My D you are the first for me

My D you are the first for me
Resahnya Justin dan Midea



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


sebulan kemudian


sebuah pesta syukuran ulang tahun untuk perusahaan Airlangga di adakan secara sederhana. perusahaan hanya membuat acara khusus untuk para karyawan saja dan hanya mengundang para tamu serta kenalan dekat saja termasuk para kolega mereka yang di KBC.


"nih datang ya buat acara lusa". ucap Andra seraya menyerahkan undangan exclusive untuk Justin, Indra dan Satr


"wah... undangan exclusive ni ".celetuk Indra yang kebetulan datang untuk menghadiri rapat langsung dan sekaligus melaporkan perkembangan perusahaan yang ada di Bdg.


"khusus buat kalian aja sih. sama kolega penting lainnya. acaranya pun sengaja di buat sederhana. sebatas rame ramein buat nyenengin karyawan aja". ujar Andra.


"ahh lu selalu bilangnya gitu. ga taunya lu undang artis juga". ujar Indra.


"hehe.. cuma artis lokal bro". sahut Andra dengan kekehan.


"lokal bertaraf nasional yang di maksudkan bang Andra. iya ga bang?? ". timpal Satria.


"hehe kebetulan artisnya ada jadwal buat datang. kan berarti gue beruntung dong". kekeh Andra.


"iya lah bang. aku ngikut aja". sahut Satria seraya melirik Justin yang hanya terdiam sambil membolak balikkan kartu undangan tersebut.


Satria mengerti akan keresahan hati yang di alami abang sepupunya itu lantaran sudah sebulan mereka tak mendapatkan kabar keberadaan Jasmine dan Dean. sementara yang mereka tau kabar terakhir jika mereka tak jadi berangkat ke Pdg.


Dan itu terbukti saat dirinya dan Retha mencari tau tentang mereka melalui tante Alma dan juga Rendy. alhasil hingga kini Alma dan Rendy mencoba mencari tau keberadaan kedua orang itu.


"jangan lupa bawa keluarga kalian ya. ada acara khusus untuk anak anaknya juga loh". promo Andra.


"yah nasib aku bang belum punya anak. gimana mau ikutan". ujar Satria bernada di buat sedih.


"santai bung. Samanya kita. tapi di bawa enjoy aja". ujar Andra menghibur Satria.


sementara Justin masih tak mengomentari apa pun soal acara di perusahaan keluarga nya Andra. hingga mereka bubaran dan melanjutkan tugas mereka masing masing yang sempat tertunda di karenakan tuntutan cacing di perut mereka yang meronta untuk segera di isi segera.


melihat hal tersebut menjadi perhatian Indra yang sedari tadi terus saja memperhatikan atas sikap diamnya Justin saat ini.


"lu kenapa bro. anak anak lu sehat kan? ". tanya Indra penasaran.


"yang satu sehat banget tetapi yang satunya gue ga tau".ucap Justin lemas seraya bangun dari duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya.


"maksud lu?". si Keyra atau si Dee sih? ". tanya Indra seraya mengernyitkan dahinya tak mengerti.


"bini gue kabur lagi". ujar Justin datar.


"hah. maksud loe. si Midea?".pekik Indra kaget.


"bukannya dia di Aussie tinggal sama keluarga lu di sana. gue pikir lu di sini karena rapat kita". ujar Indra heran.


Justin menggeleng pelan.


"dia di sana hanya lima hari. besoknya dia kabur. dia ke Aussie hanya untuk mengambil anak aku In. putraku satu satunya". ujar Justin kesal.


"itu anak dia juga Tin". bantah Indra.


sebenarnya kisah pernikahan Justin dengan Midea hanya indra dan Satria saja yang tau dalam lingkungan perusahaan. selebihnya Justin belum memberitahukan ke publik mengenai istri pertama dan rahasianya itu lantaran status nama Midea dan Jasmine yang masih di pertanyakan dalam buku nikah nya mereka.


Justin masih mencari cara untuk mengubah nama Midea Hasxander menjadi nama istri nya yang asli yaitu Jasminka orchidea.


"ahh... entahlah In. pusing gue. ga di pikirin terpikir juga". keluh Justin seraya memijit mijit pelan keningnya.


sementara Indra hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya memikirkan nasib sohib nya yang satu ini. yang tak pernah happy ending story jika menyangkut dengan wanita. selalu saja ada problem jika menyangkut soal perempuan di dalam hidupnya Justin.


"oalah Justin Justin.. mungkin efek terlalu dingin sama perempuan kali. makanya di saat kamu ketemu sama yang pas di hati kamu. selalu saja di tinggal pergi oleh perempuan tersebut. baik di tinggal mati atau pun di tinggal kabur". gumam Indra di hati seraya menatap Justin iba.


...----------------...


Cindy berkunjung ke apartemennya Andra di mana Dea dan Dean tinggal di sana. Dean berlari kecil membuka kan pintu tatkala tau jika yang datang adalah Cindy yang telah menghubungi Dea sebelumnya jika ia akan singgah ke apartemen.


