
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
Sesampainya di rumah Justin. Andra mencari sesuatu seperti bel untuk di bunyikan agar sang penghuni rumah keluar dan menyambut mereka. akan tetapi Andra merasa bingung lantaran di pintu masuk dari rumah tersebut ia tak mendapati yang ia butuhkan untuk saat ini.
"lu ga pernah ke sini bro". Tanya Indra saat mendapati Andra yang sedang bingung untuk memencet bel atau memanggil seseorang yang ada di rumah mewah tersebut.
"baru kali ini In. Hehehe". kekeh Andra.
"sombong amat lu. Ga mau singgah singgah ke rumah temen sendiri". Cibir Indra.
"eits..bukan aku yang sombong lagi. Si Justin nya aja ga pernah ngajak ngajak aku buat liat liat ke rumah barunya dia". Bantah Andra.
"hah?. Masa iya sih?".tanya Indra tak percaya.
"iya. Aku sama dia kan jarang ketemuannya kecuali ketemunya kalau berurusan sama kerjaan. Lagian si Justin kan sering bolak balik ke Jkt sama ke tempat kau In". Tukas Andra lugas.
"ga juga. Malah yang sering datang ke sini gue sekarang dari pada si Justin". ujar Indra apa adanya.
"hah?.yang bener kau In?". Tanya Andra tak percaya pada apa yang di dengarnya.
"iya Andra". jawab Indra kesal.
"emang tu anak ngapain?". tanya Andra seraya mengintip dari celah celah gorden.
"mengejar cinta sang mantan istri yang bekerja sebagai SPG alias sales promotion girl di salah satu perusahaan keluarga sahabatnya sendiri". Cibir Indra seraya menyengir kuda
mendengar pernyataan Indra barusan sontak membuat Andra menatap jengkel pada Indra.
"kau ya In. Mana aku tau kalau saat itu bini si Justin adalah si Midea atau si Jasmine". Protes Andra.
"oalah Andra Andra. makanya elu kalau kerja jangan sok sok an workaholic gitu. Sampe sampe temen lu lagi patah hati lu kagak tau". Cibir Indra.
"cyah..patah hati. Makanya jadi lakik mesti baik baik sama istri". cibir Andra seraya tersenyum miring.
Sementara Indra hanya menggeleng geleng kan kepalanya menatap sahabatnya itu. Ia tau jika saat ini Andra masih di rundung kesal karena ulah Justin terhadap Jasmine, seorang gadis incaran Andra di masa lalu.
"maaf. permisi pak. bapak bapak mau cari siapa?". Tanya Seorang pria yang bekerja sebagai tukang kebun di rumah itu.
"si Justin ada?". Kalau ada tolong bilang kalau dua temannya datang. Tolong bukain pintu nya sekarang". jawab Andra.
"ya pak. Tunggu Sebentar. permisi". Sahut Tukang kebun tersebut seraya beranjak masuk dari pintu samping yang mengarah ke taman belakang.
Andra yang tak sabaran menunggu di depan pintu masuk serta menunggu seseorang untuk di bukain pintu akhirnya lebih memilih mengikuti tukang kebun tersebut.
"oi An.mau kemana?". Tanya Indra penasaran.
"ketemu si Justinlah. Emang mau kemana lagi?".jawab Andra yang terus melangkah menuju jalan setapak yang berada di samping dari garasi mobilnya Justin.
Awalnya Indra ragu tetapi akhirnya ia pun mengikuti jejak Andra dengan melangkah masuk ke jalan setapak di mana tukang kebun yang tadi lalui.
"gila ni si Justin. Pelitnya ga ketulungan punya rumah bagus tak mau di ajak ajak nya kita main sini". Celetuk Andra heran.
"yah belum sempat kali. soalnya yang gue dengar dari si Alan kalau si Justin sengaja beli ini rumah dan di renov ulang untuk si Justin memulai hidup baru bersama si Midea. Ehh ga taunya malah pisah". Tukas Indra lugas menurut apa yang di dengarnya dari percakan Justin dan Alan sebelum Justin dan Dea bercerai.
"mm..gitu..tapi sayangnya perpisahan mereka pun bukan dengan cara baik baik. Malah bini nya kabur lagi". Ujar Andra.
"huss..".tegur Indra.
Akhirnya perjalanan mereka sampai ke suatu taman yang terdapat sebuah kolam renang di mana mereka melihat Justin yang sedang berbaring di atas lazy chair yang sedang mengobrol pada tukang kebun yang tadi.
