keluarganya baik pada dirinya karena dirinya adalah Jasmine.


sementara Justin terhenyak saat melihat perubahan sikap Dea yang tiba tiba menarik kakinya dari genggaman tangannya.


"aku udah ga apa apa lagi". ujar Dea seraya bangun dari duduknya dan berjalan kaki tanpa menggunakan alas apa pun.


"tunggu Dea". cegah Justin pada wanita itu.


Midea menghentikan langkahnya saat Justin menarik lengannya. Justin mengambil slipper tersebut dan meketakkannya di depan kaki Midea.


"pakai ini".titah Justin seraya berlutut untuk memakaikan sandal tersebut pada Dea.


seumur hidupnya baru kali ini ia berlutut seperti ini terhadap wanita hanya demi memasangkan alas kaki pada seorang wanita


Midea mengikuti arahan Justin dengan berat hati. jika bukan karena masih ada tugas yang harus ia selesaikan malam ini mungkin sedari tadi ia langsung pulang dan sudah pasti ia tak akan bertemu Justin malam ini.


segera setelah Midea menggunakan slipper pemberian Justin, Midea segera melangkah meninggalkan Justin kembali ke ruangan di mana pesta masih berlangsung. sedangkan Justin hanya bisa mengikuti Dea dari belakang.


jika Dea memilih bergabung dengan para staff dan karyawan lainnya sedangkan Justin memilih bergabung dengan Indra dan Satria meskipun netranya sesekali melirik Midea.


sebenarnya bisa saja ia memaksa Midea pulang atau bergabung dengan dirinya di meja Vvip ini dan mengumumkan jika Dea adalah istrinya. tetapi ia takut jika wanita itu kabur lagi. sementara ia belum bertemu dengan putranya.


beberapa menit kemudian


Midea semakin gelisah. fikirannya tidak lagi berfokus pada pesta yang ia jalani sekarang ini. tanpa sepengetahuan yang lain Midea hanya pamit pulang pada pak Ruslan dengan alasan jika dirinya kurang enak badan. Midea keluar dari gedung langsung menuju parkiran.


di mana ia pulang dengan menggunakan mobilnya Cindy.


di sepanjang jalan menuju villanya Cindy untuk menjemput Dean kembali pulang bersamanya Dea memikirkan berbagai cara untuk bisa lepas dari Justin selamanya.


jika di katakan jujur pada hatinya saat ini selama satu bulan belakangan ini ia benar benar merasa tenang dan bahagia dalam menjalani hidupnya meskipun ia harus banting tulang bekerja demi menghidupi mereka berdua tetapi perasaan bahagia karena utuh memiliki Dean sepenuhnya adalah sesuatu hal yang paling bahagia dalam hidupnya.


"aku harus segera mengajukan gugatan cerai pada Justin". tekad Dea di hatinya seraya menancapkan gas membelah malam yang mulai memasuki larut itu.


sementara netra Justin terus menelisik ke setiap sudut ruangan di mana orang orang masih dengan santai mengobrol satu sama lain atau pun sebagian dari mereka menonton acara panggung yang ada di hadapan mereka yang masih berlangsung.


Justin mulai gelisah saat netranya tak melihat sosok yang di cari. Indra yang melihat Justin gelisah pun mencoba menanyakan Justin kembali.


"kenapa bro? ". tanya Indra penasaran yang juga mengikuti arah penglihatannya Justin.


"Midea ya? ". terka Indra.


"tenang bro. kalau pun dia pulang. kita bisa cari tau alamat rumahnya dari data karyawan sini. nanti kita tanya sama Andra". ujar Indra yang coba menenangkan Justin.


beberapa jam terlewati hingga acara pesta pun berakhir. Indra mengucapkan selamat untuk kesuksesan temannya itu sekaligus terimakasih atas undangannya.


Justin yang ingin juga mengucapkan terimakasih pada Andra sebelumnya sudah di ingatkan Indra kembali dan menasehatinya agar bersabar untuk menghadapi istrinya yang menghilang lagi.


"lu lebih baik pulang dulu bro. tenangin diri lu. besok kalo lu mau balik ya balik. kita cari info soal alamat rumahnya istri lu". saran Indra pelan.


"aku harus ngomong sama Andra malam ini juga". ujar Justin bersikeras.


"jangan. kita semua udah capek. yang ada nanti ribut. lu tenang dulu. oke? ". bujuk Indra yang membawa Justin menjauh dari gerombolan mereka.


"ga ndra. kalau gue ga tanya sekarang besok nya itu si Dea pasti udah kabur duluan". omel Justin.


"jangan. kita udah capek. mending besok aja lu mau nanya soal Midea sama si Andra yang dia sendiri ga tau siapa itu si Midea". cegah Indra saat Justin ingin pergi menghampiri Andra.


"lu tenangin diri dulu deh untuk malam ini okey". bujuk Indra


dengan bujukan dan nasehatnya Indra akhir nya Justin yang di temani Indra berjalan menghampiri Andra untuk mengucapkan terimakasih karena acara perusahaan keluarganya Andralah sehingga ia bisa menemukan istri nya kembali. meskipun ada rasa jengkel yang luar biasa pada temannya itu lantaran menjadikan Midea bekerja sebagai SPG.


Justin kembali ke mobilnya dengan perasaan yang berkecamuk. rasa penat di otaknya mulai menjalar di tengkuknya. lelah pastinya.


"Dea. kenapa harus pergi jika ada sesuatu yang tidak kamu sukai. kenapa kamu tidak bisa bertahan seperti kamu yang dulu mau bertahan jika aku mengabaikanmu. bisakah kita memulai kembali dari awal tanpa dendam tanpa saling membenci. kasih aku kesempatan Dea. kasih aku kesempatan untuk menjadi suami kamu lagi". ucapnya di hati.


"aish.... Midea... Jasmine". desisnya pelan seraya terus menyetir.


Justin membelokkan mobilnya ke arah sebuah Hotel. malam ini ia memilih untuk menginap di kota ini. perjalanan menyetir dengan jarak tempuh yang lumayan jauh serta medan yang sedikit curam membuat ia berfikir dua kali untuk menyetir sendiri dengan fikirannya yang semrawut saat ini.


meskipun mobilnya memiliki technology tinggi tetapi tetap saja ia lebih percaya pada insting yang di milikinya jika berkendara.


sementara Indra bernafas lega untuk malam ini karena telah berhasil membujuk sahabat nya itu untuk menahan gejolak kekesalannya pada Andra yang tidak tau apa apa tentang Midea. setidaknya ia berhasil meredakan amarah Justin yang memang keras kepala itu.


"yah mikirin apa sih?". tanya Meyriska pada suaminya yang sedari tadi melamun.


"ga ada bun. cuma lagi fokus nyetir aja dari pada nabrak ntar kan repot jadinya". jawab Indra seraya mengedipkan sebelah matanya.


Meyriska tersenyum lalu mengambil telapak tangan suaminya untuk di genggamnya.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.