My D you are the first for me

My D you are the first for me
imajinasi



# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"yes. I get her".gumam Justin di hatinya saat Dea telah masuk ke kamar mandi.


sementara Dea mendengus kesal mengingat dirinya harus mengalah demi pria yang ia benci saat ini.


"puff... menyebalkan". desis Dea kesal seraya membuka kran showernya.


beberapa menit kemudian. Dea menuntaskan ritual mandinya. dengan menggunakan bath robe yang tersedia di kamar mandi tersebut. yang sebenarnya telah di Midea langsung ke luar menuju wardrobe. ia terhenyak begitu mendapati Justin tengah duduk di sana dengan kondisi sama seperti sebelumnya. dengan balutan handuk dan bertelanjang dada.


Midea melirik Justin yang sedang mengolesi lotion khusus pria di tubuhnya sembari berjalan menuju rak di mana baju santai miliknya tersusun rapi di sana.


"Ngapain aja sih nih ni orang dari tadi habis mandi bukannya langsung pake baju. heran deh ngolesin lotion gitu aja ga selesai selesai dari tadi". dumel Dea di hatinya.


Midea berniat mengambil satu baju yang lain yang menurutnya nyaman di saat cuaca dingin seperti ini seraya netranya menelisik tiap rak di wardrobe tersebut. wangi maskulin dari lotion milik Justin menusuk hidung mancungnya Midea. di tambah semprotan parfum yang biasa Justin pakai membuat pikiran Midea tidak lagi berada di tempatnya.


sementara Justin tersenyum smirk melirik Midea yang terpaku di depan rak baju milik nya. ia berharap Midea terangsang dengan harum dari parfum yang sering Justin pakai saat Midea sering menjebak Justin dulunya.


"wangi ini".gumam Dea di hatinya.


seketika ia teringat tentang perbuatan nekat nya yang dulu.


Flashback....


lima tahun yang lalu....


di sebuah kamar hotel di Jkt...


Tangan Dea begitu gemetaran ketika harus membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh Justin.


jika biasanya ia dengan begitu mudahnya melucuti seluruh pakaian para pria nakal yang mengajaknya untuk melakukan kencan panas. tetapi saat ini entah kenapa ia begitu takut melakukan hal ini kepada Justin. pria yang selama tiga bulan ini ia incar.


sejak ia putuskan mengikuti cara Celine, teman seprofesinya agar bisa mendapati laki laki yang mau menikahi nya. minimal yang bisa menjadikannya istri simpanan yang dapat menjaminkan hidupnya hingga tua. atau setidaknya hanya ada satu pria yang melihat dan menyentuh tubuhnya.


Dea mendekati ranjang di mana pria yang ia incar selama ini kini berada di genggaman nya. Dea begitu terpukau dengan tubuh Justin yang bagi wanita manapun yang melihatnya akan tergiur untuk tidur dengannya.


Dea memejamkan matanya mencium aroma yang berasal dari tubuh Justin yang beraroma citrus. lalu dengan segera ia pun men take beberapa foto dengan ponselnya.


ia berdiri disamping ranjang sembari menatap Justin yang tertidur lelap. Dea membuka kain penutup tubuhnya helai demi helai. hingga di bagian akhir tanpa pembatas apapun. kali ini Dea benar benar mempolos kan dirinya sendiri di hadapan lelaki yang belum tentu jika sadar akan menerima dirinya.


ia mentake beberapa foto dengan gaya sensual dan meyakinkan dengan ponselnya kembali. seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya. agar bisa menjadikan bukti bahwa Justin memang menidurinya.


setelah selesai dengan ponselnya ia menyimpan rapi di mini bagnya yang ia sembunyikan di suatu tempat. awalnya ia ingin berpakaian kembali dan bergegas pergi dari kamar yang telah ia boking sebelumnya. akan tetapi hasrat Dea ingin menyentuh wajah Justin lebih besar dari rasa takutnya saat ini.


Dea memasuki selimut Justin yang sempat ia selimuti sebelumnya. ia memiringkam tubuhnya menghadap Justin dan menatap dalam ke wajahnya yang memang benar benar tampan.


ia menyentuh wajah tersebut. lalu mendekati wajahnya hingga hidung mancung mereka saling bersentuhan. mata Dea mengarah ke bibir Justin dan mengecup lembut disana. jantung Dea berdetak tak karuan. ia menggigit bibir bawahnya. lalu merebahkan tubuhnya dekat disamping Justin.


(#baca Novel pertamaku di Jasminka/orchidea di episode "mencoba memiliki").


yah begitulah saat itu bagaimana ia begitu terpukau dengan ketampanan dan keseksian dari tubuh pria yang ia nikahi dengan sebuah ancaman itu. dan kini di dalam satu ruangan yang terhitung sempit seperti ini. aroma maskulin yang sama ia rasakan kembali.sehingga membuat darahnya berdesir deras bahkan jantungnya memompa kuat.


bukan hanya Midea yang merasakan hal tersebut bahkan Justin sendiri juga merasakan hal yang sama pada dirinya. terlebih ia memperhatikan leher jenjang milik Dea.


hasratnya mulai berimajinasi liar membayang kan jika bibirnya berada di antara ceruk leher indah tersebut seraya memeluk tubuh ramping Dea meskipun telah melahirkan seorang bocah gembul dan menggemaskan yang tak lain adalah putra mereka itu.


jujur Justin ingin bercinta dengan Midea kembali. ia ingin merasakan lagi sesuatu yang berbeda saat ia menyentuh kulit lembut yang ada di hadapannya kini. sudah tiga tahun Justin tidak merasakan sesuatu hal yang membuat orang sering tergelincir karena nikmatnya sesaat saja.


Justin mendekati Midea perlahan seraya menelan kasar salivanya. hingga akhirnya tubuhnya mentok di depan tubuh sang istri yang memunggunginya. sontak hal ini mmembuat Dea terhenyak atas sikap Justin selama ini.


"ku bantuin pilih baju buat kamu ya sayang". bisik Justin di telinganya Dea.


sontak membuat Dea yang mendengar kata kata Justin barusan apalagi suara pria yang di sertai hembusan nafas yang terasa hangat di ceruk lehernya


"ga usah". sahut Dea datar yang sedari tadi mencoba menetralisir hatinya.


"jadi kenapa belum siap ?". tanya Justin yang telah bersiap bertengkar dengan wanita keras kepala tersebut.


Midea membisu. lalu ia mengambil asal baju yang tanpa sadar ia mengambil sebuah lingerie yang berwarna hitam dan memilih meninggalkan pria yang ada di belakangnya kini.


"wait". cegah Justin tiba tiba seraya menarik pinggang Dea agar berhadapan dengan dirinya.


sehingga wajah mereka berdua kini saling bersitatap dengan menatap ke dalam netra pasangannya masing masing dan pada akhirnya membuat mereka terhanyut akan situasi yang terjadi saat ini.


Justin memperhatikan raut wajah manis itu, bahkan kini di bibir sexynya wanita yang telah memberinya seorang putra yang sangat tampan dan juga pintar.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.