"Justin". Panggil Keduanya.
Justin yang sedang berbicara pada tukang kebun tersebut menoleh seketika dan ia menatap tak percaya pada apa yang di lihat nya. dua sahabatnya yang kemarin sama sama menghakimi dirinya kini sedang berdiri tak jauh dari hadapannya dengan membawa beberapa plastik kresek di masing masing tangan mereka.
"Andra, Indra?". Pekik Justin dengan netranya yang masih menatap tak percaya pada dua orang yang kini berjalan santai menghampiri nya.
Baru juga tadi pagi ia mendumel soal kedua sahabatnya yang tak perduli mengenai keadaaan dirinya dan juga suasana hatinya.
duo Dra itu kini sedang melenggang santai seraya membawa kresek makanan dan juga minuman bak ibu ibu RT yang akan berpiknik di suatu tempat rekreasi tertentu.
"kalian di sini?". Tanya Justin heran seraya memperhatikan beberapa kresek yang ada di tangan mereka.
"ya. Nih buat lu". Sahut Indra seraya meletak kan kresek yang ada di tangannya ke atas meja yang ada di samping lazy chair.
"ini apa?". Tanya Justin saat melihat seluruh kresek yang di letakkan kedua temannya di atas meja yang ada di samping lazy chair yang ia duduki.
"tuh makan. Jangan sampai lu masuk angin". Titah Indra.
" Gila lu ya. Sakit sakit berenang". celetuk Andra.
"aku bosan. Lagian akunya ga tau lagi pun mau ngerjain apa". Sahut Justin.
"pak". Indra memanggil tukang kebun yang tadi.
"pak sini". Panggil Indra kembali saat tukang kebun tersebut menolehnya.
"mau ngapain lu?". Tanya Justin heran.
Tukang kebun tersebut pun mendekat ke arah Indra lalu bertanya". Ada apa ya pak?"
"tolong ambilkan piring sama sendok ya pak". tutur Indra.
"baik pak". Sahut tukang kebun tersebut seraya melihat ke arah Justin untuk meminta ijin masuk rumah.
Justin menganggukkan kepalanya sebagai tanda memberinya ijin. beberapa menit kemudian tukang kebun tersebut kembali lagi dengan membawa beberapa piring dan juga sendok. Lalu meletakkannya di atas meja di mana beberapa bungkusan makanan dan juga minuman terdapat di atasnya.
Indra menyerahkan satu kresek yang terdiri makanan dan juga minuman ke pada tukang kebun tersebut.
"alhamdulillah". Ucap tukang kebun tersebut seraya menerima bungkusan kresek tersebut dari tangan Indra dengan senang.
Sepeninggalnya tukang kebun tersebut Andra dan Indra membuka seluruh kresek yang ada di hadapan mereka.
"nih makan. Ada Sate kambing kesukaan lu ni". Tawar Indra pada pria yang masih terdiam bengong menatap dua sahabatnya ini.
"udah makan dulu kau. Ngapain lah makanan nya asik kau liatin aja. Biar cepet sembunya kau. Kita berdua kan paling males kali lah kalau udah di repotin sama kerjaan kau punya". Titah Andra mengandung cibiran yang sebenarnya memotivasi Justin untuk semangat.
"cih".Justin berdecih seraya tersenyum miring kepada Andra pada hal di hatinya ia amat senang karena mendapatkan perhatian oleh kedua sahabatnya ini yang sebenarnya ia memang butuh untuk di temani.
Justin pun mencoba makanan yang telah di sajikan oleh kedua sahabatnya itu. Ia pun mencobanya dalam sekali gigitan. Rasa lezat dari bumbu yang menyatu dalam daging yang teksturnya terasa lembut di lidahnya Justin membuat pria itu ingin meIanjutkan makan nya lagi. Kali ini ia memakan makanan ter -sebut dengan lahap seperti orang yang tak merasakan sakit. apa lagi saat ini ia di temani oleh kedua sahabatnya yang juga sedang menikmati makanan mereka.
Justin tersenyum di dalam hatinya meskipun tadi pagi ia sempat merasakan hampa di hatinya, akan tetapi siang ini a sedikit terhibur dengan kedatangan duo Dra ini.
...**************...
Hallo readers khususnya yang baru singgah ni. aku mohon di baca ya hingga tuntas. Jangan di boom like. Karena bisa menurunkan performa karyaku. Jadi aku mohon readers yang baik. Di baca hingga akhir. Bukan di like tanpa di baca . Oke readers. Terima kasih ya buat dukungannya.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.