"tante Cindy udah datang unda... ". sambut Dean saat Cindy muncul di depan pintu ketika bocah itu membukakan pintunya.


"hallo ganteng..Assallmualaikum.. . udah mandi belum? ". sapa Cindy saat bocah itu ada di hadapannya.


"udah dong". sahut Dean polos.


"maacih tante". ucap Dean seraya mengambil handmade ice cream tersebut serta biskuit lucu dari tangan Cindy.


sementara Midea yang berjalan menghampiri mereka berdua sudah mulai memperhatikan bagpaper yang bertuliskan sebuah nama boutique khusus ibu dan anak itu. Midea bertanya tanya dalam hatinya.


"untuk siapakah Cindy membawa bag paper tersebut?. apakah ini ada hubungannya dengan ulang tahun perusahaan?. mengingat sampai sekarang ia memang tak memiliki gaun pesta sama sekali.


akan tetapi hal tersebut tak jadi soal baginya karena ia sendiri pun akan bergabung di bagian konsumsi karena ia pun bekerja di bagian dapur. sudah pasti akan di sibukkan dengan segala macam yang berbau makanan dan minuman untuk para tamu undangan serta para karyawan perusahaan pastinya.


"sama sama sayang". balas Cindy sumringah.


"hai Mi. udah siap beres beresnya?". tanya Cindy basa basi yang sempat melihat Dea sebelumnya saat wanita itu keluar dari arah dapur.


"hmm... dikit lagi sih. lagi pengukusan tuh". sahut Dea santai.


"kalau gitu. boleh nih aku pake waktu kamu sebentar dong buat nyobain gaun ini". ujar Cindy seraya menlgeluarkan sebuah long dress indah yang tak begitu mencolok tetapi terkesan elegan dan memang sangat cocok jika di pakai pada sebuah pesta ulang tahun.


"ini untuk apa Cin? ". tanya Midea yang mulai resah jika harus menerima hadiah mahal dari Cindy lagi.


"ya untuk pesta lusa lah masa untuk belanja ke pajak. ada ada aja kau ini Mi". celetuk Cindy seraya tersenyum geli mendengar ucapan temannya itu.


"bukan itu. aku menggunakan gaun seperti ini pas hari acaranya perusahaan agak ribet Cin. kan aku nya bagian konsumsi". ujar Midea bernada penolakan secara halus.


Cindy tersenyum simpul menanggapi jawaban Dea yang berisi penolakan meskipun secara tak langsung bundanya Dee itu lontarkan.


"siapa bilang kamu di bagian konsumsi. justru aku dan mas Andra akan menempatkan kamu bagian dari staff kita. jadi kamu ga perlu riweh dengan urusan makan dan minum untuk para tamu dan karyawanlah". sahut Cindy.


"hah. di bagian staff?! ". pekik Midea pelan yang membuat dirinya semakin resah. .


Cindy tersenyum mendengar pernyataan Dea yang terdengar kaget.


"iya Mi. di bagian staff kita juga udah runding kan ini sama pak Ruslan kok. dan beliau ga ada masalah". ujar Cindy menjelaskan pada Midea agar wanita itu mengerti tugasnya nanti.


Midea bergeming. ia berfikir keras jika ia di tempatkan pada bagian staff. itu berarti ia akan di sejajarkan dengan para tamu penting lainnya. dan sudah pasti ia akan...


"oh ya rabb... ". pekiknya di hati seraya menggigit bibir bawahnya.


seketika ia teringat jika Andra adalah bagian Kehl Bio Company dan sudah pasti ia akan mengundang orang orang di KBC termasuk Justin dan Satria.


jika sudah begini bagaimana ia akan bisa bersembunyi dari Justin, sementara ia belum punya cukup uang untuk mengajukan gugatan cerainya nanti. belum lagi ia belum kuat secara finansial untuk mempermudah urusannya mengurus hak asuh anaknya agar mutlak jatuh ke tangannya.


"oh ya Allah... aku harus cari alasan apa sama Cindy agar aku tidak perlu bersama mereka di pesta nantinya". keluh Dea di bathinnya seraya menatap gaun indah tersebut.


"eh kok bengong Mi. ayok sini kita coba dulu. kalau ada yang kurang tinggal kita fitting ulang. mumpung masih ada satu hari lagi sayang". bujuk Cindy seraya menarik lengan Dea dan membawa wanita itu untuk masuk ke kamar.


"Dee.. sini dulu ya sebentar tante sama bunda ke kamar dulu buat cobain baju bundanya Dee. biar nanti bunda tampil cantik. oke sayang? ". titah Cindy bernada rayuan pada bocah itu yang sedang makan cemilannya seraya bermain dengan mainannya.


"oke tante". sahut Dean cuek yang netranya terus fokus pada biskuitnya dan juga mainan mobil mobilannya.


"pinter... ayok Mi". puji Cindy lalu mengajak Dea masuk kamar.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.